Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, June 26, 2017

Tak Usah Takut, Tapi Jadilah Orang Takwa!

diambil dari http://www.mirifica.net by A. Gianto on Jendela Alkitab, Mingguan


Rekan-rekan yang baik!

DITEGASKAN dalam Mat 10:26-33 bahwa para rasul tak usah takut akan kesulitan, perlawanan, dan penderitaan dalam menjalankan tugas mereka. Malah mereka didorong agar berteguh mempersaksikan Yesus. Apa warta petikan yang dibacakan dalam Injil Minggu Biasa XII/A bagi kita pada zaman ini?
Injil hari ini mengajak pembaca mengenali sumber kekuatan para rasul. Kesadaran inilah yang bakal memperkaya pembaca. Petikan tadi ditulis untuk menjelaskan mengapa para rasul bisa tetap teguh dalam perutusan mereka kendati mereka kerap ditentang. Jadi baik disadari bahwa kata-kata yang diperdengarkan dalam Injil bukannya langsung dimaksud untuk menyemangati pembaca zaman ini.

Pemakaian Injil seperti itu akan mengobarkan perasaan yang cepat padam dan kurang menajamkan iman Injili yang bisa jadi pegangan kukuh. Dan cara mendalami seperti itu juga tercermin dalam bacaan pertama Yer 20:10-13 yang akan dibicarakan dalam tulisan ini.

Konsekuensi perutusan

Para rasul dipilih Yesus untuk ikut serta dalam karyanya dan, dalam pandangan generasi selanjutnya, mereka menjadi para pemimpin dalam komunitas para pengikut Yesus. Apa konsekuensi penugasan ini bagi kehidupan mereka? Dalam ay. 16-25 disebutkan bahwa mereka diutus seperti domba ke tengah-tengah serigala dan hendaknya mereka cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Murid-murid akan dimusuhi, bahkan oleh orang-orang yang dekat, dengan alasan mereka itu menjadi murid Yesus. Bagaimanapun juga hendaknya mereka sadar bahwa Roh Bapa akan menyertai dan membela. Sekaligus mereka diharapkan agar juga tidak gegabah asal mau bertahan. Bila dianiaya di satu kota hendaklah pergi ke kota lain; urusan yang tidak bisa mereka jalankan sendiri sebaiknya diserahkan saja kepada Anak Manusia yang sudah datang (ay. 23).

Dengan menerima perutusan mereka, para rasul menjadi senasib dengan guru mereka. Ditolak, dimusuhi, diadili dan menghadapi risiko dibunuh pula. Senasib dengan guru mereka itu pahala dan konsekuensi menjadi utusannya. Tetapi mereka tidak ditinggalkan sendirian. Dalam arti apa? Ada kekuatan yang menyertai mereka dan menyelamatkan ketika sungguh terancam? Kiranya tidak sesederhana ini jawabannya.

Janganlah diharapkan akan ada kekuatan ilahi, roh dari langit yang menjadi bodyguard, pengawal pribadi yang siap menolong bila terancam. Angan-angan seperti ini tidak cocok dan malah akan merendahkan kuasa langit serta kemungkinan-kemungkinan manusia. Tidak diajarkan agar para murid melihat diri menjadi orang yang bisa membuat para pengejek kualat dan kena hukuman dari atas. Itu cara-cara kaum preman rohani, dan bukan yang diharapkan dari rasul-rasul Yesus. Para rasul diminta berani memakai sumber kemanusiaan mereka dalam menjalankan tugas luhur mereka. Mereka diharapkan dapat menilai keadaan – bijaksana. Dan tetap tulus – menjaga integritas diri mereka.

Jangan takut!

Petikan yang sedang diulas ini memiliki dua bagian, yang pertama ialah Mat 10:26-31 dan yang kedua Mat 10:31-32. Bagian pertama memuat ungkapan “Jangan takut!” sampai empat kali (ay. 26 28a 28b 31). Bagian kedua berbicara mengenai keberanian bersaksi dan baru dapat didalami atas dasar bagian yang pertama. Oleh karena itu marilah kita dalami bagian pertama terlebih dahulu.

