Nomor: 0451/A/X/20-24
Yang terkasih
Romo, Bruder, Suster, Bapak, Ibu, Saudara-Saudari, Orang Muda dan Anak-anak
di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang.
Sudah 3 bulan kita berada dalam masa tanggap darurat karena wabah virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi dan mengatasi wabah ini beserta dampak-dampaknya. Upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat senantiasa kita lakukan dengan menjaga stamina dan menjalani pola hidup bersih dan sehat (antara lain: cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, memakai masker, mengonsumsi asupan makanan secara cukup, olahraga). “Jaga jarak fisik” (physical distancing) pun tiada hentinya kita lakukan, antara lain dengan membatasi atau bahkan meniadakan perjumpaan-perjumpaan dengan banyak orang, termasuk perayaan peribadatan di gereja dan kapel. Berbagai terobosan gerakan solidaritas dan kepedulian juga sudah kita siasati guna membantu saudara-saudari kita yang terdampak oleh COVID-19 ini, misalnya dengan berbagi sarana kesehatan, makanan siap santap, bahan makanan, dan menyediakan lumbung pangan, serta menanam tanaman sayuran dan memelihara ternak.
Kita tetap bersyukur seraya memohon agar Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan memberkati kita, hingga tetap mampu bertahan dalam kondisi sulit ini dan dengan setia melakukan tanggungjawab kita masing-masing. Semoga semua upaya tersebut menjadi korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan.
Kita belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan berlalu. Pemerintah kita juga belum secara definitif memutuskan kapan masa tanggap darurat wabah virus corona ini akan diakhiri. Oleh karena itu sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kita akan meneruskan usaha-usaha penanggulangan ini, antara lain dengan memperpanjang masa darurat peribadatan. Selama masa perpanjangan ini, kita akan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 0412/A/10/20-21, tanggal 26 April 2020, termasuk dalam hal peribadatan.
Perpanjangan masa darurat peribadatan ini akan berlaku mulai 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru dari kami, dengan tetap memperhatikan dan mengindahkan kebijakan Pemerintah.
Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan memberkati kita. Selamat berkarya dan berkah Dalem.
Semarang, 25 Mei 2020
† Robertus
Showing posts with label Agenda Pastoral. Show all posts
Showing posts with label Agenda Pastoral. Show all posts
Monday, May 25, 2020
Tuesday, May 12, 2020
Novena Domus 2020 Hanya Maret
Sejak tahun 2013 Domus Pacis Puren selalu menggelar kegiatan Novena Ekaristi Seminar. Disebut Novena karena selalu terjadi sembilan kali. Ini terselenggara mulai dengan bulan Maret hingga November setiap Minggu Pertama dari jam 09.00-12.00. Setiap penyelenggaraan selalu diisi dengan seminar dua jam dan kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi. Setiap tahun selalu ada tema-tema besar untuk memperdalam dunia kaum lansia. Tema besar dijabarkan dalam tema-tema kecil yang disajikan sebulan sekali. Penyelenggaraan selalu menjadi ungkapan saling berbagi. Pembicara berbagi wawasan sehingga selalu tidak menerima honorarium. Tim relawan menyiapkan akomodasi dan konsumsi secara murah. Sedang para peserta bisa menyumbang uang dengan kolekte sukarela.
Tetapi pada tahun 2020 telah terjadi pandemi corona-19. Pada bulan Maret, sekalipun sudah mulai terasa datangnya bahaya, Mgr. Rubi masih mengisi pembicaraan dan memimpin Misa. Tetapi karena kerumunan menjadi larangan, bulan April, Mei dan Juni Rm. Bambang sudah membatalkan pengisi dari RS Panti Rapih dan Universitas Atmajaya Yogyakarta. Dan kemudian, Rm. Bambang membuat keputusan untuk meniadakan lima bulan lainnya (Juli, Agustus, September, Oktober, November). Sebenarnya Bapak Prof Dr. Supratiknya, yang seharusnya mengisi bulan April, sudah bersedia dipindahkan ke bulan Desember. Namun yang diputuskan oleh Rm.Bambang adalah Novena Domus tahun 2020 hanya terjadi sekali pada Maret 2020. Yang lain ditiadakan dengan pertimbangan :
- Surat edaran Bapak Uskup Agung Semarang agar membatalkan kegiatan-kegiatan umat sampai keadaan memungkinkan (bdk PERENCANAAN STRATEGIS MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Nomor: 0412/A/10/20-21);
- Belum ada kepastian kapan kondisi umum sungguh bebas dari bahaya penularan covid-19;
- Adanya kemungkinan pada tahun 2020 ini Domus Pacis Puren akan segera dipakai menjadi pusat pastoral Kevikepan Yogyakarta Timur;
- Adanya kemungkinan para rama Komunitas Domus Pacis Puren pada tahun ini segera pindah ke Domus Pacis Santo Petrus, Kentungan.
