Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, August 27, 2013

Lamunan Pesta Wajib


Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Rabu, 28 Agustus 2013

Matius 23:27-32

23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:28 Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.
23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
23:30 dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.
23:31 Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu.
23:32 Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!


Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pemahaman ajaran agama dan praktek berbagai tradisi agama banyak dianggap sebagai tolok ukur keutamaan dan keluhuran budi seseorang. Para ahli ilmu agama dan juga penggerak dan pengurus tata upacara keagamaan memiliki status sebagai penjaga kebaikan dan kebenaran.
  • Tampaknya, para ahli agama dan penggerak/pengurus tata cara keagamaan yang amat taat pada warisan rumusan-rumusan ajaran dan upacara akan teliti mengawasi orang-orang yang terlibat dalam pengajaran dan peribadatan. Mereka akan menilai baik-buruk orang dari apa yang dikatakan dan yang dilakukan dalam ibadat serta mengutuk apa saja yang jahat termasuk yang terjadi di masa silam.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa yang terlalu menjaga penampilan lahiriah untuk mendapatkan citra baik tanpa menjaga diri untuk bersikap dan bertindak baik termasuk golongan kaum munafik karena kebaikannya hanya sebuah permainan sandiwara. Dalam yang ilahi yang biasa dalam kepura-puraan lahiriah sebenarnya hidup celaka penuh was-was dan derita batin.
Ah, jaman sekarang yang celaka justru yang polos.

Monday, August 26, 2013

WAH, MALAH LALI


Ini kisah tadi malam, Senin 26 Agustus 2013. Komunitas Rama Domus Pacis mengadakan Misa Ulang Tahun Imamat untuk Rama Joko dan Rama Tri Wahyono, yang ditahbiskan tanggal 19 Agustus 26 tahun lalu.. Misa dimulai jam 18.15 dipimpin oleh Rama Purwatmo dan didampingi oleh kedua Rama yang berulang tahun dan rama-rama Domus lain, yaitu Rama Harto Widodo, Rama Yadi, Rama Agoeng, dan Rama Bambang. Rama Harjaya duduk jauh didampingi oleh seorang pramurukti. Kecuali Rama Harjaya, rama Domus lainnya tampil berjubah. Pak Kus memimpin umat bernyanyi diiringi oleh Bu Santi sebagai organis dengan keyboard Domus Pacis. Pak Darsono, Ketua Lingkungan Fransiscus Assisi, menjadi lektor. Sesudah bacaan Injil Rama Purwatmo meminta Rama Tri Wahyono dan Rama Joko menyampaikan sharing pengalaman imamatnya. Rama Tri Wahyono berceritera perjalanan sejak pertama ditugasi di Paroki Kalasan sampai kini menjadi penghuni Domus. Beliau juga mengatakan bahwa dengan kestrokannya kini Rama Tri Wahyono sudah kehilangan sebagian besar kata-kata termasuk kemampuannya berkarya seni. Sementara itu Rama Joko mengatakan bahwa penghayatan imamatnya mengalir dengan pegangan "semua ada saatnya". Kini dengan kondisi kesehatan yang ada, beliau jauh lebih banyak berada di kamar. Rama Joko kini lebih menempatkan diri sebagai pertapa yang menghayati tugas imamat dengan berdoa dan mendoakan orang lain. Rama Harto, Rama Yadi, dan Rama Agoeng juga menyampaikan sharingnya dalam hidup bersama dengan kedua rama tersebut. Bahkan Rama Agoeng memberikan tekanan bahwa kini Domus Pacis menjadi tempat perjuangan pengembangan hidup berkomunitas. Rama Purwatmo membuat kesimpulan bahwa kehidupan imamat adalah penghayatan kasih kepada Yesus. Dan ini adalah perjuangan persekutuan baik internal dengan sesama penghuni Domus maupun eksternal dengan umat Lingkungan dan Paguyuban Santo Barnabas yang terdiri dari kelompok-kelompok relawan-relawati untuk Domus Pacis. Sesudah misa selesai, ada makan bersama sambil omong sana-sini. Di sini Domus menjadi arena perluasan pergaulan umat dari aneka kelompok.

