Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, June 3, 2014

TEMUKAN DAYA KETIKA LEMAH


Sekalipun beberapa kelompok berpamitan dan bahkan ada yang sudah mendaftar kemudian ada acara lain, yang hadir dalam Novena Ekaristi Seminar di Domus Pacis tahap 4 pada 1 Juni 2014 masih lebih dari 225 orang. Barangkali karena pada tanggal 30 Mei 2014 Rama Bambang ke Pringgolayan untuk pendampingan kaum lansia 130an orang, peserta dari Paroki Administratif Pringgolayan bertambah. Sepasang suami-istri dari Kotagede, yang masuk Pringgolayan, datang paling awal. "Kula saking Kotagede, rama" (Kami dari Kotagede, rama) kata sang bapak yang disambut oleh Rama Bambang dengan kata-kata "Nitih napa?" (Naik kendaraan apa?). Bapak itu menjawab "Ngebis, rama" (Naik bus, rama). Para peserta dari Pringgolayan datang karena ada 2 orang penggerak, Ibu Sundari dan Bapak Suroto. Bu Ndari yang dulu biasa datang berempat, kini dapat mengajak lebih dari 10 orang. Pak Roto yang dulu datang perorangan (tidak ikut kelompok Bu Ndari) sendiri, kemudian dapat mengajak tambahan 6 orang. Bahkan sejak Mei 2014 kelompok Pak Roto bertambah. Ketika novena 1 Juni 2014 selesai, Pak Roto menghampiri Rama Bambang dan berkata "Kangge 6 Juli kula ndhaftar kalih welas" (Untuk 6 Juli 2014 saya mendaftarkan 12 orang).

Pembicaraan tentang kondisi kesehatan kaum tua pada 1 Juni 2014 mendapatkan sambutan yang penuh semangat. Banyak yang mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan. Bahkan ada yang masih akan berbicara sesudah mendapatkan tanggapan dari Dr. FX Suharnadi, SpPD dari Rumah Sakit Panti Rapih. Karena bagian seminar mendapatkan durasi 2 jam, banyak peserta yang sudah mengangkat tangan terpaksa tidak mendapatkan kesempatan sehingga sesudah misa Dr. Harnadi masih harus melayani orang-orang yang menghampirinya. Dalam pembicaraan Dr. Harnadi mengetengahkan gejala-gejala yang biasa menjangkiti kaum tua dengan istilah "13 I": imsomnia, instability, isolation, inetelectual impairment, incontinence, imunnodeficiency, infection, impaction, impairment of vision, impairment, of hearing, impairment of taste, impairment of smell, impairment of communication. Istilah-istilah itu dijelaskan dengan kata-kata bahasa Indonesia bahkan Jawa sehingga para peserta dapat menangkap dengan mudah. Dan ketika sampai pada penyakit-penyakit, yang mendapatkan banyak tanggapan adalah hipertensi, diabetes, dan pengeroposan tulang. Dengan gejala ketuaan dan penyakit-penyakit yang ada, sungguh disadari bahwa daya jasmaniah kaum tua memang berkurang banyak. Di sini Rama Bambang mengetengahkan kutipan Matius 25:14-30 tentang talenta. Ayat 21 dan 23 menjadi fokus untuk menyadari bahwa sekecil apapun daya yang ada bila didayagunakan akan membawa orang pada kebahagiaan sejati.

0 comments:

Post a Comment