Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, March 27, 2020

CATATAN PENDEK 280320


Berinspirasi dari: Yoh. 7:40-53
  1. Keyakinan seringkali tertantang dan bisa goyah karena hinaan, kebencian orang dan kekuasaan.
  2. Tuhan menyiapkan daya untuk menjaga keyakinan.
Selamat merenung
MoGoeng

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Sabtu, 28 Maret 2020

Yohanes 7:40-53

7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
7:43 Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
7:44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
7:45. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
7:46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
7:47 Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
7:48 Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
7:49 Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tak sedikit orang yakin bahwa agama adalah pembawa kedamaian. Dengan beragama orang akan jadi baik dengan siapapun.
  • Tampaknya, tak sedikit orang yakin bahwa agama menghadirkan kebaikan dengan berbagai macam perintah dan larangannya. Dengan mentaatinya orang akan berkepedulian satu sama lain.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun semua berpegang pada apapun yang ada dalam agama sama, kalau satu sama lain berfokus pada pandangan masing-masing dan tak saling terbuka, yang terjadi adalah permusuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari bahwa dalam beragama orang menjalaninya sebagai tanda dan sarana berhubungan mesra dengan Tuhan dan terbuka bersaudara dengan siapapun.
Ah, beragama itu ya menjalani apapun yang tertulis.

Santo Rupertus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 3907 Diterbitkan: 27 Maret 2015 Diperbaharui: 03 Agustus 2016

  • Perayaan
    27 Maret
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad akhir abad ke-7 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Mungkin di Perancis
  •  
  • Wilayah karya
    Jerman, Austria
  •  
  • Wafat
    Tahun 718 di Salzburg, Austria - Sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

Menurut tradisi, Santo Rupertus adalah keturunan keluarga bangsawan Merovingian dari kerajaan Frank. Dia Juga adalah paman dari Santa Ermentrude. Awalnya Rupertus adalah seorang biarawan Benediktin yang diangkat menjadi uskup di kota Worms. Namun belum lama berkarya di Worms, ia diusir keluar dari kota tersebut oleh orang-orang kafir pada tahun 697. Karena itu ia kemudian dikirim sebagai misionaris ke Regensburg di Bavaria. Di sana, ia berhasil membaptis Duke of Bavaria Theodo dan para bangsawan Bavaria. Setelah itu, Rupertus dikabarkan berkarya di kota Altötting dan Danube dimana ia berhasil membabtis banyak orang menjadi pengikut Kristus dan membangun sarana pendidikan bagi mereka.
Pada tahun 696, Duke of Bavaria Theodo menghadiahkan sebidang tanah bagi Rupertus di kota Juvavum (kini bernama Salzburg dan menjadi wilayah Austria), yang dipergunakannya untuk membangun sebuah biara Benediktin sebagai pusat kegiatan missionarisnya. Ia juga yang kemudian diangkat menjadi kepala biara tersebut. Untuk mendanai kehidupan dan karya mereka, Rupertus dan para biarawannya membangun tambak-tambak garam dan mendidik umat dalam memproduksi garam untuk dijual. Garam produksi mereka menjadi sangat terkenal sehingga kota itu kemudian diganti namanya menjadi “Salzburg” yang berarti “Bukit Garam”.
Santo Rupertus tutup usia pada hari Minggu Paskah disekitar tahun 710. Relikwinya di semayamkan dalam sebuah Reliquary bersama dengan relikwi santo Virgilius di Katedral yang didedikasikan untuk mereka berdua; Katedral Santo Rupertus dan Virgilius di Salzburg Austria.
Di Katedral ini pula Komposer terkenal Wolfgang Amadeus Mozart dibabtis dengan nama babtis: Johannes Chrysostomus Wolfgangus Theophilus Mozart.