Di dalam bagian homili Rama Purwatmo menyimpulkan bahwa penghayatan kasih terungkap dengan kehidupan persekutuan. Hal ini dilandaskan karena beliau mengetahui bahwa para peserta misa terdiri dari bermacam-macam kelompok paguyuban. Pada kata-kata pengantar Rama Bambang yang menempatkan diri menjadi pengacara, menyebut ada beberapa macam asal kelompok umat. Yang pertama adalah keluarga para rama yang berulang tahun imamat. Ketika setiap keluarga diminta berdiri, ternyata masing-masing datang 4 orang sanak keluarga. Di sini Rama Bambang meminta mereka "Nanti dalam acara makan setiap orang harus menyantap 5 porsi, karena jatah masing-massing keluarga adalah 20 orang". Tentu saja ini mengundang tertawa. Kelompok kedua adalah umat Lingkungan Fransiscus Assisi di mana Domus Pacis secara teritorial berada di dalamnya. Ketika diminta berdiri, ternyata jumlahnya jauh berlipat-lipat dari jumlah orang dalam keluarga Rama Tri dan Rama Joko. Rama Bambang memberikan gambaran singkat kedekatan hubungan antara umat Lingkungan ini dan para rama Domus. Kelompok ketiga yang diperkenalkan adalah Paguyuban Santo Barnabas. Santo Barnabas adalah santo pelindung Komunitas Rama Domus Pacis. Paguyuban Santo Barnabas terdiri dari kelompok kerelaan membantu pelaksanaan acara-acara Pendampingan Iman kaum Tua seperti Novena Seminar. Tetapi dalam Paguyuban Santo Barnabas juga ada kelompok relasi memasak kebutuhan makan penghuni Domus  Pacis. Ketika diminta berdiri, tampaklah betapa banyak anggota Paguyuban Santo Barnabas yang berasal dari beberapa paroki. Rama Bambang juga menjelaskan bahwa kelompok rela masak terdiri dari delapan kelompok yang dikoordinasi oleh Bu Ninik, Bu Rini, Bu Tatik, Bu Wulan, Bu Ratmi, Bu Riwi, Bu Vera, dan Bu Mumun.

Di dalam kata-kata pengantarnya, Rama Bambang juga mengatakan kepada para undangan bahwa Domus Pacis memiliki pengurus. Rama Purwatmo yang memimpin misa adalah rektor Domus Pacis. Nah, ketika sampai pada perkenalan pengurus, Rama Bambang mengatakan "Kemudian ada pengurus rumah tangga yang disebut minister. Ministernya adalah Ramaaaa Totok .... Oh!" Tiba-tiba Rama Bambang berhenti sejenak dan kemudian berkata "Wah, malah lali ngaturi pirsa, ya?" (Wah, ternyata lupa memberi undangan, ya?). "Rama mboten ngaturi pirsa?" (Rama memberi tahu tidak?) tanya Rama Bambang kepada Rama Agoeng yang diperkenalkan sebagai anggota pengurus. Rama Agoeng menggelengkan kepala sambil tersenyum. Mungkin melihat para rama lupa tidak memberi tahu pemimpin rumah tangganya, umat tertawa terbahak-bahak. Hal ini juga disinggung dalam omong-omong para rama pada makan pagi hari ini, Selasa 27 Agustus 2013. "Awake dhewe malah ora ngandhani" (Kita malah tidak memberi tahu) kata Rama Bambang sambil tertawa. Rama Agoeng menyahut "Nggih, empun" (Ya sudahlah). Kemudian Rama Yadi nyeletuk "Kudune sing ngundang malah dheweke" (Harusnya beliaulah yang mengundang). Semua tertawa terbahak kecuali Rama Harto yang sepi tanpa suara walau bibir ternganga ceria.

Sabda Hidup


Selasa, 27 Agustus 2013
Peringatan Wajib St. Monika
Warna Liturgi Putih
Bacaan
1Tes. 2:1-8; Mzm. 139:1-3,4-6; Mat. 23:23-26 atau Luk. 7:11-17

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.


