Sunday, November 27, 2016
Relawan Novena Domus
Lamunan Pekan Adven I
Senin, 28 November 2016
Matius 8:5-11
8:5. Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah
seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena
sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang
menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan,
aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka
hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku
ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!,
maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada
hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan
berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara
orang Israel.
8:11 Aku berkata
kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan
bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, setiap agama memiliki keyakinan akan kesejatian Tuhan atau kekuatan ilahi apapun namanya. Keyakinan ini dihayati dalam berbagai upacara, ajaran dan atau wejangan-wejangan.
- Tampaknya, karena ada berbagai macam agama, dapat dipahami di antara para pemeluknya terjadi suasana saling menyatakan agamanya sebagai yang paling benar. Bahkan dapat terjadi agama yang satu menyatakan agama lain sebagai salah dan atau sesat serta tak layak untuk dimasukkan dalam pergaulan.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ada banyak sekali agama dan bentuk-bentuk keagamaan di dalam kehidupan ini, bila orang sungguh sampai pada hubungan dengan sosok sejati yang disembah dia akan semakin yakin akan kehadiran Tuhan dalam agamanya dan memiliki sikap terbuka berelasi bahkan bersaudara dengan siapapun dari aneka agama lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati keyakinan keagamaannya dalam aneka realita di sekitarnya.
Ah, bagaimanapun orang harus
hati-hati terhadapan ancaman agama lain.
Sabda Tuhan
Senin, 28 November 2016
Hari biasa Pekan
I Adven
warna liturgi
Ungu
Bacaan
Yes. 2:1-5 atau
Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5,6-7,8-9; Mat. 8:5-11. BcO Yes. 7:1-17
Matius
8:5-11:
5 Ketika Yesus
masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon
kepada-Nya: 6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia
sangat menderita." 7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang
menyembuhkannya." 8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku
tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka
hambaku itu akan sembuh. 9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku
ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!,
maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada
hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 10 Setelah Yesus
mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku
jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. 11 Aku berkata kepadamu: Banyak
orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan
Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
Renungan:
Orang yang
berkuasa mempunyai kewenangan untuk memerintah. Setiap anak buahnya pun akan
tunduk pada perintahnya. Apa pun yang dia katakan akan diikuti oleh anak
buahnya. Hal semacam itu akan sangat tampak di dunia kemiliteran maupun di
lingkungan sosial yang agak ketat cenderung kaku. Para anak buah takut kalau
tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pemimpinnya.
Yesus bertemu
dengan perwira yang menghendaki pertolongan-Nya. Yesus pun berkenan
menolongnya. Namun ketika Ia hendak datang sang perwira malah mengatakan,
"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah
kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di
bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu:
Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang,
ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya" (Mat
8:8-9). Baginya Yesus cukup memberi perintah maka anak buahnya akan sembuh.
Kekuatan seorang
pemimpin sering tak terbatas. Ia mampu mengatur segalanya. Keyakinan anak buah
pun menambah daya kuasanya. Maka kiranya kala menjadi seorang pemimpin kita
layak berhati-hati dengan kekuasaan yang kita miliki. Kekuasaan itu untuk
menghadirkan kebaikan, bukan untuk menghancurkan. Kekuatan itu untuk menata
bukan untuk memporak-porandakan.
Kontemplasi:
Bayangkan dirimu
sebagai seorang penguasa. Lihatlah bagaimana anda menggunakan kekuatanmu.
Refleksi:
Tulislah
pengalamanmu menggunakan kuat kuasamu?
Doa:
Tuhan, aku mohon
semoga aku bisa menggunakan kuasa yang kauanugerahkan dengan bijak. Semoga
banyak hal tertata karena kuasa yang Kauberikan kepadaku. Amin.
