Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, January 29, 2018

Percikan Nas Selasa, 30 Januari 2018

Selasa, 30 Januari 2018


Yasinta Mareskoti, Bronislaus Markiewicz
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
2Sam. 18:9-10,14b,24-25a,30-19:3; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Mrk. 5:21-43.
BcO Kej. 28:10-29:14.
Nas Injil:
21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.” 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. 25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?” 31 Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” 37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!” 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. 41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” 42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Percikan:
Satu hal yang saat ini menarik bagiku dari kutipan Injil hari ini adalah kesadaran Yesus atas kekuatan yang keluar darinya (lih. Mrk 5:31). Di dalam kerumunan banyak orang Yesus bisa merasakan keluarnya tenaga dari diri-Nya.
Situasi itu mengingatkanku pada situasi yang tidak gampang sadar mengerti ke mana perginya kekuatan yang kita miliki. Kala kita lagi berkelimpahan uang, kita gampang sekali mengeluarkan bahkan untuk hal-hal yang tidak jelas. Sadar-sadar kala uang sudah habis dan kita tidak tahu untuk apa saja uang tersebut.
Kiranya kita bisa bertanya dalam diri kita bagaimana kita selalu mampu menyadari dan menata daya yang kita miliki. Apakah selama ini aku sadar dan menata daya yang kukeluarkan?
Doa:
Tuhan semoga aku selalu menjaga dan menyadari daya yang Kauanugerahkan. Semoga aku tidak boros terhadap anugerah-Mu itu. Amin.
(goeng)

Sunday, January 28, 2018

Tempel Resto?


"Y"Yen njenengan criyos Tempel resto niku sing wau dalu, nggih?" (Kalau Anda bicara tentang Tempel resto itu yang tadi malam itu, ya?) kata Rm. Harto kepada Rm. Bambang ketika makan pagi di hari Selasa 23 Januari 2018. Ternyata Rm. Ria tertarik omongan itu sehingga bertanya "Resto apa kuwi" (Itu resto apa?) yang dijawab oleh Rm. Bambang "Restoran menu werna-werna. Wau dalu jajan rika nggih Rm. Harto" (Itu restoran yang menyajikan bermacam-macam menu. Tadi malam kita jajan ke sana ya, Rm. Harto). Rm. Harto tersenyum sambil menganggukkan kepala. Pada Senin 22 Januari 2018 untuk Rm. Bambang dan Rm. Harto memang menjadi hari penuh kemeriahan. Pada pagi hari ada makan bersama para rama dan karyawan Domus Pacis serta beberapa relawan yang kebetulan datang ke Domus, yaitu: Bu Madi, Bu Sri dari Ambarrukmo, Mas Handoko, Mbak Sri Handoko, Pak Frans, Bu Mumun. Ada tambahan menu nasi goreng dan bakmi godog yang cukup banyak.




Kemudian sesudah makan siang Rm.Harto, yang didampingi Mas Abas, Rm. Bambang bersama suami-istri Handoko dan 3 anaknya dengan mobil granmax menjemput Bu Rini di SMK Sanjaya Pakem. Mereka menuju Pastoran Katolik Paroki Banyutemumpang. Rm. Parman, pastor kepala Paroki, amat bergembira mendapatkan ucapan ulang tahun. Sebenarnya rombongan kecil juga bermaksud berjumpa Rm. Karto Sudarmo, pastor pembantu. Ternyata beliau sedang tidak ada di Pastoran. Tetapi karena sudah tahu akan rencana kedatangan rombongan ini, beliau telah menyiapkan beberapa tas pastik yang berisi macam-macam makanan. Bahkan Rm. Parman secara khusus memberi amplop kepada Rm. Harto dan Rm. Bambang. Rombongan ini kemudian menuju Taman Doa Bunda Maria di Gantang, wilayah Paroki Banyutemumpang. Seusai doa dan ketika sedang duduk-duduk di teras Kapel Gantang, datanglah Rm. Karto. Maka rombongan terlibat temu gembira bersama Rm. Karto yang tampak amat ceria penuh suka cita berjumpa Rm. Bambang. Nah, tentang jajan di warung makan daerah Tempel, yang oleh Rm. Bambang disebut Tempel Resto, hal itu terjadi ketika perjalanan pulang ke Domus Pacis. Hari itu memang hari khusus Rm. Bambang ketika memperingati tahun tahbisan imamat yang dulu terjadi pada tanggal 22 Januari 1981. Rm. Bambang ditahbiskan bersama Rm. Karto Sudarmo dan Rm. Heruyanto, yang kini jadi pastor di Paroki Bintaran.

Daya Kuasa Kasih Yesus


Senin, 29 Januari 2018
Pekan Biasa IV
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mrk 5:1-20 

Ya Tuhan Yesus Kristus, ketika aku takut akan kekuatan jahat di dalam diriku, aku ingat bahwa Engkau mengusir setan dan mengalahkan mereka seperti yang diwartakan dalam Injil hari ini. Di dalam Dikau aku memiliki Juruselamat yang kuat melawan Iblis yang tidak berdaya.

Sekarang dalam doa ini aku ingat untuk tetap terarah padaMu. Saat Engkau menggunakan kekuatanMu atas roh-roh jahat Engkau mengungkapkan siapa diriMu sebenarnya. Tolonglah aku cerahkan daku dengan cintaMu. Engkau adalah sumber, tidak hanya kekuatan cinta, tapi juga belarasa. Tolong sembuhkan aku Tuhan agar aku bisa menjadi saksi dan mewartakan kasih kerahimanMu dalam hidupku sekarang dan selamanya. Amin.

