Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, November 27, 2016

Relawan Novena Domus


Ini tentang relawan Domus Pacis yang biasa menjadi kekuatan penyediaan konsumsi program Novena Domus setiap Maret-November. Mereka biasa melayani para peserta untuk menyiapkan minum, snak, dan makan siang. Untuk menghemat pembeayaan mereka memasak sendiri dengan model santapan sehari-hari dalam keluarga. Untuk kelompok relawan ini ada kebiasaan sesudah usai pelayanan sembilan kali pelaksanaan Novena Domus pasti ada acara pergi bersama. Pernah 2 kali acara pergi bersama ini menyertakan semua penghuni Domus Pacis. Pernah hanya terjadi pergi makan bersama di warung secara sederhana. Adapun untuk tahun 2016, acara pergi bersama terjadi pada Minggu tanggal 23 November 2016. Ada 2 acara, yaitu berziarah ke Jatiningsih dan jajan untuk makan bersama. Pada tanggal 19 November jam 10.00 malam Mas Handoko mengirim ke WA Relawan Domus Pacis daftar yang akan ikut: Rm. Bambang, Bu Rini, Mbak Tatik (3 orang), Bu Madi, Bu Mardanu, Bu Sri Handoko dan Mas Handoko.

Tetapi pada Minggu 20 November 2016 Bu Sri Handoko kirim pesan WA ke Rm. Bambang "Sugeng enjang mo ... Nyuwun pangapunten kula estunipun mboten saget nderek amargi kanca wonten ingkang libur. Menawi pun gantos lare saget mboten? Matur Nuwun" (Selamat pagi rama ... Mohon maaf saya tidak dapat ikut karena ada teman kerja libur. Bagaimana kalau anak menggantikan?). Kemudian pada jam 09.02 Bu Mumun dalam WA ini berkata pada "Romo n semua sy nt brkgt sdr dr rmh jln godean lgsg ke jatiningsih. ktm di sana. nwn." Dan pada jam 13.30 dengan mobil L 300 pinjaman milik UNIO KAS rombongan menuju Tempat Ziarah Maria di Jatiningsih. Yang berangkat adalah Bu Madi, Bu Mardanu, Bu Tatik, Bu Narti, Bu Sri, Bu Rini, Mas Handoko beserta 3 anaknya, dan Rm. Bambang. Bu Mumun menyusul di Jatiningsih. Acara pertama di Jatiningsih yang diisi dengan Ibadat Rosario dan sesudah selesai kemudian duduk-duduk bersama omong-omong sambil menikmati minum dan snak. Ketika menuju kota Yogya, Bu Mumun mendahului pulang karena ada tugas kor di Misa Minggu. Rombongan ini mencari makan dan mendapati restoran masakan cina di Jl. Brigjen Katamso.

Lamunan Pekan Adven I

Senin, 28 November 2016

Matius 8:5-11

8:5. Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, setiap agama memiliki keyakinan akan kesejatian Tuhan atau kekuatan ilahi apapun namanya. Keyakinan ini dihayati dalam berbagai upacara, ajaran dan atau wejangan-wejangan.
  • Tampaknya, karena ada berbagai macam agama, dapat dipahami di antara para pemeluknya terjadi suasana saling menyatakan agamanya sebagai yang paling benar. Bahkan dapat terjadi agama yang satu menyatakan agama lain sebagai salah dan atau sesat serta tak layak untuk dimasukkan dalam pergaulan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ada banyak sekali agama dan bentuk-bentuk keagamaan di dalam kehidupan ini, bila orang sungguh sampai pada hubungan dengan sosok sejati yang disembah dia akan semakin yakin akan kehadiran Tuhan dalam agamanya dan memiliki sikap terbuka berelasi bahkan bersaudara dengan siapapun dari aneka agama lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati keyakinan keagamaannya dalam aneka realita di sekitarnya.
Ah, bagaimanapun orang harus hati-hati terhadapan ancaman agama lain.

Sabda Tuhan


Senin, 28 November 2016
Hari biasa Pekan I Adven
warna liturgi Ungu 
Bacaan
Yes. 2:1-5 atau Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5,6-7,8-9; Mat. 8:5-11. BcO Yes. 7:1-17

Matius 8:5-11:
5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." 7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." 8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. 11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,

Renungan:
Orang yang berkuasa mempunyai kewenangan untuk memerintah. Setiap anak buahnya pun akan tunduk pada perintahnya. Apa pun yang dia katakan akan diikuti oleh anak buahnya. Hal semacam itu akan sangat tampak di dunia kemiliteran maupun di lingkungan sosial yang agak ketat cenderung kaku. Para anak buah takut kalau tidak melaksanakan apa yang diperintahkan oleh pemimpinnya.
Yesus bertemu dengan perwira yang menghendaki pertolongan-Nya. Yesus pun berkenan menolongnya. Namun ketika Ia hendak datang sang perwira malah mengatakan, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya" (Mat 8:8-9). Baginya Yesus cukup memberi perintah maka anak buahnya akan sembuh.
Kekuatan seorang pemimpin sering tak terbatas. Ia mampu mengatur segalanya. Keyakinan anak buah pun menambah daya kuasanya. Maka kiranya kala menjadi seorang pemimpin kita layak berhati-hati dengan kekuasaan yang kita miliki. Kekuasaan itu untuk menghadirkan kebaikan, bukan untuk menghancurkan. Kekuatan itu untuk menata bukan untuk memporak-porandakan.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu sebagai seorang penguasa. Lihatlah bagaimana anda menggunakan kekuatanmu.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu menggunakan kuat kuasamu?

