Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, January 29, 2015

Lamunan Pekan Biasa III

Jumat, 30 Januari 2015
 
Markus 4:26-34

4:26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,
4:27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
4:28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
4:29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
4:30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
4:31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
4:32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
4:33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
4:34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global orang disebut berkualitas karena kemampuannya membidik masa depan. Segala hidupnya ditata didasarkan pada pandangannya kedepan.
  • Tampaknya, di era global orang dalam mendapatkan pengembangan hidup akan membuat perencanaan. Pembuatan perencanaan didasarkan pada kesadaran akan kekuatan dan kelemahan yang dalam dirinya dan kesempatan dan tantangan yang ada di sekitar hidupnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian pengembangan hidup yang sungguh membahagiakan akan terjadi kalau orang, sekalipun memiliki perencanaan yang hebat, mampu menangkap hal-hal yang bermakna yang hadir dalam hidupnya di luar agenda langkah-langkahnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang memiliki kepekaan akan hal-hal penting dan bermakna yang muncul di luar perhitungannya.
Ah, hidup tanpa agenda kerja pasti hanya pengawuran.

Wednesday, January 28, 2015

KONDANGAN


Untuk Minggu 25 Januari 2015 para rama Komunitas Domus Pacis mendapatkan undangan dari Rama Subiyanto, pastor pembantu Paroki Pringwulung. Rama Subi menyelenggarakan misa syukur atas 3 hal: 1) ulang tahun imamat ke 41; 2) ulang tahun usia ke 70; dan 3) sembuh dari sakit serius yang dialami beberapa bulan. Menanggapi undangan itu yang hadir ikut misa mulai jam 10.00 adalah Rama Yadi, Rama Hantoro, Rama Harto, dan Rama Tri Wahyono. Rama Yadi pulang sesudah misa sehingga tidak ikut makan siang bersama karena kalau berdesakan dengan banyak orang khawatir terjatuh. Maklumlah sekitar 1000 orang ikut hadir. Rama Joko hadir langsung ikut acara makan siang karena sudah melayani memimpin misa Pringwulung pada pagi hari. Sementara itu Rama Harjaya, Rama Agoeng, dan Rama Bambang tidak dapat ikut hadir. Rama Harjaya memang sudah tak dapat pergi karena terus tiduran dan dilayani dalam segalanya di kamar. Rama Agoeng pergi bertugas di Bekasi, Jawa Barat. Dan Rama Bambang melayani misa di Dongkelan, Paroki Pugeran, yang sudah dipesan sejak Agustus 2014.

Selain para rama Domus, semua karyawan Domus juga ikut diundang. Bahkan para karyawan mendapatkan kain seragam dan uang jahitnya sebagaimana semua yang terlibat aktif dalam penyelanggaraan misa syukur tersebut. Mereka datang sambil dalam rangka melayani Rama Harto, Rama Tri, dan Rama Hantoro yang hadir dengan duduk di kursi roda masing-masing. Barangkali karena kecapekan, sepulang dari misa Rama Tri langsung berada di kamarnya tiduran. Pada malam hari pun beliau tidak ikut makan bersama rama lainnya. "Mau dhek misa Tri lungguh neng sandhingku. Bola-bali muni 'Kok suwi banget ra ramping-rampung'" (Tadi selama misa Rama Tri duduk di sampingku. Berkali-kali berkata 'Kok lama sekali tidak segera selesai') Rama Hantoro bercerita pada waktu makan. Dalam hati Rama Bambang berkata "Soale ora ngrokok" (Yang jadi masalah sebenarnya adalah karena tidak merokok). Rokok adalah sahabat akrab Rama Tri.

