Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, June 30, 2013

TELEPON MALAM HARI

Tadi malam jam 10.00 lebih, tanggal 30 Juni 2013, HP Rama Bambang berdering. Ada telepon. Sebenarnya dia sudah lelap tetapi memang mudah terbangun. Sejenak hatinya berkata "Ben wae muni" (Biar saja bunyi). Rama Bambang memang enggan membuka. Tetapi entah mengapa akhirnya telapak tangan bergerak dan jari-jarinya meraba-raba HP. Di layar yang kecil ada tulisan "Rm. Agung". Rama Bambang tersentak dan hati berseru "Rama Agoeng?" Kontan saja HP dipencet dan dari seberang ada suara "Rama, Rama Jaka kumat berat. Saget ngundangaken ambulan?" (Rama, Rama Jaka terserang berat jantungnya. Dapat memanggilkan ambulance?). Kebetulan dari orang serumah malam itu hanya Rama Bambang yang memiliki nomor HP Suster Lusiani. Maka Rama Bambang segera mengkontak suster tersebut dan minta bantuan ambulance RS Panti Rapih menjemput Rama Jaka.

Kondisi Rama Jaka memang amat kasihan. Ketika masuk ke kamarnya Rama Bambang melihat beliau duduk terengah-engah dan Mas Kris, salah satu pramurukti, mengelus-elus punggungnya. Tanpa harus lama menunggu, ambulance datang dan bersama Mas Kris Rama Jaka dibawa menuju Panti Rapih dengan hidung langsung dipasang alat untuk bantuan oksigen. Rama Bambang dengan hanya bersarung menyusul dengan mobil yang disopiri oleh Rama Agoeng. Ternyata setelah menunggu hasil foto dan laborat, Rama Jaka harus dirawat secara khusus di ICCU. 

Sabda Hidup Senin, 01 Juli 2013

Sabda Hidup
Senin, 01 Juli 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Kej. 18:16-33; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,10-11; Mat. 8:18-22

Bacaan Injil Mat. 8:18-22
18Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang. 19Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." 20Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." 21Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku." 22Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

Renungan
Ada yang terpilih ada yang ditolak. Itulah gambaran pemuridan Yesus. Mereka yang menawarkan diri malah ditolak oleh Yesus. Namun ada pula yang menolak panggilan Yesus dengan berbagai macam alasan malah dipilih oleh Yesus.
Kalau sejenak mengenang pengalaman perjalanan menapaki panggilan imamat jadi ingat  tiap tahun di Mertoyudan jumlah seminaris seangkatanku selalu berkurang. Satu dua tiga sepuluh orang mundur, terutama pada hari kenaikan kelas. Dari 69 siswa pada waktu masuk KPP, 6 orang ditahbiskan atau menjadi Bruder.
Yesus berhak memilih siapa yang akan mengikutiNya atau tidak. Dan setiap pribadi yang dipilih umumnya tidak mempunyai kekuatan untuk menghindar. Kuat kuasaNya membentuk dan membekali siapapun yang Dia kehendaki. Maka marilah kita tetap lurus berpegang padaNya dalam mengarungi panggilan hidup kita masing2-masing.

Kontemplasi
Pejamkan sejenak matamu. Ingatlah bagaimana anda menghidupi panggilan hidup anda.

Refleksi
Tulislah pengalamanmu dalam menghidupi pamggilan hidupmu.

Doa
Tuhan terima kasih Engkau telah menerima dan memilihku sebagai muridMu. Semoga aku selalu berpegang pada tuntunanMu. Amin.

Perutusan
Aku akan memurnikan panggilan hidupku dan menjalaninya dengan kesetiaan.

Saturday, June 29, 2013

Lamunan Pekas Biasa XIII
Minggu, 30 Juni 2013

Lukas 9:51-62

9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
9:52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
9:53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
9:54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
9:55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
9:56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
9:57 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
9:58 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
9:59 Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku."
9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."
9:61 Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."
9:62 Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global dan maraknya demokratisasi hak-hak asasi manusia makin diperjuangkan dan ditegakkan. Demi perjuangan ini kekerasan fisik tetap terjadi untuk melindungi kaum terancam dan tertindas, bahkan peperangan saling membunuh antar negara pun terjadi demi membela kehidupan.
  • Tampaknya, segala agama di dunia mengajarkan kehidupan yang baik dan benar untuk mendapatkan hidup damai sejahtera. Meskipun demikian pejuang agama dapat merasa benar melakukan kekerasan terhadap yang mengancam keyakinannya bahkan membasmi musuh dan siapa pun yang dapat membelokkan pengikutnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam yang ilahi orang harus terbuka pada orang-orang yang berkeyakinan lain dan tidak melakukan pembalasan apalagi bertindak keras pada yang memusuhi. Dalam yang ilahi orang justru harus menghayati kekerasan batin terhadap diri sendiri agar tidak memiliki alasan menunda mewartakan dan menjalani yang baik, benar, dan adil.
Wah, apa itu tidak malah mencelakakan diri?

Friday, June 28, 2013

Sabda Hidup
Sabtu, 29 Juni 2013
HARI RAYA St. PETRUS dan St. PAULUS
Warna Liturgi Merah
Bacaan
Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19

Bacaan Injil Mat. 16:13-19
13Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan
Kala mengunjungi Basilika St Petrus, saya melihat patung St Petrus di berbagai tempat. Ada di halaman, di dalam basilika dll.  Di halaman itu St Petrus digambarkan memegang kunci di tangan kanannya. Spontan aku membatin: oooo ini gambaran dia memegang kunci surga.
Walau beberapa kali melakukan kesalahan dan mungkin bisa dikatakan gagal, Yesus tetap memilihnya menjadi pemimpin para rasul. Dan akhirnya ia pun menyerahkan nyawanya untuk Yesus. Petrus bertobat atas kesalahannya dan sungguh berjuang selama hidupnya untuk menghadirkan Kristus. Sikap pertobatan ini diterima Tuhan. Ia pun diberi kewenangan, "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga" (Mat 16:19). Sikap tobat ini dimiliki Paulus juga. Dan mereka berdua menjadi pribadi unggul dalam menghadirkan Kristus.
Tuhan sangat berkenan pada pribadi-pribadi yang mau mengakui kesalahan dan dosanya lalu berbalik padaNya. Pada mereka ini Tuhan akan menganugerahkan rahmat untuk menjadi saksiNya. Marilah kita selalu menghidupi sikap pertobatan kita dan hadir pada kuasa kasihNya supaya layak dipakai oleh Tuhan.

