Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, July 1, 2018

Misa Arwah di Domus


Pada Jumat 22 Juni 2018 Rm. Bambang diantar oleh Bu Rini pergi ke Dusun Duwet, Paroki Klaten. Ini memang acara Rm. Bambang menjalani program Jagongan Iman, pendampingan pendalaman ajaran keagamaan untuk kelompok lansia berpegang Katekismus Gereja Katolik. Untuk kelompok yang berkumpul di Duwet pelaksanaan terjadi jam 15.00-17.00. Sesudah itu selalu ada makan bersama sehingga baru pada sekitar jam 17.30 Rm. Bambang dapat meninggalkan tempat pertemuan.

Tetapi pada hari itu Rm. Bambang berkata kepada Pak Kamto yang mengkoordinasi para peserta "Mangke kula langsung wangsul jam gangsal. Bagian kula diwungkuske mawon" (Nanti saya langsung pulang seusai pertemuan pada jam lima. Bagian makan saya dibungkus saja). Hal ini terjadi karena Rm. Bambang sudah mempunyai janjian dengan Bu Dewa, salah satu relawan Domus Pacis. Pada pagi hari jam 03.45 Selasa 5 Juni 2018 Rm. Bambang menemukan pesan WA dari Bu Dewan yang dikirim malam sebelumnya pada jam 20.50 "Romo mnw saged misa wonten Domus Romo Bb 40 Hari Evi tgl 22 Romo.nwn" (Rama, kalau bisa minta misa di Domus Pacis untuk memperingati 40 hari wafat Evi pada tanggal 22. Terima kasih). Rm. Bambang pada pagi itu menjawab "Waduh, tanggal 22 kula dateng Klaten. Selanipun namung tanggal 23. Berkah Daleeeem. Nanging yen kersa wiwitipun jam 7 dalu kula saget. Amargi acara ing Klaten dumugi jam 5 sonten" (Aduh pada tanggal 22 saya ke Klaten. Hari kosong saya tanggal 23. Tuhan Berkati. Tetapi kalau mau mulai jam tujuh malam saya bisa, karena acara di Klaten berakhir pada jam lima soren). Ketika Bu Dewa menjawab "Inggih Mo jam 7 mboten menopo2 amargi tgl 23 wonten warga bade pemberkatan rumah nwn Berkah Dalem." (Ya, rama, jam tujuh tidak apa, karena tanggal 23 ada warga akan pemberkatan rumah. Terima kasih. Tuhan berkati), Rm. Bambang membalas "Okeeee .... Kula catet" (ok, saya catat). Beberapa hari kemudian, yaitu pada Rabu 20 Juni 2018, Bu Dewa mengirim pesan "Romo mnw unt misa tgl22 kulo undang sedrk2 jam 6 sonten kados pundi? Mangke minum dan snack dulu sambil ngobrol wonten njawi lajeng ssd misa kondur ngasto dos nasi .kados pundi Romo?" (Rama bagaimana kalau untuk misa tanggal 22 saya undang umat pada pada jam enam sore. Nanti mereka biar menikmati minum dan snak lebih dahulu sambil ngobrol omong-omong di luar Kapel. Kemudian sesudah misa mereka pulang dengan membawa dos isi nasi. Bagaimana, rama?).

Itulah yang membuat Rm. Bambang pada jam 17.00 Jumat 22 Juni 2018 harus cepat pulang menuju Domus Pacis. Jalanan yang padat membuatnya baru sampai Domus Pacis pada jam 18.15 lebih sedikit. Di Domus sudah ada banyak umat dari Lingkungan Santo Stefanus Kepuh, Paroki Pringwulung. Bu Dewa memang warga Lingkungan ini. Sanak saudara Bu Dewa juga banyak yang hadir. Misa yang direncanakan mulai jam 19.00 akhirnya dimulai pada jam 18.45 sehingga karyawan Domus segera menjemput para rama Domus di kamarnya masing-masing dengan kursi-kursi rodanya. Arwah yang diperingati adalah Evi Eryanti, putri Bu Dewa. Para umat tampak senang dan antusias mengikuti misa. Pada umumnya mereka baru sekali itu masuk Domus Pacis, tempat tinggal para rama tua. Sesudah misa mereka masih melakukan foto-foto bersama rama-rama. Apalagi banyak dari yang memilih-milih batik untuk membelinya. Batik-batik memang biasa digelar di setiap ada rombongan tamu sebagai ambil bagian Domus Pacis membantu mencari dana untuk SMK Sanjaya Pakem milik Yayasan Bernadus, yayasan pendidikan milik Keuskupan Agung Semarang.

0 comments:

Post a Comment