Perutusan:
Aku akan
menggunakan kuasa yang kumiliki dengan bijak. -nasp-
Saturday, November 26, 2016
Rm. Tri Hartono Ngandika (27-11-2016)
Adem adalah masa penantian kedatangan Tuhan yang membawa rahmat
keselamatan. Untuk itu kita harus wapada dan berjaga-jaga. Kami kaum tua
dan atau sakit-sakitan pun dengan amat rindu menantikan kedatangan
Tuhan yang membawa rahmat keselamatan dalam bentuk dan cara yang kita
belum tahu. Namun kami percaya bahwa hal itu pasti akan terjadi. Yang
penting kita harus siap dan siaga dengan cara hidup penuh perdamaian dan
pertobatan.
Termasuk Sasaran Bakti Sosial
Sabda Hidup
Minggu, 27 November 2016
HARI MINGGU ADVEN
I
warna liturgi Ungu
Bacaan
Yes. 2:1-5; Mzm.
122:1-2,4-5,6-7,8-9; Rm. 13:11-14a; Mat. 24:37-44. BcO Yes. 6:1-13
Matius
24:37-44:
37 "Sebab
sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan
Anak Manusia. 38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan
dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam
bahtera, 39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan
melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak
Manusia. 40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan
dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; 41 kalau ada dua orang perempuan sedang
memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu
datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada
malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan
membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia,
karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
Renungan:
Kita memasuki
masa adven. Masa ini juga mengawali masa baru liturgi kita. Kemungkinan di
lingkungan-lingkungan pun mulai mengadakan pertemuan-pertemuan adven. Di
beberapa toko dan mall malah sudah diisi dengan aneka macam pernak-pernik
natal. Tidak sedikit yang sudah menata liburan natal nanti. Reuni-reuni yang
akan dijalani. Orang-orang pun mulai bergerak dalam masa penyambutan kedatangan
Yesus Kristus ini.
Masa adven memang
menjadi masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Ada banyak
pernak-pernik yang bisa kita geluti di sana. Namun satu hal yang rasanya tidak
bisa kita lepaskan adalah persiapan diri. Kesempatan ini menjadi kesempatan
kita untuk mengolah batin dan menjaga kemurnian dan kebersihan hati. Supaya
kala Ia datang kita siap menyambut-Nya.
Kehadiran Tuhan
tidak bisa diperkirakan kapan terjadinya. "Sebab itu, hendaklah kamu juga
siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga"
(Mat 24:44). Kedatangan-Nya tidak dapat kita duga. Maka kita mesti siap sedia.
Masa adven ini menjadi masa bagi kita untuk siap sedia.
Kontemplasi:
Bayangkan apa
yang biasa kaulakukan di masa adven. Bayangkan apa yang akan kaulakuan di masa
adven sekarang ini.
Refleksi:
Bagaimana mengisi
masa adven?
Doa:
Tuhan terima
kasih atas kesempatan yang Kauberikan bagiku untuk selalu membersihkan diri dan
bersiap sedia. Semoga aku dalam keadaan siap sedia kala Engkau datang di
hadapanku. Amin.
Perutusan:
Aku akan membuat
rencana mengisi masa advenku. -nasp-
Friday, November 25, 2016
Lamunan Pekan Adven I
Minggu, 27 November 2016
Matius 24:37-44
24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh,
demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air
bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke
dalam bahtera,
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air
bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada
kedatangan Anak Manusia.
24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang,
yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;
24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar
batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak
tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada
waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga,
dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu,
hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak
kamu duga."
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, ada yang menggambarkan kehadiran Tuhan sebagai peristiwa yang membawa kedamaian. Suasana dalam Tuhan membuat orang mengalami keadaan harmonis.
- Tampaknya, dengan gambaran damai karena kehadiran Tuhan, orang menganggap segala masalah adalah gangguan. Segala hal yang mengganggu kedamaian dapat dianggap sebagai anti Tuhan.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, kehadiran Tuhan selalu juga menghadirkan dimensi pembaruan di luar dugaan dan agenda manusia sehingga selalu mengganggu rasa tenang orang yang sudah terlena oleh kebiasaan menghayati hidup dengan paradigma lama yang hanya begitu-begitu saja. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu memiliki sikap siap sedia berhadapan dengan hal-hal di luar dugaan.
Ah, yang ngaco ketenangan
hidup jelas buruk.
Subscribe to:
Posts (Atom)



