Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, July 10, 2020

Santo Vitalis dari Roma

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 4695 Diterbitkan: 17 Juni 2014 Diperbaharui: 23 Oktober 2019

  • Perayaan
    10 Juli
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad ke-2
  •  
  • Kota asal
    Roma - Italia
  •  
  • Wafat
    MARTIR - Dibunuh pada masa penganiayaan Kaisar Antonius Pius pada tahun 165 di Roma, Italia.
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

Santo Vitalis dari Roma adalah salah satu dari Tujuh Putra Santa Felisitas yang menjadi Martir  pada masa penganiayaan Kaisar Antonius Pius di Kota Roma. Ayah dan Ibunya adalah keluarga bangsawan Romawi yang telah dibabtis menjadi orang Kristen. Sesudah ayahnya meninggal dunia, Ibunya, Santa Felisitas mengabdikan seluruh hidupnya pada Tuhan dengan berdoa dan berkarya bagi orang-orang miskin. Teladan baik keluarganya menghantar banyak orang untuk menjadi Kristen pula.

Hal ini menyebabkan imam-imam kafir amat marah dan melaporkannya kepada Kaisar Antonius Pius. Mereka mengatakan bahwa Felisitas dan anak-anaknya adalah musuh negara oleh sebab ia membuat dewa-dewa murka. Maka, kaisar memerintahkan agar Felisitas dan tujuh orang puteranya ditangkap.

Santa Felisitas tetap tenang saat dibawa kehadapan Gubernur. Sia-sia saja membujuknya untuk menyangkal imannya dengan mempersembahkan korban kepada para dewa. Akhirnya sang Gubernur dengan marah berseru, “Perempuan celaka! Jika engkau ingin mati, matilah! Tetapi, janganlah engkau membinasakan anak-anakmu pula.”

“Putera-puteraku akan hidup selama-lamanya jika mereka, seperti saya, mengutuk dewa-dewa berhala dan mati bagi Tuhan,” jawab Felisitas.  Wanita yang gagah berani ini dipaksa menyaksikan putera-puteranya dihukum mati. Seorang mati dicambuk, dua orang didera dengan tongkat, tiga orang dipenggal kepalanya dan seorang lagi tewas ditenggelamkan. Tujuh orang Martir putera - putera Santa Felisitas yang gagah berani itu adalah :

St. Alexander
St. Vitalis
St. Martialis
St. Januarius
St. Felix
St. Filipus
St. Silvanus

Empat bulan kemudian, Ibu mereka, Santa Felisitas juga menerima mahkota kemartirannya dengan dihukum pancung.

Thursday, July 9, 2020

Lamunan Pekan Biasa XIV

Jumat, 10 Juli 2020

Matius 10:16-23                            

16. "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang baik akan memiliki keseimbangan diri. Dia memiliki keselarasan antara yang dipikirkan, dirasakan, dan dikehendaki.
  • Tampaknya, orang baik akan memiliki ketulusan. Yang diomongkan dan dilakukan tidak bertentangan dengan yang ada dalam hatinya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, walau pandangan umum mengatakan orang baik itu padu dalam antara yang lahir dan yang batin, yang sungguh baik terutama akan menjaga kemurnian hati sedang dalam bertindak demi orang lain akan menata cara sesuai keadaan kongkret yang dihadapi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menjaga dan mengembangkan kemuliaan hidup batin dan mengasah otak untuk trampil bersrategi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ah, kalau sungguh baik orang tak akan punya musuh.

Beato Adrian Fortescue

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 5123 Diterbitkan: 06 Oktober 2014 Diperbaharui: 08 Februari 2017

  • Perayaan
    9 Juli
  •  
  • Lahir
    Tahun 1476
  •  
  • Kota asal
    Punsborne, Hertfordshire, Inggris
  •  
  • Wafat
    Martir - Dipenggal pada tanggal 9 Juli 1539 di Tower Hill, London, Inggris karena menolak mengakui raja Inggris sebagai kepala gereja
  •  
  • Beatifikasi
    13 Mei 1895 oleh Paus Leo XIII.


Sir Adrian Fortescue adalah anak seorang bangsawan Inggris bernama Sir John Fortescue, yang adalah saudara sepupu dari ayah Lady Anne Boleyn. Ia adalah seorang patriot; seorang Kesatria dari Ordo Malta dan berpartisipasi dalam perang Inggris melawan Perancis pada tahun 1513 dan 1523. Ia juga adalah seorang katolik yang saleh, anggota Ordo Ketiga Dominikan.