Sunday, February 2, 2020
Jadi Lansia Milenial
Kehidupan masa kini biasa mendapatkan sebutan ZAMAN MILENIAL. Se-"jadul" apapun kaum lanjut usia tetap berada di kehidupan masa kini. Dengan demikian kaum usia lanjut tertantang menjadi LANSIA MILENIAL. Untuk ini program Novena Domus Pacis berusaha mengetengahkan tema-tema pertemuan untuk Maret-November 2020. Kalau pada tahun 2019 yang disajikan pemahaman-pemahaman keadaan kongkret, untuk tahun 2020 pembicaraan-pembicaraan diharapkan dapat membantu LANSIA MENATA DIRI SESUAI KEADAAN. Bukankah sebagai umat Kristiani orang harus mengikuti Tuhan Yesus Kristus sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat?Jadual pertemuan, tema, dan pembicara dapat dilihat dalam matrik berikut :
Tanggal
|
Tema
|
Latar Belakang
|
Penyumbang Wawasan
|
1-3-2020
|
Lansia Nata Urip Ngagama
|
· Lansia dapat kebingungan dengan perkembangan hidup
Gereja dan munculnya berbagai macam kegiatan dan kelompok/komunitas umat.
· Bagaimana lansia harus menata diri dalam berkegiatan
agama agar sungguh memetik bantuan untuk hidup beriman?
|
Mgr. Rubi
|
5-4-2020
|
Lansia Urip Nata Rasa
|
· Lansia dapat bingung merasakan makin merosotnya
kondisi diri dan berbagai perubahan keadaan.
· Bagaimana berbagai macam perasaan yang muncul dapat ditata
agar tenang menghadapi semuanya?
|
Bp. Supratiknya
|
3-5-2020
|
Lansia Urip Nata Sing Didhahar
|
· Tampaknya kalau sudah tua orang menghadapi berbagai
makanan yang membahayakan kesehatannya.
· Bagaimana lansia harus menyesuaikan menu asupan yang
selaras dengan kondisi tubuhnya?
|
Tim Gizi RS Panti Rapih
|
7-6-2020
|
Lansia Urip Nata Dhuwit
|
· Kaum lansia pada umumnya tak memiliki penghasilan
sebesar sebelumnya dan bahkan terbatas dan dapat tak sebanding dengan
kebutuhan.
· Apa saja yang sebaiknya dilakukan agar hidup tak
menjadi kacau karena urusan uang?
|
Dr. A.Totok Budisantoso, MBA., Akt., CA
Bersama Bp. Sri Widodo dan
Ch. Heni Kurniawan, SE., M.Si.
|
5-7-2020
|
Lansia Urip Nata Awak
|
· Lansia dapat kebingungan menghadapi berbagai ancaman
penyakit kaum tua.
· Bagaimana menata diri kalau mengalami idapan
penyakit atau penyakit di kala lansia?
|
Dr. Suharnadi
|
2-8-2020
|
Lansia Urip Nata Omongan
|
· Kaum lansia dapat bingung karena omongannya tidak
dipahami oleh anak, remaja, dan yang muda.
· Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam sikap dan
model bicara?
|
Rm. Bambang
|
6-9-2020
|
Lansia Urip Nata Pasrawungan
|
· Kaum lansia dapat bingung untuk bergaul karena
berhadapan dengan yang berbeda generasi dan banyak yang segenerasi sudah
mendahului.
· Sikap dan tindakan macam apa yang perlu dikembangkan
oleh lansia?
|
Rm. Agoeng
|
4-10-2020
|
Lansia lan Penggembalaan Umat
|
· Kaum lansia dapat tidak diikutkan terlibat dalam
struktur kepengurusan umat karena pembatasan usia.
