Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, December 8, 2020

Lamunan Pekan Adven II

Rabu, 9 Desember 2020

Matius 11:28-30

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, justru dalam kehidupan harianlah orang dapat merasakan beratnya tanggungan. Dia harus menghadapi kerutinan yang mudah menghadirkan kebosanan.
  • Tampaknya, justru dalam keseharianlah orang merasakan kerasnya hidup karena harus kerja mencari nafkah. Kehidupan makin berat dan dapat membuat frustrasi kalau harus menghadapi tuntutan-tuntutan sosial apalagi kalau dalam keluarga sendiri muncul masalah.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dalam keseharian memiliki beban berat, orang tidak akan menjalaninya dengan perasaan penuh kegundahan dalam kecemberutan kalau segalanya selalu biasa dibawa sebagai omongan dengan relung hatinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengalami keadaan apapun bahkan yang menghadirkan beban berat dengan enak dan tenang karena tak pernah jauh dari rasa riang.

Ah, orang harus menghindari hal-hal yang hanya menjadi beban berat.

Santo Noel Chabanel

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 09 Oktober 2015 Diperbaharui: 18 Oktober 2019 Hits: 6852

  • Perayaan
    8 Desember
    19 Oktober (di beberapa Kalender)
    16 Maret (Dirayakan oleh Serikat Jesus)
    26 September (Sebagai salah satu dari 8 Martir Kanada)
  •  
  • Lahir
    2 Februari 1613
  •  
  • Kota asal
    Saugues - Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Kanada
  •  
  • Wafat
  •  
  • Martir - Dibunuh oleh seorang suku Huron yang murtad pada tanggal 8 Desember 1649 di dekat Saint Jean - Ontario - Kanada
  •  
  • Beatifikasi
    21 Juni 1925 oleh Paus Pius XI
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 29 Juni 1930 oleh Paus Pius XI

Santo Noel Chabanel lahir pada tanggal 2 Februari 1613 di kota Saugues Perancis. Sejak masih kecil ia sudah bercita-cita ingin menjadi seorang missionaris. Karena itu, setelah berusia tujuh belas tahun, Noel masuk Novisiat Jesuit di kota Tolouse Perancis. Setelah menamatkan pendidikannya, ia ditahbiskan sebagai seorang imam pada tahun 1641. Dua tahun kemudian, cita-citanya sejak kecil untuk menjadi seorang missionaris menjadi kenyataan. Ia dikirim sebagai seorang missionaris ke Huron di New France (Canada) demi mewartakan iman Kristiani diantara suku Indian, penduduk asli benua Amerika.

Setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan melintasi Samudera Atlantik, Noel tiba di Quebec pada 15 Agustus 1643. Pada awal karya misinya, Pater Noel mengalami banyak sekali hambatan dan kesulitan. Ia tidak bisa memahami bahasa suku Indian Huron, dan perutnya tidak bisa beradaptasi dengan makanan yang tersedia. Alam yang keras dan sering berjangkitnya wabah penyakit seperti malaria dan pes, membuat Pater Noel tidak pernah merasa sehat. Tapi semua tantangan ini tidak meruntuhkan semangat Jesuit muda ini. Ia berserah diri sepenuhnya kepada Yesus. Di hadapan Sakramen Mahakudus ia berikrar untuk menghabiskan seluruh sisa hidupnya di ladang misi ini.

Namun belum lama berkarya, pater Noel Chabanel harus tewas sebagai martir ketika terjadi peperangan antara suku Huron dan Suku Iroqouis. Kemajuan suku Huron dibawah bimbingan para missionaris mendatangkan iri hati dari Suku Iroqouis. Mereka menganggap para missionaris kulit putih adalah para tukang sihir yang berkerja bagi suku Huron dan mendatangkan kutukan wabah penyakit bagi mereka. Pada tahun 1649 Suku Iroqouis menyerang suku Huron yang menampung para “tukang sihir kulit putih”.

Pada tanggal 7 Desember 1649, seorang rekan Noel Chabanel, Pater Charles Garnier SJ, ditangkap suku Iroqouis ketika sedang membantu seorang suku Huron yang hampir mati. Imam Jesuit ini kemudian dianiaya dan dibunuh. Tubuhnya ditemukan keesokan harinya dengan kondisi kepala pecah akibat tebasan Tomahawk. Pada tanggal 8 desember 1649, Noel Chabanel yang sedang menuntun para pengungsi suku Huron ke benteng Perancis Santo Yosep, tewas dibunuh oleh seorang suku Huron yang murtad.

