Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, January 3, 2017

Sabda Hidup


Rabu, 04 Januari 2017
Elisabeth Ana Bayley Seton, Angela dari Foligno
warna liturgi Putih 
Bacaan
1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42. BcO Kol 3:17-4:1

Yohanes 1:35-42:
35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. 36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" 37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. 38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" 39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. 40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. 41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)." 42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

Renungan:
Dalam masa kampanye ini para calon kepala daerah rajin mendatangi warga. Mereka blusukan dari satu gang ke gang lain, dari satu RT ke RT lain. Tempat-tempat yang kumuh pun mereka datangi. Gerakan dan tradisi yang ada mereka ikuti. Mereka menjadi orang yang serba tahu adat tradisi masyarakat, orang yang prihatin dengan kondisi warga dll. Mereka menawarkan diri dengan mendekati warga. 
Yesus mengawali karya-Nya juga dengan berjalan keliling. Yohanes yang melihat menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa Yesuslah yang dinanti-nantikan umat Israel. Para murid pun mendekati Yesus dan ingin mengenal-Nya secara lebih dalam. Yesus pun menyambut keinginan mereka.
Memang mendatangi warga merupakan cara yang efektif untuk memperkenalkan diri. Namun kiranya tidak perlu terlalu over akting. Hadir saja tanpa perlu sok peduli padahal tidak pernah peduli, sok ikut tradisi padahal sudah biasa hidup dengan budaya yang lain. Kepedulian dan pengenalan kita akan tampak dalam kehidupan sehari-hari. Yang dibuat-buat kelihatan dan tampak wagu. Hanya mereka yang mau dibeli yang bisa ditipu. Maka mari kita teliti sungguh kehadiran mereka tanpa mengorbankan suara kita demi uang 50rb atau 100rb.

Kontemplasi:
Bayangkan calon pemimpinmu yang sedang blusukan. Amati apakah mereka hadir dengan jujur atau hanya akting.

Refleksi:
Bagaimana mengenali orang yang tampil apa adanya dan akting?

Doa:
Tuhan kami percaya Engkau akan mengirim pemimpin yang baik. Semoga aku mampu melihat dan memilih pemimpin yang sungguh baik. Amin.

Perutusan:
Aku akan waspada dan menjaga hak memilihku dan mampu memilih yang terbaik. -nasp-

Monday, January 2, 2017

Koi Domus Pacis


"Rama, pundi kamerane. Nika Rm. Sapta dhateng. Kula potretke" (Rama, mana kameranya. Rama Sapta dhatang. Saya ambilkan gambarnya) kata Rm. Agoeng ketika masuk kamar Rm. Bambang Rabu pagi sekitar jam 10.00 tanggal 21 Desember 2016. Rm. Sapto Nugroho dari Paroki Wonosari memang datang. Seperti biasa kedatangan beliau berkaitan dengan kolam dan ikan koi. Rm. Sapto menjadi sosok yang berusaha mengusahakan kolam yang cukup besar untuk khusus memiara ikan koi di tengah bangunan induk Domus Pacis. Pada hari itu beliau datang untuk mengganti filter di tiga kotakan kecil kolam bagian sebelah timur. Filter yang sudah ada harus diganti yang lebih baik. Pak Heru, karyawan Domus, membantu memotong-motong bahan filter. Pada kesempatan itu Rm. Sapto juga membawa alat untuk menghadirkan oksigen dalam kolam. Alat itu dihubungkan dengan kenop listrik dan dengan selang-selangnya menghadirkan udara masuk dalam kolam. Hal ini dilakukan karena, katanya, ikan koi membutuhkan banyak oksigen.

Ketika makan pagi hari Kamis 22 Desember 2016, Rm. Bambang berkata kepada Rm. Agoeng "Rama, kok tambahane koi mboten ketingal, nggih?" (Rama, mengapa tambahan koi tidak tampak?). "Wonten, rama" (Ada, rama) jawab Rm. Agoeng yang langsung disahut oleh Rm. Bambang "Kula kok mboten ngertos, nggih?" (Tetapi mengapa saya tidak melihat?). Rm. Agoeng kemudian mengatakan bahwa ikan-ikan yang paling kecil itulah tambahannya. "Lho, wingi ketoke gedhe-gedhe sing wonten tigang kanthong plastik ageng" (Lho, kemarin besar-besar di 3 buah kantong plastik besar) kata Rm. Bambang dan Rm. Agoeng pun bilang "Ooooo, nika dibeta wangsul teng Wonosari. Sing ditilar sing alit-alit" (Ooooo, yang besar itu dibawa pulang ke Wonosari. Yang ditinggal adalah yang kecil-kecil).

