Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, April 6, 2015

ARTIN DAN SRI


Sebagaimana biasa untuk hari-hari besar (Paskah, Natal, Idul Fitri), karyawan Domus Pacis mendapatkan liburan. Untuk kali ini mereka berlibur sejak Jumat tanggal 3 sampai dengan 5 April 2015. Tetapi setiap hari selalu ada salah satu piket sehari. Karena Rama Harta dan Rama Tri Wahyono harus total dilayani, sementara kerjaan lain juga masih jalan, maka ada 2 orang yang didatangkan untuk membantu Domus Pacis: 1) Mbak Artin, seorang siswi kelas III SMK Sanjaya Pakem yang berasal dari daerah dekat Cangkringan, lereng Gunung Merapi; 2) Mbak Sri, istri Mas Handoko, warga Katolik Paroki Pringwulung yang juga menjadi relawan sopir Domus Pacis. Mbak Artin beragama Islam, sehingga bila Mbak Sri dan karyawan Domus ke gereja urusan Domus Pacis tetap jalan lancar. Apalagi perayaan liturgi Pringwulung selalu 2 kali sehingga Mbak Sri dan karyawan Domus dapat menjalani ibadat bergantian. Yang jelas pada liburan kali ini dari para rama Domus yang pergi membantu Tri Hari Suci dan menginap di luar adalah Rama Jaka dan Rama Agoeng. Sebenarnya Rama Yadi dan Rama Bambang juga masih membantu paroki tetapi tetap pulang ke Domus. Para rama yang tetap berada di Domus selama liburan adalah Rama Hantoro, Rama Harto, Rama Tri Wahyono, Rama Yadi, dan Rama Bambang.

PENDAFTARAN APRIL DITUTUP


Pendaftaran untuk calon peserta Novena Ekaristi Seminar 2015 di Domus Pacis besok Minggu 12 April 2015 paling lambat Senin 6 April 2015. Dengan demikian mulai dengan Selasa 7 April 2015 PENDAFTARAN DITUTUP. Sebagai informasi, matrik di bawah menunjukkan 386 orang yang sudah didaftar menurut asal kelompoknya.

ASAL PESERTA
JUMLAH
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
217 ORANG
01.  Paroki Pringwulung
122 orang
02.  Lingkungan Sendowo, Kotabaru
6 orang
03.  Paroki Administratif Pringgolayan
47 orang
04.  Paroki Pugeran
15 orang
05.  Paroki Bintaran, Lingkungan Nicolas
3 orang
06.  Paroki Baciro
24 orang
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
92 ORANG
07.  Paroki Minomartani
20 orang
08.  Paroki Banteng
2 orang
09.  Paroki Babadan
32 orang
10.  Paroki Babarsari
3 orang
11.  Paroki Medari
24 orang
12.  Paroki Kalasan
5 orang
13.  Paroki Mlati
1 orang
14.  Wanita Katolik RI Depok
5 orang
RAYON BANTUL KEVIKEPAN DIY
15 ORANG
15.  Paroki Bantul
11 orang
16.  Paroki Ganjuran, Lingkungan Kepuh
4 orang
RAYON WONOSARI KEVIKEPAN DIY
4 ORANG
17.  Paroki Kelor
4 orang
KEVIKEPAN SURAKARTA
51 ORANG
18.  Paroki Bayat
14 orang
19.  Paroki Purbowardayan, Sala
23 orang
20.  Paroki Gondang
14 orang
KEVIKEPAN KEDU
   7 ORANG
21.  Paroki Ignatius Magelang
7 orang
JUMLAH
386 orang

Sabda Hidup

Selasa, 07 April  2015
HARI SELASA
DALAM OKTAF PASKAH
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 2:36-41; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; Yoh. 20:11-18.  BcO 1Ptr. 1:22-2:10

Yohanes 20:11-18:
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Renungan:
Kesedihan Maria begitu mendalam. Ia sungguh kehilangan dengan kematian Yesus. Kepedihannya semakin mendalam kala dia tidak menemukan jenasah Yesus dan mengira jenasahNya dicuri orang. Kepedihannya sungguh menutup mata dan hatinya sampai dia tidak mengenali Yesus yang bertemu dengannya.
Kepedihan seringkali menutup mata kita untuk melihat harapan. Cahaya cerah pun terlihat gelap. Hidup serasa tidak berarti. Semua terasa hampa. Pada masa-masa seperti itu kita mesti memaksa diri kita untuk mendengar suara Tuhan. Walau ada penolakan, kita tetap harus melawannya dan membangkitkan harapan. Kita tidak boleh berhenti pada kepedihan. Maria mendengar panggilan dari Yesus. Ia pun mulai mengenaliNya. Harapannya hidup. Ia pun menjadi pembawa berita tentang kebangkitan Yesus.

