Lamunan Pekan Biasa XXVII
Selasa, 8 Oktober 2013
Lukas 10:38-42
¤ Katanya, bekerja adalah bagian hidup seseorang untuk menghayati martabatnya sebagai manusia. Dengan bekerja orang sungguh dapat membuat hidupnya bermakna bagi orang lain dan dirinya dengan memberdayakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya lewat apapun yang dilakukan.
¤ Katanya, komitmen atau kesungguhan bekerja dalam diri seseorang tampak dalam ketekunan dan kesetiaannya menjalani pekerjaan biasa sehari-hari. Dalam yang kecil-kecil harian itulah orang dapat berhadapan dengan rasa jengkel dan bosan sehingga menghayati kesejatian bahwa hidup adalah perjuangan.
¤ Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa ketekunan dan kesetiaan harian dalam kerja hanya terjadi bila dilandasi kebiasaan hati mudah ceria. Dalam yang ilahi, sekalipun sedang atau biasa sibuk melakukan kerja atau kegiatan, orang tetap mampu merasakan dengung gema suara dalam relung hati sehingga 00000dalam kerja orang selalu menghayati kebahagiaan berkaitan dengan diri dan hubungannya dengan orang lain.
Ah, bekerja itu ya menjalani tugas. Ngapain harus mikir orang.
Monday, October 7, 2013
Sunday, October 6, 2013
Sabda Hidup, Senin, 07 Oktober 2013
Sabda Hidup
Senin, 07 Oktober 2013
Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario
Warna Liturgi Putih
Bacaan
Yun. 1:1- 2:1,11;MT Yun. 2:2,3,4,5,8; Luk. 10:25-37
Bacaan Injil Luk. 10:25-37
25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Renungan
Suatu kali teman saya mau pijat. Mereka bertiga naik kijang open putih. Sampai dekat Kalasan, Jogja, mereka melihat ada kecelakaan. Mereka pun minggir lalu datang orang meminta bantuan membawa korban kecelakaan. Mereka pun segera mengangkat korban dan membawanya ke RS Panti Rini. Sesampai di sana satu teman melihat korban dan mengenali wajah korban. Ternyata dia salah satu aktivis orang muda. Mereka pun membatalkan rencana pijat dan mengabari saya. Saya bersama beberapa teman lain segera menyusul ke Rumah Sakit.
Ada banyak rencana yang mungkin kita buat, namun kadang kita harus berani menjadual ulang ketika ada saudara kita yang sungguh-sungguh lagi dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan kita. Dalam kacamata bacaan hari ini, teman-teman saya tadi bisalah dikategorikan sebagai sesama. Melihat ada kecelakaan dan kebutuhan akan pertolongan, mereka tanpa pikir panjang mengubah rencananya. Mereka tidak jadi pijat demi menolong yang terkena musibah, tanpa tahu sebelumnya siapa yang ditolong.
Kekuatan kasih menggerakkan hati untuk menolong mereka yang menderita. Kekuatan itu tidak dibatasi janji2. Dia bisa menerobos ke segala lini dalam hidup manusia. Mereka yang tidak mempunyai kasih akan terganggu dengan hadirnya orang lain, bahkan walau orang tersebut menderita dan butuh pertolongan.
Kontemplasi
Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 10:25-37. Hadirkan satu kisah hidupmu yang mirip dengan itu.
Refleksi
Siapakah sesamamu? Apa yang telah kaulakukan untuk mereka yang menderita?
Doa
Tuhan semoga hatiku tergerak oleh belaskasihan. . Amin.
Perutusan
Aku akan mengasah terus kepekaanku.
Senin, 07 Oktober 2013
Peringatan Wajib SP Maria, Ratu Rosario
Warna Liturgi Putih
Bacaan
Yun. 1:1- 2:1,11;MT Yun. 2:2,3,4,5,8; Luk. 10:25-37
Bacaan Injil Luk. 10:25-37
25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?" 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. 31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. 32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. 36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?" 37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"
Renungan
Suatu kali teman saya mau pijat. Mereka bertiga naik kijang open putih. Sampai dekat Kalasan, Jogja, mereka melihat ada kecelakaan. Mereka pun minggir lalu datang orang meminta bantuan membawa korban kecelakaan. Mereka pun segera mengangkat korban dan membawanya ke RS Panti Rini. Sesampai di sana satu teman melihat korban dan mengenali wajah korban. Ternyata dia salah satu aktivis orang muda. Mereka pun membatalkan rencana pijat dan mengabari saya. Saya bersama beberapa teman lain segera menyusul ke Rumah Sakit.
