Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, December 26, 2019

Lamunan Pesta

Santo Yohanes, Rasul
Hari ketiga Oktaf Natal
Jumat, 27 Desember 2019

Yohanes 20:2-8

20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, untuk hidup secara wajar orang harus melandaskan diri pada realita. Orang akan maju dan berkembang berdasarkan fakta dan data yang dihadapi.
  • Tampaknya, di dalam kebersamaan untuk maju dan berkembang orang harus melandaskan diri pada kesepakatan. Di dalam pembicaraan sekalipun berlandaskan data sama orang dapat menyampaikan pendapat sesuai sudut pandang masing-masing sehingga dapat terjadi diskusi dan perdebatan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun menghadapi fakta dan data sama dengan kesamaan visi dan misi, orang yang dapat melihat jauh lebih dalam akan menangkap yang tampak secara lahiriah sebagai penyataan karya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dapat selalu sambung rasa dengan yang bertahta dalam nurani ketika menghadapi berbagai macam fakta.
Ah, omongan tentang yang ilahi itu ya ketika pas menjalani agama.

Santo Stefanus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 19710 Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 08 Oktober 2019

  • Perayaan
    26 Desember
  •  
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  •  
  • Wilayah karya
    Yerusalem
  •  
  • Wafat
    Sekitar Tahun 33 | Martir, Dirajam sampai mati
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

Nama Stefanus berasal dari Bahasa Yunani Stephanos, yang berarti "mahkota".  Ia adalah pengikut Kristus pertama yang menerima mahkota kemartiran. Stefanus adalah seorang diakon pada masa Gereja Perdana. Kita membaca kisah tentangnya dalam Kitab Kisah Para Rasul. Petrus dan para rasul lainnya menyadari bahwa mereka membutuhkan penolong-penolong untuk mengurus para janda serta kaum miskin. Jadi, mereka mentahbiskan tujuh orang diakon. Stefanus adalah yang paling terkenal dari antara mereka.
“Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.” (KIS 6:1-6)
Tuhan mengadakan banyak mukjizat melalui St. Stefanus. Ia berbicara dengan hikmat dan karunia yang membuat banyak dari para pendengarnya menjadi pengikut Yesus. Para musuh Gereja Yesus merasa geram melihat betapa berhasilnya khotbah St.Stefanus. Pada akhirnya, mereka bersekongkol untuk melawan dia. Mereka tidak dapat membantah perkataan-perkataannya yang bijaksana, jadi mereka memerintahkan beberapa orang untuk bersaksi dusta terhadapnya. Saksi-saksi palsu itu mengatakan bahwa Stefanus telah berbicara hujat terhadap Tuhan. Stefanus menghadapi gerombolan para musuhnya yang banyak itu tanpa rasa takut.  Kitab Suci mengatakan bahwa wajahnya menjadi serupa dengan wajah malaikat.
“Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.” (KIS 6:15)
Dalam sidang itu Stefanus berbicara tentang Yesus dan menunjukkan bahwa Ia adalah Mesias yang dijanjikan Tuhan. Ia mencela ketidak-percayaan mereka kepada Yesus sama seperti dulu nenek moyang mereka yang juga tidak percaya kepada nabi-nabi terdahulu. Mendengar itu, mereka menjadi amat marah serta berteriak-teriak kepadanya. 
“Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (KIS 7:55-56)
Para musuhnya menutup telinga mereka dan tidak mau mendengarnya lebih lanjut. Mereka menyeret St. Stefanus ke luar kota Yerusalem dan melemparinya dengan batu hingga mati. Orang kudus itu berdoa, “Tuhan Yesus, terimalah rohku!” Kemudian ia berlutut serta memohon kepada Tuhan untuk tidak menghukum para musuh yang membunuhnya.
“Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia” (KIS : 7:60)
Setelah pernyataan kasih yang sedemikian besar itu, Stefanus lalu meninggalkan dunia ini menuju kebahagiaan abadi bersama Yesus yang dikasihinya.
Pada Kis 8:2 dikatakan :  “Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat”.  Tidak ada penjelasan tentang dimana lokasi makam Martir pertama ini.  Sampai Pada Tahun 415 Masehi seorang peziarah dan imam bernama Lucian  mendapat penglihatan yang mengungkapkan lokasi jenazah Santo Stefanus dimakamkan. Lokasi dimana saat ini berdiri Gereja St. Stefanus, di Yerusalem.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Wednesday, December 25, 2019

Dialog Keceriaan?



