Pages

Sunday, October 20, 2019

Lamunan Pekan Biasa XXIX

Senin, 21 Oktober 2019

Lukas 12:13-21

12:13. Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada umumnya orang baik akan kerja keras untuk mendapatkan penghasilan. Ini semua untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Tampaknya, orang akan merasa tenang kalau sudah memiliki banyak harta. Bahkan orang dapat merasa terjamin masa depannya karena simpanan limpah kekayaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, walau cukup bahkan berlimpah harta sehingga merasa terjamin hidup kedepan, orang belum tentu sungguh tenang hati kalau selalu merasa kurang dan menempatkan harta sebagai penentu hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tetap mencari harta untuk hidup tetapi sadar bahwa hidup itu bukan untuk harta.
Ah, pokoknya masa depan terjamin karena tabungan uang berlimpah.

No comments:

Post a Comment