Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, February 26, 2016

Homili Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm dalam Minggu Praskah III/C

Catatan: Homili ini memang untuk 07 Maret 2010. Tetapi karena bacaan cocok dengan 28Februari 2016, maka dapat dimanfaatkan untuk persiapan Minggu Prapaskah III/C Th. 2016.

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm
MINGGU PRAPASKAH III/C/10
07 Maret 2010
Kel 3:1-8a, 13-15   1Kor 10:1-6, 10-12   Luk 13:1-9

PENGANTAR

          Segala sesuatu yang kita lakukan harus selalu diarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Menjelang perayaan kebangkitan Yesus yaitu Paskah, hidup kita sebagai orang Kristen diarahkan kepada pertobatan sejati. Untuk itu kita diajak mengadakan masa puasa dan pantang. Dalam Injil hari ini Yesus berkata:“Jikalau kamu semua tidak bertobat, kamu  pun akan binasa”.

HOMILI

          Pada suatu hari Yesus mendengar berita, bahwa di Galilea sejumlah orang beribadat dengan mengadakan korban. Rupanya terjadilah kekacauan, sehingga otoritas Romawi mengadakan tindakan keras dan membunuh sejumlah orang. Darah mereka dicampurkan dengan darah binatang-binatang korban. Orang mengira, orang-orang itu dibunuh, karena dosa-dosa mereka lebih besar dari pada orang-orang Galilea lainnya. Yesus menegaskan: Tidak! Bukan demikian! Banyak orang berpendirian, bahwa keadaan hidup yang buruk, termasuk bencana alamiah, disebabkan oleh dosa-dosa manusia (buku Ayub). Tetapi Yesus menegaskan bahwa semua orang adalah pendosa. Karena itu dibutuhkan pertobatan! Demikian pula isi berita tentang bencana lain di Yerusalem, di mana 18 orang mati karena ditimpa menara dekat Siloam yang jatuh roboh. Tidak ada hubungan langsung di antara peristiwa di Galilea dan di Yerusalem tersebut. Namun ada kesamaan ajaran dan pesan yang ingin disampaikan oleh Yesus, yakni tentang pertobatan. Penderitaan dan bencana, bahkan kematian yang dialami orang, bukanlah bukti bahwa mereka itu pendosa dan dosanya lebih besar dari lainnya!

          Memang ada pendosa-pendosa yang dihukum Tuhan di dunia ini. Tetapi adanya hukuman itu bukanlah bukti, bahwa dosa orang yang dihukum di dunia itu lebih besar atau berat dosanya! Yesus mau mengingatkan kita, bahwa hukuman yang sebenarnya ialah hukuman kekal sesudah kematian! Ukuran yang dipakai ialah sejauh mana setiap orang sungguh hidup dengan semangat bertobat.

          Yesus menggunakan perumpamaan tentang pohon ara. Setiap orang diseluruh dunia adalah pohon ara yang dimasudkan oleh Yesus. Semua orang adalah pendosa. Tetapi sekaligus Yesus menekankan, bahwa kerahiman atau belaskasihan Allah untuk mengampuni adalah tak terbatas! Meskipun demikian, manusia harus mempersiapkan diri untuk menerima kerahiman Allah. Waktu untuk persiapan itu, yakni waktu untuk hidup manusia sangat terbatas dan tidak sama. Tetapi kerahiman Allah adalah lebih besar dari pada besarnya dosa manusia! 

          Tuhan tidak akan mengampuni dosa apapun, betapapun besar atau kecilnya, apabila tidak ada pertobatan. Yesus Kristus adalah pengantara Allah dan manusia. Tetapi Ia tidak akan menolong siapapun, apabila tidak ada pertobatan. Dengan kata lain, orang tidak akan diselamatkan, apabila ia tidak mau diselamatkan!

