Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, March 28, 2014

Sabda Hidup



Sabtu, 29 Maret 2014
Hari Biasa Pekan III Prapaskah
warna liturgi Ungu
Bacaan:
Hos. 6:1-6; Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab; Luk. 18:9-14

Luk. 18:9-14:
9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: 10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. 11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Renungan:
Dalam aneka macam kumpulan sering muncul percakapan tentang seseorang. Tidak jarang bahan percakapan ini adalah kekurangan dari orang yang menjadi objek pembicaraan. Omongan tentang keburukan itu serasa menjadi bumbu yang menyedapkan percakapan. Gosip, digosok makin sip, pun seakan tidak berkenan beranjak dari bibir-bibir pembicara. Bahkan seringkali gosip itu masuk dalam ranah yang seharusnya disucikan, dalam doa.
Dalam Injil dikisahkan orang Farisi yang menyebar gosip kepada Tuhan tentang orang-orang yang dianggap berdosa dan si pemungut cukai. "Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini" (Luk 18:11). Ia pun menunjukkan diri sebagai yang lebih baik dibanding semua orang. Namun ternyata si pemungut cukailah yang dibenarkan Tuhan, karena ia berdoa, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" (ay.13).
Marilah kita berhati-hati dalam menilai buruk orang lain. Andaikan memang ada orang seperti itu kita tidak segera menghakiminya apalagi membawanya ke dalam doa penghakiman kita. Siapa tahu dia pun berdoa seperti pemungut cukai itu dan malah mendoakan kita agar mengalami damai sejahtera. Yang terlihat di mata kita belum tentu mewakili pesona batin seseorang.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Ingatlah kebiasaanmu dalam mempercakapkan orang lain. Seberapa besar perbandingan percakapan kebaikan dan keburukan orang tersebut. Ingatlah usaha-usahamu menjauhkan diri dari bergosip.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu menghentikan percakapan buruk tentang sesamamu.

Doa:
Ya Yesus aku orang berdosa. Ampunilah aku yang kadang gampang terlena mempercakapkan keburukan sesamaku. Amin.

Perutusan:
Hari ini aku tidak akan meng-gosip-kan orang.

Thursday, March 27, 2014

Cara Mengenali ‘Mental Block’ dalam Diri Anda

By on April 20, 2013 | 2,091 views

hipnoterapi

Karena letaknya di pikiran bawah sadar, kebanyakan orang tidak menyadari  ada faktor yang membuatnya terhalang  dan gagal mencapai keinginan, tujuan atau impiannya (dream).  Namun demikian tidak berarti bahwa setiap kegagalan karena ada penghalang di pikiran bawah sadar. Boleh jadi ada faktor-faktor sukses lain yang tidak dipenuhi dan kegagalan menjadi buahnya.

Pertanyaannya adalah, bagaimana mengetahui  adanya penghalang di pikiran bawah sadar? Ada beberapa hal yang dapat kita kenali sebagai sinyal dari bawah sadar.  Antara lain, ketika Anda menetapkan suatu target atau cita-cita dan di atas kertas semua masuk akal serta sangat meyakinkan dapat  tercapai, namun:
·         ada perasaan tidak nyaman di dada
·         jantung menjadi berdebar lebih kencang
·         darah terasa berdesir di dada
·         dada terasa berat
·         nafas terasa sesak
·         di perut seperti ada kupu-kupu yang bergerak.
·         ada perasaan tidak enak di hati
·         ada perasaan tidak nyaman
·         perut  terasa mual
·         seperti ada suara yang mengejek, menertawakan, menolak, membantah dan kata-kata lain-lain yang tidak mendukung.

Itulah tanda-tanda bahwa di dalam diri Anda terdapat mental block.

Coba sekarang Anda tetapkan keinginan atau impian atau target Anda. Misalnya tabungan Anda naik dua kali lipat, atau berat badan Anda turun 2 kg sebulan. Sekarang tarik nafas panjang 3x, lalu pejamkan mata, dan ucapkan kalimat berikut ini: “Tiga bulan ke depan tabunganku meningkat menjadi dua kali lipat dari sekarang” atau “Sebulan ke depan berat badanku sudah berkurang dua kilogram.”

Apa reaksi yang Anda rasakan atau Anda tangkap dari diri sendiri? Nyaman? Atau ada salah satu dari tanda-tanda di atas? Bila Anda merasa nyaman maka berarti tidak ada blocking di bawah sadar Anda, namun jika ada reaksi tidak nyaman maka sebaiknya dicari apa penyebabnya.