Santo Noel Chabanel SJ, Santo Charles Garnier SJ, Santo Jean de Brebeuf SJ, santo Gabriel Lalement SJ, Santo Antonine Daniel SJ, Santo Isak Joques SJ, Santo Rene Goupil dan Santo Jean de la Lande, sekarang sering disebut sebagai para martir Amerika Utara atau para martir Kanada. Mereka dinyatakan kudus oleh Paus Pius XI pada tahun 1931.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Monday, December 7, 2020

5 Manfaat Tersembunyi Bernyanyi, Mulai Demensia Hingga Usir Kesedihan

 diambil dari https://sains.kompas.com/read

Kompas.com - 11/07/2019, 17:02 WIB

                                          Ilustrasi Bernyayi di Rumah.(Getty Images/iStockphoto)

Editor Gloria Setyvani Putri 

KOMPAS.com - Bernyanyi adalah salah satu hal menyenangkan yang bisa membangkitkan semangat, tak peduli apakah suara kita merdu atau tidak. Selain membahagiakan, sejumlah studi mengungkap, bernyanyi memiliki segudang manfaat untuk kesehatan fisik. 

Bernyanyi dapat memperbaiki pernapasan orang yang mengalami gangguan paru dan membantu penderita demensia mengatasi penyakitnya. 

Dalam dua dekade terakhir sejumlah peneliti telah berusaha menjabarkan mekanisme kejiwaan, fisik dan tingkah laku yang mengaitkan bernyanyi dengan kesehatan. 

Profesor Daisy Fancourt, dari University College London mengatakan, sejumlah perubahan terjadi di tubuh saat menyanyi. 

"Kegiatan ini di antaranya dapat mengurangi hormon stres seperti cortisol. Kami juga melihat perbedaan tingkat endorphin yang terkait dengan perasaan kita," ujar Fancourt. 

Fancourt telah melakukan penelitian ekstensif terkait manfaat bernyanyi untuk kesehatan. 

"Bernyanyi adalah kegiatan sehat yang melibatkan berbagai hal. Terdapat banyak komponen di dalamnya. Bernyanyi melibatkan ekspresi perasaan, yang kita ketahui baik bagi kesehatan jiwa. Ini juga memberikan interaksi sosial yang dapat membantu mengurangi perasaan terasing," papar dia. 

Selain itu, mendengarkan musik juga memberi manfaat untuk kesehatan, salah satunya mengurangi stres. 

Makalah tahun 2011 yang diterbitkan Canterbury Christ Church University, Inggris, menyebutkan, bernyanyi berkelompok dapat memiliki keuntungan substansial dalam membantu penyembuhan orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa serius dan menahun. 

Berikut adalah manfaat lain dari bernyanyi: 

1. Mengatasi masalah demensia 

Musik, dan terutama bernyanyi, digunakan sebagai terapi untuk membantu mengatasi demensia. 

"Ketika kita bernyanyi, ada bagian dari otak yang lebih dialiri darah - daerah precortical - ini adalah bagian yang biasanya tersisa pada penderita demensia sementara hal lain telah hilang. Ini adalah bagian yang mengurusi perasaan," kata Dr Simon Opher. 

Dokter keluarga dari Cheltenham, Inggris ini mengatakan mendengarkan lagu dapat "membangunkan" pasien demensia dan membuat mereka lebih melibatkan diri. 

Menurut organisasi kemanusiaan yang bermarkas di Inggris, Mind Song, ketika seorang penyanyi dikirim ke panti jompo untuk menghibur para lansia, mereka (lansia) menjadi lebih gembira sampai hari besoknya. 

Mind Song juga mengajarkan kelas bernyanyi bagi pasien yang mengalami masalah paru, mulai dari asma sampai ke kanker paru. 

"Setelah mengikuti lima sampai enam kelas bernyanyi, sebagian peserta memperlihatkan perbaikan yang berarti," ujar Maggie Grady, direktur terapi musik organisasi itu. 

Tes aliran puncak atau peak flow tests mengukur seberapa cepat udara yang dapat ditiup paru. Ini adalah indikator kunci bagi para penderita masalah pernapasan. 

2. Meningkatkan kekuatan paru 

Seseorang yang didiagnosis mengidap idiopathic pulmonary fibrosis, penyakit paru yang tidak diketahui obatnya dan membunuh setengah dari orang yang terkontraksi dalam waktu tiga tahun, mengaku lebih bisa bernapas dengan baik setelah bernyanyi. 

3. Meningkatkan hormon 

Bernyanyi menyebabkan tubuh mengeluarkan endorphins, yang terkait dengan rasa nikmat. 