          Dalam perumpamaan tentang pohon ara dalam Injil hari ini pohon-pohon ara itu adalah orang-orang Yahudi, tetapi juga kita semua! Yang menanam adalah Tuhan Allah.  Dimaksudkan dan diharapkan agar pohon-pohon itu tumbuh, berkembang dan berbuah. Bila tidak berbuah, akan ditebang. Si pengurus kebun dalam perumpaan itu adalah Yesus. Yesus yang mau menyelamatkan pohon-pohon ara itu, yakni kita sekalian. Ia minta kepada Tuhan, agar diberi waktu secukupnya kepada kita untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik. Kita diberi kesempatan yang cukup  dalam hidup kita untuk berganti sikap, untuk sungguh serius terhadap nasib kekal kita kelak di kemudian hari. Apabila tidak berhasil, hal itu bukan disebabkan oleh ketidakadilan Allah, melainkan karena kesalahan kita sendiri. Maka pohon-pohon tak berbuah itu akan ditebang.

          Tuhan memberi waktu dan kesempatan kepada kita untuk berganti secara mendasar untuk sungguh mau hidup sebagai orang Kristen sejati. Kita diundang untuk sungguh-sungguh menyadari makna hidup kita sebagai orang kristiani yang sudah dibaptis. Dan dalam segala kelemahan kita, kita selalu diingatkan akan belaskasihan Allah yang tiada batasnya. Hidup beragama sejati, atau hidup rohani yang otentik bukanlah hidup semu atau hidup palsu. Hidup rohani sejati bukan sekadar melakukan ibadat atau ritualisme melulu!

Jakarta, 7 Maret 2010

Sabda Hidup



Sabtu, 27 Februari 2016
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
warna liturgi Ungu 
Bacaan
Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3,11-32. BcO Kel. 20:1-17

Lukas 15:1-3,11-32:
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Renungan:
Bacaan ini sungguh menggambarkan kerahiman Allah atas umat manusia. Digambarkan bagaimana seorang bapa yang tetap menerima anak yang telah memboroskan hartanya. Ia bahkan menyambut kembalinya si anak dengan pesta yang meriah. "Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria" (Luk 15:24).
Kisah-kisah semacam itu tampaknya masih sering kita jumpai dalam pengalaman harian kita. Tidak sedikit anak yang ingin mencari dan mengejar kebebasannya sendiri. Mereka meninggalkan orang tuanya dan mengikuti jalan kesenangannya. Di banyak kesempatan sering terlihat segerombolan remaja di perempatan traffic light. Cara penampilan dan sikap tampak sesuka hati mereka. Kita tidak tahu mengapa mereka begitu.
Ada masa-masa di mana kita membutuhkan pengajaran orang tua, sampai kita siap berjalan sendiri. Si bungsu belum siap berusaha sendiri dengan warisan yang diterima. Ia pun jatuh bangkrut dan miskin. Kita pun bisa tergoda dan merasa siap dengan hidup kita. Namun ternyata banyak hal yang tak terduga sering mengagetkan. Maka marilah kita tekun belajar dari orang tua dan sesama kita sampai kita sungguh siap untuk hidup mandiri.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Hadirkan orang tuamu. Rasakan kerahiman mereka terhadap dirimu.

Refleksi:
Bagaimana menghadirkan kerahiman Allah dalam kehidupan kita sekarang?

Doa:
Tuhan, semoga aku tidak menjadi pribadi yang sombong, namun tetap rendah hati untuk selalu belajar. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga kerahiman Allah dalam diriku. -nasp-

Thursday, February 25, 2016

Lamunan Hari Biasa Pekan Prapaskah II


Sabtu, 27 Februari 2016

Lukas 15:1-3.11-32

15:1. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:11. Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, iklim lingkungan pergaulan dipandang termasuk menentukan baik atau buruknya seseorang selain lingkungan keluarga dan sekolah. Orang tua akan mengupayakan anaknya terhindar dari pergaulan dengan lingkungan yang buruk dan berbudi rendah.
  • Tampaknya, kaum dewasa yang baik pun akan menghindari pergaulan dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan jelek bahkan berdosa. Sebaik apapun seseorang kalau lingkungan pergaulannya buruk akan mudah terseret ke perilaku kotor.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian kebaikan, bagi orang yang biasa berhubungan akrab dengan kedalaman batin, justru akan tampak apabila terbuka berdekatan dengan orang-orang berperilaku buruk sehingga kebaikannya akan amat bermakna karena dapat memberikan kesempatan sekalipun hanya sedikit orang  mengenyam kebaikannya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dapat yakin akan hadirnya kebahagiaan sejati karena ada yang ikut menikmati kebaikannya.
Ah, orang jahat itu kalau diberi hati akan meminta segalanya yang lain.