 Diambil dari Sesawi.Net Kolom Hipnoterapi

Lamunan Pekan Prapaskah III


Jumat, 28 Maret 2014

Markus 12:28b-34

12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang yang disebut ahli adalah orang yang memiliki banyak wawasan baik pengetahuan maupun kebijakan. Dia mengetahui hal-hal yang oleh orang pada umumnya tidak diketahui.
  • Tampaknya, orang ahli adalah orang yang menjadi tempat bagi banyak orang untuk bertanya. Dia akan banyak mendapatkan undangan dalam pertemuan-pertembuan untuk menjadi narasumber.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian seorang ahli adalah karena dalam dirinya selalu ada pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang selalu bertanya atas yang sudah diketahui sehingga menyadari kedekatannya sumber segala damai sejahtera.
Ah, kalau ahli sungguhan segalanya akan diketahui dan tak perlu bertanya.

Wednesday, March 26, 2014

“Mental Block”, Penghalang Bawah Sadar yang Tak Kita Sadari

By on April 13, 2013 | 1,870 view

mental block

Pada suatu hari datang seorang manajer di salah satu bank ternama dan bertanya, “Mengapa saya tidak bisa mencapai  target bisnis?”

Di atas kertas dia sangat yakin dapat mencapai target bisnisnya, apalagi didukung oleh anak buah yang semuanya kompeten. Nyatanya di antara manajer-manajer lain di divisinya dia berada di urutan paling bawah, dengan pencapaian target 20-30 persen per bulan hingga pertengahan tahun. “Padahal saya juga sudah ikut kursus money magnet sampai tiga kali,” tambahnya.

Mendengar itu, saya menduga di pikiran bawah sadar pria ini terdapat mental block. Maka saya katakan kepadanya,  “Anda ikut kursus sampai 20 kali pun barangkali  tidak akan berpengaruh, kalau di pikiran bawah sadar Anda ada blocking.”

Apa yang dimaksud dengan mental block? Dia adalah biang keladi tercapainya tingkat kehidupan yang rendah, yang bersemayam di pikiran bawah sadar (subconscious mind). Dialah penghalang mental yang tidak disadari,  tapi sangat dahsyat karena memiliki kekuatan 9x lebih besar dibanding pikiran sadar.
Blocking di mental inilah yang menuntun kita secara sukses menuju kegagalan. Dia menghalangi kita untuk meraih impian, karena membuat kita tidak yakin dan tidak percaya bahwa kita bisa meraih dan mencapai apa pun yang kita inginkan. Padahal kunci penting untuk meraih kesuksesan adalah yakin seyakin-yakinnya.

Sekeras dan sekuat apa pun seseorang berusaha mendapatkan  sesuatu, mencapai  keinginan, meraih cita-cita, mengubah kebiasaan, memperbaiki kondisi, melaksanakan suatu rencana dan lain-lain namun yang didapati adalah kegagalan belaka. Tak jarang orang lantas buru-buru membuat  jastifikasi bahwa “Tuhan belum mengijinkan”.  Artinya, melemparkan masalah kepada Tuhan.

Benarkah demikian? Mungkin benar  mungkin tidak. Ada kemungkinan masalahnya terletak pada diri sendiri, yaitu karena pikiran bawah sadarnya tidak mendukung. Seperti pada kasus manajer bank di atas, ternyata di pikiran bawah sadarnya tersimpan keyakinan:  “Aku ini anak orang miskin, tidak mungkin bisa sukses.”  Itulah penghalang mentalnya.

Diambil dari Sesawi.Net Kolom Hipnoterapi

Sabda Hidup


Kamis, 27 Maret 2014
Hari Biasa Pekan III Prapaskah
warna liturgi Ungu
Bacaan:
Yer. 7:23-28; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Luk. 11:14-23

Lukas 11:14-23:
14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. 15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan." 16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. 17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. 18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. 19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. 20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. 21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. 22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. 23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."

Renungan:
Beberapa hari terakhir kita disibukkan dengan aneka kegiatan kampanye. Di sela-sela itu muncul pula kesaksian-kesaksian tentang perkorupsian di negeri tercinta ini. Mereka yang telah mendekam di bui seakan tidak terima dengan mereka yang mungkin telah bersama-sama dengannya mengambil uang rakyat dan masih melenggang penuh kuasa di luar bui. Makin hari ikan yang makin besar yang akan terjaring.
Kondisi semacam itu bukan hanya mengganggu suatu kelompok di mana mereka dulu pernah bersatu, tapi juga menimbulkan kegundahan dalam kesatuan bangsa. Maka benarlah yang dikatakan Yesus, "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh" (Luk 11:17). Bangunan komunitas bersama yang dibuat secara tulus pun akan hancur kala mereka yang terlibat terpecah-pecah, apalagi sebuah kelompok yang memuat aneka persekongkolan tidak tulus. Satu orang merasa disingkirkan atau dikorbankan maka orang itu akan membuka kedok yang lain yang sebelumnya telah bersekongkol.
Bisa jadi kita bingung dengan semua yang terjadi. Namun baiklah kita berhenti dari kebingungan itu supaya kita pun tidak tercerai berai. Kita tetap berpegang pada Kuasa Allah untuk menghadirkan pembebasan bangsa ini dari kuasa setan. Kita ikuti cara Yesus, "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu" (Luk 11:20).

