Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, September 3, 2015

Sabda Hidup


Jumat, 04 September 2015
St. Rosa dr Viterbo
warna liturgi Hijau
Bacaan
Kol. 1:15-20; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 5:33-39. BcO Am. 5:1-17

Lukas 5:33-39:
33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." 34 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? 35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." 36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 37 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39 Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

Renungan:
Hidup manusia itu selalu belajar. Saat lahir ia belajar menjadi anggota dunia. Saat sekolah ia belajar menjadi peserta didik. Saat menikah ia belajar menjadi keluarga baru. Saat punya anak ia belajar menjadi orang tua. Juga saat pensiun ia pun belajar menjadi pensiunan. Setiap masa mempunyai keunikannya sendiri. Masa-masa itu pun mesti disikapi secara baru.
Yesus mengatakan, "Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur" (Luk 5:37). Dunia baru mesti disikapi secara baru. Kenyataan telah menjadi orang tua dan punya anak tentunya menuntut orang untuk berlaku sebagai orang tua. Ketika pensiun kita pun tidak bisa memperlakukan keluarga seperti anak buah tempat kita bekerja. Cara perintah pada anak buah kalau ditimpakan kepada keluarga maka akan terjadi gesekan yang akhirnya membuat frustasi dan koyaklah hidup kita. Maka marilah kita selalu belajar dalam hidup kita dan menanggapi dunia baru kita dengan terus belajar.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu menempati masa atau situasi baru. Lihatlah bagaimana cara-caramu menghadapi situasi tersebut.

Refleksi:
Apa yang kaulakukan kala menghadapi masa atau dunia baru?

Doa:
Tuhan semoga aku mampu mengarungi jiarah kehidupan ini dengan baik. Aku selalu berani belajar atas tantangan baru yang kuhadapi. Amin.

Perutusan:
Aku akan selalu belajar sepanjang hidupku.  -nasp-

Wednesday, September 2, 2015

IKUT PESTA UNIO


Paguyuban para imam praja Keuskupan Agung Semarang (KAS) yang bernama UNIO-KAS pada hari Jumat 28 Agustus 2015 mengadakan perhelatan khusus. Ini adalah Pesta Perak Imamat 5 orang rama (Rama Bagyo, Rama Saryanto, Rama Atas, Rama Martasudjita, dan Rama Sugiono) dan Pesta Perak Imamat 2 orang rama (Rama Gito dan Rama Windya). Penyelenggaraan terjadi di Paroki Administratif Pringgolayan. Maka panitia juga terdiri dari warga Katolik Pringgolayan. Bapak Uskup Mgr. Yohanes Pujasumarta menjadi selebran utama dalam Perayaan Ekaristi didampingi oleh kelima yubilaris dan Rama Willem Pau (Pastor Kepala Paroki Bintaran dimana Paroki Administratif Pringgolayan bernaung) serta Rama Mulyatno (Ketua UNIO-KAS).

Untuk ambil bagian dalam kegembiraan bersama, dari Domus Pacis juga ada rama-rama yang datang. Mereka adalah Rama Tri Hartono, Rama Harto dan Rama Bambang. Rama Harto menunjuk Pak Tukiman sebagai pendampingnya karena Pak Tukiran dapat membopongnya baik ketika masuk dan turun dari mobil. Rama Bambang dan Rama Harto membawa kursi roda. Mereka pergi ke Pringgolayan dengan mobil Grandmax yang disopiri oleh Bu Rini, salah satu relawati Domus. Rama Harto dan Rama Bambang mengalami kelancaran naik turun dari halaman ke gedung Gereja karena banyak umat yang membantu.

Sabda Hidup



Kamis, 03 September 2015
Peringatan Wajib St. Gregorius Agung
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11. BcO Am. 4:1-13

Lukas 5:1-11:
1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. 
 
Renungan:
Di beberapa tempat sering mengalami kesulitan untuk memilih ketua orang muda, ketua lingkungan dll. Salah satu alasan yang muncul adalah tidak siap dan merasa kurang pantas. Ada juga yang beralasan tidak sanggup karena tidak mampu, tidak punya waktu, ada yang lebih mampu dll. Aneka macam alasan bisa dikemukakan.
Petrus pun merasa tidak layak di hadapan Yesus. Namun Yesus meneguhkan, katanya, "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia" (Luk 5:10). Petrus yang melihat begitu banyaknya tangkapan ikan merasa tidak pantas dihadiri Tuhan, malah dipilih menjadi penjala manusia.
Tiap pribadi di antara kita ketika dipilih menjadi pimpinan tentu dilandaskan oleh kriteria si pemilih. Mungkin ada rasa tidak layak dalam diri kita. Namun mereka telah membuat kita layak. Maka kalau mendapat seperti itu kita sambut dengan syukur dan kita wujudkan dengan sungguh-sungguh. Pada saatnya pertolongan Tuhan datang dan banyak manusia bisa kita jala.

Kontemplasi:
Bayangkan situasi yang tergambarkan dalam Injil Luk. 5:1-11. Hadirkan dirimu sebagai pribadi yang dipilih Tuhan.

