Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, September 7, 2015

Lamunan Pesta

Kelahiran Santa Perawan Maria
Selasa, 8 September 2015

Matius 1:18-23

1:18. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kehamilan dalam keluarga muda akan menghadirkan suasana amat gembira. Hal ini terjadi apabila hubungan antar suami istri harmonis.
  • Tampaknya, kehamilan dalam keluarga dapat menjadi bencana. Hal ini terjadi apabila ada soal terpendam terjadi di antara suami dan istri.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa entah berada di dalam keluarga tenang entah berada di dalam keluarga bermasalah, seorang anak akan lahir di tengah suasana yang amat luhur kalau seisi keluarga memiliki kebiasaan sambung batin dengan yang berada di kedalaman batin. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung orang akan terbiasa berbicara apapun dengan kedalaman batinnya sehingga dapat melahirkan berbagai hal yang luhur.
Ah, keluarga bermasalah ya jadi tak harmonis dan tak akan membuat hidup baik di tengahnya.

Sabda Hidup



Selasa, 08 September 2015
Pesta Kelahiran SP Maria
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kem. Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23. BcO Kej. 3:9-20 atau Sir. 24:2-12,16-22

Matius 1:1-16,18-23:
1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. 2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, 3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, 4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, 6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, 7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, 8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, 9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, 10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, 11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. 12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, 13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, 14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, 15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, 16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. 18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"  yang berarti: Allah menyertai kita.

Renungan:
Hari ini kita memperingati pesta kelahiran Santa Perawan Maria. Keberadaan Perawan Maria ke dunia tentunya menjadi syukur bagi kedua orang tuanya. Ia bertumbuh dalam kesederhanaan dan penuh dalam iman. Ia pun terpilih menjadi ibunda Immanuel.
Kehadiran seorang manusia selalu menjadi tanda sukacita bagi keluarganya. Kehadirannya itu pun akan menjadi tanda bagi kehadiran yang lain. Keberadaan seseorang pasti memberikan warna bagi lingkungan sekitarnya. Ketulusan dan kesucian Maria menjadikannya sebagai pribadi yang terpilih.
Siapa pun dari kita pasti memberi warna bagi lingkungan sekitar kita. Setiap pribadi tampil dengan kekhasannya tanpa ada satu pun yang mampu menduplikat. Marilah kita beri warna lingkungan sekitar kita dengan hati yang tulus dan suci. Semoga dengan begitu Allah pun berkenan hadir dan memberikan berkatNya bagi kehidupan kita dan sekitar kita.

Kontemplasi:
Bayangkan kelahiran dan warna yang kauberikan kepada lingkungan sekitarmu.

Refleksi:
Apa arti kelahiran dan kehadiranmu bagi dunia di sekitarmu?

Doa:
Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberi ibu Maria teladan iman kami. Semoga hidup kami pun berkenan kepadaMu. Amin.

Perutusan:
Aku bersyukur atas kelahiran dan keberadaanku. -nasp-

Sunday, September 6, 2015

KELOMPOK BANTUL


"Nyuwun pangapunten, rama, mangke namung sekedhap wonten mriki. Amargi wonten Lingkungan wonten sripahan kalih" (Maaf, rama, di sini nanti hanya sebentar. Di Lingkungan kami ada kematian 2 orang). Ini adalah kata-kata Bu Narjo yang mengkoordinasi 13 orang (5 bapak dan 8 ibu) dari Bantul. Mereka adalah bagian dari peserta Jagongan Iman yang didampingi oleh Rama Bambang. "Jan-jane tasih wonten setunggal mobil malih. Nanging dientosi mboten dhateng-dhateng, terus ditinggal mawon. La soale kedah cepet wangsul layat" (Sebetulnya masih ada satu mobil lagi. Tetapi kami sudah menanti dan ternyata tak datang-datang, maka kami tinggal. Sebab kami harus cepat pulang untuk melayat) Bu Narjo menambah informasi. Tentang adanya kematian, Rama Bambang sudah tahu sehari sebelumnya. Bu Atno, salah satu motor kelompok Jagongan Iman Bantul, mengirim SMS ke Rama Bambang bahwa tidak dapat ikut berkunjung ke Domus Pacis. Kemenakan beliau wafat. Kunjungan pada Minggu 30 Agustus 2015 ini memang hanya terjadi sekitar 45 menit. Meskipun demikian suasana akrab menggembirakan terjadi. Para rama yang menyambut adalah Rama Yadi, Rama Hantoro, Rama Tri Hartono, Rama Harto, Rama Tri Wahyono, Rama Agoeng dan Rama Bambang.

