Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Showing posts with label Agenda Pastoral. Show all posts
Showing posts with label Agenda Pastoral. Show all posts

Monday, May 25, 2020

PERPANJANGAN MASA DARURAT PERIBADATAN

Nomor: 0451/A/X/20-24

Yang terkasih
Romo, Bruder, Suster, Bapak, Ibu, Saudara-Saudari, Orang Muda dan Anak-anak
di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang.

Sudah 3 bulan kita berada dalam masa tanggap darurat karena wabah virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi dan mengatasi wabah ini beserta dampak-dampaknya. Upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat senantiasa kita lakukan dengan menjaga stamina dan menjalani pola hidup bersih dan sehat (antara lain: cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, memakai masker, mengonsumsi asupan makanan secara cukup, olahraga). “Jaga jarak fisik” (physical distancing) pun tiada hentinya kita lakukan, antara lain dengan membatasi atau bahkan meniadakan perjumpaan-perjumpaan dengan banyak orang, termasuk perayaan peribadatan di gereja dan kapel. Berbagai terobosan gerakan solidaritas dan kepedulian juga sudah kita siasati guna membantu saudara-saudari kita yang terdampak oleh COVID-19 ini, misalnya dengan berbagi sarana kesehatan, makanan siap santap, bahan makanan, dan menyediakan lumbung pangan, serta menanam tanaman sayuran dan memelihara ternak.

Kita tetap bersyukur seraya memohon agar Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan memberkati kita, hingga tetap mampu bertahan dalam kondisi sulit ini dan dengan setia melakukan tanggungjawab kita masing-masing. Semoga semua upaya tersebut menjadi korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan berlalu. Pemerintah kita juga belum secara definitif memutuskan kapan masa tanggap darurat wabah virus corona ini akan diakhiri. Oleh karena itu sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kita akan meneruskan usaha-usaha penanggulangan ini, antara lain dengan memperpanjang masa darurat peribadatan. Selama masa perpanjangan ini, kita akan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 0412/A/10/20-21, tanggal 26 April 2020, termasuk dalam hal peribadatan.

Perpanjangan masa darurat peribadatan ini akan berlaku mulai 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru dari kami, dengan tetap memperhatikan dan mengindahkan kebijakan Pemerintah.
Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan memberkati kita. Selamat berkarya dan berkah Dalem.

Semarang, 25 Mei 2020
† Robertus

Tuesday, May 12, 2020

Novena Domus 2020 Hanya Maret


Sejak tahun 2013 Domus Pacis Puren selalu menggelar kegiatan Novena Ekaristi Seminar. Disebut Novena karena selalu terjadi sembilan kali. Ini terselenggara mulai dengan bulan Maret hingga November setiap Minggu Pertama dari jam 09.00-12.00. Setiap penyelenggaraan selalu diisi dengan seminar dua jam dan kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi. Setiap tahun selalu ada tema-tema besar untuk memperdalam dunia kaum lansia. Tema besar dijabarkan dalam tema-tema kecil yang disajikan sebulan sekali. Penyelenggaraan selalu menjadi ungkapan saling berbagi. Pembicara berbagi wawasan sehingga selalu tidak menerima honorarium. Tim relawan menyiapkan akomodasi dan konsumsi secara murah. Sedang para peserta bisa menyumbang uang dengan kolekte sukarela.

Tetapi pada tahun 2020 telah terjadi pandemi corona-19. Pada bulan Maret, sekalipun sudah mulai terasa datangnya bahaya, Mgr. Rubi masih mengisi pembicaraan dan memimpin Misa. Tetapi karena kerumunan menjadi larangan, bulan April, Mei dan Juni Rm. Bambang sudah membatalkan pengisi dari RS Panti Rapih dan Universitas Atmajaya Yogyakarta. Dan kemudian, Rm. Bambang membuat keputusan untuk meniadakan lima bulan lainnya (Juli, Agustus, September, Oktober, November). Sebenarnya Bapak Prof Dr. Supratiknya, yang seharusnya mengisi bulan April, sudah bersedia dipindahkan ke bulan Desember. Namun yang diputuskan oleh Rm.Bambang adalah Novena Domus tahun 2020 hanya terjadi sekali pada Maret 2020. Yang lain ditiadakan dengan pertimbangan :

