Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, October 1, 2015

SYUKUR KARNA LORONG-LORONG MAYA


Berkaitan dengan SOS Talud Domus Pacis, Rm. Bambang sungguh merasakan tangan ilahi yang berkarya lewat perkembangan zaman. Pada hari Kamis 1 Oktober 2015 Rm. Agoeng bilang "Rama, benjang Setu Pak Joko nyuwun tigang dasa" (Rama, besok Sabtu Pak Joko, yang melaksanakan pembuatan talud, minta Rp. 30.000.000) kepada Rm. Bambang yang langsung menjawab "Nggih" (Ya). Ketika hening di dini hari 2 Oktober Rm. Bambang heran mengapa dalam waktu 12 hari dapat menyediakan uang sejumlah itu, padahal:
  • Kini bersama rama-rama Domus Pacis, yang biasa bicara hidup bersama di kamar makan, sudah ada dalam kondisi tubuh yang tidak dapat leluasa ke sana-sini menjumpai banyak orang.
  • Kini sudah tidak memiliki wewenang dinas di dalam Gereja.
  • Kini secara praktis sudah lepas dari berbagai hubungan dengan umat umum termasuk yang dulu dilayani.
  • Kini tidak memiliki kemampuan-kemampuan praktis yang sesuai dengan tuntutan zaman sehingga secara praktis menjadi orang-orang jadul atau kolot.
Tetapi, sekalipun ada dalam keadaan seperti itu, terhitung pada sekitar jam 11.00 tanggal 1 Oktober 2015 ada 69 orang yang memberi sumbangan uang sebesar Rp. 83.297.600,00. Di antara mereka tak ada satupun datang dari orang-orang yang pernah menjadi reksa pastoral Rama Bambang. Dari mereka 64 orang (92,75%) tahu SOS Talud Domus Pacis dari baca FB dan Blog Domus www.domuspacispuren.blogspot.com. Rm.Bambang, yang dalam menggunakan HP saja baru sesudah usia 55 tahun, dilatih oleh Rm. Agoeng menjadi admin Blog pada usia 61 tahun dan baru dapat mengoperasionalisasikan sesudah hampir sebulan. Dari pengalaman ini dia kemudian hanya dapat bersyukur kepada Kristus karena:
Dalam keterbatasan fisik dan ketidakmampuan melanglang kampung-kampung berjumpa langsung dengan umat, ternyata masih dapat jumpa saudari-saudara di LORONG-LORONG MAYA. 

Dengan sambung hati maya itu Komunitas Rama Tua Domus Pacis yakin akan datangnya saudari-saudara lain membantu dana uang seberapapun. Baik secara tunai menyerahkan uang maupun mengirim lewat TAHAPAN BCA, KCP Gejayan, 4565146662, a.n. Petrus Noegroho Agoeng SW, ada saudari-saudara lain menyusul mereka yang tercatat hingga sekitar jam 11.00 1 Oktober 2015:

PENYUMBANG DANA BANGUNAN TALUD DOMUS PACIS
Diberikan Langsung
Diberikan Lewat Bank hingga 28-09-2015
Nama
Asal
Jumlah Rp.
Nama
Asal
Jumlah Rp.
Umat Katolik
Sleman Timur
600.000
Majalah INSPIRASI
Semarang
5.000.000
Rm Kieser
Kotabaru Yk
800.000
Ignatius Aryo

100.000
Rm Harto
Domus Pacis
500.000
Budi Astuti Muljon

1.000.000
Anda Halim
Via Bu Ninik Naryo
150.000
Susanto Ted
Kudus
500.000
N.n.
Via Bu Ninik Naryo
450.000
Prihanto Ekoputr
Semarang
20.000.000
Rm Tri Hartono
Domus Pacis
1.500.000
Iva
Salatiga
10.000.000
Klg. Subiyatmono
Sleman
1.000.000
Egy Christal Soesi

1.000.000
SSV DPD Yogya
Sleman
2.000.000
Edy Tyas Desse

500.000
PPT St. Barnabas
Paroki Medari
2.000.000
Rm. FX Krisnohandy
Magelang
2.500.000
Klg. Subari
Murangan
500.000
Sinta Handa

1.000.000
PUPIP
Ungaran
1.000.000
Kussukiyanto
Maguwaharjo
350.000
Klg. Bu Lipur
Gowok
500.000
Herminagilda
Delanggu
1.000.000
Rm. Hantoro
Domus Pacis
500.000
B Erry Prasetyo
Permata Mobil
500.000
N.n.