Renungan
Suatu kali kami berada dalam situasi yang tidak mudah. Apa yang telah kami siapkan hampir gagal karena satu dua hal pokok belum tersedia pada hari-hari terakhir. Dalam waktu singkat kami harus mempersiapkan itu. Kami pun membuka semua "data hidup" yang kami miliki. Pada detik-detik terakhir kepenatan, kalut aku mencoba berdiam dan memohon: "Tuhan, kalau Engkau mau, Engkau akan menunjukan solusi atas masalah kami." Pada saat itu terasa Tuhan berbicara: "Yang kaubutuhkan ada dan kamu mengerti itu." Tuhan pun menunjukkan gambar itu. SentuhanNya begitu menenangkan dan membuka mata batinku.
Sentuhan kasih menenangkan hati yang kalut. Banyak orang bisa berkata tentang itu. Seorang anak, bapak, ibu yang lagi berbeban berat akan merasa nyaman mendapatkan sentuhan penuh kasih dari orang-orang yang dicintainya. Sentuhan kasih Yesus pun menenangkan hati janda yang ditinggal mati anaknya. Kehadiran dan sentuhanNya menghentikan tangis dan menaburkan harapan dalam dirinya. Dan Yesus pun memberi lebih dari yang diharapkan si Janda. Ia membangkitkan anaknya.
Ketika kita percaya apa yang kita lakukan adalah hal baik dan untuk memuliakan Tuhan, mengangkat martabat manusia dan menjaga keutuhan ciptaan kita tidak akan pernah mengalami jalan buntu. Tuhan akan selalu menyediakan jalan keluar sehingga kita bisa keluar dari masalah yang kita hadapi. SentuhanNya menenangkan dan menghidupkan harapan. Datanglah kepadaNya selalu.

Kontemplasi
Pejamkan matamu sejenak. Bawalah aneka masalahmu ke hadapan Tuhan. Rasakan sentuhan kasihNya.

Refleksi
Tulislah pengalamanmu dalam merasakan sentuhan kasih Tuhan.

Doa

Tuhan, pertolonganMu selalu tepat waktu. Kehadiran dan sentuhanMu menenangkan dan membuka harapanku. Terima kasih Tuhan. Amin.

Perutusan

Aku akan hadir dan menguatkan mereka yang lagi berseduka.

Sunday, August 25, 2013

KURANG KERJAAN?


Kemarin Minggu, 25 Agustus 2013, ada kunjungan 17 orang anggota Legio Maria Paroki Pugeran. Ternyata para anggotanya terpencar di beberapa paroki seperti Sedayu dan Kumetiran. Dalam kunjungan ini mereka meminta konsumsi diurus oleh Komunitas Domus Pacis atas beaya Legio. Bu Tatik dari Ambarrukmo mengurus makan dan Bu Rini dari Sleman mengurus snak. Pada jam 09.15 para tamu berdatangan. Mereka langsung diminta untuk minum dan menikmati snak yang cukup bermacam-macam. Pada jam 09.45 pertemuan dimulai di ruang aula kecil dekat ruang makan Domus Pacis. Sebelum acara dimulai para tamu menyanyikan beberapa lagu dari Madah Bakti diiringi oleh Rama Bambang dengan keyboard.

Rama Yadi memulai pertemuan dengan menjelaskan tentang Wisma Domus Pacis. Beliau juga memperkenalkan para rama termasuk kamar-kamarnya dan kondisi serta aktivitas yang dijalani. Model berbicaranya yang santai dan segar membuat suasana penuh keakraban. Sesudah Rama Yadi, Ketua Legio memperkenalkan anggotanya satu persatu tamu. Beliau juga menjelaskan keadaan Legio yang agak mlempem (beberapa lama sering tidak mengadakan sidang presidium). Mereka berkumpul bila akan mendapat tugas kor misa. Dengan kunjungan ini para tamu berharap untuk bangkit aktif lagi sebagai legioner. Tetapi dalam kunjungan ini mereka juga ingin mendapatkan pendampingan agar dapat memiliki daya untuk bersemangat dalam hidup ini. Di sini kemudian Rama Bambang tampil mendampingi pendalaman iman. Rama Bambang mengetengahkan beberapa hal yang menjadi masalah bila orang makin berusia tua. Beberapa pokok diketengahkan. Berdasarkan pengalaman para anggota yang sudah 50 tahun ke atas dan para anggota muda berhadapan dengan kaum tua, ternyata pokok-pokok yang disampaikan oleh Rama Bambang dibenarkan. Rama Bambang kemudian melempar pertanyaan "Bagaimana menjaga rasa selalu bersyukur atau tidak gelisah dan mudah gembira dalam situasi dan kondisi seperti itu?". Bagi yang masih muda juga diminta berpikir untuk itu agar memiliki antisipasi di masa tua. Mereka berbicara dalam kelompok-kelompok kecil. Ketika setiap kelompok saling menyampaikan hasil pembicaraan, mayoritas berbicara tentang menjaga sikap (9 macam). Hanya ada 2 butir berkaitan dengan fisik dan 1 butir soal keuangan. Rama Harto memberikan komentar atas hasil pembicaraan. Di sini Rama Bambang memberikan pertimbangan tentang pentingnya olah batin dengan berani mengambil sikap meNENG (diam) untuk mengalami keheningan dalam Tuhan. Ketika masih muda barangkali baik 15an menit melakukannya setiap hari. Makin tua makin lama, misalnya bisa 30an menit. Kalau sudah mengalami banyak dalam kondisi sendiri, seperti Rama Bambang di Domus, pasti akan makin lama.