Ada banyak rencana yang mungkin kita buat, namun kadang kita harus berani menjadual ulang ketika ada saudara kita yang sungguh-sungguh lagi dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan kita. Dalam kacamata bacaan hari ini, teman-teman saya tadi bisalah dikategorikan sebagai sesama. Melihat ada kecelakaan dan kebutuhan akan pertolongan, mereka tanpa pikir panjang mengubah rencananya. Mereka tidak jadi pijat demi menolong yang terkena musibah, tanpa tahu sebelumnya siapa yang ditolong.
Kekuatan kasih menggerakkan hati untuk menolong mereka yang menderita. Kekuatan itu tidak dibatasi janji2. Dia bisa menerobos ke segala lini dalam hidup manusia. Mereka yang tidak mempunyai kasih akan terganggu dengan hadirnya orang lain, bahkan walau orang tersebut menderita dan butuh pertolongan.
Kontemplasi
Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 10:25-37. Hadirkan satu kisah hidupmu yang mirip dengan itu.
Refleksi
Siapakah sesamamu? Apa yang telah kaulakukan untuk mereka yang menderita?
Doa
Tuhan semoga hatiku tergerak oleh belaskasihan. . Amin.
Perutusan
Aku akan mengasah terus kepekaanku.
Saturday, October 5, 2013
Lamunan Pekan Biasa XXVII, Minggu, 6 Oktober 2013
Lamunan Pekan Biasa XXVII
Minggu, 6 Oktober 2013
Lukas 17:5-10
¤ Tampaknya, untuk menjaga diri agar hidup benar dan jadi teladan baik, pada umumnya orang akan berjuang mempertebal iman. Hal ini dilakukan dengan memperbanyak pengetahuan agama dan mempertekun praktek peribadatan.
¤ Tampaknya, untuk menjadi diri hidup baik dan benar sehingga tidak sesat dan menyesatkan orang lain, orang akan berjuang untuk beriman mendalam dan tangguh. Kehidupan yang berfokus pada hal-hal keagamaan dapat dianggap sebagai jalan untuk memperbesar iman.
¤ Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam yang ilahi yang disebut beriman hal besar yang membutuhkan energi besar pikiran, perasaan, dan tindakan. Hubungan mesra dengan yang ilahi akan terpelihara dan makin mendalam kalau orang sudah merasa gembira dengan tekun menjalani tugas-pekerjaan biasa harian.Ah, yang baik dan benar itu adalah yang hebat berprestasi dalam agama dan kerja.
Minggu, 6 Oktober 2013
Lukas 17:5-10
¤ Tampaknya, untuk menjaga diri agar hidup benar dan jadi teladan baik, pada umumnya orang akan berjuang mempertebal iman. Hal ini dilakukan dengan memperbanyak pengetahuan agama dan mempertekun praktek peribadatan.
¤ Tampaknya, untuk menjadi diri hidup baik dan benar sehingga tidak sesat dan menyesatkan orang lain, orang akan berjuang untuk beriman mendalam dan tangguh. Kehidupan yang berfokus pada hal-hal keagamaan dapat dianggap sebagai jalan untuk memperbesar iman.
¤ Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam yang ilahi yang disebut beriman hal besar yang membutuhkan energi besar pikiran, perasaan, dan tindakan. Hubungan mesra dengan yang ilahi akan terpelihara dan makin mendalam kalau orang sudah merasa gembira dengan tekun menjalani tugas-pekerjaan biasa harian.Ah, yang baik dan benar itu adalah yang hebat berprestasi dalam agama dan kerja.
Friday, October 4, 2013
Sabda Hidup, Sabtu, 05 Oktober 2013
Sabda Hidup
Sabtu, 05 Oktober 2013
Raymundus dr Kapua, Albertus Marvelli
Warna Liturgi Hijau
BacaanBar. 4:5-12,27-29; Mzm. 69:33-35,36-37; Luk.10:17-24
Bacaan Injil Luk. 10:17-24
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Renungan
Suatu kali ketika anaknya hendak berangkat merantau seorang bapak tampak tegar sekali melepaskan anaknya. Namun setelah sang anak pergi ia segera menelpon saudaranya untuk menjemput anaknya. Ada banyak pesan dia sampaikan pada saudaranya supaya menjaga anaknya dan menitipkan uang saku lewat rekening saudaranya. Ia tidak tega, khawatir bila terjadi sesuatu di tanah rantau.
