Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, June 28, 2015

Sabda Hidup



Senin, 29 Juni 2015
HARI RAYA St. PETRUS dan St. PAULUS
warna liturgi Merah 
Bacaan
Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19. BcO Gal. 1:15 - 2:10

Matius 16:13-19:
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan:
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Mat 16:18). Membaca bacaan ini aku bertanya-tanya apa hubungannya batu karang dan alam maut.
Dari yang pernah kubaca, dalam gambaran orang Yahudi alam maut itu syeol, semacam lobang di bumi. Mereka yang mati akan masuk ke sana. Petrus sang batu karang dinubuatkan Yesus untuk menutup lobang tersebut, supaya orang-orang yang percaya kepada Yesus tidak masuk dalam lobang alam maut karena telah ditutup oleh batu karang Petrus.
Hari ini kita bersyukur atas dua pribadi istimewa dalam Gereja: Petrus dan Paulus. Berkat pewartaannya kita mengenal dan mengimani Tuhan Yesus. Dengan begitu kita pun dibebaskan dari lobang alam maut yang siap menelan kita.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Bayangkan ada lobang alam maut di bumi. Hadirkan Petrus sang batu karang menutupnya.

Refleksi:
Apa arti kematian dan kenyataan sesudahnya bagimu?

Doa:
Bapa, bersama iman St. Petrus dan St. Paulus kami percaya pada Tuhan Yesus yang wafat dan bangkit. Semoga kehadiranmu pun membebaskan orang dari kesengsaraan. Amin.

Perutusan:
Aku akan membawa pembebasan bagi yang menderita. -nasp-

Lamunan Hari Raya

Santo Petrus dan Santo Paulus, Rasul
Senin, 29 Juni 2015

Matius 16:13-19

16:13. Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat sudah merasa dekat berhubungan dengan Tuhan dalam menjalankan hidup keagamaan. Bahkan dalam agama orang merasa memiliki pegangan bersama untuk saling mengetahui kesungguhan seseorang serius dalam ber-Tuhan.
  • Tampaknya, orang dapat merasa beres dalam berhubungan dengan Tuhan kalau dapat memenuhi upacara-upacara yang ditentukan dan diatur oleh agama. Orang pun dapat makin mengetahui dan mengenal Tuhan dengan tekun mempelajari dan mendalami ajaran-ajaran agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sesaleh dan setertib apapun dalam menjalani ibadat serta setekun dan sedalam apapun dalam memahami ajaran agama, kalau orang tidak membiasakan diri terbuka pada desir kedalaman batin dia secara personal belum mengalami hubungan individual dengan Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mendapatkan bimbingan penghayatan dan pemahaman akan sumber segala damai sejahtera hidup.
Ah, untuk ber-Tuhan orang cukup saja ikuti ajaran para ahli agama.

Saturday, June 27, 2015

RAMA BAMBANG NGAJAR SD?


"Le mulang wau esuk ngangge cara pripun ta kok gayeng?" (Metode apa yang dipakai untuk mengajar tadi pagi sehingga meriah) tanya Rama Harto kepada Rama Bambang pada waktu makan siang Selasa 23 Juni 2015. "Ha ha ha ..... Nggih mung ngawur-ngawuran" (Ha ha ha ..... Ya hanya asal ngawur) jawab Rama Bambang yang disambung oleh Mbak Tari sambil menyuapi Rama Tri Wahyono "Nanging larene dados remen. Wingi jan-jane kepingin tumut teng Klaten. Nanging kula kudokke belajar kalih rama. Sareng dalu kula takeni crita remen. Rikala kakangne ngojok-ojoki sesuk ra sah mangkat, piyambake criyos 'Ya ra isa, kudu mangkat'" (Tetapi anaknya jadi senang. Sebetulnya kemarin ingin ikut ke Klaten. Tetapi saya haruskan belajar dari rama. Pada malam hari saya tanya ternyata dia mengatakan senang. Ketika dibujuk oleh kakaknya agar besok tak usah berangkat, dia berkata "Tidak biasa, harus berangkat). Mbak Tari pun masih meneruskan "Wau sing teng njawi mireng dha ngguyu bola-bali" (Tadi para karyawan di luar mendengarkan sambil berkali-kali tertawa). Omong-omong ini berkaitan dengan acara Yahya untuk libur sekolah. Ternyata kemampuan membaca dan menulisnya masih jauh dari memadahi. "Isa maca niku penting banget. Wiwit suk Senin Yahya sinau maca saking Rama Bambang jam sanga ngantos sedasa" (Membaca itu amat penting. Mulai Senin 22 Juni Yahya belajar membaca dari Rama Bambang jam 09.00-10.00) kata Agoeng pada makan pagi Jumat 20 Juni 2015.