Yang namanya komunikasi selalu membuat dua orang atau lebih mampu sambung satu sama lain. Di dalam pembicaraan satu sama lain dapat saling berbicara mengungkapkan hati dan saling mendengarkan apa yang dikatakan oleh partner bicaranya.

Yang namanya komunitas selalu berkaitan dengan orang-orang yang menjalin ikatan persaudaraan. Orang-orang yang tidak mempunyai hubungan darah tetapi tinggal serumah juga dapat menjadi komunitas. Sebuah komunitas akan ditandai oleh terjadinya dialog persaudaraan antar para anggotanya. Kalau ini terjadi akan terciptalah suasana indah kebersamaan, yaitu kegembiraan.

Terkisah ada komunitas yang para anggotanya terdiri dari orang-orang yang sudah lanjut usia. Dari antara mereka sudah ada yang lemah pendengaran. Bahkan salah satunya sudah amat parah dan amat sangat sulit untuk menangkap isi omongan orang lain. Untuk berbicara dengannya orang harus omong dengan volume suara amat keras sekali. Namun demikian, meskipun tidak dapat menangkap isi omongan, beliau akan selalu tersenyum ikut gembira kalau di antara para penghuni lain saling berbicara dan tertawa. Wajahnya tidak pernah terlihat keruh. Mimik ceria selalu tampak menceriakan hati yang melihat.

Kegembiraan bersama penghuni yang selalu tersenyum itu juga dapat dialami oleh rombongan-rombongan tamu yang berkunjung. Dalam kunjungan biasa terjadi tanya-jawab tentang kehidupan komunitas. Setiap kali beliau mendapat gilirian berbicara di hadapan semua tamu dan teman-teman sekomunitas, pastilah terjadi kegembiraan penuh tawa bahkan terpingkal-pingkal. Sebagai contoh dapat disodorkan di sini.
Tanya:   Kegiatan apa saja yang kini Anda jalani sehari-hari?
Jawab:   Saya dulu menjadi ketua sebuah oraganisasi nirlaba (kemudian omong yang dulu).
Tanya:   Ooo, apa nama organisasi itu?
Jawab:   Benar, saya berasal dari desa (lalu omong tentang desanya).
Tanya:   Sebagai orang yang berasal dari desa, bagaimana Anda bisa mendapatkan karier hebat.
Jawab:   Saudara saya ada delapan (seterusnya beliau berceritera tentang orang tua dan silsilahnya)

Yang jelas setiap kali ada jawaban, para tamu tak dapat menahan tawa. Itu semua adalah bukti dari kata-kata salah satu anggota rumah “Kini kita akan mendengar MODEL DIALOG MONOLOGIS”.

Lamunan Pesta

Santo Stefanus, Martir Pertama
Hari kedua Oktaf Natal
Kamis, 26 Desember 2019

Matius 10:17-22

10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang baik dapat membuat orang lain tidak suka bahkan membencinya. Kebaikan seseorang memang dapat menjadi gangguan bagi orang yang sulit terbuka untuk maju dan berkembang apalagi bagi yang memang bermental busuk.
  • Tampaknya, orang dapat berkata bahwa yang membenci hanya sedikit. Tetapi yang sedikit itu dapat menciptakan opini umum sehingga orang baik justru mendapatkan penilaian negatif dari orang umum.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun kebaikannya tidak disukai dan dibenci umum karena mengganggu kepentingan busuk orang atau golongan tertentu yang mampu membentuk opini umum, yang bertahan dalam kebaikan tetap akan menemukan kedamaian dan kesejahteraan sejati. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang sungguh baik tak akan goyah bertahan dalam kebaikan sekalipun menghadapi banyak ancaman.
Ah, kalau hidupnya terancam karena mempertahankan kebaikan, sebaiknya ya ikut umum saja.