Kontemplasi
Pejamkan mata sejenak. Bayangkan dua tokoh sentral Gereja kita: Petrus dan Paulus. Ikuti perjalan hidup dan panggilan mereka.

Refleksi
Siapakah dirimu di hadapan Yesus?

Doa
Tuhan semoga aku selalu siap bertobat dan berbalik memuji dan menghadirkanMu dalam hidupku. Amin.

Perutusan
Aku akan mengakui segala dosa dan kesalahanku dan berbalik pada kuasa Tuhan.

Thursday, June 27, 2013

Lamunan Pesta Wajib
Sto Ireneus, Uskup/Martis
Jumat, 28 Juni 2013

Matius 8:1-4

8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."


Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tidak sedikit orang sudah merasa bahkan yakin ikut ilahi kalau sudah taat menjalani tata peribadatan. Banyak orang menyebut seseorang sungguh beriman karena amat tekun mengikuti ibadat-ibadat dan upacara-upacara ritual keagamaan.
  • Tampaknya, hingga kini tidak sedikit orang, yang merasa bahkan yakin beriman, membedakan bahkan memisahkan lingkungan sakral (suci) dan profan (duniawi). Segala kegiatan duniawi (lingkungan profan) dapat dianggap berada dalam kuasa jahat sehingga dapat membayakan kehidupan beragama (lingkungan sakral).
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa yang ilahi sejatinya selalu berada di tengah-tengah kehidupan duniawi harian bahkan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Segala kesucian yang diungkap dalam agama direalisasikan dalam kehidupan duniawi sehari-hari.
Waaah, kalau begitu gak perlu serius-seriusan agama ya?

Wednesday, June 26, 2013

PALING LAMBAT 1 JULI, LHOOO

Sekedar mengingat. Untuk Novena Ekaristi Seminar di Domus Pacis 7 Juli 2013, PENDAFTARAN PALING LAMBAT SENIN 1 JULI 2013, LHOOO.

Tema untuk hari itu adalah "Menghadapi Kemerosotan Indrawi". Akan hadir untuk memberikan pembicaraan adalah Dr. Toto dari Rumah Sakit Panti Rapih. Beliau itu seorang internis.

Pendaftaran cukup memberi informasi jumlah peserta ke Rama Bambang dengan SMS HP no 087834991969.
Sabda Hidup
Kamis, 27 Juni 2013
Sirillus dr Aleksandria
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Kej. 16:1-12,15-16;Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 7:21-29

Matius 7:21-29
7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."
7:28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,
7:29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.


Renungan
Sebuah bangunan selalu diawali dengan membuat pondasi. Setiap pembangun selalu berpikir bagaimana pondasi mesti dibuat sekokoh mungkin karena ia akan menjadi penopang seluruh bangunan. Para tukang akan memilih batu baik untuk dipasang sebagai pondasi.
Kalau kita baca bacaan Injil hari ini pondasi iman bukan terletak kuatnya teriakan-teriakan tentang Allah, tapi daya untuk menjalankan kehendak Bapa dalam kehidupan sehari-hari. Daya ini hidup dan muncul dalam kehidupan harian mereka yang beriman. Sabda Allah mengakar dalam batinnya dan menggerakkan kehidupannya untuk menghadirkan Allah sendiri.
Ketika seseorang mengakarkan Sabda dan Kehendak Allah dalam batinnya ia pun mampu menghadapi aneka macam goncangan, badai, dan banjir yang siap menghancurkan jatidiri iman seseorang. Mudahkah? Memang tidak mudah. Namun marilah kita mulai membangun pondasi iman kita, mengokohkannya dengan mendengarkan Sabda Allah dan menghidupinya dalam tindakan keseharian kita.

Kontemplasi
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan dirimu sebagai suatu bangunan. Lalu datanglah banjir menimpa dirimu. Kokohkah dirimu menghadapi banjir tersebut.

Refleksi
Bagaimana anda membangun pondasi imanmu?

Doa
Tuhan, semoga aku makin mampu mengakarkan SabdaMu dalam diri kami dan melahirkannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Perutusan
Aku akan memperkokoh pondasi imanku.

Tuesday, June 25, 2013

TUA PUN PUNYA YANG ENAKAN

Pagi ini dalam makan, Rabu 26 Juni 2013, terjadi omongan tentang pakaian yang enak di antara Rama Yadi, Rama Harta, dan Rama Bambang. Rama Bambang melontarkan pertanyaan "Njenengan dha gadhah rasukan favorit mboten?" (Anda punya baju favorit tidak?). Rama Harta menjawab dengan anggukan kepala dan suara lirih "Gadhah" (Punya). Tetapi yang terlibat omongan cukup panjang lebar adalah Rama Yadi dan Rama Bambang.

