Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, February 4, 2021

Santo Yohanes de Britto

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 04 November 2014 Diperbaharui: 25 Januari 2020 Hits: 8343

  • Perayaan
    4 Februari
  •  
  • Lahir
    1 Maret 1647
  •  
  • Kota asal
    Lisbon Portugal
  •  
  • Wilayah karya
    Tamil Nadu - India
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Dipenggal pada tanggal 4 February 1693 di Oreiour, India
  •  
  • Venerasi
    29 September 1851 oleh Paus Pius IX (decree of martyrdom)
  •  
  • Beatifikasi
    21 Agustus 1853 oleh Paus Pius IX
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 22 Juni 1947 oleh Paus Pius XII

Santo Yohanes de Britto (João de Britto) lahir di Lisbon Portugal pada tanggal 1 Maret 1647 dalam sebuah keluarga bangsawan Portugal yang sangat berpengaruh. Ayahnya, Salvador de Britto Pereira, meninggal saat menjabat sebagai Viceroy (Gubernur) Portugis di Brasil.

De Britto bergabung dengan biara Yesuit pada 1662, dan melanjutkan studinya di Universitas Coimbra. Setelah ditahbiskan menjadi seorang imam, ia diutus ke daerah misi di Madurai, India Selatan, (kini Tamil Nadu), pada tahun 1673 untuk berkotbah dan menyebarkan agama Kristen di wilayah tersebut. Misi ini biasa disebut dengan The Madurai Misision (Misi Madurai).

Misi Madurai adalah upaya yang cukup berani dari para Jesuit untuk mendirikan sebuah Gereja Katolik India yang bebas dari kultur budaya Eropa. Karena itu de Brito lalu belajar bahasa setempat, sedapat mungkin hidup sebagai Brahmana dan menyesuaikan penginjilannya dengan cara berpikir orang India. Hasilnya sangat menggembirakan; Rakyat berbondong-bondong minta dibaptis.

Semula penguasa setempat bersikap acuh terhadap karya missionaris para Jesuit. Sampai saat timbulnya keluhan dari keluarga kerajaan.  Ada seorang pangeran dari Marava yang mempunyai beberapa orang istri, minta dibaptis.  Yohanes de Britto meluluskan permintaan itu, namun memberi syarat agar sang pangeran bersedia hidup dengan hanya satu orang istri saja dan melepaskan isteri-isterinya yang lain. Pangeran itu bersedia. Tetapi salah seorang istrinya tidak menerima perceraiannya. Sang mantan istri, yang adalah kemenakan dari raja Sethupathi Marava, mengadukan perceraiannya kepada raja dan menunjuk pater de Britto sebagai biang keladinya.  Perceraiaan kemenakannya membuat raja menjadi sangat marah, bukan saja kepada Pater de Britto, melainkan juga kepada semua orang yang bertobat menjadi Kristen.

Maka mulailah pengejaran dan penganiayaan. De Britto ditangkap dan dijatuhi hukuman pancung di Oriur (India Selatan) atas tuduhan berusaha mengubah agama negara. Yohanes sempat menulis surat yang amat mengharukan bagi teman-teman misionaris pada malam menjelang wafatnya.

Wednesday, February 3, 2021

Lamunan Pekan Biasa IV

Kamis, 4 Februari 2021

Markus 6:7-13

7. Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, 8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan, 9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju. 10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. 11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka." 12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, 13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, untuk menjalankan tugas pewartaan iman dalam Gereja, orang biasa harus melengkapi diri dengan sarana prasarana. Gereja juga kerap menyiapkan fasilitas yang diperlukan.
  • Tampaknya, untuk zaman kini pewartaan iman juga sudah biasa dijalankan dengan menggunakan media sosial. Kalau harus pergi ke sana-sini seorang pewarta juga biasa melengkapi diri dengan anggaran keuangan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki berbagai fasilitas, bagaimanapun juga yang harus dihayati sebagai andalan utama pewarta iman adalah daya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa untuk menjadi pewarta iman kekuatan utama bukanlah fasilitas-fasilitas dunia tetapi keyakinan batin bahwa ada kekuatan Tuhan yang selalu menyertai.

Ah, asal memiliki fasilitas canggih dan mengikuti jaman, pewartaan iman pasti menarik.