  • Surat edaran Bapak Uskup Agung Semarang agar membatalkan kegiatan-kegiatan umat sampai keadaan memungkinkan (bdk PERENCANAAN STRATEGIS MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Nomor: 0412/A/10/20-21); 
  • Belum ada kepastian kapan kondisi umum sungguh bebas dari bahaya penularan covid-19;
  • Adanya kemungkinan pada tahun 2020 ini Domus Pacis Puren akan segera dipakai menjadi pusat pastoral Kevikepan Yogyakarta Timur;
  • Adanya kemungkinan para rama Komunitas Domus Pacis Puren pada tahun ini segera pindah ke Domus Pacis Santo Petrus, Kentungan.
Semoga informasi ini dapat dimaklumi oleh semua pihak yang bersangkutan. Berkah Dalem.

Sunday, February 2, 2020

Jadi Lansia Milenial


Kehidupan masa kini biasa mendapatkan sebutan ZAMAN MILENIAL. Se-"jadul" apapun kaum lanjut usia tetap berada di kehidupan masa kini. Dengan demikian kaum usia lanjut tertantang menjadi LANSIA MILENIAL. Untuk ini program Novena Domus Pacis berusaha mengetengahkan tema-tema pertemuan untuk Maret-November 2020. Kalau pada tahun 2019 yang disajikan pemahaman-pemahaman keadaan kongkret, untuk tahun 2020 pembicaraan-pembicaraan diharapkan dapat membantu LANSIA MENATA DIRI SESUAI KEADAAN. Bukankah sebagai umat Kristiani orang harus mengikuti Tuhan Yesus Kristus sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat?

Jadual pertemuan, tema, dan pembicara dapat dilihat dalam matrik berikut :
Tanggal
Tema
Latar Belakang
Penyumbang Wawasan
1-3-2020
Lansia Nata Urip Ngagama

·  Lansia dapat kebingungan dengan perkembangan hidup Gereja dan munculnya berbagai macam kegiatan dan kelompok/komunitas umat.
·  Bagaimana lansia harus menata diri dalam berkegiatan agama agar sungguh memetik bantuan untuk hidup beriman?
Mgr. Rubi
5-4-2020
Lansia Urip Nata Rasa

·  Lansia dapat bingung merasakan makin merosotnya kondisi diri dan berbagai perubahan keadaan.
·  Bagaimana berbagai macam perasaan yang muncul dapat ditata agar tenang menghadapi semuanya?
Bp. Supratiknya
3-5-2020
Lansia Urip Nata Sing Didhahar

·  Tampaknya kalau sudah tua orang menghadapi berbagai makanan yang membahayakan kesehatannya.
·  Bagaimana lansia harus menyesuaikan menu asupan yang selaras dengan kondisi tubuhnya?
Tim Gizi RS Panti Rapih
7-6-2020
Lansia Urip Nata Dhuwit

·  Kaum lansia pada umumnya tak memiliki penghasilan sebesar sebelumnya dan bahkan terbatas dan dapat tak sebanding dengan kebutuhan.
·  Apa saja yang sebaiknya dilakukan agar hidup tak menjadi kacau karena urusan uang?
Dr. A.Totok Budisantoso, MBA., Akt., CA
Bersama Bp. Sri Widodo dan
Ch. Heni Kurniawan, SE., M.Si.
5-7-2020
Lansia Urip Nata Awak

·  Lansia dapat kebingungan menghadapi berbagai ancaman penyakit kaum tua.
·  Bagaimana menata diri kalau mengalami idapan penyakit atau penyakit di kala lansia?
Dr. Suharnadi
2-8-2020
Lansia Urip Nata Omongan

·  Kaum lansia dapat bingung karena omongannya tidak dipahami oleh anak, remaja, dan yang muda.
·  Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam sikap dan model bicara?
Rm. Bambang
6-9-2020
Lansia Urip Nata Pasrawungan