Rama Bambang memang menyediakan diri untuk membantu. Sebenarnya setahun lalu Rama Bambang sudah menyediakan diri. Tetapi tampaknya sosok Rama Bambang membuat takut karyawan karena ketegasannya. "Aku nganggo cara metode Pendidikan Yang Membebaskan sing dirintis Paulo Freire. Tekanan pada dialog persaudaraan berdasarkan pengalaman kongkret" (Aku menggunakan metode Pendidikan Yang Membebaskan rintisan Paulo Freire. Tekanan pada dialog persaudaraan berdasarkan pengalaman kongkret) Rama Bambang berkata pada Rama Hantoro pada makan siang itu. Rama Hantoro pun menyahut "Iya, kuwi wong Brasil" (Iya, dia orang Brasil). Pada hari pertama Rama Bambang minta Yahya menunjuk hal-hal yang menarik dalam ruang belajar. Dia menunjuk "meja, pintu, kursi, cendela, lemari" yang langsung dihentikan oleh Rama Bambang. Dengan lima benda ini Rama Bambang menulis kata-kata "meja, pintu, kursi, cendela, lemari" dan Yahya diminta menghafal. Lalu Rama Bambang menunjuk kata-kata itu satu persatu berganti-ganti dan Yahya harus bergerak lari sana kemari menunjuk barangnya. Sesudah itu kata-kata itu dipisah-pisah dalam suku kata (me-ja, pin-tu, kur-si, cen-de-la, le-ma-ri) dan diketemukanlah 12 suku kata. Yahya pun diminta menghafal suku-suku kata itu.

Pada hari kedua Rama Bambang yakin bahwa di rumahnya Yahya terus belajar menguasai temuan itu. Ini tampak pada hari kedua dia amat lancar ketika Rama Bambang menunjuk suku-suku kata itu secara acak berkali-kali. Pada hari kedua Yahya didampingi untuk menemukan huruf-huruf di dalam suku kata yang hanya sampai pada kata-kata "meja, pintu, kursi". Di sini Rama Bambang memisahkan huruf-huruf mati (m, j, p, n, t, k, r, s) dan huruf-huruf hidup (e, a, u, i). Kemudian Yahya diajak menghafalkan huruf-huruf itu berdasarkan suara (em, je, pe, en, et, ek, er, es .... dan e, a, u, i). Sesudah itu Rama Bambang memberi contoh-contoh menghubungkan huruf mati dan huruf hidup. Yahya melakukannya misalnya "em...e .... me, em...a .... ma, em...u .... mu, em...i .... mi). Secara perlahan-lahan Yahya dapat menghubungkan satu suku kata dengan suku kata lain seperti "si-si" sambil menunjuk hidung ingusan. Dia pun dengan bangga dapat menulis "ri-ni" dan "ta-ri", nama salah satu relawan Domus dan nama ibunya. Tetapi ketika Rama Bambang berkata "Sekarang gabungkan et...a dan i", Yahya menulis lalu terdiam. "Ayo diwaca" (Ayo baca) kata Rama Bambang dan Yahya tetap terdiam Ketika terus didesak untuk membaca, akhirnya Yahya membaca dengan suara lirih "ta-i". "Gene isa" (Ternyata kamu bisa) kata Rama Bambang yang disahut Yahya "Tadi juga sudah tahu, tapi takut". Rama Bambang pun tertawa dan berkata "Ra papa .... Aja wedi" (Tidak apa-apa .... Jangan takut).

Lamunan Pekan Biasa XIII

Minggu, 28 Juni 2015

Markus 5: 21-43

5:21. Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
5:23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
5:24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
5:28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”
5:31 Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”
5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”
5:35. Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?”
5:36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”
5:37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
5:38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
5:39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
5:40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
5:41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!”
5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
5:43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada masa kini orang tidak hanya mengenal satu model pengobatan. Selain model medis Barat orang juga mengenal cara pengobatan model Timur yang dikatakan bercorak holistik.
  • Tampaknya, kalau dalam model Barat ada banyak spesialisasi dan pilihan banyak dokter, model Timur pun ada banyak alternatifnya. Bahkan penyembuhan model alternatif Timur pun ada banyak ragamnya dari yang alami hingga yang berpendekatan kekuatan gaib.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, sehebat apapun dokter atau tabib atau yang lain dan setijab apapun obat-obatan atau kekuatan gaibnya, sikap diri mempercayakan hidup kepada kekuatan yang berada di kedalaman batinnya adalah sumber utama mendapatkan kesegaran dan damai-sejahtera hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan berpegang pada keyakinan batin dalam menghadapi derita dan goncangan sehingga memiliki kemantapan hidup.
Ah, kalau ada macam-macam pilihan apa salahnya mencoba semuanya.