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Hadirkan peristiwa-peristiwa perpecahan yang ada di sekitar kita. Lihatlah akibat dari situasi tsb. Tentu anda pun tidak menginginkan suasana seperti itu. Bawalah kuasa Tuhan untuk meredakannya.

Refleksi:
Sejauh mana keterlibatanmu dalam membebaskan bangsa ini dari "kuasa setan"?

Doa:
Ya Tuhan semoga karya pembebasanMu membersihkan bangsa kami dari aneka kegelapan yang dibuat oleh para pemimpin kami. Hadirlah dalam diri mereka supaya mereka pun tidak terjebak oleh kuasa jahat yang memecah belah bangsa ini. Amin.

Perutusan:
Aku akan menyumbangkan kemampuanku untuk menghadirkan pembebasan kuasa jahat di sekitarku.

Tuesday, March 25, 2014

ASYIK BER-GOOGLE


Pada hari Sabtu pagi 22 Maret 2014 Rama Harto, Rama Tri Wahyono, Rama Bambang, Mbak Tari dan Mas Kris sudah siap di meja makan. Semua duduk dengan takzim tanpa suara sehingga membentuk suasana hening. Beberapa saat kemudian Rama Bambang bertanya "Rama Yadi tindak napa?" (Apakah Rama Yadi pergi?) karena Rama Yadi yang dinanti belum muncul. "Motoripun wonten" (Motornya ada) jawab Mbak Tari memberikan tanda bahwa Rama Yadi tidak pergi. Ketika Rama Bambang kemudian berkata "Radi gerah napa, nggih?" (Jangan-jangan beliau agak sakit), Mbak Tari langsung berdiri dan keluar ruangan menuju kamar Rama Yadi. Sesaat kemudian Mbak Tari datang mendorong Rama Yadi dengan kursi rodanya. Rama Yadi kemudian memimpin doa pembuka makan.

Ketika akan menyantap bubur sebagai makan pagi, Rama Yadi mengeluarkan lebih dahulu kantong plastik berisi obat-obat. Beliau beberapa minggu ini sedang ada dalam perawatan dokter gigi di Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan. Setiap habis makan di Domus beliau selalu mengukur tekanan darah dengan alat tensi yang tersedia di kamar makan. Tekanan darah yang sering tinggi telah menghambat dokter mencabut beberapa gigi yang membuat sakit dan memang sudah tak fungsional. Rama Yadi dengan demikian juga berurusan dengan dokter penyakit dalam untuk menurunkan tekanan darah. Selama tiga minggu sudah dua kali Rama Yadi mengalami pencabutan gigi ketika tensinya baik. Setiap kali pencabutan ada dua gigi yang dilepas. Kini beliau menunggu pencabutan dua gigi berikutnya. "Kula wau asyik taken google tentang obat-obat sing kula tedha" (Tadi saya asyik buka google mencari penjelasan tentang obat-obat yang saya makan) kata Rama Yadi yang diteruskan "Sing diobati tensi, bronkitis, nyeri ...." (Yang diobati adalah tensi, bronkitis, nyeri ....). "Bar niku terus ngangge untu palsu, nggih?" (Sesudah itu pakai gigi palsu, ya?) tanya Rama Bambang yang langsung disahut oleh rama Yadi "Dokter Endang criyos 'Besok saya sumbang gigi yang baru, rama'" (Dokter Endang, dokter gigi, berkata 'Besok saya sumbang gigi yang baru, rama).

Lamunan Pekan Prapaskah III



Rabu, 26 Maret 2014

Matius 5:17-19

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam agama banyak hal mendapatkan kebakuan. Baik ajaran maupun tata cara baku berasal dari banyak praktek bagus yang mengandung nilai-nilai yang dihayati pada zaman lampau baik pada tahap-tahap pertama maupun pada perumusan perjalanan agama yang bersangkutan.
  • Tampaknya, berbagai hal baku dalam hidup keagamaan adalah pegangan dan tuntunan untuk hidup secara baik, benar, dan luhur. Segala pengubahan dan pengurangan apalagi penghapusan bisa mendapatkan penilaian sebagai penyesatan hidup keagamaan yang berbahaya bagi hidup penganutnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa yang paling pokok dalam penghayatan hidup keagamaan adalah merealisasi dalam tingkah laku sehari-hari nilai-nilai baik, benar, dan luhur yang diketemukan dalam ajaran dan tata cara keagamaan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan memperhatikan segala yang diatur dalam agama sekecil apapun karena harus mengamalkan segala amanat yang ada di dalamnya sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.
Ah, yang pokok jalani saja segala aturan dan tak perlu banyak pikiran apa di balik segalanya.