Saat reformasi Anglikan meletus, pada tanggal 29 Agustus 1534 Sir Adrian ditangkap dan dipenjarakan selama beberapa bulan. Ia sempat dibebaskan sebentar, namun ditangkap kembali karena tidak mau mengangkat sumpah setia kepada raja Henri VIII sebagai kepala Gereja.

Kesetiaannya kepada Bapa Suci di Roma membuat Sir Adrian Fortescue kemudian dijatuhi hukuman mati.  Ia dipenggal di Tower of London pada tanggal 9 Juli 1539.

Ordo Kesatria Malta telah menganjurkan devosi kepada martir Sir Adrian Fortescue sejak abad ke-17. Gereja akhirnya memaklumkan kekudusan martir ini pada 13 Mei 1895 saat ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII.

Wednesday, July 8, 2020

Lamunan Pekan Biasa XIV

Kamis, 9 Juli 2020

Matius 10:7-15                              

7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. 11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. 15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang sebaik apapun tentu ada yang tidak suka. Ada yang tidak suka menerima kebaikannya.
  • Tampaknya, sekalipun datang untuk menawarkan hal yang amat dibutuhkan, bisa saja orang mengalami penolakan. Terhadap yang tidak menerima orang dapat juga bersikap memutus hubungan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun mengalami penolakan akan tawaran kebaikan, orang yang sungguh ber-Tuhan akan bersikap seakan belum pernah berjumpa dengan penolaknya sehingga akan siaga dengan ikhlas membantu ketika dibutuhkan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan membangun sikap terbuka bersahabat dengan siapapun termasuk dengan yang anti kepadanya.

Ah, kalau tak disukai ya tak usah menjalin hubungan dengannya.

Santo Aquila

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 7771 Diterbitkan: 11 Oktober 2014 Diperbaharui: 15 Desember 2016

  • Perayaan
    8 Juli
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad pertama
  •  
  • Kota asal
    Pontus (Sekarang Anatolis Turki)
  •  
  • Wilayah karya
    Korintus, Efesus, Roma
  •  
  • Wafat
    Martir - Di Roma - Italia
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

Santo Aquila (Akwila) dan istrinya santa Priscila adalah sepasang suami-istri Yahudi Kristen pada abad pertama. Awalnya mereka tinggal di Italia; lalu mereka pindah ke Korintus saat terjadi pengusiran orang-orang Yahudi dari Italia oleh Kaisar Klaudius (41-54 M). Peristiwa Pengusiran ini dicatat oleh sejarahwan Suetonius sebagai berikut :

Kerusuhan terus–menerus yang dicatat Suetonius ini terjadi pada tahun 41 M (ada yang menyebutkan 49 M) antara orang Yahudi Kristen dan Yahudi non Kristen. Pemimpin Yahudi bernama Chrestus yang disebut Suetonius sebenarnya adalah Kristus. Ketidak-tahuan Suetonius membuat ia menganggap “Chrestus” sebagai pemimpin dari salah satu golongan Yahudi yang terus-menerus bertikai tersebut.

Di Korintus, Akwila dan Priskila bertemu dengan rasul Paulus. Kitab Suci menulis :

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. (Kis 18:1-3)

Di Korintus Paulus mulai berkotbah di rumah ibadat dan mempertobatkan banyak orang, baik dari kalangan orang Yahudi maupun orang-orang Yunani. Paulus tinggal selama satu tahun enam bulan di Korintus bersama Santo Akwila dan Santa Priskila lalu melanjutkan perjalanannya ke Efesus. Akwila dan Priskila juga ikut bersamanya (Kis 18:18-19). Kemungkinan besar Paulus juga tinggal bersama suami istri tersebut. Dalam surat Paulus yang pertama kepada Jemaat di Korintus yang ditulis dari kota Efesus, Paulus menulis :

Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu. (1 Kor 16:19)

Di kota Efesus, rasul Paulus meninggalkan Priskila dan Akwila di situ. Walau mereka minta kepada Paulus untuk tinggal lebih lama di situ, tetapi Paulus tidak mengabulkannya. Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Paulus lalu meninggalkan Efesus menuju Kaisarea (Kis 18:21).

Rupanya ini adalah rencana Tuhan; karena setelah itu kitab suci menulis :

Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias (Kis 18 24-28).

Apolos mungkin sekali adalah penulis dari Surat kepada orang Ibrani yang menjadi salah satu kitab dalam perjanjian baru.

Di surat Paulus yang terakhir kepada Timotius, yang saat itu tinggal di Efesus, Paulus mengirimkan salam kepada : Priska dan Akwila dan kepada keluarga Onesiforus (2 Tim 4:19).