"Kula sok rumangsa mantep lan sreg dengan baju atau kaos tertentu," (Saya sering sudah merasa mantap dan nyaman dengan baju atau kaos tertentu) kata Rama Yadi berceritera "nanging ngerti-ngerti pun mboten onten. Kanyata dijupuk sing sok ngewangi ngumbahke sebab dianggep pun mboten pantes marga pun onten suweke utawa rupane pun lawas" (tetapi tahu-tahu sudah hilang. Ternyata diambil oleh yang sering membantu mencuci dianggap tak pantas lagi dipakai karena ada sobeknya atau warnanya sudah menghilang). Rama Yadi memang punya warga katolik yang biasa membantu khusus mencuci dan menyetrika pakaian beliau. Orang itu ternyata sering mengambil yang dianggap tak pantas pakai. Padahal Rama Yadi merasa itu enak sekali dipakai. Memang Rama Yadi selalu mendapatkan yang baru. "Nanging sing anyar jaitane sok krasa kandel lan mbotren eca. Kain anyar ugi sok damel krasa gatel" (Tetapi jahitan baru sering terasa tak enak karena agak tebal. Kain baru pun biasa terasa gatal di kulit) tambah Rama Yadi. Rama Bambang nambah ceritera dengan informasi "Rasukan favorit kula ketoke diguwang petugas Panti Rapih" (Baju favorit saya mungkin dibuang oleh petugas Rumah Sakit Panti Rapih). "Lho kenging napa?" (Lho mengapa) tanya Rama Yadi. "Dhek kula kecelakaan wingi, rasukan sing kula nggo rak sing kula remeni. Nah, teng Panti Rapih niku penuh rah lan teles kebes merga toya udan" (Ketika kecelakaan kemarin saya memakai baju yang saya sukai. Nah, di Panti Rapih itu penuh dengan darah dan basah kuyub karena air hujan) jelas Rama Bambang. Eeeee, wis dha tuwa kok ya isih nganggo senengan (Eeeee, udah tuwa kok masih pakai kesayangan) ha ha ha .......
Lamunan Pekan Biasa XII
Rabu, 26 Juni 2013

Matius 7:15-20

7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.


Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada zaman kini orang mudah tertarik pada yang disebut "gaya hidup" yang menekankan penampilan indah dengan garapan tubuh lahiriah termasuk adanya berbagai obat dan asesorias. Terhadap tetumbuhan pun orang lebih suka tanaman hias daripada pohon buah-buahan.
  • Tampaknya, barangkali karena budaya instan yang marak dalam era global, banyak orang segala-galanya ingin cepat tersaji. Banyak hal yang menuntut proses tidak menarik minat orang sehingga orang dapat hanya terpesona pada tampilan sesaat seseorang tanpa daya kritis bagaimana perilakunya sehari-hari.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa orang harus waspada akan adanya tokoh yang kata-katanya sebenarnya tak benar bahkan culas. Dalam yang ilahi orang dapat menilai baik dan buruknya orang lain berdasarkan buah hidupnya yang tercermin dalam perilaku hariannya.
Lho, kok malah negative thinking?

Monday, June 24, 2013

Sabda Hidup
Selasa, 25 Juni 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Kej. 13:2,5-18; Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5; Mat. 7:6,12-14

Matius 7:6.12-14
7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."


Renungan
Setiap hari, setiap minggu seorang imam menyampaikan kotbahnya di Gereja/Kapel. Setiap pagi kita pun bisa mendengar kotbah dan pengajaran di televisi. Dari anak-anak sampai sekarang kita mendapatkan pengajaran. Namun dari sekian juta kotbah/pengajaran baik yang kita dengar berapa prosen yang kita ingat dan mampu mengubah hidup kita? Apakah kita memang manusia  yang layak menerima mutiara dan benda kudus? (Bdk.Mat. 7:6).
Dalam perjalanan hidup saya, saya merasakan bahwa membagikan kemungkinan-kemungkinan baik tidak selamanya diterima. Dari seratus orang mungkin hanya 1-2 orang yang mengikutinya. Dan sejauh saya alami 1-2 orang ini yang bisa menjadi saksi kebenaran kemungkinan baik yang kutawarkan. Dan biasanya ketika melihat keberhasilan 1-2 orang itu, mereka yang dulunya sama-sama mendengar berkomentar: "Wah hidupmu sekarang enak ya!?" Kelompok 1-2 orang itu akan mengatakan, "Ya dulu kita kan mendapatkan pengajaran yang sama."
Pada dasarnya setiap manusia adalah baik adanya dan mereka mempunyai potensi yang sama untuk mencapai keberhasilan hidup. Namun manusia mengarungi sejarahnya. Di perjalanan menuju keberhasilan hidup ini dibutuhkan kerelaan untuk melihat dan mendengar dgn seksama, menerima dengan rendah hati dan memberi dengan murah hati, serta tekun dan berani memulai, menjalankan dan menyelesaikannya.

Kontemplasi
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan dirimu lagi berada di sekitar aneka macam binatang. Di situ ada seorang pawang binatang sedang melatih salah satu binatang dan mengucapkan kata2 pelatihannya supaya engkau mendengar. Apa yg terjadi padamu?

Refleksi
Sanggupkah anda menerima "benda suci" dan "mutiara" dalam hidupmu?

Doa
Tuhan semoga aku mempunyai kemampuan yg mencukupi utk mendengar, melihat, menerima, memberi dan menjalankan karyamu sp pd kesudahannya. Amin.

Perutusan
Aku akan mendengar dan melihat dg baik.

Sunday, June 23, 2013

Lamunan Hari Raya
Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Senin, 24 Juni 2013

Lukas 1:57-66.80

1:57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.
1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya.
1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
1:80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.