Refleksi:
Bagaimana menanggapi keterpilihanmu sebagai pemimpin?

Doa:
Bapa, semoga aku percaya pada pertolonganmu dan siap menerima tugas yang dipercayakan kepadaku. Amin.

Perutusan:
Aku siap dipilih oleh Tuhan menjadi penjala manusia.  -nasp-

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
Kamis, 3 September 2015

Lukas 5:1-11

5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kalau menemukan ide baru dan mampu menjalaninya orang dapat merasa gembira. Apalagi bila hal itu membawa hasil banyak yang melebihi rata-rata hasil yang biasa dicapai, orang akan merasa amat bangga.
  • Tampaknya, orang yang mampu berprestasi dengan cara yang berbeda bahkan berseberangan dengan kebiasaan umum akan disebut kreatif. Dia mampu melakukan hal alternatif.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sekreatif apapun seseorang dan sealternatif apapun yang dilakukannya kesemuanya datang dari keterbukaannya terhadap pertimbangan kedalaman batin yang sejatinya dalam kesuksesannya justru memberikan kesadaran akan apa saja yang menjadi kelemahan diri. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan makin menemukan celah-celah kekurangan dari dalam setiap keberhasilannya.
Ah, bagaimanakan juga setiap keberhasilan adalah peningkatan penghasilan.

Tuesday, September 1, 2015

Penyebab Gangguan Telinga dan Cara Mengatasinya

penyebab gangguan telinga 
Telinga adalah salah satu panca indra yang sangat vital fungsinya bagi manusia. Apa jadinya jika kita kehilangan fungsi dari indra untuk mendengar ini. Dunia yang indah ini tentu akan terasa hampa, hening dan sepi. Tapi kadang kita sering menyepelakannya, dan baru mulai memperhatikan kesehatan telinga ketika ia mulai mengalami gangguan dan  dirasa makin menurun fungsinya.

Ada beberapa faktor penyebab menurun – bahkan hilangnya sama sekali – fungsi telinga/pendengaran. Penyebabnya bisa karena faktor dari dalam tubuh seperti sedang  menderita penyakit-penyakit degeneratif tertentu (hipertensi, diabetes), pemakaian obat-obatan atau karena faktor dari luar, akibat cara membersihkan telinga yang tidak benar misalnya.

Infeksi telinga

Gangguan pada telinga bisa terjadi akibat adanya infeksi pada telinga (otitis media). Infeksi terjadi karena luka pada kulit atau gendang telinga, kulit gatal mirip eksim atau sampai bernanah . Hal ini biasa terjadi pada anak balita karena ketidak hati-hatian dalam membersihkan telinga mereka. Berbeda dengan telinga orang dewasa, liang telinga anak-anak lebih dangkal hingga pengorekan yang terlalu dalam menimbulkan iritasi bahkan luka pada telinga.

Yang perlu diperhatian, bila Anda membersihkan telinga dengan coton bud jangan sampai keliang telinga, sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk lebih dalam  yang kemudian menumpuk dan membatu. Disinilah seseorang akan mendapat masalah karena bagian dalam telinga terasa gatal, iritasi dan akhirnya infeksi.

Kalau diketahui ada kotoran yang telah mengeras di dekat gendang telinga, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter ahli THT. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga (karbol glieserin 10%) untuk memecahkan kotoran tersebut.  Infeksi yang barang kali timbul lantaran iritasi kotoran itu diatasi dengan pemberian obat antibiotik.

Pilek dan gangguan telinga

Penyakit pilek pun ada kalanya menganggu telinga karena lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung (tuba eustachius) mengalami peradangan atau mampat. Bila Anda merencanakan naik pesawat udara atau berenang pada saat menderita pilek berat, sebaiknya terlebih dahulu kedokter untuk mendapatkan obat tetes atau yang dapat menggulangi peradangan tersebut.
Para penyelam dianjurkan tidak menyelam saat menderita pilek, sebab tekanan air yang sangat besar sangat membutuhkan kelonggaran keluar masuknya udara melalui tuba. Kalau tuba eustachius-nya sedang mengalami peradangan udara akan terhalang dan bisa mengakibatkan pecahnya gendang telinga. Atau paling tidak, kita mendapat serangan sakit telinga atau vertigo karena udara terkurung di dalam.

Gangguan lain pada telinga bisa juga akibat masuknya benda asing kedalam saluran pendengaran. Anak kecil banyak yang suka memasukkan biji-bijian kedalam telinga. Benda keras ini berbahaya kalau tidak segera diambil, sebab dapat mendesak gendang telinga atau bergesernya kedudukan tulang pendengaran.

Trauma polusi udara

Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20-20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi perdetik) dengan intesitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB). Bunyi diatas itu kalau terus menerus dan dipaksakan bisa merusak pendengaran, karena bisa mematikan fungsi sel-sel sistem pendengaran.