·  Kaum lansia dapat bingung untuk bergaul karena berhadapan dengan yang berbeda generasi dan banyak yang segenerasi sudah mendahului.
·  Sikap dan tindakan macam apa yang perlu dikembangkan oleh lansia?
Rm. Agoeng
4-10-2020
Lansia lan Penggembalaan Umat

·  Kaum lansia dapat tidak diikutkan terlibat dalam struktur kepengurusan umat karena pembatasan usia.
·  Kalau merasa masih mampu ikut menyumbang tenaga, hal apa yang perlu dikembangkan?
Rm. Dwi Harsanto
1-11-2020
Lansia Nata Ati ben Tansah Wening

·  Kaum lansia dapat selalu gelisah karena mengalami kesunyian sendiri dan berhadapan dengan banyak hal yang bertentangan dengan pikiran, perasaan, dan kehendaknya.
·  Hal-hal apa yang harus dibuat agar rasa jadi tenang dan hati jadi hening?
Rm. Bambang



Friday, November 29, 2019

Pesan Natal PGI-KWI 2019

PESAN NATAL BERSAMA
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
DAN
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI) TAHUN 2019
===========================================================

HIDUPLAH SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG
(bdk. Yohanes 15:14-15)

Dengan penuh sukacita, kita merayakan pesta kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Damai, yang datang untuk “merubuhkan tembok pemisah, yakni perseteruan” (Ef 2:14) yang memecah-belah umat manusia. Sambil merayakan Natal, dengan penuh sukacita dan syukur, kita juga mengenangkan 74 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai buah dari rahmat Ilahi sebagaimana dikatakan dalam Pembukaan UUD 1945. Sebagai umat Kristen kita percaya bahwa Tuhan Y.M.E. ikut berperan dalam perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaannya. Kita juga percaya bahwa sejarah bangsa Indonesia merupakan bagian dari sejarah perjumpaan antara manusia dan pencipta-Nya.

Bangsa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa yang terdiri atas macam-macam suku, budaya serta keyakinan ini telah lama berjuang untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama. Berbagai macam ujian harus dilaluinya. Di satu pihak, persatuan bangsa dipersulit oleh penjajahan yang bermaksud melemahkan kita dengan politik memecah-belah dan menguasai, yang dikenal sebagai politik divide et impera. Di lain pihak, di antara para Bapak Bangsa kita sendiri terjadi proses tarik-menarik beraneka ragam gagasan, keyakinan dan kepentingan kelompok. Syukurlah, pada akhirnya semua perbedaan yang ada tidak menghalangi para Bapak Bangsa kita untuk memerdekakan negeri ini dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang disatukan oleh prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu. Kesamaan cita-cita luhur membuat mereka mampu melampaui sekat-sekat perbedaan yang ada.

Dalam Pembukaan Injil Yohanes dimaklumkan bahwa Allah berkenan masuk ke dalam sejarah manusia dan menjadi bagian darinya. Firman Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14). Kedatangan-Nya bertujuan untuk mengubah manusia dan memberi dia hidup baru. Penjelmaan Allah menjadi manusia merupakan prinsip yang amat hakiki dalam memaknai perjumpaan manusia dengan Tuhan dalam sejarah.

Menurut Injil Yohanes, cinta Allah yang begitu besar telah menggerakkan-Nya untuk memberikan diri-Nya bagi dunia (3:16). Dengan memakai kiasan terang dan gelap yang kontradiktif itu, kedatangan Sang Firman digambarkan sebagai kedatangan Terang Sejati (1:4-5) yang datang untuk menyinari dunia yang ada dalam bayang-bayang kegelapan. Kegelapan itu nyata dalam berbagai wujud, seperti kebencian dan kekerasan. Masa Natal yang agung harus menjadi kesempatan bagi umat Kristen untuk merenungkan bagaimana kita harus menyambut serta menghayati kehadiran Tuhan yang ingin mengubah kegelapan menjadi terang, kebencian menjadi kasih, dan menerima perbedaan dengan sikap saling menghormati.

