Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, March 2, 2018

Bapa yang Rahim dalam Yesus Kristus


Sabtu, 3 Maret 2018
Minggu Kedua Masa Prapaskah
Refleksi dan doa harian saya tentang Lukas 15: 1-3, 11-32

Sahabatku terkasih. Mari kita menempatkan diri di kaki Bapa. Dia mencintai kita seperti dia mencintai anak-anaknya. Dia mengorbankan diriNya untuk kita seperti Dia melakukanNya untuk mereka. Dia sangat ingin kita bahagia dan mencari yang terbaik untuk kita. Yang terpenting, Dia ingin kita menanggapi cintaNya kepada kita dengan kemurahan hati yang sama, intensitas pemberian diri yang sama.


Berdasarkan Injil hari ini, mari kita bayangkan betapa Bapa mengasihi kita semua. Dia mengutus Putra TunggalNya ke dunia, untuk menjadi manusia dengan segala keterbatasan dan penderitaan yang ditanggungNya dan bahkan mati di kayu salib, menggantikan kita, karena dosa-dosa kita. Dia sangat merindukan kita untuk menanggapiNya. Kita bisa mendatangiNya untuk pengampunan belas kasihanNya.

Mari kita berdoa: Ya Tuhan Yesus Kristus, terima kasih telah memiliki Bapa yang sabar dan pemaaf seperti Engkau. Biarkan kami percaya diri akan belas kasihan dan pengampunanMu sekarang dan selamanya. Amin.

Depot Anda Surabaya, 2/3/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan II Prapaskah

Sabtu, 3 Maret 2018

Lukas 15:1-3.11-32

15:1. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:11. Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, yang namanya kebaikan ada kaitannya dengan kesetiaan berada di lingkungan baik. Di dalam kehidupan keagamaan, warga baik tak akan meninggalkan kewajiban-kewajiban agama.
  • Tampaknya, yang namanya keburukan kerap dikaitkan dengan ketidakpedulian terhadap bersama. Di dalam kehidupan beragama, warga buruk dengan enak meninggalkan kewajiban-kewajiban agama dan tindakannya hanya untuk menuruti nafsu-nafsu egoistisnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sesetia apapun seseorang pada segala tatanan yang ada dalam agama sehingga tak pernah terpikir untuk berbuat buruk apalagi perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama, dia sejatinya berada di luar aura kebaikan kalau tidak memiliki sikap ikhlas dan gembira melihat bekas orang buruk bahkan bejat mendapatkan perlakukan amat baik. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang sungguh baik akan menjadikan yang buruk menjadi bagian dalam hatinya.
Ah, orang harus berhati-hati kalau ada bekas penjahat ikut-ikutan kegiatan agama.

Percikan Nas Sabtu, 03 Maret 2018

Hari Biasa Pekan II Prapaskah
warna liturgi Ungu

Sabtu, 03 Maret 2018

Bacaan-bacaan:
Mi. 7:14-15,18-20; Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12; Luk. 15:1-3,11-32. BcO Kel. 20:1-17.
Nas Injil:
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 11 Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
Percikan Nas
Kasih seorang ayah tidak pernah ada habisnya. Umumnya seorang ayah akan menerima kembali anaknya yang telah pergi meninggalkannya, bahkan mengkhianatinya. Hatinya akan selalu terbuka bagi kehadiran anaknya. Walau secuek apa pun sikap seorang ayah, namun hatinya tidak pernah bisa cuek pada anaknya.
Perumpamaan yang disampaikan Yesus memberi gambaran yang jelas bagaimana hati seorang ayah. Ia selalu menantikan anaknya kembali kepadanya dan saat sang anak kembali ia pun bersukacita.
Kita juga anak-anak Allah. Masa ini adalah masa bagi kita untuk kembali kepada Bapa. Ia selalu menantikan kedatangan kita. Apa yang membuat kita sering sulit kembali pada Bapa? Apa kita malu mengakui kesalahan kita? Allah tidak akan mempermalukan kita.
Doa:
Tuhan terima kasih atas cinta-Mu. Engkau selalu memberi kelegaan kepadaku. Kuatkan hatiku untuk selalu kembali kepada-Mu. Amin.
(goeng)

Thursday, March 1, 2018

Dikira Orang-orang Muda


"Wingi kae kleru, pa?" (Apakah kemarin ada kekeliruan?) tanya Rm. Ria kepada Rm. Bambang ketika makan pagi di hari Minggu 25 Februari 2018. Pertanyaan itu berkaitan dengan peristiwa kehadiran umat Lingkungan Yosep, Paroki Kidul Loji. Ternyata yang hadir kebanyakan ibu-ibu yang sudah masuk golongan tua. Beberapa bapak dan sedikit orang muda dan anak memang juga ada. Untuk para rama barangkali memang ada gambaran bahwa yang akan hadir adalah kaum muda sesuai dengan kata-kata informasi Rm. Bambang "Suk Setu ana sing arep melu misa. Mula misa dijokke jam lima. Mbokmenawa cah-cah enom sekitar patangpuluh" (Besuk Sabtu 24 Februari ada yang akan ikut misa. Maka diajukan jam 05.00 sore. Barangkali anak-anak muda sekitar 40 orang). Maka ketika mendengar pertanyaan Rm. Ria apakah itu keliru, Rm. Bambang menjawab "Aku sing kleru. Suarane sing telpon kaya suwara cah enom. Kanyata ketua lingkungane pancen isih enom" (Aku yang keliru. Ketika omong-omong lewat telepon suara yang terdengar seperti dari anak muda. Ternyata ketua lingkungan memang masih muda).