500.000
Albert Suwandi

1.000.000
N.n.

800.000
Rosalia Noni Setia
Serang
750.000
Bu Ch. Sriyuwanti
Polowidi, Medari
500.000
A Agung Wicaksono

500.000
Pak Mardi
Pengok Kidul
100.000
Jovita Sri Setyani

250.000
Dr.H Gita
Sala
500.000
Soelistyorini

1.500.000



Daisy Savitri Devi

200.000



Ign Surjandjono

1.000.000



Agung Wija

700.000



Inova Melisa Priya

100.000



Miki Yocelyn

2.000.000



Cisca Sutjiatie D

500.000



Lisawati Gunawan

250.000



Adhi Nugroho

500.000



Hildegard Arista D

500.000



Stefanus Handiyanto

500.000



Donatus danarka SA

500.000



Regina Sri Indarti
Jakarta
1.000.000



Antonius Yunanto
Jawa Barat
500.000



Sigit Purnomo

500.000



Susanto Ari Nugroho
Kayunan
300.000



Yosef Enjang Widia

577.600



0852360573

300.000



Harjanto

170.000



Sri Sundari

500.000



Paulus Widhi

500.000



N.n.

1.000.000



Utari Kartikasari
Halim
200.000



Maria Marjam Aryan

250.000



Paulus Kuswandono

1.000.000



Editha Ajeng Wijay

1.000.000



Adelia Hariyono

250.000



Ade Candrasari

1.000.000



Anggraini Wahyuning

1.000.000



Nungki Arinita

200.000



Bapa Joyo
Jakarta
1.000.000



Risa Wulandari

500.000



Patrick Deny Krisn

200.000



V Adwin Setiadi

2.000.000



Klg Soemitro
Semarang
750.000
























17 penyumbang

13.900.000
52 penyumbang

69.397.600


Lamunan Peringatan Wajib

Para Malaikat Pelindung
Jumat 2 Oktober 2015

Matius 18:1-5.10

18:1. Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, sekecil apapun orang memiliki keinginan menjadi pembesar. Paling tidak orang ingin masuk dalam jajaran kaum dihormati di tengah masyarakat.
  • Tampaknya, orang juga akan senang dan bangga kalau memiliki pengiring bahkan pengawal atau penjaga. Orang juga siap mengeluarkan beaya untuk itu karena itu dapat meningkatkan status sosial.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sebesar dan setinggi apapun status di tengah masyarakat dengan segala karyawan bahkan pengawalan yang dimiliki, hal itu tidak akan membuat orang seaman dan setentram dibandingkan dengan hidup beralaskan alunan kedalaman batin yang menghadirkan perlindungan jiwani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tidak gusar dengan segala keinginan menjadi terhormat.
Ah, dengan terhormat segala akses sosial mudah diraih.

Sabda Hidup

Jumat, 02 Oktober 2015
Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
warna liturgi Putih
Bacaan
Kel. 23:20-23a; Mzm. 91:1-2,3-4,5-6,10-11; Mat. 18:1-5,10. BcO Ydt. 10:1-5,11-17; 11:1-8,20-23

Matius 18:1-5,10:
18:1. Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." 18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.


Renungan:
Ketika para murid bertanya siapa yang terbesar di Kerajaan Surga, Yesus mengambil seorang anak kecil dan menunjukkan bahwa anak kecillah yang terbesar di Kerajaan Surga. Mereka adalah pribadi yang berada dalam lindungan Allah. Maka setiap pribadi yang menyambut mereka sama dengan menyambut Tuhan.
Seorang anak memang mempunyai dunia yang indah. Segala kelincahannya menandakan kegembiraan dunia hidupnya. Kadang pula orang tua khawatir dengan segala kelincahannya. Namun orang tua pun mengenal dengan baik karakter anak-anaknya. Kepercayaan pada mereka akan memberikan ruang tumbuh yang hidup.
Sekalipun kita bukan orang tuanya kita pun dipanggil untuk mengenal dunia anak-anak. Dengan begitu kita pun bisa menyambutnya dengan baik. Segala tingkah yang menyesatkan anak akan tercatat dalam dunia Allah. Maka pada mereka kita layak mengarahkan pada kebenaran hidup. Pada mereka ada malaikat yang melindungi.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu dan bayangkan kisah dalam Injil Mat. 18:1-5,10. Hadirkan dirimu di antara anak-anak.

Refleksi:
Siapa anak-anak bagimu dan bagaimana anda menyambut mereka?

Doa:
Bapa berkatilah anak-anak. Semoga mereka mendapat pendampingan yang baik dan terdidik untuk saling menghormati sesama. Amin.