GUS: Matt, kayaknya kata-kata yang kausampaikan dalam ay. 23-31 itu mirip dengan Luk 12:2-9. Apa saling kutip? Mark kok diam.
MATT: Ah, kan sudah tahu bahwa selain mengolah kembali tulisan Mark, aku dan Luc juga memakai catatan-catatan mengenai kata-kata Yesus yang baru beredar setelah Mark selesai menulis Injilnya.
GUS: Tapi kau agak berbeda dengan Luc yang langsung berkata (Luk 12:2) bahwa tak ada yang tertutup yang takkan dibuka. Engkau mulai dengan mengatakan jangan takut terhadap “mereka” – tentu maksudmu mereka yang memusuhi – dan baru sesudah itu pembicaraannya sejajar degan Luc.
MATT: Sengaja kutonjolkan ungkapan “jangan takut” agar jelas bahwa wartanya terbingkai oleh gagasan itu.
GUS: Tolong jelaskan lebih lanjut!
MATT: Tugas yang dimaksud ialah menjelaskan kepada orang banyak siapa Yesus itu. Tugas ini bisa menakutkan yang ditugasi. Bisa bikin waswas diri sendiri. Jangan-jangan pengalaman amat pribadi percaya dan berguru pada Yesus itu diketahui orang banyak dan mereka dimintai pertanggungjawaban. Kan para murid itu dulu sealiran dengan orang-orang yang kemudian mau mempertanyakan keyakinan mereka.
GUS: Kau bilang waswas. Bener kagak kalau dikatakan waswas itu tidak sehat. Waswas itu rasa takut yang disebarkan oleh mereka yang tak bermaksud baik. Kekhawatiran yang menggoda terus-menerus dan bisa melemahkan. Eh, tahu tidak bahwa “waswas” itu asalnya dari kata Arab dan artinya bisikan setan yang bikin bingung, membuat hilang kepercayaan. Jadi “jangan takut” yang kita bicarakan ini menyangkut rasa waswas seperti ini kan?
MATT: Ehm, prof filologi Semit! Tapi benar, yang dimaksud memang jangan membiarkan diri dihanyutkan rasa takut yang begitu itu, yang hanya bikin waswas terus, yang mengendurkan semangat.
GUS: Tanya lagi nih tentang hubungan dengan sumber kalian bersama tadi. Yesus mengatakan agar murid tidak takut, yakni tak usah waswas, akan mereka yang bisa membunuh tubuh, tapi tidak dapat mencelakakan jiwa. Yang hendaknya ditakuti itu Dia yang bisa membinasakan jiwa dan tubuh di dalam neraka. Luc (Luk 12:4-5) yang biasa berpikir Yunani itu tidak memakai pembedaan tubuh dan jiwa seperti Mat 10:28.
MATT: Maksudku memang untuk menajamkan perbedaan yang di luar dan yang di dalam hidup kita. Tubuh bisa dicincang, tapi jiwa itu milik Yang Mahakuasa. Takutilah Dia kalau kau memang mau mengerti rasa takut yang membawa kalian ke dekat Dia.
GUS: Jadi para rasul tak usah waswas akan mereka yang bisa mempersukar yang di luar, tetapi tak bisa mengubah keyakinan. Kemudian para rasul itu juga diperingatkan agar takwa kepada Dia! Begini, Matt, kata takwa itu kan dari Arab taqwa, artinya takut kepada kekuatan ilahi degan sikap menghormat, dan mengharapkan kekuatan darinya, bukan takut yang waswas tadi itu, yang membuat orang mau melarikan diri.
MATT: Menarik! Mestinya dulu aku nulis dalam bahasa Indonesia…!
GUS: Para rasul juga diminta agar tak lagi waswas karena mereka itu jauh lebih bernilai daripada burung pipit yang walaupun harganya cuma sepeser toh tidak dibiarkan jatuh ke bumi tanpa kemauan Bapa di surga.
MATT: Begitulah, yang seremeh itu saja diperhatikan, apalagi para rasul. Tentu saja mereka dilindungi Bapa. Maka tak usah waswas, begitulah kiranya cara berpikir yang hendak diajarkan Yesus kepada para utusannya.