Santo Petrus Nolaskus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 2446 Diterbitkan: 07 Maret 2017 Diperbaharui: 22 Desember 2019

  • Perayaan
    25 Desember (sejak 2001 - Sekarang )
    6 Mei (dirayakan di biara Mercedarians)
    31 January (sampai tahun 1969)
    28 January (dari tahun 1969 sampai tahun 2001)
  •  
  • Lahir
    Tahun 1189
  •  
  • Kota asal
    Mas-des-Saintes-Puelles, Languedoc, Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Barcelona, Afrika Utara
  •  
  • Wafat
    25 Desember 1256 | Sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
    30 September 1628 oleh Paus Urbanus VIII

Santo Petrus Nolaskus adalah pendiri Ordo Mercedarian (Ordo Beatae Mariae de Mercede Redemptionis Captivorum) atau yang disingkat O.deM. Tidak banyak yang diketahui tentang awal kehidupannya. Sebuah catatan yang ditulis pada abad ketujuh belas menjelang kanonisasinya, menyatakan Petrus Nolaskus adalah anak seorang pedagang kaya-raya yang berasal dari desa Mas-Saintes-Puelles, dekat kota Castelnaudary Perancis. Petrus Nolaskus juga disebutkan lahir di Perancis pada tahun 1182, meski saat ini sebagian sejarahwan menyatakan bahwa ia lahir di Barcelona. Pada usia belasan tahun, Petrus dan keluarganya pindah ke Barcelona.
Pada masa itu, bangsa muslim Moor masih menguasai sebagai besar semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugis). Perdagangan budak adalah salah satu tindakan tidak berperikemanusiaan yang dipraktekkan oleh bangsa Moor. Petrus menaruh keprihatinan besar pada para budak belian itu, terutama karena banyak diantara para budak belian tersebut adalah para tahanan Kristen dari Afrika Utara yang menjadi budak karena menolak murtad dari iman mereka akan Yesus Kristus.
Semangat Petrus untuk membebaskan orang-orang itu dari perbudakkan bergejolak kuat dalam batinnya. Pada tahun 1203 ia mulai berkarya untuk membebaskan para budak. Karena mewarisi banyak harta dari ayahnya, Petrus lalu menggunakan semua uangnya untuk membeli budak-budak Kristen yang diperjual-belikan. Setelah budak-budak itu dibeli, mereka kemudian ia bebaskan  sebagai manusia merdeka.  Karya Petrus segera mendapat dukungan luas dari masyarakat Barcelona.  Banyak orang datang bergabung dan membantu karyanya.
Setelah lima belas tahun berkarya, Petrus dan teman-temannya menyadari bahwa jumlah budak yang diperjual-belikan terus bertambah hari demi hari. Karena itu ia mulai memikirkan untuk membentuk sebuah Ordo Religius yang terstruktur dan stabil bagi karya pembebasan para budak yang dikerjakannya. Akhirnya pada tahun 1218, Petrus Nolaskus bersama seorang biarawan Dominikan Santo Raymundus Penyafort dan Raja Jaime I de Aragon, mendirikan Ordo Mercedarian. Ordo ini mengadopsi regula Santo Agustinus dan dipersembahkan kepada perlindungan Santa Perawan Maria. Ordo Mercedarian dengan cepat menyebar ke seluruh Spanyol dan mendapat pengakuan dari Paus Gregorius IX pada tahun 1230.
Dengan semangat iman dan cinta kasih sejati, para Mercedarian bekerja keras membebaskan ribuan orang Kristen dari belenggu perbudakan dan dari penjara-penjara bangsa Moor. Petrus bahkan mempertobatkan pemimpin-pemimpin bangsa Moor.  Dua kali Petrus berangkat ke Afrika Utara dan membawa pulang lebih dari 400 orang budak Kristen yang ia tebus di pasar-pasar budak dan dari tangan para saudagar budak. Mereka ia merdekakan setelah sesaat setelah tiba di Barcelona. Para Mercedarian terus diutusnya ke Afrika Utara untuk membebaskan sebanyak mungkin budak yang diperjual-belikan. Seorang Mercedarian utusannya kelak juga menjadi orang kudus yaitu : Santo Raymundus Nonnatus.
Pada tahun 1249 Petrus Nolaskus diminta untuk beristirahat karena kondisi kesehatannya yang terus merosot.  Ia lalu pensiun dan menghabiskan waktunya dengan tenang dalam doa dan matiraga. Pada hari Natal tahun 1256, Petrus Nolaskus, hamba Tuhan yang terkasih, Pahlawan Cinta Kasih, Pembebas para budak belian dan pendiri Ordo Marcedarian;  tutup usia.  Selama masa hidupnya, Petrus telah membebaskan sekitar 2700 orang budak.  Dalam catatan Ordo Mercedarian, terdapat lebih dari 70.000 budak yang berhasil dibebaskan oleh Mercedarian sejak ordo ini berdiri.
Empat abad setelah kematiannya, tepatnya pada tanggal 30 September 1628, Petrus Nolaskus di Kanonisasi oleh Paus Urbanus VIII.(qq)