Sesudah pendalaman iman ada misa yang dipimpin oleh Rama Yadi. Sesudah misa diteruskan dengan makan siang bersama dan ditutup dengan foto bersama. Barangkali karena merasa terkesan atas input tentang meNENG, salah satu anggota lewat email minta naskahnya. Kebetulan Rama Bambang pernah menulis dalam Domus Voice tempo dulu. Maka dikirimkannyalah naskah itu. Ternyata kini Rama Bambang cukup tertib menyimpan naskah secara sistematis. Padahal ketika masih dinas resmi, kebanyakan tulisan termasuk lagu-lagu buatannya biasa hilang. Mungkin usia tua juga membuat orang makin rajin. Atau mingkiiiiiiin ....... MAKIN KURANG KERJAAN ha ha ha .....

Lamunan Pekan Biasa XXI


Senin, 26 Agustus 2013

Matius 23:13-22

23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
23:16 Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.
23:17 Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu?
23:18 Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.
23:19 Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?
23:20 Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya.
23:21 Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ.
23:22 Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kebanyakan tokoh agama amat sibuk dengan dan memusatkan hidup umat dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan. Dalam agama memang ada berbagai kegiatan pengajaran dan perhatian pada yang papa dan menderita, tetapi segalanya ditempatkan dalam kerangka upacara ritual keagamaan.
  • Tampaknya, penyelenggaraan program dan kegiatan keagamaan pun membutuhkan pembeayaan baik untuk sarana dan prasarana, tetapi juga untuk tenaga-tenaga terutama yang purnawaktu. Tidak mengherankan kalau dalam urusan hidup keagamaan pembicaraan dan pengumpulan serta penggunaan uang dapat menjadi dominan dibandingkan hal-hal yang lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam yang ilahi pengawasan terhadap realitas penghayatan hidup keagamaan para petugas dan penyelenggara agama termasuk kaum pengajarnya menjadi amat penting. Bila hidup mereka tidak didominasi dengan dialog batin dengan dengung ilahi di relung hati, hal-hal hakiki agama dapat diubahreka karena hati takluk pada aroma materialisme termasuk nafsu uang.
Masak iya, tokoh agama mata duitan??

RAMA VIKJEN MAMPIR


Hari ini, Minggu 25 Agustus 2013, Rama Bambang agak terkejut. Pada saat sedang ikut misa bersama Legio Maria Pugeran yang dipimpin oleh Rama Yadi, dia menengok keluar lewat pintu jendela ruang pertemuan. Rama Bambang, yang sedang mengiringi nyanyian dengan keyboard, melihat Rama FX Sukendar, Pr. (dalam gambar, kedua dari kiri) duduk di luar dekat Rama Tri Wahyono. Rama Kendar adalah Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan Agung Semarang. Beliau memang kerap datang secara tiba-tiba. Ketika sampai pada bagian komuni, Rama Bambang sudah tidak melihatnya lagi. "Oooo, mung mampir nginguk" (Oooo, hanya mampir menjenguk) kata batin Rama Bambang. Tetapi ketika acara makan siang berlangsung, Rama Tri Wahyono berkata "Rama Vikjen neng nggone 'simbah'" (Rama Vikjen di kamar 'simbah' [sebutan untuk Rama Joko]".