Perutusan:
Aku akan menyambut anak-anak dengan hati terbuka. -nasp-

Wednesday, September 30, 2015

KOIN TALUD DOMUS PACIS??


"Rama, wonten tamu saking Sala" (Rama, ada tamu dari Sala) kata Mas Abas ketika jarum jam sudah lewat angka 04.00 pada Minggu 27 September 2015. Karena jumlah tamu melebihi jumlah kursi di kamarnya, Rama Bambang menerima di teras depan kamar. Ternyata mereka datang dari Paroki Purbowardayan. Salah satu ibu dari para tamu berkata "Kula namung ndherekaken bapak-bapak ingkang makili Panitia HUT Paroki, Rama" (Saya hanya mengantar bapa-bapak yang datang mewakili Panitia Hari Ulang Tahun Paroki, Rama). Ternyata rombongan kecil ini datang untuk kepentingan kunjungan Purbowardayan besok hari Minggu tanggal 11 Oktober 2015. "Dalam kunjungan nanti kami ingin bawa-bawa. Tetapi, agar sesuai dengan kebutuhan, maka kami ingin tanya apakah yang dibutuhkan oleh rama-rama Domus Pacis" kata salah satu bapak. Dalam pembicaraan Rama Bambang juga meminta kehadiran Rama Yadi yang pernah tinggal cukup lama di Purbowardayan.

Ketika berbicara apa yang dibutuhkan rama-rama Domus Pacis, Rama Bambang langsung berbicara kebutuhan uang untuk dana pembangunan talud. Longsoran batu hingga dua kali diceriterakan. Dari Kamis malam 17 September dibicarakan dan Jumat 18 September dibuka rekening bank, maka mulai dengan Senin 21 September pembangunan dimulai. Pada Rabu 23 September Keuskupan datang dan mendukung. Sekalipun Keuskupan tidak akan tinggal diam dalam pembicaraan, para rama Domus Pacis tetap diminta melanjutkan pengumpulan dana dari partisipasi umat. Pembicaraan juga menyangkut betuk kunjungan yang akan datang. Dari sini muncul beberapa pokok:
  • Satu jam pertama dalam kunjungan akan diisi dengan sambung rasa antara rombongan Purbowardayan dan rama-rama Domus dengan dipandu oleh Rama Bambang.
  • Sesudah sambung rasa ada Misa yang akan dipimpin oleh Rama Yadi.
  • Delegasi yang datang di Domus akan meminta izin dari Rama Budi Wihandono (Pastor Kepala) untuk mengadakan gerakan umat Paroki Purbowardayan dengan bentuk pengumpulan KOIN TALUD DOMUS PACIS.

Sabda Hidup



Kamis, 01 Oktober 2015
Pesta St. Teresia dr Kanak-kanak Yesus
warna liturgi Putih 
Bacaan
Neh. 8:1- 4a,5-6,7b-12; Mzm. 19:8,9,10,11; Luk. 10:1-12. atau: Yes. 66:10-14b atau 1Kor. 12:31-13:13; Mat. 18:1-4. BcO 2Taw. 29:1-2; 30:1-16a

Lukas 10:1-12:
1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Renungan:
Dalam banyak tempat sering mengalami kesulitan mendapatkan ketua lingkungan atau pro diakon. Mereka yang dipilih/ditunjuk seringkali menolak dengan aneka macam alasan. Salah satu alasan yang sering muncul adalah karena merasa tidak layak atau merasa tidak pantas. Mereka merasa bekalnya belum cukup.
Ketika mengutus murid-muridNya Yesus melarang mereka membawa bekal. Rasa saya satu-satunya bekal adalah pengenalan mereka pada Yesus dan Yesus telah memberi kuasa. Itulah bekal yang utama yang mesti selalu dipegang.
Siapapun dari kita yang telah bersama Kristus rasanya mempunyai bekal yang cukup. Kepercayaan yang diberikan pada kita bisa kita jalani dengan bekal tersebut. Semakin tekun menjalani kepercayaan itu semakin banyak bekal yang akan ditambahkan kepada kita.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Hadirkan satu kepercayaan yang diberikan padamu namun kautolak. Telitilah kembali apakah layak dengan bekal yang kaumiliki engkau menolak itu.

Refleksi:
Apa bekal yang telah dianugerahkan kepadamu untuk menjalani kepercayaan?

Doa:
Tuhan aku percaya Engkau selalu menambahkan bekal pada diriku. Aku akan menerima kepercayaan yang diberikan kepadaku karena yakin Engkau akan menemaniku. Amin.

Perutusan:
Aku akan menerima kepercayaan yang diberikan kepadaku. -nasp-