Bernyanyi membuat kita menarik napas dalam, yang kemudian meningkatkan aliran darah di seluruh tubuh dan membantu peningkatan pengaruh endorphins. 

Hal ini sama seperti terjadinya lonjakan endorphin ketika tertawa atau makan cokelat. 

Sebuah kajian mengungkapkan hanya dengan 40 menit bernyanyi dalam kelompok, hormon stres corticol turun jauh lebih cepat dibandingkan keadaan normal. 

Tingkat corticol biasanya menurun di akhir hari, tetapi bernyanyi mempercepat proses ini. 

Penyanyi paduan suara ditemukan menghasilkan hormon oxytocin, yang sering kali disebut sebagai hormon cinta. Kita melepaskannya saat berpelukan dan ini meningkatkan rasa saling percaya dan ikatan. 

Ini dapat menjelaskan mengapa orang yang menyanyi di paduan suara mengalami perasaan persaudaraan dan kebersamaan. 

Bernyanyi juga memicu dilepaskannya dopamine, neurotransmitter di otak. 

Hal ini diketahui menghasilkan perasaan senang saat merespon sejumlah hal lain seperti makan atau menghirup kokain. Pelepasannya dikaitkan dengan penguatan kembali dan motivasi. 

4. Mengatasi gangguan mental 

Berdasarkan kajian tahun 2017 yang dilakukan University of East Anglia, Inggris, para penyanyi yang terlibat dalam kelompok mengalami perbaikan perasaan dan keterampilan sosial. 

Bernyanyi dalam kelompok dapat membantu orang mengatasi penyakit jiwa, membuat mereka merasa dihargai dan meningkatkan tingkat percaya diri. 

Liberty Choir menjalankan sebuah program di sejumlah lembaga pemasyarakatan Inggris yang bertujuan untuk meningkatkan keyakinan diri tahanan dan membantu mereka bergabung kembali ke masyarakat. 

"Para tahanan pada mulanya enggan tetapi setelah mereka mulai bernyanyi, mereka menjadi lebih banyak bergaul. Mereka merasa lebih aman," kata direktur Liberty Choir, MJ Paranzino. 

5. Mengurangi kesepian 

Para peneliti mengatakan interaksi sosial karena bergabung dalam paduan suara juga dapat membantu mengurangi kesepian dan meningkatkan hubungan sosial. 

Berbeda dengan anak laki-laki dan perempuan, yang sering kali dengan gembira ikut bernyanyi, banyak orang dewasa merasa sulit bergabung.

Editor : Gloria Setyvani Putri

Lamunan Hari Raya

Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda

Selasa, 8 Desember 2020

Lukas 1:26-38

26. Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” 29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” 34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” 35 Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. 37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” 38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada yang menggambarkan bahwa keunggulan seseorang terletak pada kondisi jiwa raga yang sehat. Dia memiliki karakter baik dan tak ada kecacadan pada badannya.
  • Tampaknya, dalam hidup beragama orang dapat disebut baik bila tak ada noda dosa dalam hidupnya. Kerajinan berdoa dan beribadat akan membuatnya hidup dijauhkan dari perbuatan-perbuatan keliru.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, walau rajin menjalani hidup keagamaan, orang baru dapat sungguh mengalami penjagaan dari dosa karena sadar bahwa segala yang baik adalah anugerah ilahi karena penyertaan-Nya dalam keseharian. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan yakin bahwa segala kebaikan bukan karena jasa usahanya tetapi karena keterbukaan hati akan karya Tuhan dalam hidupnya sehari-hari.

Ah, asal taat agama orang pasti bebas dosa.

Santo Ambrosius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 30 Juli 2013 Diperbaharui: 19 Oktober 2019 Hits: 11195

  • Perayaan
    07 Desember
  •  
  • Lahir
    Tahun 340
  •  
  • Kota asal
    Trier, Gaul Selatan (Sekarang wilayah Jerman)
  •  
  • Wilayah karya
    Milan, Roma
  •  
  • Wafat
  •  
  • Hari Jumat Agung, 4 April 397 di Milan, Italia | oleh sebab alamiah.
    Tubuhnya masih tetap utuh, sekarang disemayamkan di Basilica of Milan
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Ambrosius adalah uskup kota Milan, salah satu keuskupan terpenting pada abad ke-4. St. Ambrosius bersama-sama dengan Santo Augustinus Hippo, Santo Hieronimus, dan Santo Gregorius Agung, dianggap sebagai empat doktor Gereja Barat dalam Sejarah Gereja kuno.