Santo Blasius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 25 Juli 2013 Diperbaharui: 25 Januari 2020 Hits: 7948

  • Perayaan
    03 Februari
  •  
  • Lahir
    Hidup abad ke-4
  •  
  • Kota asal
    Armenia
  •  
  • Wilayah karya
    Armenia, Asia Kecil
  •  
  • Wafat
  •  
  • Sekitar tahun 316 | Martir
    Ditusuk dengan "wool combs" lalu dipenggal kepalanya
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

St. Blasius hidup pada abad keempat. Sebagian mengatakan bahwa ia berasal dari sebuah keluarga kaya dan menerima pendidikan Kristiani. Semasa remaja, Blasius memikirkan tentang segala permasalahan serta penderitaan yang terjadi pada masa itu. Ia mulai menyadari bahwa hanya sukacita rohani saja yang dapat membuat seseorang merasakan kebahagiaan sejati.

Blasius menjadi imam dan kemudian diangkat menjadi Uskup Sebaste di Armenia. Dengan segenap hati, Blasius bekerja keras untuk menghantar umatnya menjadi kudus dan bahagia. Ia berdoa dan berkhotbah; ia berusaha menolong semua orang.

Ketika Gubernur Licinius mulai menganiaya umat Kristiani, St. Blasius ditangkap. Ia dibawa untuk dijebloskan ke dalam penjara dan dihukum penggal. Dalam perjalanan, umat berkumpul di sepanjang jalan untuk melihat uskup mereka yang terkasih untuk terakhir kalinya. Blasius memberkati mereka semuanya, bahkan juga orang-orang kafir. Seorang ibu yang malang bergegas datang kepadanya. Ia memohon Blasius agar menyelamatkan anaknya yang hampir tewas tercekik duri ikan yang tertelan di tenggorokannya. Orang kudus itu membisikkan doa dan memberkati sang anak. Mukjizat terjadi, sehingga nyawa anak itu dapat diselamatkan. Oleh karena itulah St. Blasius dimohon bantuan doanya oleh semua orang yang menderita penyakit tenggorokan.

Dalam penjara, uskup yang kudus ini mempertobatkan banyak orang kafir. Tidak ada siksaan yang dapat membuatnya mengingkari imannya kepada Yesus. St. Blasius dihukum penggal kepalanya pada tahun 316. Sekarang ia ada bersama Yesus untuk selama-lamanya.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Santa Brigitta dari Irlandia

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 25 Juli 2013 Diperbaharui: 18 Januari 2020 Hits: 12666

  • Perayaan
    01 Februari
  •  
  • Lahir
    Tahun 453
  •  
  • Kota asal
    Faughart, County Louth, Irlandia
  •  
  • Wafat
  •  
  • 1 February 523 di Kildare, Irlandia | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Brigita dilahirkan beberapa tahun sesudah Irlandia dikristenkan oleh kedatangan St. Patrick. Ayahnya seorang bangsawan Irlandia bernama Dubthac dan ibunya bernama Brocca.  Semakin kanak-kanak ini bertambah besar, semakin besar pula kasihnya kepada Yesus. Ia mencari Yesus dalam diri orang-orang miskin dan seringkali membawakan makanan dan pakaian bagi mereka. Konon suatu hari ia membagi-bagikan segentong penuh susu. Lalu, ia mulai cemas akan apa yang akan dikatakan ibunya. Ia berdoa kepada Tuhan untuk mengganti apa yang telah dibagi-bagikannya. Ketika tiba di rumah, gentong telah penuh kembali dengan susu!

Ayahnya beranggapan bahwa sudah tiba waktunya bagi Brigita untuk menikah. Akan tetapi, Brigita telah berbulat hati untuk mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Ia tak hendak menikah dengan siapapun. Ketika mengetahui bahwa para pemuda tertarik kepadanya sebab kecantikannya, ia memanjatkan suatu permohonan yang aneh kepada Tuhan. Ia mohon agar kecantikan wajahnya diambil darinya. Tuhan mengabulkan permohonannya.

Melihat bahwa puterinya tak lagi cantik, dengan rela hati ayahnya menyetujui ketika Brigita minta diijinkan menjadi seorang biarawati. Sang gadis mengikuti panggilan hidup religiusnya. Ia bahkan memulai suatu biara agar para gadis yang lain dapat menjadi biarawati juga. Setelah ia mengkonsekrasikan hidupnya kepada Tuhan dalam biara, suatu mukjizat kemudian terjadi. Suster Brigita menjadi cantik kembali! Ia mengingatkan orang akan Santa Perawan Maria sebab ia begitu lemah lembut dan baik hati. Sebagian orang menyebutnya “Maria dari Irlandia”.

Banyak mujizat yang dikerjakan Tuhan melalui perantaraan Suster Brigitta. Beberapa yang sering dikisahkan adalah penyembuhan seorang kusta dengan secangkir air berkat dan penyembuhan luka dua orang wanita yang terjatuh saat berkuda dengan air yang terlebih dahulu didoakannya dalam nama Tuhan.  Salah satu mukjizat Santa Brigitta yang paling terkenal adalah mukjizat yang terjadi saat ia menghadap Raja.