Gejala awal adanya gangguan pendengaran karena polusi udara ini sering kali tidak dirasakan kecuali telinga berdengung, kemudian dikuti oleh menurunnya pendengaran. Trauma suara ini banyak dialami oleh pekerja pabrik. Kebisingan pabrik aman selama masih dibawah 80 dB. Namun kalau naik 3 dB saja, seseorang sebaiknya beristirahat sejenak setalah bekerja empat jam. Atau bila perlu mengenakan pentup telinga.

Kebisingan suara di jalan yang setiap hari didengar oleh para sopir bus pun bisa berdampak negatif terhadap pendengaran sang sopir.

Tekanan darah tinggi

Para penderita penyakit darah tinggi, dimana sel-sel pembuluh darah sekitar telinga ikut tegang dan mengeras, juga harus selalu memperhatikan kesehatan telinga. Sebab berkurangnya oksigen yang masuk lebih memudahkan sel-sel pendengaran mati. Bila penderita merasakan telinganya sering berdengung, segeralah ke dokter sebelum terlambat.

Pada orang lanjut usia, gangguan pendengaran biasanya disebabkan oleh fungsi organ pendengaran yang menurun (presbiakusis). Kemunduran pendengaran pada para manula ini lebih banyak dipengaruhi oleh penyakit degeratif yang didapatnya seperti tekanan darah tinggi, diabates, gangguan kardiovaskuler, atau obat-obatan tertentu. Yang diminum secara rutin seperti pil kina untuk penyakit malaria, streptomisin, dll.

Gangguan organ telinga memang  bisa bermacam-macam, disamping yang disebutkan diatas, bisa juga karena faktor keturunan, gangguan gizi, trauma kepala, bisul, jamur, tumor dll. Namun dengan gizi yang baik, pemakaian kapas pembersih telinga yang tidak berlebihan, pemeriksaan telinga secara rutin paling tidak setiap ½-1 tahun sekali oleh ahli THT, niscaya kesehatan telinga tetap terpelihara.(sy/int)

diambil dari http://kliniksehati.com

Lamunan Pekan Biasa XXII

Rabu, 2 September 2015

Lukas 4:38-44

4:38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
4:39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
4:40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
4:41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan amat bergembira kalau yang dikerjakan menarik banyak orang. Dengan mengambil istilah dunia ekonomi itu berarti pasar menerimanya.
  • Tampaknya, kalau makin banyak langganan datang makin banyaklah orang akan menambah waktu untuk memperbanyak produksinya. Pada zaman kini produksi tidak hanya berupa barang tetapi juga berupa jasa.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa semutu, seindah, dan selaris apapun pekerjaan seseorang, apabila yang diutamakan bukan sikap berbagi rasa bahagia karena akrab dengan kedalaman batin, dia akan terlena pada puji sanjung yang sejatinya menghadirkan aroma busuk egoisme. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan membagikan kebahagiaannya terutama kepada mereka yang belum mendapatkan keceriaan batin.
Ah, kalau banyak yang menerima orang mudah mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.

Sabda Hidup



Rabu, 02 September 2015
Ludovikus Yosef Francois, Yohanes Gruyer & Petrus Renatus Rogue
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Kol. 1:1-8; Mzm. 52:10,11; Luk. 4:38-44. BcO Am. 3:1-15

Lukas 4:38-44:
38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. 42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. 43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Renungan:
Suatu kali ada seorang bapak memakai baju rapi dan berdasi menemui saya yang lagi menukang. Dia berkata, "Pak bisa garap taman di rumahku, sehari berapa?" Aku menjawab, "Bisa saja Pak, tapi maaf ini baru penuh sekali." Kala itu ada aktivis orang muda melihat kami bercakap-cakap. Sambil tersenyum dia mendekati dan memanggil saya, "Rama ki lo." Saya memberi isyarat untuk jangan keras-keras supaya bapak yang telah meninggalkanku tidak mendengar sebutan "Rama".
Kadang kita menyembunyikan identitas kita supaya tidak membuat orang lain malu, orang bisa bersikap wajar, tidak menimbulkan pergunjingan, dan lain-lain. Saya meminta aktivis tadi diam supaya tidak membuat sang bapak itu malu. Yesus memerintahkan diam supaya sampai pada waktu yang telah ditentukan.
Identitas jabatan bukanlah sesuatu yang harus kita tonjolkan. Namun makna dalam identitas itu yang perlu kita geluti dan hadirkan. Biarkanlah orang merasakan karya penyelamatan Yesus walau mereka tidak tahu Dia adalah Mesias Anak Allah. Biarlah orang merasakan kasih dan karya kita walau mereka tidak tahu jabatan kita.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 4:38-44. Bandingkan denganmu kala menghadapi situasi tersebut.

Refleksi:
Bagaimana menghadirkan jabatanmu dalam karya dan tindakanmu?

Doa:
Bapa, Engkau hadir untuk berbelaskasih dan menyelamatkan kami. Walau orang tidak mengenaliMu namun kasihMu tak pernah luntur. Terima kasih Bapa. Amin.

Perutusan:
Aku akan menunjukkan karya kasihku daripada sekedar mendengungkan jabatanku.  -nasp-