Sabda Hidup



Minggu, 28 Juni 2015
Hari Minggu Biasa XIII
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Keb. 1:13-15; 2:23-24; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; 2Kor. 8:7,9,13-15; Mrk. 5:21-43 (Mrk. 5:21-24,35-43). BcO 1Sam. 5:1,6-6:4

Markus 5:21-43:
21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. 25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" 37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. 41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" 42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Renungan:
Dalam beberapa keputusan seorang pemimpin membatasi siapa saja yang boleh mengetahui. Semakin keputusan itu penting semakin sedikit orang diberitahu. Mereka yang dipilih adalah orang-orang yang paham persoalan sekaligus bisa menjaga rahasia sampai keputusan itu diumumkan.
Kala akan membangkitkan anak Yairus Yesus juga membatasi siapa yang boleh ikut masuk. "Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus" (Mrk 5:37).
Tidak semua informasi harus kita buka ke semua orang. Kadang-kadang hanya orang tertentu yang kita beritahu. Maka marilah kita belajar memilah-milah mana info dan keputusan yang bisa publik, privat dan konfidensial.

Kontemplasi:
Carilah tempat tenang. Ingatlah bagaimana selama ini anda mengelola suatu informasi.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu ketika harus menjaga sesuatu yang konfidensial.

Doa:
Tuhan terima kasih Engkau telah membuka aneka macam rahasia kehidupan kepada kami. Semoga aku pun bisa menjadi orang yang layak Kaupercaya. Amin.

Perutusan:
Aku akan memilah-milah info yang layak kubagikan secara umum dan tidak. -nasp-

Friday, June 26, 2015

KESEMPATAN TINGGAL 3 HARI


Era global, dengan salah satu arus deras yang bernama budaya instan, mudah membuat orang terlena dalam menjaga hubungan baik dengan alam. Padahal keutuhan ciptaan ikut menentukan keutuhan kehidupan manusia. Sebenarnya kunci keutuhan alam adalah menjaga agar bumi atau tanah menjadi segar sehingga air berlimpah segar dan tanaman tumbuh dengan kesegaran sejati. Kalau kaum tua dan lansia masuk dalam golongan terlena dalam menjaga hubungan dengan alam, hal ini akan amat memperparah hidupnya yang sudah amat rentan dengan kemerosotan fisik. Dengan pertimbangan ini kehadiran Provinsial Serikat Yesus Indonesia, Rama Petrus Sunu Hardiyanto SY, di Domus Pacis besok Minggu 5 Juli 2015 jam 09.00-12.00 sungguh akan menjadi dana wawasan bagi para peserta Novena Ekaristi Seminar. Kehadiran Rama Sunu akan menjadi bantuan untuk pembelajaran kaum tua dan lansia dalam tema SOYO TUWO SOYO ALAMI (makin tua makin alami).

Untuk acara itu hingga Sabtu 27 Juni 2015 pada jam 05.25 calon peserta yang sudah dicatat oleh Rama Bambang ada 226 orang. Hari akhir pendaftaran adalah Senin 29 Juni 2015. Pendaftaran memang sangat penting demi persiapan konsumsi yang disediakan oleh para relawati. Pendaftaran cukup dilakukan dengan mengirim SMS ke Rama Bambang lewat HP no 087834991969. Matrik dibawah menunjukkan kelompok-kelompok yang pernah dan biasa hadir termasuk yang sudah ada calon pesertanya.

ASAL PESERTA
JUMLAH
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
97 ORANG
01.  Paroki Pringwulung
36 orang
02.  Paroki Kotabaru (Sendowo, Panti Rapih)
7 orang
03.  Paroki Administratif Pringgolayan
35 orang
04.  Paroki Pugeran
18 orang
05.  Paroki Bintaran, Lingkungan Nicolas
 orang
06.  Paroki Kidul Loji
1 orang
07.  Paroki Baciro
15 orang
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
44 ORANG
08.  Paroki Minomartani
8 orang
09.  Paroki Banteng
2 orang
10.  Paroki Babadan
4 orang
11.  Paroki Babarsari
7 orang
12.  Paroki Medari
11 orang
13.  Paroki Kalasan
6 orang
14.  Paroki Mlati
3 orang
14.  Paroki Gamping
2 orang
15.  Paroki Pakem
 orang
16.  Paroki Nandan
1 orang
17.  Paroki Klepu
 orang
18.  Wanita Katolik RI Depok
 orang
RAYON BANTUL KEVIKEPAN DIY
9 ORANG
19.  Paroki Bantul
5 orang
20.  Paroki Ganjuran, Lingkungan Kepuh
4 orang
RAYON WONOSARI KEVIKEPAN DIY
  ORANG
21.  Paroki Kelor
 orang
KEVIKEPAN SURAKARTA
 52 ORANG
22.  Paroki Bayat
 orang
23.  Paroki Wedi
 orang
24.  Paroki Klaten
36 orang
25.  Paroki Purbowardayan, Sala
 orang
26.  Paroki Gondang
16 orang
KEVIKEPAN KEDU
     10 ORANG
27.  Paroki Ignatius Magelang
 orang
28.  Paroki Muntilan
10 orang
 29.  Paroki Panca Arga
 orang
30.  Paroki Santa Maria Magelang
 orang
JUMLAH
226 orang