Sabda Hidup


Selasa, 03 Januari 2017
Fulgensius, Kuriakos Elias Chavara
warna liturgi Putih 
Bacaan
1Yoh. 2:29 - 3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34. BcO Kol 3:5-16

Yohanes 1:29-34:
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Renungan:
Banyak orang sering bertanya di mana Tuhan hadir dalam hidupku? Memang orang sering mengalami kesulitan untuk mengenali kehadiran Tuhan, walau sebenarnya Ia selalu hadir di dalam hidup kita. Ketidakmampuan kita mengenali kehadiran-Nya bisa dikarenakan kita merasa cukup dengan kemampuan kita, atau kita tidak merasakan bantuan-Nya atau karena hal yang lainnya.
Yohanes sendiri pernah mengatakan, "aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel" (Yoh 1:31). Awal mula ia tidak mengenal Tuhan yang telah hadir di dekatnya. Namun kemudian ia mengenal-Nya dan menyatakan kehadiran-Nya kepada Israel dengan menjalankan baptisan.
Yohanes membantu banyak orang untuk mengenali kehadiran Tuhan. Mungkin di antara ada kita yang gampang merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya dan mungkin ada yang sulit merasakannya. Maka mari kita yang gampang mengenali kehadiran Tuhan dalam hidup kita membantu mereka yang masih kesulitan mengenali agar mereka tahu Tuhan berkarya di dalam hidupnya.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Pejamkan matamu. Bayangkan perjalananmu selama sehari. Temukan penyertaan Tuhan selama sehari itu.

Refleksi:
Bagaimana merasakan kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidupku?

Doa:
Tuhan ampunilah aku yang sering tidak mengenali kehadiran-Mu. Aku percaya akan penyertaan-Mu. Semoga aku gampang mengenali peran-Mu dalam hidupku. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengenali kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidupku. -nasp-

Sunday, January 1, 2017

Lamunan Hari Biasa Masa Natal

Selasa, 3 Januari 2017

Yohanes 1:29-34

1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
1:31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran tentang kekhasan ilmu agama di banding ilmu-ilmu lain. Ilmu agama disebut ilmu kudus sedang yang lain adalah ilmu-ilmu profan duniawi.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa dengan ilmu agama orang dapat mengetahui Tuhan. Ilmu agama menguraikan seluk beluk tentang ketuhanan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, segala pengetahuan termasuk ilmu agama adalah hal duniawi sehingga dalam ilmu apapun orang sungguh mendapatkan kesejatian makna hidup kalau di dalamnya dia mampu menyaksikan daya mulia yang menggerakkan demi kebaikan umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang mampu menghadirkan kesaksian akan hadirat kemuliaan dalam setiap pengetahuan dan atau keahliannya.
Ah, yang namanya pengetahuan itu ya bekal cari nafkah.

Sesudah 10 Hari Malah Jadi Pembeli


Pagi itu, Sabtu 31 Desember 2016, belum jam 07.00 Eric dari Komsos datang ketika Rm. Agoeng dan Rm. Bambang sedang melihat ikan-ikan koi di kolam Domus Pacis bagian dalam. "Mau ambil kalender, rama" kata Eric yang langsung dijawab oleh Rm. Agoeng "Wis entek, je" (Sudah habis). Sebenarnya Rm. Agoeng beberapa saat sebelum itu sudah datang di kamar Rm. Bambang dan berkata "Karanganyar nyuwun tambahan kalender" (Paroki Karanganyar minta tambahan kalender) yang langsung dijawab "Pun telas" (Sudah habis). Eric yang berasal dari Karanganyar itupun hanya berkata "Oooo, ya sudah." Ternyata Mbak Tri, pramurukti, juga sudah menjanjikan membawa kalender Domus dalam pertemuan tutup tahun para pramurukti RS Panti Rini. Rm. Bambang hanya menanggapi "Pun telaaaas" (Sudah habiiiis).