Yesus kala mengutus para murid memberi pesan untuk tidak membawa bekal. Namun ternyata Yesus membekali mereka, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu" (Luk 10:19). Yesus tidak ingin murid-muridNya ada dalam bahaya.
Orang tua, guru dan Tuhan kita tidak pernah membiarkan kita dalam bahaya. Ketika mereka melepas dan mengutus kita mereka tahu kita mampu menjalani perutusan tersebut. Namun sebagai pribadi yang mengasihi, mereka selalu menyiapkan segala sesuatu agar apa yang akan kita lakukan lancar dan aman. Maka marilah kita berani mewartakan kasihNya, karena Tuhan pasti mendampingi dan membekali kita.
Kontemplasi
Bayangkan ketika dirimu akan merantau atau bepergian jauh. Ingatlah apa yang dilakukan orang tua, saudara dan orang-orang yang mengasihimu. Rasakan kepedulian mereka.
Refleksi
Tulislah pengalaman dijagai oleh Tuhan.Doa Tuhan terima kasih atas segala pendampingan dan penjagaanMu selama ini Amin.
Perutusan
Aku akan tetap percaya pada penjagaan Tuhan atas hidupku.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Raymundus dr Kapua, Albertus Marvelli
Warna Liturgi Hijau
BacaanBar. 4:5-12,27-29; Mzm. 69:33-35,36-37; Luk.10:17-24
Bacaan Injil Luk. 10:17-24
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Renungan
Suatu kali ketika anaknya hendak berangkat merantau seorang bapak tampak tegar sekali melepaskan anaknya. Namun setelah sang anak pergi ia segera menelpon saudaranya untuk menjemput anaknya. Ada banyak pesan dia sampaikan pada saudaranya supaya menjaga anaknya dan menitipkan uang saku lewat rekening saudaranya. Ia tidak tega, khawatir bila terjadi sesuatu di tanah rantau.
Yesus kala mengutus para murid memberi pesan untuk tidak membawa bekal. Namun ternyata Yesus membekali mereka, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu" (Luk 10:19). Yesus tidak ingin murid-muridNya ada dalam bahaya.
Orang tua, guru dan Tuhan kita tidak pernah membiarkan kita dalam bahaya. Ketika mereka melepas dan mengutus kita mereka tahu kita mampu menjalani perutusan tersebut. Namun sebagai pribadi yang mengasihi, mereka selalu menyiapkan segala sesuatu agar apa yang akan kita lakukan lancar dan aman. Maka marilah kita berani mewartakan kasihNya, karena Tuhan pasti mendampingi dan membekali kita.
Kontemplasi
Bayangkan ketika dirimu akan merantau atau bepergian jauh. Ingatlah apa yang dilakukan orang tua, saudara dan orang-orang yang mengasihimu. Rasakan kepedulian mereka.
Refleksi
Tulislah pengalaman dijagai oleh Tuhan.Doa Tuhan terima kasih atas segala pendampingan dan penjagaanMu selama ini Amin.
Perutusan
Aku akan tetap percaya pada penjagaan Tuhan atas hidupku.
Sabda Hidup, Sabtu, 05 Oktober 2013
Sabda Hidup
Sabtu, 05 Oktober 2013
Raymundus dr Kapua, Albertus Marvelli
Warna Liturgi Hijau
BacaanBar. 4:5-12,27-29; Mzm. 69:33-35,36-37; Luk.10:17-24
Bacaan Injil Luk. 10:17-24
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Renungan
Suatu kali ketika anaknya hendak berangkat merantau seorang bapak tampak tegar sekali melepaskan anaknya. Namun setelah sang anak pergi ia segera menelpon saudaranya untuk menjemput anaknya. Ada banyak pesan dia sampaikan pada saudaranya supaya menjaga anaknya dan menitipkan uang saku lewat rekening saudaranya. Ia tidak tega, khawatir bila terjadi sesuatu di tanah rantau.
Yesus kala mengutus para murid memberi pesan untuk tidak membawa bekal. Namun ternyata Yesus membekali mereka, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu" (Luk 10:19). Yesus tidak ingin murid-muridNya ada dalam bahaya.
Orang tua, guru dan Tuhan kita tidak pernah membiarkan kita dalam bahaya. Ketika mereka melepas dan mengutus kita mereka tahu kita mampu menjalani perutusan tersebut. Namun sebagai pribadi yang mengasihi, mereka selalu menyiapkan segala sesuatu agar apa yang akan kita lakukan lancar dan aman. Maka marilah kita berani mewartakan kasihNya, karena Tuhan pasti mendampingi dan membekali kita.
