Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, July 26, 2018

Percikan Nas Jumat, 27 Juli 2018


Jumat, 27 Juli 2018

Petrus Krisologus, Yustinus de Jakobis
warna liturgi Hijau


Bacaan-bacaan:
Yer. 13:1-11; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 13:31-35. BcO Ayb. 29:1-10; 30:1,9-23.

Nas Injil:
31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Percikan Nas:
Tuhan memberikan perumpamaan biji sesawi dan ragi untuk Kerajaan Surga. Dua hal yang sangat kecil namun bisa bertumbuh besar dan mengubah yang besar menjadi seuatu yang dimaksud. Biji sesawi itu kecil namun kala bertumbuh bisa menjadi tanaman yang besar dan rindang. Ragi sedikit bisa mengubah adonan siap menjadi bahan roti.
Sering di antara kita merasa kecil dan tidak bisa apa-apa kala diminta menjadi ketua lingkungan, wilayah, dewan maupun prodiakon. Sering merasa tidak mampu kalau jadi prodiakon. Bapak Kardinal Darmoyuwono almarhum pernah mengatakan, “Tidak ada yang tidak berguna, semua berarti bagi Tuhan.”
Memang semua itu berarti bagi Tuhan. Tuhan mencipta manusia dengan keunikannya. Keunikan tiap manusia berguna bagi kehidupan bersama. Tiap manusia pun mempunyai daya umum yang hampir sama. Daya ini bisa bertumbuh kala berani “mati” dan melebur dengan tanggungjawab hidup yang kita terima. Saya percaya kala orang mau maka orang tersebut akan mampu mengerjakan yang dipercayakan padanya. Kala kita berani menerima tanggungjawab yang seakan berat bagi kita maka daya itu akan bertumbuh kala kita mengerjakannya.

Doa:
Tuhan memang mungkin aku belum mengenal semua rahmat-Mu kepadaku. Kadang aku jadi merasa tidak mampu terhadap sesuatu. Kini aku percaya bahwa Engkau telah memberikan aneka rahmat yang membuatku berdaya. Semoga aku mempunyai kekuatan untuk menumbuhkannya. Amin.

Kita berdaya
 (goeng).

Biarkan Tuhan Menghibur dan Menyuburkan Hati Kita


Jumat, 27 Juli 2018
Pekan Biasa XVI
Mazmur Tanggapan Yeremia 31:10.11-12ab.13

Sekali-sekali mari kita renungkan Mazmur Tanggapan. Mazmur Tanggapan hari ini dikutip dari Kitab Yeremia. Refrennya bagus. Tuhan akan menjaga kita seperti gembala menjaga kawanannya. Refren ini memberi konsolasi di tengah derita yang kita alami. Apa pun bentuk penderitaan itu.

Kita diajak bergembira dan percaya bukan karena kehebatan kita melainkan karena kehebatan Tuhan yang akan menghimpun kembali, dan menjaga kita, umatNya seperti gembala menjaga kawanan dombanya! Tuhan telah membebaskan umatNya, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. Kita akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan. Tuhan akan mengubah perkabungan kita menjadi kegirangan, akan menghibur dan menyukakan kita sesudah kedukaan kita.

Ya Yesus, betapa sering kami dicekik oleh berbagai penderitaan, kecemasan dan ketakutan akan dunia ini dan segala perkara duniawi. Buatlah hatiku subur bagi firmanMu hingga aku bergembira dan berbahagia karena bisa dan boleh mengandalkan daya kekuatan kasihMu yang membebaskan daku dari semua itu kini dan selamanya. Amin.

JoharT Wurlirang, 26/7/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan Biasa XVI

Jumat, 27 Juli 2018

Matius 13:18-23

13:18 Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu.
13:19 Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.
13:20 Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira.
13:21 Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.
13:22 Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
13:23 Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kata mengerti kerap dikaitkan dengan dimensi kognitif. Orang disebut mengerti akan sesuatu karena memiliki pengetahuan akan itu.
  • Tampaknya, karena berkaitan dengan pengetahuan orang dapat mengira bahwa yang belajar sampai perguruan tinggi akan memiliki pengertian melebihi yang hanya tatarannya lebih rendah. Bahkan ada yang mengira bahwa yang memiliki banyak titel akan mudah mengerti amat bayak hal.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki wawasan ilmiah yang amat luas karena banyak titel dan banyak baca, orang belum tentu mengerti yang dihadapi karena kesejatian pengertian adalah sikap menerima realita yang dihadapi. Dalam yang ilahi karena keesraannya dengan gema relung hati orang akan memiliki keterbukaan terhadap kenyataan hidup dengan segala tuntutan dan risikonya.
Ah, kalau tidak sesuai dengan pegangan pemahaman umum orang harus berani menolaknya.