Pembicaraan dengan Matt ini menerangkan mengapa dalam ay. 32 ditegaskan bahwa barangsiapa mengakui Yesus di depan manusia, maka Yesus pun akan mengakuinya di depan Bapanya. Mengakui Yesus tentunya menerima warta Yesus tanpa membiarkan diri diusik rasa waswas dan terpengaruh bisikan-bisikan jahat mengenai dirinya, melainkan menjalankan perutusan dengan sikap takwa kepada Dia yang mengutus Yesus sendiri, yakni Bapanya. Jadi, menyangkal ialah membiarkan diri terus menerus hidup dalam perasaan tak menentu, waswas akan kebenaran warta Yesus, dan dengan demikian menyangkal juga yang mengutusnya. Orang seperti ini sudah berkubu kepada pembisik rasa waswas tadi dan tidak takwa kepada Bapa.

Pembedaan waswas dengan takwa itu dapat membuat kita semakin mengenali rasa takut, kurang aman, gelisah yang memang menjadi bagian dalam hidup kita sebagai manusia. Bisa saja keduanya tercampur, tapi makin diperiksa, arah-arahnya akan makin terlihat.

Ajaran Kebijaksanaan

Dalam Mat 10 termuat perkataan Yesus yang kemudian menjadi bekal bagi para utusannya. Bukan bekal fisik, melainkan bekal kebijaksanaan. Yang dimaksud ialah kepintaran menilai keadaan. Mereka juga diberi tahu (ay. 11-15) agar tidak memaksa-maksakan “salam”. Mereka tidak disuruh menjadi pemertobat orang banyak dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah. Bila disambut baik, syukur, dan di situlah damai bisa diwartakan lebih jauh. Bila tidak diterima, pergi saja, dan tak usah memberi kesan pernah berjalan ke situ, ini arti mengebaskan debu.

Kebebasan orang yang menerima atau yang kurang menerima patut dihormati. Juga dalam keadaan dimusuhi atau berada di lingkungan yang kurang menguntungkan mereka dianjurkan agar bersikap bijaksana dan apa adanya, tulus (ay. 16). Bahkan bila mereka diperlakukan dengan buruk di satu tempat, tak usah ngotot bertahan seolah-olah mereka tugas pokok mereka itu mati sebagai martir. Yesus mengajarkan, dalam keadaan itu lebih baik pindah mewartakan ke kota lain (ay. 22). Kebijaksanaan ini membuat mereka sanggup bertahan.

Dalam nasihat-nasihat agar jangan takut para rasul diajar mengamati rasa takut, mana yang melemahkan, mana yang menguatkan. Bagi kita? Boleh jadi tidak semua dari kita perlu merasa diutus seperti para rasul dulu. Jelas tidak semua diberi tanggung jawab seperti mereka. Namun bekal bagi kita sama. Kebijaksanaan dan ketulusan. Dan juga baru berguna bila dipakai.

Mengenai Bacaan Pertama (Yer 20:10-13)