Kontemplasi: 
Bayangkan suasana hati Maria dan perjumpaannya dengan Yesus dalam Injil Yoh. 20:11-18..

Refleksi:
Bagaimana caramu bangkit dari suasana sedih?

Doa:
Tuhan semoga aku selalu memegang harapan kebangkitan PuteraMu.  Aku mampu segera bangkit kala kesedihan menghampiriku. Amin.

Perutusan:
Aku akan segera bangkit dari kesedihan dan membangkitkan sesamaku. -nasp-

Lamunan Oktaf Paskah

Selasa, 7 April 2015

Yohanes 20:11-18

20:11. Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,
20:12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.
20:13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."
20:18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, adalah wajar kalau seseorang menangisi kematian orang dekat dan dicinta. Kematian menghentikan berbagai rasa nikmat yang biasa dialami sehari-hari.
  • Tampaknya, kebiasaan dan tradisi yang memberikan rasa mapan dan nyaman untuk menghayati hidup juga dapat amat disesali apabila hilang dalam hidup bersama. Orang dapat meratapi hal-hal lampau yang hilang dari khasanah hidup sehari-hari.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa hilang dan punahnya sebaik dan seindah apapun bentuk dan ujud yang biasa dinikmati oleh orang dan masyarakat sejatinya justru menjadi peristiwa tumbuh dan berkembangnya kebaruan yang menjanjikan segar dan cerianya kehidupan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu menghayati dan mengungkapkan serta mewujudkan keyakinan batinnya sesuai dengan perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.
Ah, bagaimanapun perubahan itu mengancam keselarasan.

Sunday, April 5, 2015

Obat Batuk Pilek untuk Lansia (I)

diambil dari http://www.vemale.com Sabtu, 22 Maret 2014 12:29
 
Vemale.com - Ladies, penyakit batuk pilek memang menyerang orang tak pandang usia, mulai dari bayi hingga lansia bisa terserang penyakit yang satu ini. Penyakit batuk pilek ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya atau dengan obat ringan. Makanya, kebanyakan orang lebih memilih obat batuk pilek yang biasa beredar atau tersedia di apotek. Padahal, obat batuk pilek tersebut obat-obatan kimia yang tentunya pasti mengandung efek samping.

Perlu Anda ketahui sebenarnya tidak ada obat batuk pilek yang spesifik untuk menyembuhkan batuk dan pilek pada orang lanjut usia (lansia). Menurut situs hopkinsmedicine.org, dijelaskan bahwa batuk pilek yang menyerang orang-orang tersebut berasal dari virus influenza. Infeksi virus influenza sangat menular melalui udara (airbone disease). Menyebabkan aneka gejala mulai kelelahan ringan sampai gagal napas, bahkan sampai mengakibatkan penderitanya meninggal dunia.

Bicara mengenai batuk pilek, selain mengonsumsi obat-obatan kimia maupun herbal untuk menyembuhkan pernyakit tersebut, sebenarnya masih ada banyak cara untuk sembuh dari penyakit tersebut. Apalagi batuk pileknya menyerang orang lanjut usia, biasanya kan dengan minum obat sedikit agak kesusahan. Nah, coba alternatif obat ini.

Bahan :
1. Jeruk nipis 1 buah
2. Minyak kayu putih secukupnya
3. Kapur sirih secukupnya

Cara pembuatan:
Jeruk nipis diperas, setelah itu airnya ditaruh kedalam cawan atau gelas. Lalu, ditambah minyak kayu putih sama banyaknya dan ditambah kapur sirih sedikit, kemudian diaduk sampai rata.

Cara pemakaian:
Dibalur pada leher, dada dan punggung orang lanjut usia.
Sangat mudah dan murah meriah kan? Selamat mencoba.

Oleh : Ismaya Indri Astuti
(vem/ver)