Sabda Hidup

Kamis, 29 Januari  2015
St. Yosef Freinademetz
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Ibr. 10:19-25; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Mrk. 4:21-25. BcO Rm. 10:1-21

Markus 4:21-25:
21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. 22 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. 23 Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" 24 Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. 25 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

Renungan:
Dalam suatu kesempatan ada orang yang menghasut kampungnya tentang tindakan pencurian yang dilakukan bendahara. Ia berkasak-kusuk ke sana kemari menyiarkan tindakan buruk sang bendahara. Orang-orang pun sempat terpengaruh. Bendahara itu sempat diganti olehnya. Dan saat dia memegang keuangan ia memainkan uang itu sesuai dengan dulu yang dia kasak-kusukkan tentang bendahara sebelumnya. Orang-orang pun tahu bahwa mereka telah dikelabui.
Saudara-saudari terkasih, kadang karena mau bertindak licik orang membuat berita buruk tentang yang lain. Mereka menyebarkan suasana yang kurang baik. Dan sebenarnya hal tidak baik itu adalah hal yang dia rencanakan. "Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu" (Mrk 4:24).

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Ingatlah apakah anda menakar keburukan orang lain yang sebenarnya dilandasi oleh keinginan dan rasa iri hatimu.

Refleksi:
Apa yang biasa kaupakai untuk mengukur orang lain?

Doa:
Ya Tuhan, semoga aku makin mampu memurnikan penilaianku atas sesamaku. Dan tidak gampang mengukur buruk mereka. Amin.

Perutusan:
Aku tidak akan mengukur buruk sesamaku.

Tuesday, January 27, 2015

LAMPU KUNING LEDAKAN KAUM RENTA

dari http://www.komnaslansia.go.id

Topik UmumLampu Kuning Ledakan Kaum Renta Tahun 2000, penduduk lansia Indonesia berjumlah 14,4 juta orang (7,18%) dan diperkirakan akan berlipat ganda menjadi 28,8 juta orang (11,34%) ditahun 2020. Saat ini jumlahnya sudah sekitar 20 juta orang dan temasuk keempat terbesar di Asia setelah China , India dan Jepang.  

“Peneliti memperkirakan, 10 tahun mendatang, akan terdapat seorang Lansia diantara 8 orang penduduk. Dimana-mana kita akan melihat kehadiran Lansia baik yang masih mandiri maupun yang hidupnya bergantung pada bantuan orang lain,” ujar Sekertaris Jenderal Komisi Nasional Lanjut Usia (Komnas Lansia) H. Toni Hartono.   


Terus melonjaknya jumlah lansia merupakan tantangan di bidang sosial, ekonomi dan aspek kehidupan lainya. Potret kondisi lansia di Indonesia sejatinya tidak terlalu baik. Tercatat, jumlah terbesar lansia tinggal di pedesaan, lantaran penduduk usia produktif banyak yang telah hengkang ke kota .
  

Kondisi sosial, ekonomi lansia umumnya masih memprihantinkan Secara umum, derajat kesehatan lansia masih rendah. Lebih dari separuh penduduk berusia tua mempunyai kesehatan yang kurang prima. Pasalnya, angka kesakitan dari tahun ke tahun cenderung naik. Pada tahun 2006 terdata, sekitar 2,7 juta lansia atau 15% dari total lansia yang ada masuk dalam katagori terlantar. Namun kini telah menurun dengan adanya program  JSLU (Jaminan Sosial Lanjut Usia) dan JAMKESMAS
 
Keadaan ini, tambah Toni, seharusnya membuat kita semua harus berfikir untuk bersiap diri. Karena pada saatnya nanti kita semua akan menjadi Lansia.  

Sejatinya ada yang membanggakan dari kelompok lansia Indonesia. Kendati telah lapuk dimakan umur, umumnya mereka masih doyan bekerja. Sekitar 80% lansia tercatat masih aktif beraktifitas, baik di rumah, di masyarakat maupun turut serta pada kegiatan produktif.
 