Ditilik dari segi historis, pesan cinta kasih yang ingin disampaikan oleh Injil Yohanes tampak lebih jelas mengingat pada waktu itu komunitas Kristiani dalam lingkungan Yohanes berada dalam persimpangan jalan untuk berpisah dari Agama Yahudi, rahim yang melahirkannya. Di satu sisi, para pemimpin agama mengucilkan saudara-saudara mereka sendiri yang menjadi pengikut Kristus. Hal itu tersirat dalam kisah penyembuhan orang buta yang dikeluarkan dari sinagoga (9:22). Di sisi lain, ada tanda-tanda yang menyiratkan bahwa dalam komunitas orang Kristen sendiri telah terjadi perselisihan mengenai identitas diri yang membahayakan persatuan mereka.

Di tengah bahaya perpecahan tersebut, umat Kristiani diingatkan pada teladan cinta kasih Yesus, yang menginspirasi mereka untuk saling merendahkan diri dan saling melayani. Menurut Yohanes 13:16-17, Yesus yang adalah Tuhan Guru, rela mencuci kaki para murid-Nya sebagai lambang kerendahan hati dan pelayanan-Nya yang tidak mengenal batas. Injil Yohanes memotret Sang Guru Agung sebagai sosok sahabat yang menyerukan pesan cinta kasih (15:14). Ia memperlakukan mereka yang mempraktikkan cinta kasih sebagai sahabat-sahabat-Nya sendiri. Relasi antara Guru dan murid, antara Tuan dan hamba, yang mengandung jarak dan kesenjangan, diubah menjadi relasi timbal-balik yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Dalam relasi semacam itu, terkuak ruang-ruang baru bagi berkembangnya nilai-nilai luhur perdamaian, kerukunan, dan pengertian. Kendati Yesus berbicara kepada para murid-Nya dalam lingkaran yang terbatas pada zaman mereka, namun relasi persahabatan yang diajarkan dan dihidupi-Nya itu bisa memberi inspirasi bagi kita di zaman ini. Apa yang dilakukan Yesus mengilhami kita untuk memperkuat dan merawat persaudaraan, serta persahabatan dalam kehidupan bangsa kita.

Merayakan Natal dalam terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan cinta kasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama, dan lain-lain. Bagi umat Kristiani panggilan tersebut merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat. Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan, bagi Indonesia yang bermartabat.

SELAMAT NATAL 2019 DAN TAHUN BARU 2020
Bandung, 13 November 2019
Atas nama

Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (PGI)  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang            Ignatius Kardinal Suharyo
Ketua                                                                       Ketua

Pdt. Gomar Gultom                                               Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC
Sekretaris Umum                                                     Sekretaris Jenderal

—X™

Wednesday, July 10, 2019

Bina Iman Lanjut untuk Lansia


Pengembangan iman berkelanjutan makin marak terjadi. Komunitas Rama Tua Domus Pacis Puren telah memulainya sejak tahun 2012. Dan kemudian sejak tahun 2013 menjadi program yang kegiatannya terjadi sebanyak sembilan kali pada setiap Minggu Pertama dari Maret hingga November. Sebagai kegiatan program ini diberi nama Novena Ekaristi Seminar. Tetapi yang pokok adalah adanya seminar dua jam yang menghadirkan wawasan di sekitar kehidupan kaum lanjut usia. Seminar selalu ditutup dengan misa sederhana. Sekalipun bernama Novena, program ini tidak menuntut orang harus mengikuti sebanyak sembilan kali berturut-turut. Dari berbagai ungkapan yang muncul, yang sudah cukup banyak mengikuti terkesan makin memiliki sikap enak menghayati kelansiaannya bahkan dalam menghadapi berbagai masalah yang menonjol untuk kaum lansia.