Butir-butir Permenungan
  • Katanya, di kalangan masyrakat tradisional pemberian nama untuk seorang bayi dapat menujukkan asal keluarga atau menujukkan asal orang yang memperanakkan. Orang tidak akan memberikan nama anaknya di luar khasanah nama-nama yang ada dalam sanak keluarga orang tua.
  • Katanya, tidak sedikit orang tua yang memberi anaknya nama yang mengungkapkan harapan masa depan, atau peristiwa keluaga saat lahir, atau hari/bulan/tahun kelahiran. Bahkan ada yang memberikan nama seperti tokoh yang menjadi tokoh orang tua.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa nama anak muncul dari kedekatan orang tua dengan yang ilahi. Dengan namanya sekecil apapun seorang bayi adalah pribadi kekasih ilahi yang bagi orang tua dan kaum tua sekitarnya justru menjadi sumber daya dan kegembiraan hidup sejati.
Lho, kok yang tua malah ditentukan bayi?

Saturday, June 22, 2013

Sabda Hidup
Minggu, 23 Juni 2013
Hari Minggu Biasa XII
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Za. 12:10-11; 13:1; Mzm. 63:2abcd,2e-4,5-6,8-9; Gal. 3:26-29; Luk. 9:18-24

Bacaan Injil Luk. 9:18-24
18Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" 19Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." 20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. 22Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." 23Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 24Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Renungan
Yesus ingin tahu siapa dia menurut orang-orang. Para murid menyebutkan banyak gelar yang diberikan orang-orang pada Yesus. Lalu ia bertanya pada para muridNya siapakah Dia menurut mereka. Petrus tampil dan menjawab dengan tepat.
Pengertian orang dan tidak kenal memang memuat perbedaan. Semakin akrab perkenalannya maka sesorang akan lebih mengerti siapa yang dihadapi. Makin dangkal pengenalannya makin tipis pula pengertiannya pada orang yang ditanyakan. Bahkan seringkali orang hanya mengenal sisi luarannya saja, yang tampak-tampak saja.  Si A itu manis, cakep, kaya, suka marah, ramah dll, tanpa tahu kenapa dia jadi begitu. Yang repot lagi baru tahu luarannya sudah bisa menilai macam-macam dan menganggapnya sebagai satu-satunya kebenaran.
Masing-masing dari kita sudah lama berkenalan dengan Yesus. Kalau sekarang Yesus bertanya padamu: siapakah aku menurutmu, apa jawabmu?

Kontemplasi
Duduklah dengan tenang. Ingatlah kembali bacaan Injil Luk. 9:18-24. Perankan dirimu sebagai Petrus dan jawablah pertanyaan Yesus.

Refleksi
Siapakah Yesus bagimu?

Doa
Yesus, sudilah membantuku untuk makin mengenalMu.

Perutusan
Aku akan makin mengenali Yesus.

Friday, June 21, 2013

Lamunan Pekan Biasa XI
Sabtu, 22 Juni 2013

Matius 6:24-34

6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, zaman sekarang sudah bukan zaman agraris yang segalanya berjalan sesuai dengan siklus dan perubahan alam. Dengan mekarnya persaingan, di era global orang dapat selalu merasa was-was akan terpenuhinya kebutuhan karena iklim gotongroyong atau solidaritas spontan pada yang papa dan menderita menjadi hal langka terutama di kalangan kaum elite dan berpunya.
  • Katanya, dalam era global yang ada cepat basi dan yang baru cepat bermunculan sehingga orang masa kini harus selalu membangun gambaran masa depan dan menemukan strategi untuk tahapan langkah pencapaian. Keadaan seperti ini memudahkan orang masa kini dari kalangan mana pun untuk menderita stres karena perasaan yang dipenuhi kekhawatiran.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa yang menderita karena susah memikir masa depan adalah orang yang hidupnya tidak sambung dengan bahkan tidak mengenal yang ilahi. Sehebat apapun perencanaan ke depan, dalam yang ilahi yang pokok adalah kesediaan bersusah-payah menjalani tugas dan kerja sehari-hari secara baik, benar, dan adil.
Aaah, yang pokok itu numpuk harta dooong!

Thursday, June 20, 2013

NGANGGO UNDHANGAN ORA?

Rabu malam jam 7 tanggal 20 Juni 2013 Ruang Barnabas (tempat pertemuan besar di Domus Pacis) dipakai oleh kantor Komsos KAS untuk mengadakan nonton bareng film hasil karyanya. Judul film itu "Percikan Kemanusiaan Rama Mangunwijaya" yang berdurasi 50 menit. Di sebut percikan karena berisi berbagai segi karya Rama Mangun demi kemanusiaan di tengah masyarakat luas. Pendukung utama nonton bareng ini adalah umat Katolik Lingkungan Fransiscus Assisi dimana Domus Pacis termasuk di dalamnya. Rama Bambang, yang karena kondisi sehabis opname belum kuat untuk ikut nonton, bertanya kepada Rama Agoeng lewat BBM di pagi berikutnya"Pinten jumlahe sisng rawuh ndherek nonton?" (Berapa orang yang ikut menonton). Rama Agoeng menjawab 70an orang.

Dalam makan pagi Kamis, 21 Juni 2013, Rama Bambang bertanya kepada Rama Harto "Wau dalu tumut nonton?" (Tadi malam ikut nonton?). "Inggih, sae" (Ya, bagus) jawab Rama Harto. "Sing nonton kathah, nggih?" (Yang nonton banyak ya?) Rama Bambang menginterviu. Jawab Rama Harto "Pitungdasa gansal" (75 orang) dan kemudian meneruskan kata-katanya "Visi-misi Rama Mangun jelas terutama option for teh poor." "Rama Yadi nggih sida nonton?" (Rama Yadi jadi nonton?) Rama Bambang ganti bertanya kepada Rama Yadi. "Mboten nganti rampung merga weteng kula terus lara" (Tak sampai selesai karena perus saya mulas) Rama Yadi menjawab. Ketika Rama Agoeng datang, beliau berceritera bahwa tanggapan evaluasi banyak yang memberikan. Dari segi isi banyak kesan yang berbeda, karena isinya memang macam-macam segi perjuangan Rama Mangun. Mereka pada umumnya merasa bangga memiliki Rama Mangun. Tetapi yang menonjol adalah perhatiannya kepada kaum miskin, pembelaan kemanusiaan, dan pendidikan. Dari segi tekhnis, kaum awam tekhnologi merasa sudah bagus. Tetapi bagi yang menegerti, mereka melihat ada banyak kekuragan, misalnya shootingnya monoton dan pencahayaan kurang.