Kalau Tidak Ingin Ginjal Anda Rusak, Stop 4 Kebiasaan Buruk Ini!

diambil dari http://infokesehatan404.blogspot.co.id/2016/02lewat FB Ndut Bundha Antiq and Joanna Mary Vianney Raditawati Sabtu 21-2-2016

Info Kesehatan | Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting bagi kehidupan kita. Tidak hanya berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat beracun, Ginjal juga memiliki banyak sekali fungsi lain yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.


Karena fungsinya yang sangat penting tersebut, menjaga dan melindungi kesehatan ginjal menjadi sebuah keharusan. Oleh karena itu, pola hidup sehat dan makanan menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu, kebiasaan sehari-hari juga bisa saja menjadi penyebab rusaknya organ ginjal. Sahabat Info Kesehatan, berikut ini adalah 4 kebiasaan yang sering tidak disadari menjadi penyebab buruknya kesehatan ginjal, bahkan bisa saja mengundang berbagai penyakit ginjal seperti Batu Ginjal dan Gagal Ginjal. 

1. Minuman Bersoda
    Minuman bersoda ternyata memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan Ginjal. Hal ini terbukti melalui sebuah penelitian yang telah dilakukan pada 12.000 karyawan yang bekerja di Universitas Osaka di Jepang. Menurut data yang ditemukan, minum minuman bersoda dua gelas atau lebih dalam sehari dapat meningkatkan resiko terserang berbagai penyakit Ginjal. Pernyataan ini didukung oleh fakta ditemukannya kandungan protein yang tinggi dalam urin karyawan yang memiliki kebiasaan mengkomsumsi minuman bersoda setiap harinya. Adanya kandungan protein yang tinggi tersebut dianggap sebagai gejala awal terjadinya kerusakan pada ginjal, sebab hal ini telah menunjukan bahwa ginjal tidak mampu lagi menyerap mineral dan nutrisi secara maksimal.

2. Menahan Kencing dalam waktu yang lama
    Jika anda mendapat "perintah" untuk kencing, maka keluarkanlah segera. Walaupun memang, kondisi yang tidak mendukung bisa saja membuat kita tidak dapat langsung menuruti keinginan untuk buang air kecil atau kencing. 
Namun, Tahukah anda bahwa menahan-nahan atau menunda-nunda untuk buang air kecil ternyata memiliki dampak yang sangat serius pada kesehatan Ginjal. Ketika kita tiba-tiba muncul keinginan untuk buang air kecil, itu artinya bahwa kantung kemih telah penuh. Dan jika kita menahan-nahan untuk mengeluarkannya, maka hal ini akan membuat tekanan pada ginjal yang dapat menyebabkan inkontinensia atau disebut juga Gagal ginjal.

3. Kurang Minum Air
    Sudah diketahui banyak orang, bahwa kurang minum air dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Hal ini disebabkan karena ginjal memang sangat membutuhkan air dalam menjalankan fungsinya. Jika anda kekurangan air, maka racun dalam darah akan mulai terakumulasi karena kurangnya cairan dalam darah yang menghantarkan racun-racun tersebut melalui ginjal.

Lalu, seberapa banyak kita harus minum air setiap harinya?
National Kidney Foundation, merekomendasikan untuk meminum air sebanyak 10 hingga 12 gelas setiap harinya, anda juga dapat menyesuaikannya dengan aktivitas yang anda jalani. 
Salah satu gejala yang bisa anda gunakan untuk mengetahui apakah anda kurang meminum air adalah dengan melihat warna urin. Jika urin anda berwarna gelap, maka itu menunjukan bahwa anda kurang mengkonsumsi air putih.