Dikisahkan St. Brigitta pergi menghadap Raja Leinster untuk meminta tanah untuk membangun sebuah biara. Dia mengatakan kepada raja bahwa tempat ia berdiri adalah tempat yang sempurna untuk biara. Itu adalah di samping hutan di mana nanti para biarawati bisa mengumpulkan kayu bakar dan buah. Ada juga sebuah danau di dekatnya yang akan menyediakan air dan tanah yang subur bagi biara nanti. Raja tertawa dan dengan tegas menolak untuk memberikan tanah sejengkalpun padanya. Brigitta berdoa kepada Tuhan dan memintanya untuk melunakkan hati raja. Lalu ia tersenyum pada raja dan berkata "Dapatkah paduka memberi saya tanah selebar yang dapat ditutupi mantel yang saya pakai ini ?" 

Raja tertawa dan berpikir bahwa Suster Brigitta sedang bercanda karena mantel yang dipakainya itu begitu kecil. Raja setuju dan santa Brigitta kemudian meletakkan mantelnya di tanah. Dia meminta empat suster yang menyertainya untuk memegang masing-masing pada empat sudut mantelnya lalu berjalan ke arah yang berlawanan.  Keempat suster itu lalu berjalan ke arah utara, selatan, timur dan barat. Secara ajaib mantel itu bertambah besar ketika ditarik dan mulai menutupi tanah sampai seluas berhektar-hektar. Raja heran terkesima dan ia menyadari bahwa Brigitta adalah seorang diberkati oleh Tuhan. Raja jatuh ke tanah dan berlutut di depan Santa Brigitta dan berjanji akan memberikan tanah dan menyediakan semua yang dibutuhkan oleh Brigitta dan para biarawati termasuk uang dan persediaan makanan.  Segera setelah itu, raja menjadi seorang Kristen yang saleh dan mulai memberi perhatian membantu orang-orang miskin. Raja bahkan ikut mengawasi pembangunan biara.

Santa Brigita wafat dengan tenang pada tahun 523. Pestanya kita rayakan setiap tanggal 1 Februari.

Lamunan Pesta

Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Selasa, 2 Februari 2021

Lukas 2:22-40

22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

 

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang pilihan dari tengah massa rakyat akan mendapatkan kedudukan khusus. Dia dapat memperoleh pelayanan khusus dalam setiap urusan pribadinya.
  • Tampaknya, sebagai sosok elite orang pilihan tidak akan harus bersusahpayah seperti rakyat umum dalam memenuhi kewajiban sosial. Dia dapat meminta orang lain untuk mengurus sekalipun perlu surat kuasa yang juga bisa mudah dibuatkan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul erat dengan kedalaman batin, sekalipun menjadi sosok terpilih dan menjadi paling tinggi kedudukannya, orang yang sungguh menghayati pilihan justru akan tetap menjalani kewajiban sosial lewat prosedur seperti orang umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang mendapatkan kedudukan khusus akan menghayati statusnya sebagai bagian dari masyarakat umum.

Ah, kalau punya jabatan tinggi ya pasti tak akan susah payah menjalani kewajiban sosial seperti masyarakat umum.

Santo Jean-Théophane Vénard, MEP

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 09 Agustus 2013 Diperbaharui: 25 Oktober 2019 Hits: 7783

  • Perayaan
    02 Februari
    24 November (sebagai salah satu dari para Martir Vietnam)
  •  
  • Lahir
    21 November 1829
  •  
  • Kota asal
    Saint-Loup, Poitiers, Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Vietnam
  •  
  • Wafat
  •  
  • 02 February 1861 di Hanoi Vietnam | Martir
    Dipenggal kepala; lalu kepalanya dipasang pada tiang sebagai peringatan kepada orang Kristen yang lain.
    Potongan kepalanya kemudian dapat diselamatkan lalu bersama tubuhnya dikirim ke Paris.
    Dimakamkan di makam Biara Mission Etrangères de Paris (MEP)
  •  
  • Beatifikasi
    02 Mei 1909 oleh Paus Santo Pius X
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 19 Juni 1988 oleh Paus Beato Yohanes Paulus II

Imam Perancis yang kudus ini telah berangan-angan untuk menjadi seorang martir semenjak ia masih kecil. Ia bersekolah untuk menjadi seorang imam. Kemudian ia masuk seminari untuk para misionaris di Paris, Perancis. Keluarganya, yang sangat ia kasihi, teramat sedih memikirkan bahwa kelak, setelah menjadi imam, ia akan meninggalkan mereka. Pada masa itu perjalanan tidaklah semudah seperti sekarang ini. Theophane sadar bahwa perjalanannya menyeberangi samudera luas ke Timur hampir dapat dipastikan akan memisahkannya dari keluarganya sepanjang hidupnya.