GUS: Pak Yer, tulisan Nabi Yeremia yang kita dengar ini isinya kok keluhan melulu ya?
YER: [ketus]Tauk! Tanyak ke sana sendiri!
GUS: [sadar salah pencet tombol, ambil strategi baru omong-omong]Nanti deh kalau ketemu. Bacaan kali ini kiranya tentang Nabi Yeremia yang barusan dibogem mentah imam Pasyhur bin Imer yang kemudian menjebloskan sang nabi ke dalam penjara (Yer 20:1-6) karena kritik pedasnya terhadap tipisnya iman di kalangan kaum beragama resmi di tempat ibadat Pasyhur tadi.
YER: [mulai tertarik]Memang, itu terbaca dalam Yer 19:, terutama ayat 15. Nabi yang kini meringkuk di penjara itu kemudian mendaraskan doa (Yer 20:7-9) yang memang kedengaran seperti keluh kesah.
GUS: Jadi bukan semata-mata meratapi keadaan diri?
YER: Far from it! Yang kedengaran seperti keluh kesah itu sebetulnya mawas diri, menyadari bahwa hati nurani dan kata-katanya menjadi jalan bagi Yang Maha Kuasa mengingatkan orang banyak akan keadaan mereka sendiri.
GUS: Menarik, Pak Yer, apa keadaan mereka itu bisa dikatakan seperti kurang mengindahkan Dia sendiri dan malah mengolok-olok dan menyakiti orang yang mau memperkenalkan-Nya dengan baik-baik?
YER: Begitulah, mengerti sendiri kan?
GUS: Dalam petikan yang dibacakan Nabi Yeremia merasa sendirian, ditinggalkan mereka yang dekat, dimusuhi tapi ia juga mengatakan bahwa Tuhan menyertai dia sehingga ia tak kehilangan semangat, tak gentar oleh bisikan-bisikan orang banyak yang berisi ancaman memperkarakannya. Dia akan dibuktikan benar oleh Dia sendiri (Yer 20:10-12).
YER: Lha iya, malah Nabi Yeremia berani berkata mereka yang melawannya akan kena malu sendiri karena mereka akan terbukti keliru. Maka ia malah makin percaya diri, bukan sambat-sambat melulu, tapi mengajak orang bergembira memuji Yang Maha Kuasa (Yer 20:13).

Kiranya Nabi Yeremia sadar akan risiko yang dihadapinya dan tidak undur melainkan berteguh dalam komitmennya untuk setia pada Tuhannya. Baginya yang membuatnya mengalami resik dan bahaya juga sekaligus sumber kekuatannya. Tapi jelas juga yang hendak disampaikan teks Yeremia bukanlah imbauan agar orang meniru melainkan ajakan untuk menemukan kepuasan dan keberanian, bukan ngotot bersaksi atau berkeyakinan dengan membabi buta.

Kredit Foto: iglesiaadventistadeportalesdf.blogspot.com

Lamunan Pekan Biasa XII


Selasa, 27 Juni 2017

Matius 7:6.12-14

7:6 "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
7:13 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
7:14 karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, untuk mendapatkan hasil yang dituju orang akan mencari cara yang tidak menimbulkan kesulitan. Kalau ada berbagai metode orang akan mencari yang menghadirkan cara yang memberikan kemudahan.
  • Tampaknya, di era global orang akan mendapat banyak kemudahan untuk mencapai apa yang diinginkan. Bahkan amat banyak hal dapat dinikmati secara instan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, semudah apapun sebuah sajian tersedia tanpa membuat siapapun susah payah sehingga secara langsung dapat menikmatinya, dalam hal-hal yang bersangkut paut dengan kesejatian damai sejahtera kehidupan orang harus mau menjalani proses usaha bahkan dengan segala kesulitan sudah derita. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa hidup adalah perjuangan sehingga tidak akan terjebak oleh berbagai tawaran yang menghadirkan kemudahan.
Ah, yang baik itu adalah yang hadirkan banyak hasil tanpa harus bersusah payah.

Lakukan Terbaik untuk Sesama

Friday, June 23, 2017

Namanya adalah Yohanes

diambildari email group unio-kas 23 Juni 2017

Sabtu, 24 Juni 2017
HR Kelahiran S. Yohanes Pembaptis
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Lukas 1:57-66.80

Pada waktu itu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Lalu mereka memberi isyarat kepada Zakharia untuk bertanya nama apa yang hendak ia berikan kepada anaknya itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini, "Namanya adalah Yohanes."  Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, hari ini kami merayakan kelahiran Yohanes Pembaptis. Yohanes lahir dari wanita tua dan mandul. Ini menyatakan bahwa keselamatan kami melulu karya Allah.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, kisah kelahiran Yohanes sejajar dalam banyak cara dengan kelahiranMu. Namanya Yohanes. Ia diberi nama baru sebab Allah memiliki misi khusus baginya. Ia akan berbicara dengan berani dalam cara kenabiannya dan mempersiapkan misinya di padang gurun. Ia mempersiapkan jalan bagi kedatanganMu.