Kontemplasi
Bayangkan ketika dirimu akan merantau atau bepergian jauh. Ingatlah apa yang dilakukan orang tua, saudara dan orang-orang yang mengasihimu. Rasakan kepedulian mereka.
Refleksi
Tulislah pengalaman dijagai oleh Tuhan.Doa Tuhan terima kasih atas segala pendampingan dan penjagaanMu selama ini Amin.
Perutusan
Aku akan tetap percaya pada penjagaan Tuhan atas hidupku.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Raymundus dr Kapua, Albertus Marvelli
Warna Liturgi Hijau
BacaanBar. 4:5-12,27-29; Mzm. 69:33-35,36-37; Luk.10:17-24
Bacaan Injil Luk. 10:17-24
17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." 18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. 19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. 20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." 21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." 23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. 24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Renungan
Suatu kali ketika anaknya hendak berangkat merantau seorang bapak tampak tegar sekali melepaskan anaknya. Namun setelah sang anak pergi ia segera menelpon saudaranya untuk menjemput anaknya. Ada banyak pesan dia sampaikan pada saudaranya supaya menjaga anaknya dan menitipkan uang saku lewat rekening saudaranya. Ia tidak tega, khawatir bila terjadi sesuatu di tanah rantau.
Yesus kala mengutus para murid memberi pesan untuk tidak membawa bekal. Namun ternyata Yesus membekali mereka, "Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu" (Luk 10:19). Yesus tidak ingin murid-muridNya ada dalam bahaya.
Orang tua, guru dan Tuhan kita tidak pernah membiarkan kita dalam bahaya. Ketika mereka melepas dan mengutus kita mereka tahu kita mampu menjalani perutusan tersebut. Namun sebagai pribadi yang mengasihi, mereka selalu menyiapkan segala sesuatu agar apa yang akan kita lakukan lancar dan aman. Maka marilah kita berani mewartakan kasihNya, karena Tuhan pasti mendampingi dan membekali kita.
Kontemplasi
Bayangkan ketika dirimu akan merantau atau bepergian jauh. Ingatlah apa yang dilakukan orang tua, saudara dan orang-orang yang mengasihimu. Rasakan kepedulian mereka.
Refleksi
Tulislah pengalaman dijagai oleh Tuhan.Doa Tuhan terima kasih atas segala pendampingan dan penjagaanMu selama ini Amin.
Perutusan
Aku akan tetap percaya pada penjagaan Tuhan atas hidupku.
Lamunan, 04 Oktober 2013
Lamunan
Pesta Wajib Santo Fransiskus dari Assisi
Jumat, 4 Oktober 2013Lukas 10:13-16
¤ Katanya, lingkungan atau daerah yang mendapatkan banyak hal yang mengagumkan akan menarik banyak orang untuk menyaksikannya. Daerah itu akan dapat menjadi tujuan wisata rohani sehingga banyak orang di dalamnya dapat menemukan banyak kemungkinan usaha.
¤ Katanya, lingkungan dan daerah yang dapat menarik banyak orang datang ke situ sungguh dapat membawa buah-buah kenikmatan sebagai tempat peziarahan. Orang-orang di situ dapat memethik banyak keuntungan yang bisa memperbanyak harta dan kekayaan.
¤ Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa bila orang tidak terbuka pada suara yang bergema dalam relung hati, anugerah besar dan ketekunan keagamaan apapun yang dimiliki akan dapat membawanya ke bencana kehidupan. Tanggungan celakanya akan jauh lebih berat dibandingkan kaum jahat pembuat sandungan masyarakat yang tak pernah mendengar suara bisik luhur dalam hati.Ah, bagaimanapun yang akan paling celaka adalah lingkungan kaum penjahat.
Pesta Wajib Santo Fransiskus dari Assisi
Jumat, 4 Oktober 2013Lukas 10:13-16
¤ Katanya, lingkungan atau daerah yang mendapatkan banyak hal yang mengagumkan akan menarik banyak orang untuk menyaksikannya. Daerah itu akan dapat menjadi tujuan wisata rohani sehingga banyak orang di dalamnya dapat menemukan banyak kemungkinan usaha.
¤ Katanya, lingkungan dan daerah yang dapat menarik banyak orang datang ke situ sungguh dapat membawa buah-buah kenikmatan sebagai tempat peziarahan. Orang-orang di situ dapat memethik banyak keuntungan yang bisa memperbanyak harta dan kekayaan.