“Saudariku tersayang,” demikian tulisnya dalam salah satu suratnya, “betapa aku menangis ketika membaca suratmu. Ya, aku sadar sepenuhnya akan penderitaan besar yang aku timbulkan bagi keluarga kita. Aku pikir, terlebih-lebih lagi betapa dahsyat penderitaan itu bagimu, adikku terkasih. Tetapi, tidakkah kamu berpikir bahwa aku mencucurkan banyak air mata juga? Dengan mengambil keputusan demikian, aku sadar bahwa aku akan menyebabkan penderitaan teramat besar bagi kalian semua. Siapakah yang mencintai keluarganya lebih daripada aku? Seluruh kebahagiaanku di dunia ini berasal dari sana. Tetapi Tuhan, yang telah mempersatukan kita semua dalam ikatan cinta kasih mesra, ingin menarikku dari sana.”

Setelah ditahbiskan menjadi imam, Theophane berangkat ke Hongkong. Ia mulai berlayar pada bulan September 1852. Ia belajar beberapa bahasa asing selama lebih dari setahun di sana. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya ke Tonkin (Vietnam).  Pada masa itu di Vietnam umat Kristen  sedang dianiaya atas perintah penguasa Minh-Menh yang sangat anti-Kristen.  Penganiayaan hebat ini  telah memaksa para imam dan uskup untuk bersembunyi di hutan-hutan dan gua-gua. Pastor Venard, yang kesehatannya tidak pernah baik, sangat menderita oleh keadaan ini namun ia dengan gigih tetap melayani umatnya secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.  Suatu ketika ia bisa menemukan sebuah lokasi yang aman, dan ia lalu bertahan dilokasi tersebut  sambil tetap melayani umat di Tonkin selama hampir empat tahun. 

Sayangnya Pastor Vernard kemudian dikhianati oleh seorang umatnya. Ia ditangkap pada tanggal 30 November 1860. Dia diadili karena kejahatan menjadi seorang Kristen, dan diberi banyak kesempatan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan menyangkal imannya akan Kristus.  Dengan tegas ia menolak.  Ia lalu dirantai dan dimasukkan dalam kurungan selama dua bulan.

Sikapnya yang lemah lembut meluluhkan hati semua orang, bahkan para sipir penjara. Ia berhasil menulis sepucuk surat kepada keluarganya di mana ia menulis, “Semua orang di sekitarku adalah orang yang beradab serta sopan. Banyak dari antara mereka yang mengasihiku. Dari pejabat tinggi hingga prajurit yang terendah sekali pun, semua menyesalkan bahwa hukum negara menjatuhkan hukuman mati. Aku tidaklah mereka siksa seperti saudara-saudaraku yang lain.”

Namun demikian, simpati mereka tidaklah dapat menyelamatkan nyawanya. St. Theophane wafat sebagai martir dengan cara dipenggal kepalanya pada tanggal 2 Februari 1861.  Saat hukuman mati telah dilaksanakan dan para algojo telah pergi, kerumunan umat berebut mencelupkan saputangan mereka pada darahnya (sebagai relikwi).

Pastor Venard dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 19 Juni 1988. Ia adalah salah seorang dari Para Martir Vietnam yang pestanya dirayakan pada tanggal 24 November.

Lamunan Pekan Biasa IV

Rabu, 3 Februari 2021

Markus 6:1-6

1. Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada anggapan bahwa orang yang sungguh baik akan terlihat dalam hidupnya dalam keluarga. Dia bisa memiliki hubungan harmonis dengan setiap anggota keluarganya.
  • Tampaknya, ada juga anggapan bahwa orang yang sungguh baik akan terlihat dalam kehidupan bertetangga. Dia tidak pernah mengalami konflik dan selalu rukun dengan kiri kanannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun hubungan harmonis dan hidup rukun dengan tetangga jadi idealisme, orang yang sungguh baik akan ikhlas mengalami konflik demi mempertahankan kebaikan dan kebenaran. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang sungguh memiliki jiwa juang demi kebaikan dan kebenaran justru akan mengalami penolakan pertama-tama dari orang lingkungan sendiri.

Ah, yang sungguh baik akan menyingkiri yang namanya konflik.