Tuesday, December 24, 2019

Selamat Natal 2019


Beberapa hari sebelum 25 Desember 2019 ada yang bertanya kepada Rm. Bambang "Natalan Misa dimana, rama?" Kebetulan Rm. Bambang dan orang yang bertanya berada di depan gedung gereja Pringwulung. Sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah gereja, Rm. Bambang berkata "Di situ". Dulu Rm. Bambang memang biasa diminta untuk membantu memimpin hari besar seperti Natal dan Paskah di kapel-kapel umat Paroki. Tetapi sekitar tiga tahun terakhir Rm. Bambang sudah bersama rama-rama Domus Pacis Puren ikut Misa hari besar di gereja Pringwulung. Di Domus Pacis Puren kini ada delapan orang rama, yaitu Rm. Yadi, Rm. Ria, Rm. Jaya, Rm. Suntara, Rm. Tri Hartono, Rm. Harto, Rm. Tri Wahyono, dan Rm. Bambang. Dalam hari besar Katolik dan hari khusus tertentu para rama Domus ikut Misa di Paroki. Mereka akan mendapat tempat khusus duduk dengan kursi rodanya di deretan terdepan. Biasanya pada waktu komuni Rama yang memimpin misa menerimakan Tubuh dan Darah Kristus kepada para rama yang ikut misa. Yang perlu dicatat adalah dua rama Domus yang tetap tinggal di kamarnya sehingga tidak ikut misa. Mereka adalah Rm. Tri Wahyono dan Rm. Suntara. Kondisinya mengharuskan mereka tetap di kamar dilayani dalam segalanya. Meskipun demikian dalam tulisan ini Rm. Bambang melibatkan semuanya dalam gambar untuk mengucapkan :

SELAMAT HARI NATAL 2019 dan MENYONGSONG TAHUN BARU 2020

Lamunan Hari Raya

Natal Pagi
Rabu, 25 Desember 2019

Lukas 2:15-20

2:15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, omongan orang kecil rakyat biasa tak berpendidikan dapat disepelekan. Apalagi kalau omongan itu berada di luar nalar sehingga dapat dianggap ngawur dan aneh-aneh.
  • Tampaknya, sekalipun siapapun dapat membuat berita karena alat digital dapat dimiliki oleh siapapun, omongan orang biasa juga dapat disepelekan. Kalau mereka bicara hal yang menyangkut soal pejabat tinggi salah-salah dapat kena perkara melanggar undang-undang penggunaan tekhnologi informasi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, sekalipun hanya berasal dari orang-orang kecil yang oleh umum dipandang tidak berkualitas apalagi di luar nalar, orang akan memasukkan segala berita dan peristiwa ke dalam hati dan menjadikannya sebagai bahan omongan dengan relung kalbu. Dalam yang ilahi, karena kemesraannya dengan relung hati orang akan biasa memasukkan segalanya dalam hati dan merenungkannya.
Ah, hal yang tak mutu tak perlu digubris.