Untuk Minggu Pertama tanggal 4 Agustus 2019 akan hadir seorang dosen dari Universitas Sanata Dharma, yaitu Bapak Prof. Dr. Supratiknya. Beliau akan mendampingi pembicaraan tentang YEN NGADHEPI LANSIA KUATIR. Acara selalu berlangsung di antara jam 09.00-12.00. Karena ada penyediaan konsumsi, para peserta harus mendaftarkan diri. Kalau sebagai kelompok, dalam pendaftaran cukup menyebutkan paroki asal dan jumlah orang yang akan ikut. Pendaftaran kepada Rm. Bambang lewat: 087834991969 (SMS) atau 087738044034 (WA).  

Wednesday, March 13, 2019

Novena Domus 7 April 2019


Program Novena Domus Pacis untuk tahun 2019 sudah dimulai dengan pertemuan pertama pada Minggu 3 Maret 2019. Sebenarnya program ini bernama Novena Ekaristi Seminar. Disebut novena karena terjadi 9 kali, setiap Minggu Pertama dari Maret hingga November. Acara terjadi dari jam 09.00-12.00 terdiri dari: seminar 2 jam dan diteruskan dengan Misa. Tema-tema seminar selalu berkaitan dengan kehidupan kaum lanjut usia. Sebelum ada program novena, yang dimulai pada tahun 2013, pada tahun 2012 Domus Pacis menyelenggarakan seminar  2 kali seminar yang audiensnya adalah kaum lanjut usia.

Dari berbagai tema yang sudah disajikan pada tahun 2013-2018, Rm. Bambang merasa bahwa para peserta, yang sekitar 90% adalah peserta tetap, sudah mendapatkan bekal-bekal untuk pengembangan diri. Dari sini penyelenggara ingin mengajak para peserta untuk mengembangkan diri menjadi semacam "rasul lansia di kalangan lansia". Dengan demikian tema-tema pembicaraan diharapkan menjadi bekal-bekal untuk menghadapi orang-orang lansia yang dijumpai yang barangkali punya masalah. Pada Minggu 3 Maret 2019 Rm. YR Edy Purwanto, Vikjen KAS, menghadirkan pembicaraan landasan peran lansia di kalangan lansia. Untuk Minggu 7 April 2019 Rm. Dwi Harsanto, Vikep Kategorial KAS, akan hadir dengan judul DADI LANSIA KANG GAMBIRA (Menjadi Lansia yang Gembira). Sikap gembira amat penting untuk menjadi seorang rasul pembawa amanat Injili. Pertemuan Minggu 7 April 2019 sudah diinformasikan oleh Rm. Bambang pada Selasa tanggal 5 dan 12 kepada kunci-kunci kelompok peserta. Hingga kini Rm. Bambang mencatat sementara ada 294 orang pendaftar. Matrik di bawah menunjukkan kelompok-kelompok yang biasa ikut.
ASAL PESERTA
JUMLAH
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
   73 ORANG
01.  Paroki Pringwulung
6 orang
02.  Paroki Kotabaru, Lingkungan Sendowo
4 orang
03.  Paroki Pringgolayan
30 orang
04.  Paroki Pugeran
10 orang
05.  Paroki Bintaran
17 orang
06.  Paroki Kidul Loji
1 orang
07.  Paroki Baciro
5 orang
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
  37 ORANG
08.  Paroki Minomartani
4 orang
09.  Paroki Banteng
2 orang
10.  Paroki Babadan
4 orang
11.  Paroki Babarsari
 orang
12.  Paroki Medari
19 orang
13.  Paroki Kalasan
1 orang
14.  Paroki Mlati
5 orang
15.  Paroki Gamping
2 orang
RAYON BANTUL KEVIKEPAN DIY
      ORANG
16.  Paroki Bantul
  orang
17.  Paroki Ganjuran
 orang
KEVIKEPAN SURAKARTA
  179 ORANG
18.  Paroki Klaten
154 orang
19.  Paroki Gondang
20 orang
20.  Paroki Wedi
5 orang
21.  Paroki Kebonarum
 orang
KEVIKEPAN KEDU
  5 ORANG
22.  Paroki Ignatius Magelang
5 orang
22.  Paroki Muntilan
 orang
JUMLAH
294 orang