Menurut data BPS, 2007, Para Lansia yang berpartisipasi sebagai angkatan kerja cukup tinggi, yakni, laki-laki di pedesaan sekitar 73% dan perempuan 38%. Sedangkan di perkotaan persentasinya lebih rendah. Jumlah terbesar, masih berada di sektor pertanian atau sektor informal. Pasalnya, 75% lansia di pedesaan tidak pernah sekolah atau hanya tamatan SD. Sedangkan di perkotaan yang tamat SD hanya sektiar 65%. 


Tanpa kesadaran semua pihak untuk menangani masalah ini, niscaya ledakan bom waktu dari kelompok jompo terlantar yang bakal memberatkan kehidupan keluarga, masyarakat dan pemerintah akan segera terjadi. Padahal pada dekade mendatang, ditenggarai penuaan penduduk di negara berkembang akan berjalan cepat bahkan lebih cepat dibanding pembangunan sosial dan ekonominya. 


Dunia telah mengantisipasi penuaan penduduk dengan sejumlah aksi, mulai dari Viena Interantional Plan of Action on Ageing 1982, Macao Plan of Action on Ageing for Asia and the Pasific (1988), Madrid International Plan of Action one Aeging (2002), dan Shanghai Implementasion  Strategy (2002). Indonesia tidak pernah absent dan selalu berpartisipasi dalam penyusunan action plan itu.

Sebagai bukti Indonesia peduli pada penduduk Lansia, telah diterbitkan UU No. 13/1998 tentang Kesejahteraan Lansia, kemudian disusul penerbitan RAN 2003 unttuk lansia, UU. 40/2004 tentang Sistem jaminan Sosial Nasional dan UU No. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Untuk mewujudkan koordinasi yang lebih intensif antarunsur pemerintah dan masyarakat, dalam rangka memberi saran atau pertimbangan ke presiden, dibentuklah Komnas Lansia dengan Keprres No. 52/2004 yang kemudian disusul oleh Permendagri No. 60/2008 tentang Pembentukan Komda Lansia.
 
Kendati telah dipersenjatai dengan perangkat undang-undang dan organisasi pelaksana, namun menurut pengamatan Komnas Lansia, implementasi UU No. 13/1998 masih jauh dari harapan. Kesadaran intansi dan masyarakat pada masalah lansia masih minim. Disamping itu, stigma orang tua sebagai mahluk jompo dan sakit-sakitan masih subur hidup di masyarakat, alhasil, penanganan lansia belum menjadi prioritas.

Perlu dilakukan sebuah kampanye nasional untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap masalah lansia. Tujuannya agar generasi mendatang tidak perlu menanggung dampak sosial dan ekonomi bahkan politik yang nantinya balal terjadi.   

Pola penanganan pemerintah harus berubah, dari service ke participation approach. Peduli terhadap lanjut usia haruslah berbasis masyarakat diantaranya dengan upaya pemberdayaan. Pasalnya kemampuan pemerintah terbatas, sehingga layanan yang diberikan belum banyak menyentuh masyarakat. Kesadaran dan kepedulian tentang dampak penuaan penduduk harus terus ditumbuhkan mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Kita semua pastinya bakal menjadi tua. Di penghujung jatah umur kita, tentunya tidak ada seorangpun yang mau hidup sengsara.

Lamunan Pesta Wajib

Santo Thomas Aquino, Imam dan Pujangga Gereja
Rabu, 28 Januari 2015

Markus 4:1-20

4:1. Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
4:2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
4:3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
4:4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
4:5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
4:6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
4:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
4:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."
4:9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
4:10 Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
4:11 Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,
4:12 supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."
4:13 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
4:14 Penabur itu menaburkan firman.
4:15 Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
4:16 Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,
4:17 tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
4:18 Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
4:19 lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
4:20 Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, era global adalah era berjubelnya informasi. Maju pesatnya tekhnologi informasi membuat orang dihadapkan pada amat banyak tawaran yang menjanjikan keenakan.
  • Katanya, era global juga menyanyikan berbagai macam keenakan yang secara cepat dapat dinikmati. Orang di era global dapat secara instan merasakan yang diinginkan tanpa harus bersusah payah.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa keenakan sejati hanya dapat dinikmati sebagai hasil proses mau tidak enak karena membutuhkan sikap dan tindakan sungguh mendengar, memahami, dan mengolahnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami kenyaman dengan berani menempuh susah payah menghadapi berbagai rintangan dan tantangan kehidupan.
Ah, kalau sudah ada yang menyajikan mengapa harus mengerjakan sendiri.