· Kalau merasa masih mampu ikut menyumbang tenaga, hal
apa yang perlu dikembangkan?
|
Rm. Dwi Harsanto
|
1-11-2020
|
Lansia Nata Ati ben Tansah Wening
|
· Kaum lansia dapat selalu gelisah karena mengalami
kesunyian sendiri dan berhadapan dengan banyak hal yang bertentangan dengan
pikiran, perasaan, dan kehendaknya.
· Hal-hal apa yang harus dibuat agar rasa jadi tenang
dan hati jadi hening?
|
Rm. Bambang
|
Friday, November 29, 2019
Pesan Natal PGI-KWI 2019
PESAN NATAL BERSAMA
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA
(PGI)
DAN
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
TAHUN 2019
===========================================================
“HIDUPLAH SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG”
(bdk. Yohanes 15:14-15)
Dengan penuh sukacita, kita
merayakan pesta kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Damai, yang datang
untuk “merubuhkan tembok pemisah, yakni perseteruan” (Ef 2:14) yang
memecah-belah umat manusia. Sambil merayakan Natal, dengan penuh sukacita dan
syukur, kita juga mengenangkan 74 tahun kemerdekaan Indonesia sebagai buah dari
rahmat Ilahi sebagaimana dikatakan dalam Pembukaan UUD 1945. Sebagai umat
Kristen kita percaya bahwa Tuhan Y.M.E. ikut berperan dalam perjuangan bangsa
Indonesia merebut kemerdekaannya. Kita juga percaya bahwa sejarah bangsa
Indonesia merupakan bagian dari sejarah perjumpaan antara manusia dan
pencipta-Nya.
Bangsa Indonesia memiliki
sejarah panjang dalam perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa yang
terdiri atas macam-macam suku, budaya serta keyakinan ini telah lama berjuang
untuk merebut kemerdekaan dan merajut kehidupan bersama. Berbagai macam ujian
harus dilaluinya. Di satu pihak, persatuan bangsa dipersulit oleh penjajahan
yang bermaksud melemahkan kita dengan politik memecah-belah dan menguasai, yang
dikenal sebagai politik divide et impera. Di lain pihak, di antara para
Bapak Bangsa kita sendiri terjadi proses tarik-menarik beraneka ragam gagasan,
keyakinan dan kepentingan kelompok. Syukurlah, pada akhirnya semua perbedaan
yang ada tidak menghalangi para Bapak Bangsa kita untuk memerdekakan negeri ini
dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang disatukan oleh prinsip Bhinneka
Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu. Kesamaan cita-cita luhur
membuat mereka mampu melampaui sekat-sekat perbedaan yang ada.
Dalam Pembukaan Injil Yohanes
dimaklumkan bahwa Allah berkenan masuk ke dalam sejarah manusia dan menjadi
bagian darinya. Firman Allah telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita
(Yoh 1:14). Kedatangan-Nya bertujuan untuk mengubah manusia dan memberi dia
hidup baru. Penjelmaan Allah menjadi manusia merupakan prinsip yang amat hakiki
dalam memaknai perjumpaan manusia dengan Tuhan dalam sejarah.
Menurut Injil Yohanes, cinta
Allah yang begitu besar telah menggerakkan-Nya untuk memberikan diri-Nya bagi
dunia (3:16). Dengan memakai kiasan terang dan gelap yang kontradiktif itu,
kedatangan Sang Firman digambarkan sebagai kedatangan Terang Sejati (1:4-5)
yang datang untuk menyinari dunia yang ada dalam bayang-bayang kegelapan.
Kegelapan itu nyata dalam berbagai wujud, seperti kebencian dan kekerasan. Masa
Natal yang agung harus menjadi kesempatan bagi umat Kristen untuk merenungkan
bagaimana kita harus menyambut serta menghayati kehadiran Tuhan yang ingin
mengubah kegelapan menjadi terang, kebencian menjadi kasih, dan menerima
perbedaan dengan sikap saling menghormati.