Ambrosius lahir sekitar tahun 339 di Trier, Jerman, di lingkungan sebuah keluarga Kristen yang saleh. Ayahnya adalah gubernur (prefect) Romawi di Gallia Narbonensis dan ibunya adalah seorang wanita kristen yang saleh. Sebuah legenda mengatakan bahwa ketika masih anak-anak, sekelompok lebah hinggap di muka Ambrosius kecil dan meninggalkan setetes madu di mulutnya. Bapaknya berpikir bahwa ini adalah tanda bahwa anak ini akan menjadi seorang yang sangat pandai berbicara. Karena alasan ini, lebah dan sarang lebah sering tampak dalam simbol santo ini.

Ambrosius berencana mengikuti karier politik ayahnya, karena itu kemudian bersekolah di kota Roma. Ia belajar sastra, hukum dan retorika. Kepandaiannya membuat ia mendapat tempat di dewan kota dan sekitar tahun 372 ia diangkat menjadi kepala dewan kota Liguria dan Emilia, dengan berkedudukan di kota Milano.  Saat itu Milano adalah ibu kota kedua Kerajaan Romawi setelah Kota Roma.  Kedudukan ini membuatnya menjadi terkenal ke seluruh negeri sebagai seorang administrator yang cakap dan seorang politisi ulung.

Pada masa itu umat di kota Milan terpecah menjadi dua golongan;  Kristen Trinitarian dan bidaah Arian. Walau ia sendiri adalah seorang Kristen yang setia dan percaya pada Tuhan Yesus, namun Ambrosius sang Kepala Dewan Kota yang sangat bersahaja ini sangat dihormati dan diterima dengan baik oleh kedua golongan yang sedang bertikai ini.  Ketika Uskup Milan Auxentius meninggal dunia; Kedua golongan ini terlibat persaingan dan pertikaian sengit dalam pemilihan uskup  yang baru.  Gubernur Milan sampai harus datang secara pribadi ke basilika tempat pemilihan berlangsung, untuk mencegah kerusuhan yang mungkin akan terjadi.  Saat gubernur sedang berpidato ia diinterupsi dengan seruan-seruan "Angkat Ambrosius menjadi uskup!"  yang kemudian diikuti oleh orang lain sehingga Ambrosius pun secara aklamasi diangkat sebagai uskup.

Ambrosius dengan keras menolak pengangkatannya ini  karena ia sama sekali tidak siap.  Ia bukan seorang imam dan tidak memiliki pendidikan teologis.  Namun umat terus mendesaknya; Gubernur Milan dan bahkan kaisar pun memintanya untuk menerima keputusan tersebut. “Suara rakyat  adalah suara Tuhan” begitu kata mereka.  Ambrosius kemudian dengan besar hati menerima pilihan umat kota Milan.  
Sebagai uskup, ia segera menjalani cara hidup para pertapa (asketik)  dan bermati-raga dengan sangat keras. Ia menjual segala miliknya dan membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. Tanahnya yang luas ia serahkan kepada Gereja, dan sebagian kecil ia sisakan untuk saudara perempuannya Marselina (yang kemudian juga menjadi seorang santa).

Uskup Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang mengagumkan bagi umatnya. Ia juga melawan segala kejahatan dengan keberanian yang mengagumkan.  Ia juga melawan bidaah Arian dengan gigih.  Suatu ketika kaum Arian yang mendapat dukungan kuat dari kaisar dan ibu suri meminta izin dari bapa Uskup Ambrosius untuk menggunakan dua gedung  gereja, satu di dalam kota, dan satunya lagi di pinggiran kota Milan.  Ambrosius menolak, dan karena itu ia  dituntut pertanggung-jawabannya di hadapan dewan kekaisaran.  Dalam sidang yang dihadiri khalayak ramai itu, kegigihannya menyebabkan hakim memperbolehkannya pulang tanpa harus menyerahkan kedua gedung gereja tersebut.  Segala upaya dewan kekaisaran untuk dapat menguasai kedua Gereja itu bagi kaum Arian terbukti sia-sia. Ketika mereka terus menekannya dengan segala cara;  Bapa Uskup malah mengeluarkan pernyataan yang sangat keras:  "Jika engkau menginginkan saya, saya siap untuk takluk. Bawalah saya ke dalam penjara atau kematian, saya tidak akan melawan; tetapi saya tidak akan mengkhianati gereja Kristus. Saya tidak akan menyeru rakyat untuk menolong saya; lebih baik saya mati di kaki altar dari pada meninggalkannya. Huru-hara rakyat tidak akan saya bangkitkan: namun hanya Allah yang mampu meredakannya”.  Kemudian menurut legenda, ketegasan Santo Ambrosius ini dapat menghentikan pertumbuhan pengaruh ajaran sesat Arian di Milano.