Ketika Rama Tri Wahyono datang, Rama Bambang bertanya "Mau bengi mangan khusus ora?" (Tadi malam ada makan khusus tidak?" Jawabnya dengan nada rendah dan tempo lambat "Oraaaa" (Tidak). Ternyata omongan ini membuat semua rama lain yang ikut di meja makan tertawa terbahak-bahak. Mereka pasti ingat ketika pada Rabu 20 Juni saat makan pagi Rama Tri bertanya pada Rama Agoeng tentang nonton bareng tersebut "Engko nganggo undhangan ora?" (Nanti pakai undangan atau tidak?). Rama Agoeng menjawab singkat "Ora" (Tidak). Ternyata Rama Yadi mencari alasan pertanyaan itu kepada Rama Tri "Nek nganggo undhangan terus apa, nek ora terus kepiye?" (Memakai undangan atau tidak, apa bedanya?) Rama Tri menjawab tetap dengan nada rendah dan tempo lambat "Nek nganggo, ana mangan enak" (Kalau pakai undangan akan ada konsumsi khusus).


Sabda Hidup
Jumat, 21 Juni 2013
Peringatan Wajib St. Aloisius Gonzaga
Warna Liturgi Putih
Bacaan
2Kor. 11:18,21b-30; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7; Mat. 6:19-23

Matius 6:19-23
6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.


Renungan
Seorang anak bertanya: Pak kenapa ada gerhana matahari? Sang bapak menjawab: karena ditutupi bulan. Anak: katanya bulan lebih kecil dari matahari, apa cukup untuk menutupi matahari? Sang bapak mengambil jari terunjuk anaknya lalu dengan pelan menempelkan di mata kanannya. Tanyanya: gimana mata kananmu sekarang?  Gelap.  Kata bapak: jarimu yang kecil bisa menutupi pandanganmu
Harta dibutuhkan orang untuk hidup. Namun kalau mata kita hanya terpaku pada harta maka akan gelap. Mata jadi sulit melihat hal-hal baik yang lain, yang ada di sekitar kita. Orang menjadi gila harta, gelap harta. Yang ada di pikirannya hanya harta dan harta aja.
Dunia ini terang, penuh dengan kemungkinan yang menhidupkan. Maka marilah kita memohon pada Tuhan agar menempatkan harta menjadi salah satu dimensi hidup kita dan mampu melihat keindahan-keindahan hidup yang lain.

Kontemplasi
Byangkan dirimu berhadapan dengan orang dekat namu. Ia masih dendam.

Refleksi
Bagaimana anda kala memimpin doa dan dipimpin?

Doa
Tuhan semoga aku dapat menggunakan harta dengan sebaik-baiknya dan membuka mata untuk menangkap segala kebaikanMu di sekitar kami. Amin.

Perutusan
Aku akan membuka mata dan menangkap cahaya rejeki dan kebaikan Tuhan di sekitarkya.

Wednesday, June 19, 2013

Lamunan Pekan Biasa XI
Kamis, 20 Juni 2013

Matius 6:7-15

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."


Butir-butir Permenungan
  • Katanya, berdoa adalah ungkapan hubungan dengan yang ilahi. Karena yang ilahi biasa digambarkan sebagai sosok mahabesar dan mahaagung, doa biasa menjadi kegiatan istimewa penuh dengan tatanan seremonial.
  • Katanya, orang yang pintar berdoa adalah yang memiliki kemampuan merangkai kata-kata indah dalam bahasa yang tertata. Makin pintar orang itu berdoa makin panjang kata-kata dan kalimat-kalimatnya dalam susunan yang dapat memberikan kesan bahwa dia sekaligus seorang ahli sastra.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam doa orang sebenarnya berjumpa dengan yang ilahi seperti hidup harian dengan orang tua yang selalu mencintai manusia apa adanya tanpa tuntutan ini itu. Doa dengan kata-kata dan kalimat-kalimat panjang bahkan bertele-tele menunjukkan bahwa pelakunya tidak memiliki hubungan mesra pribadi dengan yang ilahi.
Lho, kalau begitu jadi doa yang tak sopan dooong.

Tuesday, June 18, 2013

Sabda Hidup
Rabu, 19 Juni 2013
Romualdus
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
2Kor. 9: 6-11; Mzm. 112:1-2,3-4,9; Mat. 6:1-6,16-18

Matius 6:1-6.16-18
6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."


Renungan
Hidup doa dan puasa adalah laku hidup manusia. Dijalani, dikembangkan dan diperdalam dari waktu ke waktu. Makin hari akan menjadi bagian utuh dari diri seorang manusia. Ke mana pun, di mana pun dan kapan pun pola laku doa dan puasa akan muncul pada orang tersebut.
Mereka yang sudah menghidupi doa, puasa dan derma dalam hidupnya tidak pernah berpretensi pamer ketika melakukannya. Namun mereka yang belum sepenuhnya menjadikannya sebagai bagian dari hidupnya akan cenderung pamer, berusaha menunjukkan pada orang lain tindakan doa, puasa dan dermanya, gampang terusik kalau orang lain tidak mengikuti caranya.
Yesus mengajak kita untuk menumbuhkan hidup doa, puasa dan derma sebagai bagian dari hidup kita namun bukan untuk dipamerkan pada orang lain. Biarkan itu merasuk dan mengalir dalam diri kita sehingga pada saatnya memancar kepada banyak orang tanpa harus kita pamerkan.