Ditilik dari segi historis,
pesan cinta kasih yang ingin disampaikan oleh Injil Yohanes tampak lebih jelas
mengingat pada waktu itu komunitas Kristiani dalam lingkungan Yohanes berada
dalam persimpangan jalan untuk berpisah dari Agama Yahudi, rahim yang
melahirkannya. Di satu sisi, para pemimpin agama mengucilkan saudara-saudara
mereka sendiri yang menjadi pengikut Kristus. Hal itu tersirat dalam kisah
penyembuhan orang buta yang dikeluarkan dari sinagoga (9:22). Di sisi lain, ada
tanda-tanda yang menyiratkan bahwa dalam komunitas orang Kristen sendiri telah
terjadi perselisihan mengenai identitas diri yang membahayakan persatuan
mereka.
Di tengah bahaya perpecahan tersebut, umat Kristiani
diingatkan pada teladan cinta kasih Yesus, yang menginspirasi mereka untuk
saling merendahkan diri dan saling melayani. Menurut Yohanes 13:16-17, Yesus
yang adalah Tuhan Guru, rela mencuci kaki para murid-Nya sebagai lambang
kerendahan hati dan pelayanan-Nya yang tidak mengenal batas. Injil Yohanes
memotret Sang Guru Agung sebagai sosok sahabat yang menyerukan pesan cinta
kasih (15:14). Ia memperlakukan mereka yang mempraktikkan cinta kasih sebagai
sahabat-sahabat-Nya sendiri. Relasi antara Guru dan murid, antara Tuan dan
hamba, yang mengandung jarak dan kesenjangan, diubah menjadi relasi
timbal-balik yang mengangkat harkat dan martabat manusia. Dalam relasi semacam
itu, terkuak ruang-ruang baru bagi berkembangnya nilai-nilai luhur perdamaian,
kerukunan, dan pengertian. Kendati Yesus berbicara kepada para murid-Nya dalam
lingkaran yang terbatas pada zaman mereka, namun relasi persahabatan yang
diajarkan dan dihidupi-Nya itu bisa memberi inspirasi bagi kita di zaman ini.
Apa yang dilakukan Yesus mengilhami kita untuk memperkuat dan merawat
persaudaraan, serta persahabatan dalam kehidupan bangsa kita.
Merayakan
Natal dalam terang kehadiran Ilahi yang menawarkan persahabatan berlandaskan
cinta kasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku,
budaya, agama, dan lain-lain. Bagi umat Kristiani panggilan tersebut merupakan
suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih
dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat. Pesan
Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah
bersama bangsa Indonesia, cita-cita bersamanya, dan perjuangan bersama bagi
kemanusiaan, bagi Indonesia yang bermartabat.
SELAMAT NATAL 2019 DAN TAHUN BARU 2020
Bandung, 13 November 2019
Atas nama
Persekutuan Gereja-Gereja Di
Indonesia (PGI) Konferensi Waligereja
Indonesia (KWI)
Pdt. Dr.
Henriette T. Hutabarat-Lebang Ignatius
Kardinal Suharyo
Ketua Ketua
Pdt. Gomar
Gultom Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC
Sekretaris
Umum Sekretaris
Jenderal
X
Wednesday, July 10, 2019
Bina Iman Lanjut untuk Lansia
Pengembangan iman berkelanjutan makin marak terjadi. Komunitas Rama Tua Domus Pacis Puren telah memulainya sejak tahun 2012. Dan kemudian sejak tahun 2013 menjadi program yang kegiatannya terjadi sebanyak sembilan kali pada setiap Minggu Pertama dari Maret hingga November. Sebagai kegiatan program ini diberi nama Novena Ekaristi Seminar. Tetapi yang pokok adalah adanya seminar dua jam yang menghadirkan wawasan di sekitar kehidupan kaum lanjut usia. Seminar selalu ditutup dengan misa sederhana. Sekalipun bernama Novena, program ini tidak menuntut orang harus mengikuti sebanyak sembilan kali berturut-turut. Dari berbagai ungkapan yang muncul, yang sudah cukup banyak mengikuti terkesan makin memiliki sikap enak menghayati kelansiaannya bahkan dalam menghadapi berbagai masalah yang menonjol untuk kaum lansia.