"Niki wau saking Babarsari. Ulang  taun paroki" (Ini tadi saya dari Paroki Babarsari. Ulang tahun paroki) kata Rama Kendar ketika sudah keluar dari kamar Rama Joko dan duduk bersama di meja makan. "Rama Kris ya ana?" (Apakah Rama Kris juga ada) tanya Rama Tri Wahyono yang dijawab Rama Kendar "Ana. Rama Biyanto, Rama Wiyono, Rama Dony ya ana" (Ada. Rama Biyanto, Rama Wiyono, Rama Dony juga ada). Rama Bambang menyambut "Yen ngaten sisan serah terima Rama Trasno ke Rama Dony ngge dadi pastor kepala? Rama Dony langsung lenggah Babarsari?" (Kalau begitu apakah sekalian serah terima jabatan pastor kepala dari Rama Trasno ke Rama Dony? Apa Rama Dony langsung tinggal di Babarsari?). Rama Kendar menjawab "Inggih. Nanging Dony nenmbe tanggal tiga September menetap. Trasno sing langsung pindah Wedi, nanging wonten pertemuan rumiyin teng Malang kangge para petugas pengadilan Greja" (Ya, benar. Tetapi Dony akan menetap besok 3 September. Trasno yang akan langsung pindah Paroki Wedi, tetapi akan pertemuan tribunal atau petugas pengadilan Gereja lebih dahullu di Malang). Rama Kendar juga bertanya "Wah, sesuk pesta nggih?" (Besok pesta, ya?) "Inggih, mestakke ulang taun imamat Rama Joko kalih Rama Tri Wahyono" (Ya pesta ulang tahun imamat Rama Joko dan Rama Tri Wahyono) tiba-tiba Rama Yadi ikut nimbrung. "Ning jarene Rama Joko sesuk kedah kontrol dokter" (Tetapi katanya besok Rama Joko harus kontrol dokter?) kata Rama Kendar. "Nek sesuk durung teka jam enem ya ditinggal" (Kalau besok jam 6 sore belum datang, ya ditinggal) kata Rama Tri terbata-bata sambil tertawa-tawa.

Sabda Hidup


Minggu, 25 Agustus 2013
Hari Minggu Biasa XXI
Warna Liturgi Hijau
Bacaan
Yes. 66:18-21; Mzm. 117:1,2; Ibr. 12:5-7,11-13; Luk 13:22-30
Bacaan Injil Luk 13:22-30

Lukas 13:22-30
13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
13:29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
13:30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."


Renungan

Tidak dikenal. Kala kita berada dalam lingkungan asing seringkali kita merasa kikuk. Rasa kikuk ini semakin terasa kala hadir di suatu pertemuan bersama dengan teman yang sangat terkenal di kelompok itu. Satu persatu anggota kelompok itu akan bertanya: ini siapa? Atau bahkan mereka akan menampakkan sikap merasa terganggu oleh kehadiran kita. Kondisi ini akan sungguh membuat kita serasa dalam bulan-bulanan pukulan rasa malu.
Untuk bersambung positif dengan banyak pihak kita perlu membangun usaha mengenal dan memperkenalkan diri terlebih dahulu. Demikian juga dengan Tuhan. Tuhan jelas mengenal kita, namun bisa saja Tuhan (maaf) berpura-pura tidak mengenal kita karena kita pun tidak pernah berusaha mengenalNya. Ketika hal itu terjadi rasa pilu yang mendalam menusuk jantung hidup kita. Bahkan mungkin kita pun menjadi tidak sadar akan eksistensi diri kita sendiri.
Marilah kita hadir sebagai orng yang beriman dan berbelas kasih. Keberadaan kita di sana akan menyuburkan hidup kita sendiri dan mengangkat semua orang terlibat. Kita menjadi orang yang mengenal dan dikenal. Kondisi ini membuat kita mempunyai kesempatan dikenal Allah. Allah pun akan menambah perbekalan kita untuk melangkahkan peziarahan hidup kita.

Kontemplasi
Duduklah dengan mata terpejam. Hadirkan peristiwa hidupmu dalam mengenal Tuhan.

Refleksi
Layakkah anda dikenal Allah?

Doa

Tuhan semoga aku mengusahakan dan mempunyai kesempatan lgrf.

Perutusan
Aku akan bersaha mengenal dan dikenal oleh kumpulan-kumpulan umat Allah.