Tuhan Yesus Kristus terlasih, terima kasih atas daya kehadiranMu dalam hidupku melalui Adorasi Ekaristi Abadi. Kuatkan imanku. Aku juga memiliki nama baru, nama baptisku. Semoga aku bertumbuh sesuai nama itu. Bantulah aku mewartakan kasih kerahimanMu kepada setiap orang kini dan selamanya. Amin.

Panti Wreda Rindang Asih Pamularsih, 23/6/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Lamunan Hari Raya

Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Sabtu, 24 Juni 2017

Lukas 1:57-66.80

1:57. Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
1:58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
1:59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
1:60 tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
1:61 Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
1:62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
1:63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
1:64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
1:65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
1:66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
1:80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa membesarkan anak dengan baik itu adalah mengutamakan pemberian air susu ibu ketika masih bayi. Seiring pertambahan usia orang tua akan memberikan asupan yang baik dan sehat.
  • Tampaknya, untuk membesarkan anak dengan baik orang tua akan menyediakan beaya pendidikan sekolah. Dengan bekal ilmu seorang anak akan dapat siap menempuh perjuangan hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun mampu mendampingi dan membeayai anak sehingga anak mampu bekerja menghasilkan harta dan kekayaan berlimpah, orang tua belum sungguh membesarkan anak kalau dalam pendampingannya belum menjadikan anak memiliki sikap dasar yang baik, benar, dan mulia. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati kaum tua akan menjadi pendamping anak membangun dan mengembangkan sikap tidak egoistik tetapi selalu terbuka pada perjuangan demi kebaikan umum.
Ah, orang tua yang baik akan memberikan banyak warisan harta pada anaknya.

Thursday, June 22, 2017

MAKAN PETE

diambil dari https://www.facebook.com/titik.ananto 21 Juni 2017

Sekitar awal Nopember 2013, saya dpt info bhw ada orang...
*MAKAN PETE tiap hari 2 x 8 biji,*
Kuat berlutut ber-jam² tanpa rasa sakit..!!

✅. Terus saya mendapat Broadcast berikut ini...
Sejak Tahun 2006 tulang pinggang saya terasa sakit,
duduk lama akan terasa sakit,
Berdiri lama sakit,
Terlebih saat menggendong anak & saat tidur tengkurap.
Sekitar 2 Bulan lalu saya :
*MAKAN PETE secara rutin, 10 Butir tiap hari..!!*

✅. Setelah bbrpa hari rasa sakit berkurang n saat ini hampir² tak ada lagi rasa sakit di pinggang..!!
Ibu mertua juga makan,
tadinya jari² susah n agak sakit bila digerakkan.
Saat ini, jauh lebih baik..!!

✅. Tadi pagi Bapak Frederik S. Waworuntu menulis kalimat di bawah ini kepada saya:
*MANFAAT PETE* sudah diteliti oleh peneliti Belanda sejak Zaman Penjajahan dulu..!!

✅. Mereka tertarik karena di Pedesaan Indonesia rata² Orang Tua sering mengkonsumsi Pete ini & mereka jarang mempunyai masalah tulang..!!

✅. *Rata-rata masalah pada Orang Tua adalah : Proses Penuaan jaringan ikat yang dibangun oleh Kolagen yang terdapat pada Kulit, Otot, Tulang, Rambut & Kuku..!!*

✅. *PETE*mengandung *Gelatin* yang dapat dicerna oleh tubuh untuk *m'sintesa kolagen..!!*

✅. *PETE* juga mengandung Albumin adalah Protein Plasma tubuh kita yg mencapai 60%..!!