Untuk Minggu Pertama tanggal 4 Agustus 2019 akan hadir seorang dosen dari Universitas Sanata Dharma, yaitu Bapak Prof. Dr. Supratiknya. Beliau akan mendampingi pembicaraan tentang YEN NGADHEPI LANSIA KUATIR. Acara selalu berlangsung di antara jam 09.00-12.00. Karena ada penyediaan konsumsi, para peserta harus mendaftarkan diri. Kalau sebagai kelompok, dalam pendaftaran cukup menyebutkan paroki asal dan jumlah orang yang akan ikut. Pendaftaran kepada Rm. Bambang lewat: 087834991969 (SMS) atau 087738044034 (WA).
Wednesday, March 13, 2019
Novena Domus 7 April 2019
Program Novena Domus Pacis untuk tahun 2019 sudah dimulai dengan pertemuan pertama pada Minggu 3 Maret 2019. Sebenarnya program ini bernama Novena Ekaristi Seminar. Disebut novena karena terjadi 9 kali, setiap Minggu Pertama dari Maret hingga November. Acara terjadi dari jam 09.00-12.00 terdiri dari: seminar 2 jam dan diteruskan dengan Misa. Tema-tema seminar selalu berkaitan dengan kehidupan kaum lanjut usia. Sebelum ada program novena, yang dimulai pada tahun 2013, pada tahun 2012 Domus Pacis menyelenggarakan seminar 2 kali seminar yang audiensnya adalah kaum lanjut usia.
Dari berbagai tema yang sudah disajikan pada tahun 2013-2018, Rm. Bambang merasa bahwa para peserta, yang sekitar 90% adalah peserta tetap, sudah mendapatkan bekal-bekal untuk pengembangan diri. Dari sini penyelenggara ingin mengajak para peserta untuk mengembangkan diri menjadi semacam "rasul lansia di kalangan lansia". Dengan demikian tema-tema pembicaraan diharapkan menjadi bekal-bekal untuk menghadapi orang-orang lansia yang dijumpai yang barangkali punya masalah. Pada Minggu 3 Maret 2019 Rm. YR Edy Purwanto, Vikjen KAS, menghadirkan pembicaraan landasan peran lansia di kalangan lansia. Untuk Minggu 7 April 2019 Rm. Dwi Harsanto, Vikep Kategorial KAS, akan hadir dengan judul DADI LANSIA KANG GAMBIRA (Menjadi Lansia yang Gembira). Sikap gembira amat penting untuk menjadi seorang rasul pembawa amanat Injili. Pertemuan Minggu 7 April 2019 sudah diinformasikan oleh Rm. Bambang pada Selasa tanggal 5 dan 12 kepada kunci-kunci kelompok peserta. Hingga kini Rm. Bambang mencatat sementara ada 294 orang pendaftar. Matrik di bawah menunjukkan kelompok-kelompok yang biasa ikut.
ASAL PESERTA
|
JUMLAH
|
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
|
73 ORANG
|
01. Paroki Pringwulung
|
6 orang
|
02. Paroki Kotabaru, Lingkungan Sendowo
|
4 orang
|
03. Paroki Pringgolayan
|
30 orang
|
04. Paroki Pugeran
|
10 orang
|
05. Paroki Bintaran
|
17 orang
|
06. Paroki Kidul Loji
|
1 orang
|
07. Paroki Baciro
|
5 orang
|
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
|
37 ORANG
|
08. Paroki Minomartani
|
4 orang
|
09. Paroki Banteng
|
2 orang
|
10. Paroki Babadan
|
4 orang
|
11. Paroki Babarsari
|
orang
|
12. Paroki Medari
|
19 orang
|
13. Paroki Kalasan
|
1 orang
|
14. Paroki Mlati
|
5 orang
|
15. Paroki Gamping
|
2 orang
|
RAYON BANTUL KEVIKEPAN DIY
|
ORANG
|
16. Paroki Bantul
|
orang
|
17. Paroki Ganjuran
|
orang
|
KEVIKEPAN SURAKARTA
|
179 ORANG
|
18. Paroki Klaten
|
154 orang
|
19. Paroki Gondang
|
20 orang
|
20. Paroki Wedi
|
5 orang
|
21. Paroki Kebonarum
|
orang
|
KEVIKEPAN KEDU
|
5 ORANG
|
22. Paroki Ignatius Magelang
|
5 orang
|
22. Paroki Muntilan
|
orang
|
JUMLAH
|
294 orang
|
Subscribe to:
Posts (Atom)