Berhadapan dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berdiri paling depan menyambut kedatangan mereka. Ia berhasil meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya meninggalkan Milano.  Sebagi uskup Ambrosius tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai pelayan iman bagi umatnya. Ia melayani semua orang dengan penuh kasih; baik dari golongan petani miskin maupun dari keluarga bangsawan yang kaya raya. Bagi Sang Uskup semua orang adalah sama di mata Tuhan. Bahkan ketika kaisar Theodosius melakukan suatu dosa berat,  Bapa Uskup tidak segan-segan menegurnya.  Teguran keras dari gembalanya tidak membuat  Kaisar menjadi gusar dan marah. Ia sadar bahwa Ambrosius benar.  Sebagai bukti pertobatannya; Kaisar dengan rendah hati melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya, sesuai dengan perintah dari Bapa Uskup.

Rakyat khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat. Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk berdoa agar dikaruniai umur panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita mempunyai Tuan yang baik.”  Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.

Sunday, December 6, 2020

Buah Ketegasan Pramurukti

Dari tenaga kerja yang ada di Domus Pacis Puren ada prakmurukti yang berstatus kontrak dalam naungan Paguyuban Pramurukti Panti Rini, yang ada di Rumah Sakit Panti Rini Kalasan. Pramurukti secara resmi dikontrak untuk melayani rama tertentu. Rama yang secara khusus dilayani oleh pramurukti adalah Rm. Tri Wahyono, Rm. Ria, Rm. Jaya, dan Rm. Supriyanta. Keempat rama ini secara praktis sudah lemah dalam mengurus dirinya sendiri. Mereka mendapatkan penjagaan dalam segalanya selama 24 jam. 


Dalam hal Rm. Ria, yang menjadi pramurukti adalah Mas Siswanto. Rm. Ria memang masih dapat makan sendiri dan membaca-baca serta nonton TV dan mendengarkan radio. Dari semua yang mendapatkan pelayanan pramurukti beliau adalah yang masih dapat mengurus diri sendiri dalam beberapa hal. Akan tetapi Rm. Ria sudah kerap mengalami disorientasi waktu. Dia sering bingung mengetahui hari dan jam. Beliau juga sudah tak dapat mengontrol diri dalam hal makan. Penyakit yang paling menonjol dalam diri beliau adalah diabetes. Makan dan snak yang amat bertentangan dengan diabetes biasa disantap dengan lahapnya. Kalau ada pemberitahuan dari karyawan atau rama lain, Rm. Ria kerap mengatakan "Ora papa" (Tidak soal). Paling tidak sekian tahun berada di Domus Pacis Puren gula darah beliau dalam pemeriksaan sudah dianggap rendah kalau dapat 300an. Angka periksa 400 lebih adalah hal biasa. Beberapa kali harus masuk rumah sakit karena di atas 500 bahkan dalam alat periksa pernah tertulis "Hi" yang berarti 600 lebih. Tetapi kini dengan kehadiran Mas Siswanto, selain dapat belajar berjalan dengan tertatih, kadar gula darah Rm. Ria dapat berada di bawah angka 200. Beberapa kali dalam pemeriksaan setiap Sabtu, karena ada perawat home care RS Panti Rapih yang datang rutin, gula darah Rm. Ria bisa di sekitar 130-160. Bahkan pada Sabtu 5 Desember 2020 beliau mendapatkan angka 102. Mas Siswanto memang dapat tegas mengatur pola makan Rm. Ria. Makanan pemberian dari luar Domus yang membahayakan akan diambil dan disingkirkan.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

Senin, 7 Desember 2020

Lukas 5:17-26

17. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. 19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." 21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam hal ber-Tuhan tak sedikit orang mendasarkan diri pada agama. Dengan setia pada ajaran dan kebiasaan keagamaan orang dapat yakin punya kepastian kesetiaan pada Tuhan.
  • Tampaknya, dalam beragama orang dapat merasa punya gambaran jelas tentang Tuhan. Dia memiliki kepastian dalam memandang Tuhan dan kepastian cara berhubungan dengan-Nya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, walau dalam ber-Tuhan memiliki gambaran tertentu, kalau terlalu pasti konsepnya, orang dapat memandang yang berbeda sebagai kaum sesat penghina Tuhan sekalipun bertindak baik. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa Tuhan itu misteri kehidupan dan untuk menghayati orang akan memiliki ungkapan dan pewujudan dengan kenyataan-kenyataan kemanusiaan.

Ah, pokoknya yang tidak beragama pasti ateis.