Kontemplasi
Pejamkan matamu. Ingatlah kembali hidup doa, puasa dan dermamu. Bayangkan ketika anda melakukan itu semua: sebagai tindakan yang hidup dalam dirimu atau hanya merupakan pamer saja.

Refleksi
Tulislah pengalaman doa, puasa dan dermamu.

Doa
Tuhan semoga aku makin bisa menjadikan doa, puasa dan dermaku sebagai bagian dari hidupku bukan sebagai tindakan yang kulakukan karena ingin dihormati orang lain. Amin.

Perutusan
Aku akan menyediakan waktu untuk doa, puasa dan derma.
SAMPAI DOMUS LAGI

Kemarin sore, Selasa 18 Juni 2013 sekitar jam 3, saya kembali lagi masuk jadi penghuni Domus Pacis. Ini berarti saya meninggalkan Rumah Sakit Panti Rapih sebagai pasien sejak 9 Juni 2013. Ketika masuk kamar, saya langsung tiduran karena barangkali kecapekan sudah siap pulang sejak jam 11.30 tetapi baru keluar dari rumah sakit sekitar jam 14.15. Padahal saya masih harus ke toko kacamata pesan sesuai dengan resep dokter. Atauuuuu, barangkali saya masih manja sehabis apa pun dilayani ha ha ha ......

Ketika masih ketiduran, Ega dari kantor KOMSOS Keuskupan masuk kamar. "Rama, badhe nyuwun ngampil LCD" (Rama, saya mau pinjam LCD) katanya. Saya jawab "Kuwi neng rak sor botol-botol kecil" (Di rak bawah botol-botol kecil).
Dalam hati saya berkata bahwa kantor KOMSOS pasti punya acara tertentu. Malam itu saya bangun ikut makan bersama Rama Yadi, Rama Harta, dan Rama Tri Wahyono. Tetapi saya belum berceritera apa-apa walau dalam benak ada banyak yang saya katakan. Sehabis doa penutup makan saya langsung kembali ke kamar untuk tidur lagi.

Pagi ini, Rabu 19 Juni 2013,  saya mulai mencoba membuka laptop. Tetapi saya semakin sadar bahwa mata saya memang tambah min atau plusnya. Barangkali karena benturan ketika jatuh di jalan ber aspal dan akibat ada tulang yang retak di atas geraham. Tetapi kesegaran badan mulai saya rasakan.

Monday, June 17, 2013

Klub Gundhul Gleling

Pada hari Minggu sore tanggal 16 Juni 2013, saya sampai di Domus Pacis. Karena tidak membawa kunci utama saya mengebel pintu ruang tamu. Setelah beberapa saat mas Kris datang dan membukakan pintu. Dengan senyum khasnya dia pun mempersilakan saya masuk ke rumah.

Saya pun masuk ke rumah. Ransel di punggungku, tas kecil di dada depan dan tanganku menyeret koper. Saat memasuki pintu kedua, Pitong dan Yayuk pun mengipat-ipitkan ekornya menyambut. Kuteruskan perjalananku menuju ke kamar. Sesampai depan kamar saya Kunthi pun menyambut dengan penampilan lain. Rambutnya tidak panjang lagi. Ia gundul. Hehehe Kunthi gundul. Aku sempat pangling, kukira DP memelihara kambing, ternyata penampilan lain dari Kunthi. Sempat dalam hati aku bertanya, "Siapa yang nggunduli Kunthi?"

Belum sempat bertemu dengan rama-rama lain, saya masukkan tas-tas di kamar lalu ambil kunci kendaraan dan langsung menuju ke rumah ortu untuk ikut misa memule 1000 hari budheku.
Hari Senin pagi saat makan pagi saya melihat ada sosok lain yang gundul juga. Ya beliau Rm. Yadi. Aku tersenyum melihatnya. Rm. Yadi pun tampaknya sadar kalau aku tersenyum melihat penampilan barunya.

Lalu beliau pun mengatakan, "Kula cukur gundhul niku malah kraos...." Belum selesai ngomong kusaut,

"Kraos isis Rama?"

"Inggih isis, ning langkung malih kraos nggleling" katanya sambil memegang kepalanya. Aku pun ngakak mendengar omongannya dan melihat ekspresinya. Obrolan pagi itu pun lalu mengalir pada aneka macam cerita. Aku belum sempat bertanya siapa yang mencukur beliau.

Sore hari aku mendengar suara Rm Joko memarkirkan mobil. Dia habis mengantar Rm. Tri Wahyono kontrol di RSPR. Aku pun keluar dari kamar, ingin menemui mereka dan menanyakan perkembangannya. Rm. Tri sudah masuk ke kamarnya. Pak Tukiran membawa perbekalan ikut masuk ke kamar Rm. Tri. Kulanjutkan jalan menuju parkiran lalu ngobrol dengan Rm. Joko. Selesai ngobrol kami masuk DP. Kepalaku menengok ke kanan ke ruang makan. Kuliat ada kepala gundul lagi. Ooooo Rm. Tri pun gundul. Setelah mengenakan celana panjang di kamar, aku bergabung ke ruang makan. Rm. Tri langsung menyambut dengan kata-kata, "Aku cukur gundhul?"

Aku pun tersenyum dan kemudian bertanya, "Hahahaha seragam dengan Rm. Yadi, cukur di mana?"

"Nang tukang cukur?" dia pun menyebutkan tempat cukurnya, namun aku tidak ingat namanya hehehe

"Manawi Rama, cukur teng pundi?" tanya saya kepada Rm. Yadi

Sebelum bercerita dia pun tersenyum, "Hehehehe.... kala wingi kula nyukur Kunthi, lajeng ketingalipun kok kula saged nyukur. Lajeng dalu-dalu kula cukur piyambak rambut kula" katanya.