¤ Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa bila orang tidak terbuka pada suara yang bergema dalam relung hati, anugerah besar dan ketekunan keagamaan apapun yang dimiliki akan dapat membawanya ke bencana kehidupan. Tanggungan celakanya akan jauh lebih berat dibandingkan kaum jahat pembuat sandungan masyarakat yang tak pernah mendengar suara bisik luhur dalam hati.Ah, bagaimanapun yang akan paling celaka adalah lingkungan kaum penjahat.
Wednesday, October 2, 2013
Sabda Hidup, Kamis, 03 Oktober 2013
Sabda Hidup
Kamis, 03 Oktober 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Mzm. 19:8,9,10,11; Luk.10:1-12
Bacaan Injil Luk. 10:1-12
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Renungan
Menjadi utusan Tuhan Yesus adakalanya mendapatkan penerimaan yang baik, tp adakalanya tidak digubris dan bahkan ditolak. Sejak awal Tuhan Yesus sudah memberi tanda-tanda tentang hal tersebut (bc Luk 10:8-11). Mereka akan diterima atau ditolak ketika mewartakan Tuhan Yesus. Walau demikan 70 orang yang dipilih itu pun mantap menjalankan perutusan Tuhan.
Dalam perjalan sejarah hidup beriman kita merasakan peran para katekis. Mereka dengan sukarela menghadirkan Kristus kepada umat dan masyarakat pada umumnya. Tidak jarang mereka harus berjalan puluhan kilometer demi semua itu. Pada saat tertentu mereka diterima, pada saat yang lain mereka ditolalk. Para imam pun bersama dengan para katekis mengalami hal serupa.
Kita pantas bersyukur mempunyai banyak pribadi yang memberikan diri untuk menghadirkan Tuhan. Kehadiran mereka memberi harapan akan kehidupan Gereja. Ribuan katekumen disiapkan sampai akhirnya menerima berkat sakramen baptis. Marilah kita doakan orang-orang yang sungguh-sungguh menghadirkan Tuhan Yesus di dunia ini agar mereka selalu dilindungi oleh Tuhan dan mampu mengatasi segala kesulitan yang dihadapi.
Kontemplasi
Bayangkan dirimu menjadi seorang katekis. Anda jalan ke sana kemari mewartakan Yesus Kristus.
Refleksi
Tulislah pengalamanmu melaksanakan tugas mewartakan.Doa Tuhan berikanlah keberanian dan ketekunan padaku untuk menjadi utusanMu. Amin.
Perutusan
Aku akan menghidupkan semangat mewartakan dalam hidupku.
Kamis, 03 Oktober 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Mzm. 19:8,9,10,11; Luk.10:1-12
Bacaan Injil Luk. 10:1-12
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
Renungan
Menjadi utusan Tuhan Yesus adakalanya mendapatkan penerimaan yang baik, tp adakalanya tidak digubris dan bahkan ditolak. Sejak awal Tuhan Yesus sudah memberi tanda-tanda tentang hal tersebut (bc Luk 10:8-11). Mereka akan diterima atau ditolak ketika mewartakan Tuhan Yesus. Walau demikan 70 orang yang dipilih itu pun mantap menjalankan perutusan Tuhan.
Dalam perjalan sejarah hidup beriman kita merasakan peran para katekis. Mereka dengan sukarela menghadirkan Kristus kepada umat dan masyarakat pada umumnya. Tidak jarang mereka harus berjalan puluhan kilometer demi semua itu. Pada saat tertentu mereka diterima, pada saat yang lain mereka ditolalk. Para imam pun bersama dengan para katekis mengalami hal serupa.
Kita pantas bersyukur mempunyai banyak pribadi yang memberikan diri untuk menghadirkan Tuhan. Kehadiran mereka memberi harapan akan kehidupan Gereja. Ribuan katekumen disiapkan sampai akhirnya menerima berkat sakramen baptis. Marilah kita doakan orang-orang yang sungguh-sungguh menghadirkan Tuhan Yesus di dunia ini agar mereka selalu dilindungi oleh Tuhan dan mampu mengatasi segala kesulitan yang dihadapi.
Kontemplasi
Bayangkan dirimu menjadi seorang katekis. Anda jalan ke sana kemari mewartakan Yesus Kristus.
Refleksi
Tulislah pengalamanmu melaksanakan tugas mewartakan.Doa Tuhan berikanlah keberanian dan ketekunan padaku untuk menjadi utusanMu. Amin.
Perutusan
Aku akan menghidupkan semangat mewartakan dalam hidupku.
Subscribe to:
Posts (Atom)