Johar Wurlirang, 28/1/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Percikan Nas Senin, 29 Januari 2018

diambil dari https://parokiwates.com/renungan
Yosef Freinademetz, Arkanjela Girlani
warna liturgi Hijau
Senin, 29 Januari 2018

Bacaan-bacaan:
2Sam. 15:13-14,30; 16:5-13a; Mzm. 3:2-3,4-5,6-7; Mrk. 5:1-20. BcO Kej. 27:30-45.
Nas Injil:
1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. 3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. 5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” 8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” 9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.” 10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” 13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” 20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
Percikan:
Orang yang baru disembuhkan dari roh jahat berkehendak menyertai Yesus. Namun Yesus tidak memperkenankannya dan menyuruhnya pulang ke rumah dan kampungnya untuk memberitakan apa yang telah diperbuat Tuhan baginya. Orang itu pun tidak kecewa dan mengikuti pesan Yesus untuk menyampaikan berita tersebut (bdk. Mrk 5:18-20).
Ada banyak jalan dan cara untuk menanggapi panggilan Tuhan. Ada Rama yang dulu ditolak di seminari A lalu masuk seminari B dan akhirnya bisa ditahbiskan menjadi imam. Ada orang yang tidak masuk di tim kerja tertentu lalu ia tetap tergerak melayani dan masuk ke tim lain dan bisa berkarya dengan baik. Semangat melayani tetap berkobar walau harus melalui jalan yang berbeda.
Kita dipanggil untuk selalu menjaga api semangat pelayanan kita. Ada banyak tempat yang bisa menjadi kendaraan kita untuk melayani. Apakah kita mesti menghentikan semangat kita kalau menghadapi penolakan?
Doa:
Tuhan Yesus, semoga semangatku terus menyala. Semoga aku tetap bersemangat kala ditolak dan mampu menemukan jalan lain untuk tetap mengabdi-Mu. Amin.
(goeng)

Lamunan Pekan Biasa IV

Senin, 29 Januari 2018

Markus 5:1-20

5:1. Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
5:7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."
5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"
5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
5:20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam hidup beragama orang tergerak untuk mewartakan keluhuran agama yang dianut. Bahkan di dalam Gereja umat Kristiani mendapatkan identitasnya dengan mewartakan Injil.
  • Tampaknya, tidak sedikit umat Kristiani yang menganggap bahwa mewartakan Injil adalah mempromosilan gereja yang dianut. Orang berusaha merekrut orang lain untuk mau dibaptis menjadi anggota gerejanya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sehebat dan setekun apapun orang Kristiani mewartakan agama dan gereja yang dianutnya, hal itu belum tentu menjadi berita Injil sejati kalau di dalam hidup sehari-hari tidak menampakkan sukacita alami yang muncul dari relung kalbu sebagai buah rasa syukur karena dalam hidupnya mengalami uluran kebaikan yang disadari sebagai anugrah ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan dikuasai oleh rasa syukur yang banyak dilihat orang lain dalam kehadiran yang menceriakan.
Ah, yang namanya penginjilan itu ya usaha menyebarluaskan agama.

Wibawa dan Kuasa Yesus Kristus


Minggu, 28 Januari 2018
Hari Minggu Biasa IV
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mrk 1:21-28

Ya Yesus Kristus terkasih, orang-orang takjub mendengar pengajaran-Mu, sebab Engkau mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa. Tentu saja, sebab Engkau adalah Putra Allah yang Mahakuasa. Maka roh-roh jahat pun tunduk dan takluk di bawah kuasa-Mu. Meski roh-roh jahat mengenal-Mu sebagai Yang Kudus dari Allah namun Engkau tetap tegas mengusir mereka sebab mereka membelenggu manusia.

Engkau menaklukkan kuasa dosa dan kejahatan. Bantulah aku untuk tetap setia kepada-Mu dan tidak terbujuk oleh pujian dan ketakjuban manusia terhadap hal-hal baik yang Kau kerjakan dalam dan melalui diriku yang lemah dan rapuh ini.

Sebaliknya, buatlah aku tetap rendah hati dan tekun setia serta bertanggungjawab atas tugas utama yang telah Kau percayakan kepadaku mewartakan kasihMu demi keselamatan jiwa-jiwa. Bebaskanlah aku dari kuasa kejahatan. Ampunilah aku orang berdosa ini. Engkaulah Sang Sabda Kehidupan kekal kini dan selamanya. Amin.

Johar Wurlirang, 28/1/2018


»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Saturday, January 27, 2018

Percikan Nas Minggu, 28 Januari 2018

diambil dari https://parokiwates.com/renungan

Hari Minggu Biasa IV
warna liturgi Hijau
Minggu, 28 Januari 2018
Bacaan-bacaan:
Ul. 18:15-20; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; 1Kor. 7:32-35; Mrk. 1:21-28. BcO Kej. 27:1-29.
Nas Injil:
21 Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. 22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. 23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: 24 “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” 26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. 27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” 28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
Percikan:
Suatu kali ada seorang imam bercerita di hadapan umat. Umat memperhatikan dengan seksama. Bahkan banyak terbius terhadap penyampaian imam tersebut. Kisahnya begitu terngiang di hati umat dan merekapun membagikan cerita tersebut kepada keluarga dan umat yang lain.
Pesona yang luar biasa memang bisa membius orang lain, bahkan menggerakkan orang. Yesus sungguh pribadi yang sangat mempesona. Banyak orang terpesona dengan omongan-Nya. Bahkan banyak roh jahat pun tunduk pada perintahnya.
Memang kharisma seseorang mempengaruhi kemampuannya untuk mempengaruhi orang. Setiap orang pasti mempunyai kharisma. Apa kharismaku? Bagaimana aku mengeluarkan kharismaku?
Doa:
Bapa terima kasih atas kharisma yang Kauanugerahkan padaku. Semoga aku mampu mendayakannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
(goeng)