4. Sering Begadang
    Terlalu sering begadang ternyata juga tidak baik bagi kesehatan Ginjal. Menurut Science Daily, ganguan kronis dalam tidur dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal anda. Menurut paparan Dr. Michael Sole, seorang ahli jantung dan Profesor Kedokteran dan Fisiologi di Universitas Toronto, mengatakan bahwa jaringan ginjal dapat diperpanjang selama malam (lebih tepatnya saat kita tertidur). Sehingga apabila anda terlalu sering begadang atau tidak tidur, maka kerusakan konstan dapat terjadi pada ginjal, bahkan bisa saja terjadi kerusakan langsung. 

Itulah 4 Kebiasaan yang menyebabkan kerusakan Ginjal yang harus anda hindari mulai hari ini. Kesehatan Ginjal maupun organ dalam lainnya sangat penting untuk anda perhatikan. Sebab, hidup sehat hari ini dan hari tua anda tergantung pada apa yang hari ini anda lakukan.

Lamunan Hari Biasa Pekan Prapaskah II

Jumat, 26 Februari 2016

Matius 21:33-43.45-46

21:33. "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
21:46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kebanyakan orang akan memilih yang utuh dan tak mudah rusak. Barang rusak atau bekas akan disebut limbah.
  • Tampaknya, bekas orang buangan karena kebobrokannya juga tak banyak mendapatkan penghargaan. Yang namanya sampah memang harus disingkirkan agar tak mengotori dan menimbulkan penyakit dalam kehidupan masyarakat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sekotor dan sebusuk apapun orang atau barang, kalau menjadi manusia mesra dengan kedalaman batin atau barang yang dipakai sebagai tanda-sarana mengembangkan keintiman dengan kedalaman batin, itu semua justru menghadirkan damai sejahtera bagi kehidupan banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan terbiasa menemukan nilai luhur dalam yang buruk dan terbuang.
Ah, yang sudah dibuang yang tak layak untuk dipakai lagi.

Sabda Hidup



Jumat, 26 Februari 2016
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
warna liturgi Ungu 
Bacaan
Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46. BcO Kel. 19:1-19; 20:18-21

Matius 21:33-43,45-46:
33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?" 41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. 45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. 46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Renungan:
Beberapa minggu ini kita disuguhi berita tentang pembersihan area Kalijodo. Dikatakan bahwa orang-orang yang di sana menempati tanah negara. Tanah itu akan dijadikan lahan hijau. Dalam banyak tempat ruang kaki lima sudah dipenuhi oleh para pedagang. Maka ada nama pedagang kaki lima. Sebenernya ruang itu merupakan hak semua warga untuk berjalan. Namun ruang itu sudah penuh dengan pedagang, pedagang kaki lima. Dengan begitu akses jalan kaki di kaki lima menjadi hilang. Namun kala ditertibkan pasti ada keributan.
Tampaknya orang yang sudah menempati lokasi tertentu, walau itu bukan haknya, akan berontak kalau tempat itu akan difungsikan sebagaimana mestinya. Orang ngindung pun sering mempermasalahkan kala tanah tempatnya ngindung akan dibagi waris atau digunakan sang pemilik. Para pekerja dalam Injil Mat. 21:33-43,45-46 pun berbuat demikian. Mereka selalu menolak bahkan membunuh utusan dan anak pemilik kebun. Mereka merasa punya hak atas kebun tersebut dan ingin memilikinya.
Kondisi semacam itu terus selalu ada pada masa sekarang ini. Tidak jarang penertiban akan dilawankan dengan HAM. Kadang timbul pertanyaan: apakah mereka tidak lebih dulu melanggar HAM orang banyak karena menempati dan mengganggu aksesibilitas orang? Rasanya perlu kesatuan paham untuk menghargai hak bersama dan ketegasan untuk menatanya. Jangan biarkan murka sang pemilik berkobar. Perlu dialog yang membuka kesadaran bersama.

Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan kisah dalam Injil Mat. 21:33-43,45-46.

Refleksi:
Bagaimana membangun kesadaran bersama untuk menghargai hak orang banyak?

Doa:
Tuhan, semoga aku makin paham akan kebutuhan orang banyak. Aku tidak tergoda ingin memiliki yang bukan menjadi hakku. Amin.

Perutusan:
Aku akan legawa melepaskan apa yang bukan menjadi hakku. -nasp-