Penyebab Badan Pegal Pada Usia Lanjut

diambil dari http://www.kunjer.com/2016/11

kunjer.com - Orang-orang usia lanjut adalah mereka yang berusia diatas 60 tahun, usia lanjut juga merupakan usia rawan dalam segi kesehatan sebab berbagai organ pada usia lanjut sudah mulai mengalami penurunan fungsi selain itu usia lanjut merupakan usia dimana orang-orang akan merasakan dampak dari apa yang mereka lakukan di usia muda baik itu dalam segi makanan maupun kesehatan. Jika seseorang semasa mudanya tidak menjaga pola makan maka saat ia memasuki usia lanjut penimbunan zat-zat berbahaya pada makanan yang ia konsumsi di usia muda akan terus menumpuk dan menjadi sumber berbagai penyakit. Masalah kesehatan yang sering dialami usia lanjut adalah mudah pegal, penyebab badan pegal pada usia lanjut ini bermacam-macam ada yang datang dari dalam diri usia lanjut itu sendiri ataupun datang dari lingkungan. Berikut ini adalah beberapa penyebab badan pegal yang sering dikeluhkan para usia lanjut:

Badan Pegal Pada Usia Lanjut
Ilustrasi
  1. Kebiasaan, kebiasaan usia lanjut pada saat masih muda senantiasa bekerja dan ketika memasuki usia lanjut secara otomatis tidak bisa mengerjakan beberapa pekerjaan yang biasa ia kerjakan maka hal ini akan membuatnya merasa pegal karena tidak terbiasa berdiam diri.
  2. Penurunan fungsi organ, beberapa organ yang mengalami penurunan fungsi juga menjadi penyebab bagi usia lanjut mudah merasa pegal-pegal.
  3. Makanan, memasuki usia lanjut tidak semua makanan dapat dicerna dengan baik sehingga beberapa usia lanjut kehilangan manfaat dari makanan tersebut dan berpotensi kehilangan energi sehingga mudah merasa pegal.
  4. Perubahan struktur organ dalam tubuh, seperti struktur tulang yang berubah sehingga usia lanjut memiliki peluang lebih besar mengalami osteoporosis dan pegal-pegal karena komposisi dalam tulang yang mulai berkurang.

Dari beberapa penyebab yang disebutkan di atas secara garis besar pegal-pegal yang terjadi pada usia lanjut memang wajar adanya karena terjadinya banyak perubahan-perubahan baik dari faktor luar (lingkungan) maupun dari dalam diri usia lanjut itu sendiri.

Perlunya kesadaran bagi para usia lanjut itu sendiri bahwa usia mereka yang terbilang sudah tidak muda lagi maka mereka perlu menjaga kesehatan meskipun cuma pegal-pegal yang terbilang biasa saja namun berawal dari rasa pegal inilah berbagai sumber gangguan kesehatan lainnya muncul. Bukan hanya gangguan kesehatan biasa melainkan gangguan kesehatan yang parah bahkan pada beberapa kasus tertentu gejala awal rematik adalah rasa pegal-pegal dan linu pada persendian baik sendi kaki maupun sendi tangan, para usia lanjut pun perlu mengetahui penyebab badan pegal agar mereka dapat membatasi aktivitas yang menyebabkan mereka pegal-pegal. Perlunya sosialisasi dari pihak-pihak yang terkait seperti dinas kesehatan juga memegang peranan penting agar para usia lanjut dapat lebih memahami tentang keadaan kesehatan mereka.

Untuk pihak keluarga seperti anak dan cucu juga harus lebih memperhatikan anggota keluarga yang sudah usia lanjut, anggota keluarga yang lebih muda dan memiliki pengetahuan lebih dapat memberitahu anggota keluarga mereka yang berusia lanjut tentang penyebab badan pegal namun dalam proses pemberitahuan tersebut harus secara perlahan-lahan dan halus jangan sampai usia lanjut tersebut merasa tersinggung dan salah paham karena penyampaian yang salah, proses pemberitahuannya pun harus secara bertahap tidak bisa langsung sekaligus. Mungkin butuh kesabaran tinggi untuk menasehati orang lanjut usia namun inilah cara paling efektif dalam memeperingatkan mereka agar lebih memperhatikan kesehatan mereka, jika para lanjut usia merasa diperhatikan oleh anak cucunya maka mereka pun juga akan merasa senang.