Ternyata Kalender Domus Pacis 2017 yang dicetak sebanyak 1000 buah dan baru selesai cetak tanggal 21 Desember 2016 serta dimaklumkan sehari sesudahnya, pada 22 Desember, di kamar Rm. Bambang sudah dinyatakan habis. Sebenarnya Rm. Bambang agak gelisah. Pada 30 Desember 2016 Bu Ratmi Madi menelpon "Rama, kalendere wis entek. Payu kabeh. Njaluk tambah, ya" (Rama,kalender sudah habis. Semua laku. Ditambah, ya). Rm. Bambang terkejut dan menjawab "Lho, kalender nggonmu ki dibagi gratis nggo para relawan masak kelompokmu" (Kalender tempatmu itu harus diberikan gratis untuk para relawan masak kelompokmu) yang langsung mendapat informasi "Soale wingi akeh wong kumpul terus dha berminat" (Kemarin banyak orang kumpul dan pada berminat). Karena yang harus diberikan secara gratis sebagai kenangan Natal harus ada, maka Rm. Bambang membeli yang dipasarkan oleh ibu-ibu Paroki Medari.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Basilius Agung  dan Santo Gregorius dari Nasianze, Uskup dan Pujangga Gereja
Senin, 2 Januari 2017

Yohanes 1:19-28

1:19. Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat disebut ahli karena memiliki pengetahuan dan atau kemampuan yang melampaui pada umumnya orang. Dia mengetahui yang tidak dimengerti oleh masyarakat umum.
  • Tampaknya, seorang ahli akan mendapatkan penghormatan tinggi. Dia amat menguasai bidang yang diketahui.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, makin mendalam pengetahuannya terhadap fakta ditengah kehidupan biasa yang tak diketahui oleh banyak orang, seorang yang sungguh ahli justru akan makin menyadari amat banyak hal di bidang itu yang tidak dipahami sehingga dia akan makin merendahkan diri justru dalam keahliannya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang makin menghayati ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Ah, di era global orang harus menampilkan kehebatannya agar tak tenggelam dalam persaingan.

Sabda Hidup


Senin, 02 Januari 2017
Peringatan Wajib St. Basilius Agung & Gregorius dr Nazianze
warna liturgi Putih 
Bacaan
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28. BcO Kol 2:16-2:3

Yohanes 1:19-28:
19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" 20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." 21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" 22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" 23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. 25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." 28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Renungan:
Dalam beberapa kesempatan kita menemui orang-orang yang merasa menguasai lingkungan pekerjaannya. Ia merasa tahu seluk beluk pekerjaan. Ia merasa dekat dengan pimpinan. Ia merasa mengerti semua yang terjadi. Perasaan-perasaan itu membuatnya menjadi superior, bahkan dengan pimpinannya pun ia malah merasa lebih tahu. Orang seperti ini tentu akan meresahkan semua orang di lingkungan kerjanya.
Yohanes Pemandi adalah orang yang sadar siapa dirinya dan apa perannya bagi dunia sekitarnya. Ia merasa hanyalah sebagai penyiap bagi kehadiran yang lebih besar darinya. Walau mungkin ia mengambil peran itu ia tidak melakukannya. "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak" (Yoh 1:26-27).
Kiranya kita bisa belajar dari Yohanes. Tidak perlu kita mengakui kebesaran diri yang melebihi kenyataannya. Kita perlu sadar batas-batas peran yang kita miliki dan mengakui mereka yang lebih tinggi dari kita. Kesadaran akan peran ini malah akan jauh memuliakan daripada sok berkuasa.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Lihatlah peranmu di lingkungan sekitarmu. Hayati dirimu sesuai dengan peranmu tanpa harus melonjak.

Refleksi:
Bagaiman menghidupi dan menghayati peran kita?

Doa:
Tuhan terima kasih atas contoh Yohanes Pembaptis. Semoga aku juga sadar akan peranku dan tidak jatuh pada keinginan untuk berkuasa. Amin.

Perutusan:
Aku akan hidup selaras dengan peranku. -nasp-