Pada Sabtu sore jam 05.00 Rm. Bambang memang memimpin misa Komunitas Domus Pacis yang diikuti oleh sekitar 25 orang umat Lingkungan Yosep, Paroki Kidul Loji. Mereka datang dan masuk Domus seperempat jam sebelum mulai. Beberapa orang membawa tempat makanan yang berisi beberapa macam snak. Di dalam perjanjian dengan Rm. Bambang mereka memang akan menyiapkan snak. Sedang minuman teh disediakan oleh Domus yang dikerjakan oleh para karyawan. Tetapi, mengingat mereka akan di Domus Pacis sampai malam, Rm. Bambang berinisiatif menyediakan nasi goreng yang dibeli dari warung. Ketika misa, Rm. Harto, Rm. Tri Hartono, Rm. Yadi, dan Rm. Ria juga ikut. Dua relawan, Mas Handoko dan Bu Rini, juga ada. Memang, sehabis misa Rm. Bambang tidak ikut menyertai makan malam para tamu karena harus memenuhi janji untuk memimpin misa arwah salah satu warga Paroki Pringwulung.

Kemurahan hati Tuhan Yang Maha Rahim bagi Kita


Jumat, 2 Maret 2018

Jumat Pertama Maret
Minggu Kedua Masa Prapaskah
Refleksi dan doa harian saya berdasarkan Matius 21: 33-43,45-46

Sahabatku terkasih. Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan kepada kita bahwa Allah Bapa mempercayakan kita yang paling berharga bagiNya sendiri. Yesus Kristus telah mendirikan kebun anggurnya yaitu Gereja dan mempercayakannya ke tangan kita. Dia juga mempercayakan kepada kita pekerjaannya, dengan apa yang Dia hargai.

Sesungguhnya, Yesus Kristus tidak hanya memberi kita pekerjaan yang harus dilakukan namun secara misterius menempatkan keselamatan abadi jiwa-jiwa lain di tangan kita. Dia melakukan segala kemungkinan untuk menanggung egoisme kita dan mengilhami kita dengan pemahaman penuh belas kasihan dan kerahiman yang penuh kasih.

Mari berdoa: Ya Tuhan Yesus Kristus, tanganMu melakukan kerja manusia, dan Engkau menguduskan hidupMu dan kehidupan orang-orang di sekitarMu melalui kerja kerasMu. Bantulah kami untuk melihat kebajikan yang Kau ajarkan. Bantulah kami mengembalikan semua bakat kami kepadaMu melalui karya tangan dan pikiran kami. Kuduskan kami dalam pekerjaan kami. Semoga hal itu membawa kami lebih dekat kepadaMu sekarang dan selamanya. Amin.

Lamper Selatan, 1/3/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Percikan Nas Jumat, 02 Maret 2018

Agnes dr Praha
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46. BcO Kel. 19:1-19; 20:18-21.
Jumat, 02 Maret 2018Nas Injil:
33 “Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. 34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. 35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. 36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka. 37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. 38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. 39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. 40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?” 41 Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.” 42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. 43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. 45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. 46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.
Percikan Nas
Suatu kali ada orang yang dipercaya oleh komunitasnya untuk membantu suatu lembaga mengurus pembelian sesuatu. Banyak hal dia lakukan dan komunitasnya mendukung fasilitas agar yang dia kerjakan berhasil. Urusan itu memang kemudian berhasil. Ia melaporkan bahwa tugasnya telah terlaksana dengan baik.
Suatu hari ada orang yang berurusan dengan orang kepercayaan tersebut bertemu dengan beberapa orang sampai juga pimpinan komunitas. Dia mengatakan bahwa memberikan sekian persen dari penjualannya kepada komunitas. Beberapa orang itu pun bertanya kepada pimpinan komunitas apakah komunitas mendapatkan prosentase tersebut. Karena memang tidak ada maka sang pimpinan pun menjawab tidak ada.
Kadang orang baik pun tergoda untuk memiliki (sendiri) apa yang bukan menjadi haknya kala ada godaan di depan matanya. Mereka bisa jatuh dalam dosa karena menyembunyikan laporan yang menguntungkan dirinya. Mereka merasa bahwa hal tersebut merupakan haknya karena dirinyalah yang bekerja. Kiranya layak kita mengingat lagi mengapa dan bagaimana saya bisa mempunyai peluang tersebut? Dengan nama apa saya mendapatkannya? Mengapa kita menyembunyikan sesuatu yang menguntungkan diri sendiri saat mekaporkan kerja kita? Pekerja yang mau menguasai kebun pemilik kebun yang sah mengalami nasib celaka (Baca Mat. 21:33-43,45-46).
Doa:
Tuhan semoga aku dijauhkan dari keinginan memiliki sesuatu yang bukan hakku. Jagailah diriku untuk selalu bersikap jujur. Bebaskanlah aku dari kerakusan diri. Amin.
(goeng)

Lamunan Pekan II Prapaskah

Jumat, 2 Maret 2018

Matius 21:33-43.45-46

21:33. "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
21:46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, untuk membuat produksi yang baik orang harus memilih bahan-bahan yang baik pula. Dia akan menseleksi bahan-bahan yang tersedia dan akan menyisihkan yang tak masuk kategori mutu.
  • Tampaknya, untuk menentukan kepengurusan yang mutu dalam organisasi, orang juga mengadakan pemilihan. Anggota organisasi yang tak masuk dalam persyaratan tidak akan masuk hitungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tak masuk hitungan mutu sehingga akan disisihkan dan bahkan dibuang agar tak membuat cemar, kalau orang memandang dengan mata nurani barang atau orang yang tersingkir atau disingkirkan justru dapat menghadirkan hal yang jauh amat bernilai dan amat bermanfaat bagi banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mampu mengangkat yang dipandang buruk di mata umum menjadi amat indah demi kebersamaan.
Ah, kalau tampak tak baik ya harus tak dipakai.