Akwila dan Priskila tercatat bekerja dengan tekun untuk menguatkan iman jemaat gereja perdana. Mereka adalah pasangan suami isteri yang paling banyak disebutkan bersama-sama di dalam Alkitab. Karena itu di kalangan orang Kristen mereka dinamakan "pasangan paling populer" dalam Alkitab. Nama pasangan ini disebutkan sebanyak 7 kali di dalam Alkitab, tiga kali dalam surat-surat rasul Paulus dan beberapa kali di dalam kitab Kisah Para Rasul.

Suami-isteri penginjil ini juga tercatat pernah berkarya di kota Roma. Dalam Suratnya kepada Jemaat di Roma, Paulus menyampaikan salam dan rasa terima kasihnya kepada pasangan suami-isteri kudus ini.

Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. (Rom 6:3-4)

Menurut tradisi gereja, Akwila dan Priskilla tidak lama tinggal di Roma, karena Paulus kembali mengutus mereka menjadi penilik jemaat di Asia Kecil. Tradisi ini diperkuat oleh Kitab Apostolic Constitutions (7.46) yang mencatat nama Akwila bersama Nicetas sebagai uskup-uskup pertama di Asia Kecil. Tradisi juga melaporkan bahwa Akwila mati sebagai martir bersama istrinya, Priskila.

Tradisi lain yang kurang didukung mengatakan bahwa Akwilla dan Priskila tetap tinggal di Roma sampai hari kematian mereka sebagai martir Kristus pada masa penganiayaan di abad pertama.

Sejak jaman gereja perdana Akwila dan Priskila sudah dihormati sebagai orang kudus. Gereja Ortodox memperingati mereka berdua bersama-sama tanggal 13 Februari. Gereja Ortodox yang lain memperingati hanya Akwila sebagai seorang rasul tanggal 14 Juli. Gereja Katolik Roma memperingati mereka berdua pada setiap tanggal 8 Juli.

Tuesday, July 7, 2020

Perlengkapan Pribadi

Kadir, “Sedang apa Sir, kok nata-nata sesuatu kayak mau pergi?”
“Enggak pergi kok, besok tanggal 18 Juli kan sudah diijinkan Uskup untuk melakukan peribadatan di Gereja. Aku nyiapin perlengkapan pribadiku,” jawab Kasir.
“Apa saja?” tanya Kadir.
“Hand sanitaiser, masker dan lap kering atau sapu tangan,” jawab Kasir.
“Kok lap kering segala?” tanya Kadir heran.
“Kita kan harus cuci tangan, lap untuk ngeringin tangan kita yang basah,” kata Kasir.
“Kan biasanya disediain handuk atau tisu?” sanggah Kadir.
“Apa artinya cuci tangan bersih kalau pakai handuk bersama?” jawab Kasir cerdas.
“Tisu?” Kadir tak mau kalah.
“Kalau tisu, akan bikin banyak sampah, lagian kalau satu gereja pakai tisu ada berapa ribu umat di satu gereja, ada berapa ribu gereja?” jawab Kasir dengan bertanya.
“Emang kenapa kalau banyak?”
“Ya jelas kenapa-kenapa. Makin banyak penggunaan tisu makin beresiko hutan kita makin habis. Maka aku bawa lap atau sapu tangan demi keutuhan ciptaan,” jawab Kasir dengan tegas.
Kadir terdiam mendengar jawaban Kasir. Matanya melirik setumpuk lap kering yang ditata Kasir.
“Hmmmm, keren juga pilihanmu. Aku minta lap keringmu,” kata Kadir sambil mengambil setumpuk lap kering terus berlari meninggalkan Kasir.
“Dasar bocah gak mau ragat,” gerutu Kasir.

Tahap Pertama sampai tanggal 18 Juli adalah tahap persiapan. Gereja-gereja sudah mempersiapkan hal-hal yang diperlukan. Secara pribadi kita pun perlu meyiapkan keperluan kita: hand sanitaiser, masker dan lap kering. (MoGoeng 080720)

Lamunan Pekan Biasa XIV

Rabu, 8 Juli 2020

Matius 10:1-7                                

1. Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. 5. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, orang Katolik tahu bahwa mewartakan iman adalah tugas kehidupan. Hal itu selalu diingatkan oleh agama setiap akhir misa.
  • Tampaknya, tak sedikit orang Katolik memahami tugas pewartaan iman sebagai omong tentang agama. Pewarta iman yang baik adalah umat yang pintar agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun fasih dalam hal keagamaan, orang belum tentu mampu menjalani tugas pewartaan iman kalau dalam hidup hariannya tidak menghadirkan nuansa kebaikan peduli pada pembebasan derita dan kelemahan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menyadari bahwa pewartaan iman bukanlah terutama berupa omongan agama tetapi tindakan kebaikan.

Ah, mewartakan iman itu yang mengajar agama.