✅. *PETE* mengandung Serat untuk membantu *Pencernaan* bekerjasama dengan *Gelatin & Mineral* *Kalium, Kalsium, Posfor & Besi yang dikandungnya...!*

✅✅. Wooow......
*LUAR BIASA ...., ALLAH yang sudah menciptakan Buah Ajaib yang bernama "PETE"..!!!*

✅✅. *Seharusnya saya*
*Operasi & Menghabiskan banyak uang..!!*
Dokter bilang penyakit saya adalah *HNP atau Syaraf Kejepit..!!*

✅✅. *Saudara² ku ini Artikel yang Bagus utk Tulang Kita yg semakin Tua..!!!*

Seperti diketahui,
*Pohon Pete dikenal Varietas Pete & Petai.*
Kita bisa makan buah itu dengan cara Dimakan Langsung, ϑî Jus, Minuman siap saji, Sorbets, Kue, dll...
Hal ini menghasilkan banyak kebaikan, tapi yang paling menarik adalah efek yang dihasilkan pada *Kista & Tumor.*
Buah ini adalah Obat yang terbukti melawan *Semua Jenis Kanker...*
*Pete* dianggap juga sebagai :
Spektrum *anti mikroba* terhadap *Infeksi Bakteri & Jamur,*
*Efektif terhadap Parasit Internal & Cacing,*
*Dapat mengatur Tekanan Darah yang Terlalu Tinggi* &
*Berguna sebagai Anti Depresan, memerangi Stres & Gugup...*
Sumber Informasi menarik ini berasal dari salah satu Produsen Obat terbesar ϑî Dunia yg mengatakan bahwa setelah lebih dari 20 Tes Laboratorium yang dilakukan sejak Tahun 1970, terungkap bahwa :
*Pete* bisa menghancurkan *Sel² Ganas ϑî 12 Kanker,* termasuk :
*Kolon, Payudara, Prostat, Paru² & Pankreas...*

Senyawa buah ini menunjukkan *10.000 x Lebih Baik dari Produk Adriamycin,* Obat Kemoterapi biasanya digunakan ϑî Dunia, memperlambat Pertumbuhan Sel Kanker...

Dan bahkan yg lebih mencengangkan:
Jenis terapi dengan Ekstrak Pete hanya menghancurkan *Sel² Kanker Ganas & Tidak mempengaruhi Sel² Sehat...*

Institute of Health Sciences, 819 Sweden Riset Biosains. L.L.C. Cause Street.
Sebarkan Berita Baik demi Kesehatan kita semua...

✅✅. Selamat mencoba... *PETE.. iyaaa... PETE...* Khususnya bagi Orang² Tua yg Sudah Berusia diatas 50 Tahun...
Yang kadang² menjumpai Problem pada :
TULANG, LUTUT SAKIT & PERSENDIAN²....
waktu berdiri atau berjalan kaki..!!
Silahkan mencoba obat Herbal karunia Allah....
*"MAKAN PETE"...*‼ 🍏🍏🌷

Lamunan Hari Raya

Hati Yesus Yang Mahakudus
Jumat, 23 Juni 2017

Matius 11:25-30

11:25. Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
11:26 Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang baik bahkan kudus akan selalu berupaya memahami yang menjadi kesukaan Tuhan. Dia tak segan untuk menderita susah payah demi menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan.
  • Tampaknya, ada anggapan bahwa kehendak Tuhan erat kaitannya dengan hidup keagamaan. Orang baik bahkan suci akan berupaya memenuhi segala perintah agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setekun dan setertib apapun seseorang menjalani apapun yang diperintahkan bahkan hanya dianjurkan dalam hidup keagamaan, dia belum sungguh-sungguh baik bahkan suci kalau belum amat bersukacita karena kemudahan kaum jelata dalam sederhananya mampu memahami kesukacitaan yang justru kerap sulit terpahami oleh guru kebijakan dan kaum intelektual karena rumitnya telaah. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang justru lebih berguru pada kaum kecil dari pada para tokoh untuk memahami dan menghayati kebenaran yang menghadirkan sukacita.
Ah, bagaimanapun juga orang-orang kecil itu adalah kaum tak berpengetahuan.