Wednesday, July 25, 2018

Merawat Firman di Hati


Kamis, 26 Juli 2018
PW St Yoakim dan Ana, Orangtua Bunda Maria
Pekan Biasa XVI
Mateus 13:16-17

Yesus sering berbicara tentang musuh Allah, yakni iblis, sebagai makhluk nyata, yang memiliki pengaruh nyata atas kehidupan kita. Ketika kita mendengar Firman Tuhan, niat baik tumbuh di dalam diri kita. Iblis berusaha untuk “mencuri” niat ini jauh dari hati kita. Iblis mencoba untuk mencabut niat baik kita. Maka kita harus membuat komitmen yang teguh untuk mengijinkan firman Tuhan berakar dan bertumbuh dalam kehidupan kita.
Firman Tuhan tak cukup ditanggapi dengan rasa gembira, penghiburan dan semangat sesaat. Justru ketika suasana hati buruk atau suram, tantangan merawat benih Firman Tuhan harus semakin menguat. Kita harus mencari Kristus dan semakin berakar padaNya. Jangan pernah membiarkan kecemasan duniawi dan iming-imingnya mencekik hidup kita sehingga kita tidak menghasilkan buah. 

Ya Yesus, satu-satunya cara untuk menaklukkan serangan iblis terhadap iman kami adalah dengan membuat komitmen yang teguh untuk menyediakan waktu bagiMu. Kuatkan daku untuk menjadikan Dikau sebagai prioritas utama hidupku. Perkuatlah tekadku untuk menjadikanMu Raja Sejati hatiku dalam hidupku sehari-hari kini dan selamanya. Amin

JoharT Wurlirang, 25/7/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Percikan Nas Kamis, 26 Juli 2018

Perayaan Wajib St. Yoakim dan Anna Orangtua Santa Perawan Maria
warna liturgi Putih

Kamis, 26 Juli 2018

Bacaan-bacaan:
Sir. 44:1,10-15; Mzm. 132:11,13-14,17-18; Mat. 13:16-17. BcO Ayb. 23:1-24:12.
Nas Injil:
16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. 17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Percikan Nas:
Saat masih menjadi frater ada teman yang bilang begini, “Goeng kamu beruntung bisa mengalami banyak momen istimewa dalam keterlibatanmu.” Ya kebetulan saat itu saya terlibat kegiatan mahasiswa yang lagi rame-ramenya mendengungkan perubahan, juga terlibat dalam kegiatan interfaith. Masa-masa itu terasa sangat dinamis. Bahagia bisa melihat dan terlibat. Mereka yang melihat dan mendengar yang kami lakukan pun turut berbahagia.
Tuhan bersabda, “Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Mat 13:16). Anna dan Yoakim yang kita peringati hari ini pun berbahagia menyaksikan anaknya, Maria bunda Yesus, dipilih Allah. Para orang tua yang barusan anaknya ditahbiskan pun bahagia melihat anaknya dipilih.
Banyak hal yang kita lihat di sepanjang hidup kita. Penglihatan-penglihatan ini pun membahagiakan kita. Semakin mata kita mampu melihat sesuatu dengan baik maka kebahagiaan itu pun makin kuat. Maka mari kita pertajam mata kita untuk melihat kebaikan-kebaikan Tuhan dan telinga kita untuk mendengar sabda-sabda Tuhan. Mata yang tajam dan telinga yang peka akan menghantar kita untuk mencapai kesempurnaan hidup ini.
Doa:
Tuhan semoga mataku mampu melihat karya-Mu dengan baik dan telingaku mampu mendengar bisikan sabda-Mu. Mata dan telinga yang Kauberikan menjadi bekal bagiku untuk menjalani pejiarahan hidup ini. Terima kasih. Amin.


Mata dan telinga yang tajam.
(goeng).

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Yoakim dan Santa Anna, Orang Tua Santa Perawan Maria
Kamis, 26 Juli 2018

Matius 13:16-17

13:16 Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
13:17 Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, mata dan telinga menjadi organ tubuh yang amat dibutuhkan oleh orang untuk bersosialisasi. Untuk melakukan komunikasi orang membutuhkan kesehatan mata dan telinga.
  • Tampaknya, cacad mata atau telinga atau keduanya akan memasukkan orang kedalam golongan difabel. Dia akan mengalami hambatan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki mata dan telinga amat sehat, orang belum tentu menangkap berbagai peristiwa luhur yang berkaitan dengan kesejatian hidup kalau tak memiliki hati lentur terbuka merekam yang tampak dan terdengar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang mampu melihat dan mendengar kesejatian hidup yang amat dirindukan justru karena adanya keeratan mata telinga dengan kedalaman batin.
Ah, yang buta dan tuli pasti kalau trampil menangkap kejadian dibandingkan dengan bermata dan bertelinga sehat.