"Rm cukur piyambak?" tanyaku

"Iya hehehe.... jebul bareng enjang kula tingali kok pethak-pethak trus kula baleni."

Geli rasanya. Memang cukuran Rm. Yadi tidak sehalus cukuran Rm. Tri, bahkan tidak serapi cukuran Kunthi hehehhehee.... Batinku, wah DP jadi klub Gundul Gleling hehehehehehe

salam


Sabda Hidup Selasa, 18 Juni 2013

Sabda Hidup
Selasa, 18 Juni 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau


Bacaan
2Kor. 8: 1-9; Mzm. 146:2,5-6,7,8-9a; Mat. 5:43-48

Bacaan Injil Mat. 5:43-48
43Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Renungan
Ajaran Yesus untuk memotong lingkaran setan balas dendam ditegaskan kembali pada bacaan hari ini. Kita diajak untuk mendoakan mereka yang memusuhi kita.
Ajakan Yesus ini sangat sederhana, mendoakan mereka yang memusuhi kita. Namun ajakan sederhana ini seringkali tidak mudah dilakukan karena banyak hal yang menyebabkan. Mungkin karena hati kita yang panas, karena merasa harus adil, mungkin karena dorongan memuaskan nafsu untuk membalas, mungkin juga karena sudah mencoba mengalah tapi terus dipepet dan malah dianiaya. Kenyataan-kenyataan itu seringkali menyulitkan terwujudnya ajakan sederhana: mengasihi dan mendoakan musuh.
Sekalipun tidak mudah bagi kita manusia, tapi baiklah kalau hari ini kita mencoba mendoakan mereka yang memusuhi kita. Kita bangun kebaikan untuk mengatasi kejahatan yang bertumbuh subur. Kalau masing-masing dari pembaca tulisan ini pada hari ini membaca tulisan ini melakukan ajakan sederhana Yesus, mengasihi dan mendoakan musuh, saya yakin hari ini akan menjadi hari yang indah bagi anda yang membaca dan melakukannya.

Kontemplasi
Duduklah di tempat yang tenang.  Pejamkan matamu. Hadirkan orang yang paling memusuhimu. Pandanglah matanya dengan lembut dan berdoalah untuknya.

Refleksi
Mengapa ada orang memusuhimu? Apa yang kaulakukan kepada mereka?

Doa.
Tuhan, kuatkanlah niatku pada hari ini untuk mengasihi dan mendoakan mereka yang memusuhiku.  Amin.

Perutusan
Aku akan  sungguh menghayati doamu dalam Doa Bapa Kami "ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Sunday, June 16, 2013

Sabda Hidup Senin, 17 Juni 13

Sabda Hidup
Senin, 17 Juni 13
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau

Bacaan

Bacaan Injil Mat. 5:38-42
Mat5:38
 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
Mat5:39
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
Mat5:40
Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
Mat5:41
Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Mat5:42
Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu

Renungan
Dalam dunia film persilatan sering kita saksikan bahwa seseorang begitu bersemangat berlatih karena ingin membalaskan dendam orang tuanya atau leluhurnya. Pada waktu kecil ia menyaksikan orang tua atau bahkan leluhurnya dihancurkan oleh seseorang dan seluruh keluarganya dibasmi. Maka ia pun berusaha mati-matian mengembankan kemampuannya untuk membalas kejadian yang menimpa keluarganya tersebut.
Bagi saya bacaan hari ini sungguh menampilkan keutamaan Kristus yang luar biasa. Ia tidak ingin terlibat dalam rantai balas dendam, bahkan ia ini memutus rantai tersebut. Maka Ia pun bersabda, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu” (ay.39). Sabda ini menjadi embrio bagi pemutusan mata rantai balas dendam dan hidup dalam kasih dan persaudaraan.
Dendam hanya akan menyuburkan dendam berikutnya. Namun kasih sekalipun hidup dalam dunia yang penuh dendam ia tetap menghadirkan kedamaian.

Kontemplasi
Duduklah dengan tenang. Hadirkan orang-orang yang bermasalah dengan dirimu. Rasakan gejolak yang muncul ketika mereka hadir dalam bayanganmu. Cobalah ubahlah rasa amarah dan dendamu pada mereka dengan keikhlasan kasihmu. Tataplah mereka kembali dengan kasihmu itu.

Refleksi
Apa yang menghambatmu mengasihi mereka yang bersalah kepadamu?

Doa
Tuhan, semoga makin hari aku makin mudah mengampuni yang bersalah kepadaku. Amin.

Perutusan
Aku akan berjuang mengganti amarah dengan kasih, juga pada mereka yang tidak senang kepadaku.
  

Sabda Hidup Minggu, 16 Juni 13

maaf terlambat posting karena keterbatasan akses internet

Sabda Hidup
Minggu, 16 Juni 13
Hari MingguBiasa XI
Warna Liturgi Hijau

Bacaan
2Sam. 12:7-10,13; Mzm. 32:1-2,5,7,11;
Gal. 2:16,19-21; Luk. 7:36-8:3

Bacaan Injil Luk. 7:36-8:3
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." 41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." 49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" 1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, 2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, 3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Renungan
Aku mencoba membayangkan bagaimana perempuan itu memasuki rumah orang Faris dan menemui Yesus untuk membasuh dan meminyaki kakiNya. Yang terbayang ia merancang aneka cara agar bisa menemui Yesus di rumah orang Farisi itu. Ketika sampai di rumah itu ia menerobos larangan baginya untuk bergabung di pesta itu. Ia pun berhasil masuk dan kemudian bersungkur di kaki Yesus dan membasuh kakiNya dengan air matanya.
Setelah membayangkan itu saya pun sungguh merasa kagum pada perjuangannya. Ia adalah perempuan berdosa. Dia ingin mendapatkan rahmat belas kasih dan pengampunan dari Yesus. Pertobatannya ini mengagumkan. Tidak berhenti di sana. Iya mewujudkan pertobatannya dengan berusaha sedemikian rupa menemui Yesus. Niat dan perjuangan perempuan itu mendapatkan tanggapan positif dari Yesus. Ia pun mendapatkan belas kasih dan pengampunan.
Salah satu langkah untuk membangun hidup ini adalah niat. Namun niat saja tidak mencukupi. Ia perlu dibarengi dengan perjuangan untuk mewujudkannya. Dan niat dan perjuangan ini menjadi penuh kala dinaungi oleh rahmat kasih Tuhan sendiri.