Doa:
Tuhan, aku mohon semoga aku bisa menggunakan kuasa yang kauanugerahkan dengan bijak. Semoga banyak hal tertata karena kuasa yang Kauberikan kepadaku. Amin.

Perutusan:
Aku akan menggunakan kuasa yang kumiliki dengan bijak. -nasp-

Saturday, November 26, 2016

Rm. Tri Hartono Ngandika (27-11-2016)


Adem adalah masa penantian kedatangan Tuhan yang membawa rahmat keselamatan. Untuk itu kita harus wapada dan berjaga-jaga. Kami kaum tua dan atau sakit-sakitan pun dengan amat rindu menantikan kedatangan Tuhan yang membawa rahmat keselamatan dalam bentuk dan cara yang kita belum tahu. Namun kami percaya bahwa hal itu pasti akan terjadi. Yang penting kita harus siap dan siaga dengan cara hidup penuh perdamaian dan pertobatan.

Termasuk Sasaran Bakti Sosial


Kabar akan adanya kunjungan Panitia Natal Pegawai Negri Sipil (PNS) Kabupaten Sleman sudah cukup awal diterima oleh Rm. Bambang. Bu Rini sudah memberikan informasi bahwa mereka akan datang pada Jumat 18 November 2016 di sekitar jam 10.00. Dalam perkembangan kabar jam kedatangan berubah. Mereka akan berangkat ketika para pegawai muslim mulai menunaikan ibadat hari Jumat. Namun demikian pada Kamis sehari sebelum tanggal 18 November Bu Rini mengatakan ada pemberitahuan kedatangan di Domus akan terjadi pada jam 14.00 atau 02.00 siang. Akhirnya pada hari Jumat 18 November Bu Ratih Wulandari menelpon Rm. Bambang bahwa Panitia akan berangkat dari kantor pada jam 10.00. Tetapi mereka akan berkunjung lebih dahulu ke salah satu panti asuhan lebih dahulu. Dan benarlah pada hari itu pada jam 13.00 mereka sudah sampai Domus Pacis. Rm. Yadi, Rm. Harto, Rm. Tri Hartono dan Rm. Bambang menyambut para tamu yang berjumlah 12 orang. Tiga orang adalah umat Paroki Somohitan sehingga sudah amat akrab dengan Rm. Yadi yang pernah berkarya di situ. Sementara itu Bu Ratih adalah salah satu relawati penyedia masakan untuk Domus Pacis. Kedatangan merekan juga disambut dengan minum dan snak yang disediakan oleh Bu Rini. Tentu saja kehadiran mereka menjadi salah satu pelaksanaan bakti sosial dalam rangka Perayaan Natal 2016.

Sabda Hidup


Minggu, 27 November 2016
HARI MINGGU ADVEN I
warna liturgi Ungu 
Bacaan
Yes. 2:1-5; Mzm. 122:1-2,4-5,6-7,8-9; Rm. 13:11-14a; Mat. 24:37-44. BcO Yes. 6:1-13

Matius 24:37-44:
37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; 41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. 42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Renungan:
Kita memasuki masa adven. Masa ini juga mengawali masa baru liturgi kita. Kemungkinan di lingkungan-lingkungan pun mulai mengadakan pertemuan-pertemuan adven. Di beberapa toko dan mall malah sudah diisi dengan aneka macam pernak-pernik natal. Tidak sedikit yang sudah menata liburan natal nanti. Reuni-reuni yang akan dijalani. Orang-orang pun mulai bergerak dalam masa penyambutan kedatangan Yesus Kristus ini.
Masa adven memang menjadi masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Ada banyak pernak-pernik yang bisa kita geluti di sana. Namun satu hal yang rasanya tidak bisa kita lepaskan adalah persiapan diri. Kesempatan ini menjadi kesempatan kita untuk mengolah batin dan menjaga kemurnian dan kebersihan hati. Supaya kala Ia datang kita siap menyambut-Nya.
Kehadiran Tuhan tidak bisa diperkirakan kapan terjadinya. "Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga" (Mat 24:44). Kedatangan-Nya tidak dapat kita duga. Maka kita mesti siap sedia. Masa adven ini menjadi masa bagi kita untuk siap sedia.

Kontemplasi:
Bayangkan apa yang biasa kaulakukan di masa adven. Bayangkan apa yang akan kaulakuan di masa adven sekarang ini.

Refleksi:
Bagaimana mengisi masa adven?

Doa:
Tuhan terima kasih atas kesempatan yang Kauberikan bagiku untuk selalu membersihkan diri dan bersiap sedia. Semoga aku dalam keadaan siap sedia kala Engkau datang di hadapanku. Amin.

Perutusan:
Aku akan membuat rencana mengisi masa advenku. -nasp-

Friday, November 25, 2016

Lamunan Pekan Adven I

Minggu, 27 November 2016

Matius 24:37-44

24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;
24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.
24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada yang menggambarkan kehadiran Tuhan sebagai peristiwa yang membawa kedamaian. Suasana dalam Tuhan membuat orang mengalami keadaan harmonis.
  • Tampaknya, dengan gambaran damai karena kehadiran Tuhan, orang menganggap segala masalah adalah gangguan. Segala hal yang mengganggu kedamaian dapat dianggap sebagai anti Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, kehadiran Tuhan selalu juga menghadirkan dimensi pembaruan di luar dugaan dan agenda manusia sehingga selalu mengganggu rasa tenang orang yang sudah terlena oleh kebiasaan menghayati hidup dengan paradigma lama yang hanya begitu-begitu saja. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu memiliki sikap siap sedia berhadapan dengan hal-hal di luar dugaan.
Ah, yang ngaco ketenangan hidup jelas buruk.