Monday, January 26, 2015

RAMA HANTORO


Pada Kamis pagi 22 Januari 2015 Rama Totok, minister Domus Pacis, menelpon Rama Bambang. Beliau memberi tahu bahwa Rama Vikjen Semarang meminta Rama Hantoro tinggal di Domus Pacis untuk pemulihan kesehatan. Rama Bambang kemudian mengontak para karyawan yang ternyata sudah diberi tahu untuk menyiapkan kamar. Rama Hantoro datang sekitar jam 15.00. Beliau adalah imam Keuskupan Agoeng Semarang yang berusia 69 tahun dan lebih 40 tahun imamat. Pada saat ini Rama Hantoro menjadi pastor pembantu di Paroki Kebon Dalem, Semarang. Ketika menuju Magelang beberapa hari lalu beliau mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga ada permasalahan tulang dan kini salah satu kakinya digibs. Kehadiran Rama Hantoro di Domus Pacis membuat suasana makan bersama jadi meriah. Beliau pandai bercerita dan memiliki banyak bahan. Ketika melihat Rama Hantoro masuk kamar makan Jumat 23 Januari 2015 Rama Bambang melihat kursi rodanya dan berkomentar "Wah kursi rodhamu anyar, ya?" (Wah, kursi rodamu baru, ya?) yang dijawab oleh beliau "Iya". Rama Hantoro bilang memilih Domus Pacis karena pastoran-pastoran lain termasuk Wisma Uskup kamar-kamarnya ada di tingkat dua.

Sabda Hidup

Selasa, 27 Januari  2015
St. Angela Merici, St. Robertus, Alberikus, & Stefanus
warna liturgi Hijau
Bacaan:
Ibr. 10:1-10; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,10,11; Mrk. 3:31-35. BcO Rm. 9:1-18

Markus 3:31-35:
31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. 32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Renungan:
Seorang ibu tentu ingin melihat kondisi anaknya. Apalagi bila ia berpisah lama. Pada minggu kunjungan di seminari para ibu dan keluarga sering datang. Mereka ingin bertemu dengan anak-anaknya setelah sebulan berpisah. Pada hari itu seminari jadi penuh. Banyak orang datang. Para seminaris pun senang karena kehadiran orang tua dan oleh-oleh yang dibawa.
Dalam Injil Mrk. 3:31-35 Yesus menunjukkan sikap yang berbeda dengan para seminaris ketika didatangi ibu dan saudara-saudaraNya. Ketika orang memberitahukan kedatangan mereka jawabNya, "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" (Ay. 33). Bagi Yesus, ibu dan saudara-saudari adalah mereka yang mendengarkan dan melaksanakan kehendak Bapa.
Mungkin bagi kita tidak mudah mendengar jawaban Yesus itu. Namun kalau melihat sikap Maria tampaknya tidaklah sulit. Ia adalah salah satu pendengar dan pelaksana sabda Tuhan yang baik. Maka dalam hal ini, ia pun masuk dalam kategori ibu dan saudara-saudara Yesus. Ia pun bersukacita bersama dengan orang-orang yang disebut ibu dan saudara.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Bayangkan persaudaraan dalam keluargamu. Apakah sabda Bapa didengarkan dan kehendakNya dijalankan?

Refleksi:
Tulislah arti saudara dalam hidupmu.

Doa:
Tuhan semoga saudara-saudariku terbuka pada sabdaMu dan aku pun bisa bersaudara dengan mereka yang setia kepadaMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan membuka persaudaraanku dengan para pribadi yang setia pada sabda dan kehendak Allah.