Kontemplasi
Duduklah dengan hening. Bayangkan kehadiran seorang saudara yang selama ini menyulitkan dan membuat pedih keluargamu. Ia mendatangimu dan memohon-mohon ampun kepadamu.

Refleksi
Bagaimana sikapmu pada orang yang bertobat?

Doa
Tuhan semoga aku mempunyai kehendak yang kuat terutama kehendak untuk bersatu dengamu dan membawakan pengampunanmu. Semoga hari ini aku pun menjadi pioner dalam memaafkan yang bersalah padaku. Amin.

Perutusan
Aku akan terbuka menerima mereka yang mengakui kesalahannya.


Sabda Hidup Sabtu, 15 Juni 13

Sabda Hidup
Sabtu, 15 Juni 13
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau

Bacaan
2Kor. 5: 14-21; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mat. 5:33-37

Bacaan Injil Mat. 5:33-37
33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Renungan
Hidup itu akan terasa mudah ketika kita berani, "Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak" (Mat 5:37). Prinsip ini rasaku menjadi prinsip dasar menuju kesederhanaan hidup dan kemudian hidup menjadi mudah. Namun seringkali kita pun terjebak pada kondisi mengambang sehingga ragu-ragu mengatakan "ya" atau "tidak".  Yesus mengingatkan, "Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat" (Mat 5:17).
Sikap "abu-abu" yang dimunculkan akan mendorong membesarnya kebimbangan. Orang menjadi kesulitan meyakini atau minimal harus menebak-nebak apa yang sebenarnya mau dilakukan oleh lawan bicaranya. Apakah ia sungguh menyetujui atau dia tidak menyetujui. Atau orang pun menjadi ragu pada kesanggupan seseorang. Orang bisa berkata "iya" namun tidak sedikitpun mewujudkan yang di"iya"kan itu (nggih nggih boten kepanggih). Keraguan ini menjadi virus dan mewabah dalam hidup manusia, sehingga ia pun harus bersumpah ketika meyakinkan seseorang.
Maka marilah kita hidup sederhana, simple. Jika ya, katakan: ya, jika tidak, katakan: tidak.

Kontemplasi
Bacalah Mat. 5:33-37. Bayangkan dirimu lagi mendengarkan pengajaran Yesus. Kemudian arahkan bayanganmu pada sikapmu sehari-hari.  

Refleksi
Sejauh mana sikapmu ketika harus tegas menjawab ya dan tidak.

Doa
Tuhan, semoga aku mempunyai sikap tegas dalam menyikapi sesuatu dan tidak membuat orang lain menjadi bingung. Amin.

Perutusan

Aku akan berani jujur mengatakan "ya" atau "tidak" pada sesuatu.

Thursday, June 13, 2013

Sabda Hidup Jumat, 14 Juni 2013

Sabda Hidup
Jumat, 14 Juni 13
Elisa, Gerardus
Warna Liturgi Hijau

Bacaan
2Kor 4:7-15; Mzm. 116:10-11,15-16,17-18; Mat. 5:27-32

Bacaan Injil Mat. 5:27-32
27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Renungan
Benar yang dikatakan Yesus bahwa Ia hadir untuk melengkapi Hukum Taurat. Apa yang Dia sampaikan hari ini menjadi bukti perkataanNya tersebut. Yesus mengoptimalkan hukum tersebut (bc Mat. 5:27-32). Segala sesuatu yang menghalangi karya Allah mesti ditinggalkan bahkan dipenggal.
Memenggal sesuatu yang menjauhkan dengan kehendak Allah memang bukan hal yang mudah. Kesulitan tersebut terjadi karena tindakan-tindakan meninggalkan Allah biasanya tampak menyenangkan. Namun semakin mengikutinya kita akan kecewa pada waktunya. Seorang bapak yang biasa makan di luar, jarang makan masakan isterinya karena kalah enak dengan makanan di rumah makan, akan kehilangan kesempatan menumbuhkan intimitas relasi dengan isteri dan anak-anaknya. Pada waktunya akan kecewa karena melakukan itu dan kehilangan kesempatan melihat perkembangan dan pertumbuhan anak-anak dan isterinya. Maka pada kesadaran itu sang bapak mesti berani memenggal kesenangannya. Kalau tidak dipenggal kesenangan itu akan menghantar pada kekecewaan.

Kontemplasi
Pejamkan matamu. Ingatlah pagi-pagi isteri/ibumu sudah bangun lalu siap-siap memasak. Ia sibuk di dapur. Kala itu sebagian dari anggota keluarga masih malas-malasan di kamar. Makanan tersedia. Kalian mendekati meja makan. Ada rasa tidak minat dengan masakan-masakan itu...lalu.....

Refleksi
Apa yang seringkali menghalangimu merasakan dan menerima kasih dari Tuhan dan sesamamu?

Doa
Tuhan ada banyak hal menyenangkan yang bisa membelokkan arahku untuk menuju ke rumahMu. Aku akan berani memenggal hal-hal yang menjauhkan diriku dengan Engkau. Amin.

Perutusan
Aku akan menggunakan pemberian Tuhan dalam hidupku untuk mengedepankan kebaikan.