Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, October 15, 2017

Pastoral Lansia


Paroki Medari termasuk yang sejak pertama, yaitu tahun 2012, sudah mempunyai rombongan kelompok mengikuti program Pastoral Ketuaan di Domus Pacis. Di Paroki ini ada paguyuban kaum tua bahkan lansia yang bernama Paguyuban Purna Karya. Anggotanya terdiri dari orang-orang pensiunan beserta pasangannya. Karena banyak anggota yang aktif hadir dalam program Novena Seminar Ekaristi di Domus Pacis, hubungan para lansia Medari dengan para rama Domus Pacis juga menjadi cukup dekat. Bahkan, karena beberapa kali juga mengadakan sendiri program penyegaran-penyegaran untuk para lansia yang dapat menghadirkan lebih dari 100 orang, para lansia juga menjadi dekat dengan Rm. Bambang. Rm. Bambang memang juga melayani kelompok-kelompok lansia Lingkungan Murangan Timur dan gabungan Lingkungan Sleman Barat dan Timur dalam program Jagongan Iman.

Situasi hubungan antara Lansia Medari dan Domus Pacis itu memang membuat Rm. Bambang menjadi sering datang untuk melayani misa. Beberapa keluarga lansia atau yang anggotanya ada lansianya sering mengundang Rm. Bambang untuk misa ujub. Yang terakhir terjadi di Tempel pada Jumat 13 Oktober 2017 dalam Misa Ulang Tahun ke 50 Perkawinan Bapak Gerardus Alip Purwopujono dan Ibu Yustina Suratinah. Bapak Alip berusia 76 tahun dan Ibu Alip juga sudah lebih dari 70 tahun. Sebelum misa ada pertemuan rutin Paguyuban Purna Tugas Paroki Medari. Barangkali karena pada hari itu ada Misa Emas Perkawinan, para anggota paguyuban mengenakan baju batik seragam. Selain anggota paguyuban, yang hadir dalam misa adalah umat Lingkungan setempat dan para anak, menantu dan cucu. Karena sudah tiga tahun Pak Alip menderita stroke, beliau kini biasa duduk di kursi roda.

0 comments:

Post a Comment