Sabda Hidup



Senin, 07 September 2015
Hari biasa
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Kol. 1:24 - 2:3; Mzm. 62:6-7,9; Luk. 6:6-11. BcO Am. 8:1-14

Lukas 6:6-11:
6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Renungan:
Sering kita mendengar pimpinan mengkritik pimpinan yang lain. Tindakan yang tidak selaras dengan pikirannya, walau bukan kesalahan, sudah menjadi bahan bulan-bulanan yang tiada henti. Ia selalu mengintai kapan lawannya itu lengah dan bisa dihancurkan. Namun tanpa dia sadari dia pun lengah. Dia melakukan tindakan salah yang sering dipakai sebagai bahan kritikan.
Ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengincar kesalahan Yesus. Mereka menunggu tindakan Yesus yang melawan hukum. Dan ternyata Yesus berani menantang mereka. Ia menyembuhkan orang yang mati tangan di hari Sabat.
Memang ada banyak orang yang mungkin mengincar kesalahan kita. Mereka pula yang sering melakukan tindakan salah incarannya. Rasanya kala ada nilai yang lebih tinggi yang kita perjuangkan kita tidak perlu takut di salahkan oleh orang-orang tersebut.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 6:6-11. Hadirkanlah satu pengalamanmu yang mirip dengan pengalaman Yesus.

Refleksi:
Pertimbangan apa yang kaubuat dalam melakukan suatu tindakan?

Doa:
Tuhan kuatkanlah hatiku untuk menjalankan perbuatan bernilai walau dalam ancaman mata orang-orang yang tidak suka. Amin.

Perutusan:
Aku akan menguatkan hatiku menjalankan perbuatan yang bernilai. -nasp-

Lamunan Pekan Biasa XXIII

Senin, 7 September 2015

Lukas 6:6-11

6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
6:7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
6:8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
6:9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
6:10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
6:11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kebaikan menjadi ajaran inti dari agama. Segala tatanan baik perintah maupun larangan dipakai untuk mendampingi warganya agar menjadi baik.
  • Tampaknya, berbagai rumusan dan kebiasaan dalam agama dipandang sebagai pegangan hidup baik. Menjaga rumus dan kebiasaan adalah menjaga kebaikan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa serajin dan setaat apapun orang menjalani rumus dan kebiasaan agama bahkan menjaga umat untuk mentaatinya, apabila orang tidak intim dengan kedalaman batin yang selalu menjaga substansi kebaikan, dia justru mudah menjadi sosok pengembang kejahatan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dapat mengungkapkan dan mewujudkan kebaikan dalam aneka kenyataan hidup.
Ah, yang mempertanyaan kebiasaan agama sejatinya adalah kafir.

Saturday, September 5, 2015

ANGIN DUDUK

diambil dari WA De Britto 68-71 Plus 3 September 2015
ilustrasi dari koleksi Blog Domus 

Angin duduk adalah suatu kondisi saat penderitanya mengalami nyeri pada dada akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Dalam dunia medis angin duduk disebut Angina Pektoris yang disebabkan karena suplai oksigen berkurang ke otot-otot jantung karena penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung. Serangan angin duduk bisa terjadi secara tiba-tiba dan jika tidak ditangani secara benar bisa berakibat fatal.

Faktor yang menyebabkan seseorang beresiko terkena angin duduk yaitu : darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan, stres, kurang berolahraga, dan perokok.

Berikut ini adalah beberapa gejala angin duduk, di antaranya: Nyeri pada dada, yang kemungkinan bisa menyebar ke lengan kiri, punggung, rahang, dan leher, sesak napas, tubuh terasa lelah, mual, pusing, gelisah, mengeluarkan keringat berlebihan.

Angin duduk dengan gejala ringan masih bisa ditangani dengan cukup mudah yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa hal yang bisa dilakukan untk mencegah angin duduk di antaranya: mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan berserat, hindari stres, tidak merokok, seimbangkan aktifitas fisik dengan istirahat, tidak makan berlebihan, dan tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan garam berlebih. []

Sumber: Alodokter.com

Lamunan Pekan Biasa XXIII

Minggu, 6 September 2015

Markus 7:31-37

7:31. Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
7:32 Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
7:33 Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
7:34 Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
7:35 Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
7:36 Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global keterbukaan menjadi tuntutan zaman. Pesatnya perkembangan tekhnologi komunikasi membuat orang berjejaring dengan banyak pihak secara mendunia.
  • Tampaknya, di era global keterbukaan dalam berelasi tidak hanya terjadi face to face saling berhadapan secara fisik. Hubungan dunia maya menjadi kenyataan yang membuat orang mampu menangkap banyak hal bersamaan dengan amat banyak orang lain di belahan dunia lain pada saat yang sama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa seluas apapun jaringan hubungan baik karena pergaulan face to face maupun dunia maya, apabila tidak disertai dengan pergaulan dengan kedalaman batin yang membuat intens bergaul dengan yang terbatas, pada dasarnya orang adalah tuli dan bisu. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mampu menangkap pijar batin dari orang yang dihadapi.
Ah, yang paling menguntungkan adalah kalau punya amat banyak orang jalin pertemanan.