Thursday, March 26, 2020

CATATAN PENDEK 270320


Berinspirasi dari: Yoh. 7:1-2,10,25-30

  1. Setiap peristiwa ada masanya.
  2. Saat masa itu tiba orang mesti siap menghadapi peristiwa tersebut.
Selamat merenung
MoGoeng

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Jumat, 27 Maret 2020

Yohanes 7:1-2.10.25-30

7:1. Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
7:2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. 
7:10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.
7:25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
7:26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
7:27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
7:30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, karya ilahi banyak diyakini sebagai misteri. Orang tak dapat melihatnya.
  • Tampaknya, karya ilahi kerap disadari sebagai kejutan karena dialami sebagai peristiwa istimewa. Orang dapat menyebutnya sebagai mukjizat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun Tuhan itu misteri dengan segala karya-Nya, jejak karya ilahi selalu lewat tanda dan sarana duniawi dan terjadi dalam kehidupan harian. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari hadirat Tuhan dengan karya-Nya dalam pengalaman sehari-hari.
Ah, bagi manusia segalanya yang dari Tuhan selalu tersembunyi.

Santo Ludger

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 3502 Diterbitkan: 05 Agustus 2013 Diperbaharui: 06 Maret 2017

  • Perayaan
    26 Maret
  •  
  • Lahir
    Tahun 743
  •  
  • Kota asal
    Zuilen, Friesland (Sekarang Netherlands)
  •  
  • Wafat
    26 Maret 809 | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Beatifikasi
    -
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

St. Ludger dilahirkan di Eropa utara (Belanda) pada abad kedelapan. Ia adalah anak dari Thiadgrim dan Liafburg, keluarga bangsawan Frisian Kristen yang kaya raya namun juga saleh. Dua orang saudara St. Ludger juga dimaklumkan kudus yaitu St. Gerburgis dan Saint Hildegrin dari Chalons.
Pada tahun 753 Ludger bertemu dengan St. Bonifasius dan mendengarkan khotbah dari orang Kudus tersebut. Ludger sangat tersentuh dengan kata-kata St.Bonifasius. Ia lalu masuk biara Benediktin dan mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan.  Setelah belajar dengan tekun selama beberapa tahun di Utrecht, Ludger melanjutkan pendidikannya di Inggris. Setelah ditahbiskan sebagai imam Ludger memutuskan untuk pulang ke Utrecht sebagai seorang missionaris  pada tahun 773. Ludger melakukan perjalanan hingga jauh untuk mewartakan Kabar Gembira. Ia amat gembira dapat membagikan apa yang telah ia ketahui tentang Tuhan kepada siapa saja yang mendengarkannya. Orang-orang kafir bertobat dan umat Kristiani memulai cara hidup yang jauh lebih baik. St. Ludger mendirikan banyak gereja serta biara.

Serbuan bangsa Saxon membuat segala kerja keras St. Ludger kelihatan akan menjadi sia-sia. Tetapi, ia pantang menyerah. St. Ludger mencari tempat yang aman bagi para muridnya lalu ia pergi ke Roma untuk berziarah dan sekaligus memohon petunjuk dari bapa suci Adrianus I mengenai apa yang harus ia lakukan.

Selama lebih dari tiga tahun di Roma, Ludger tinggal di sebuah biara Benediktin sebagai seorang rahib yang baik serta kudus. Namun demikian, ia tidak melupakan para murid di negerinya. Begitu ia dapat kembali ke tanah airnya, Ludger segera pulang serta melanjutkan karyanya. Ia bekerja tanpa kenal lelah dan mempertobatkan banyak orang Saxon.

Setelah ditahbiskan menjadi uskup, terlebih lagi Ludger memberikan teladan bagi umatnya dengan kelemah-lembutan serta belas kasihannya. Suatu kali, orang-orang yang iri hati kepadanya menyampaikan hal-hal yang buruk mengenai Ludger kepada Raja Charlemagne. Raja memerintahkan kepada Ludger untuk datang ke istana guna membela diri. Dengan taat Ludger datang ke istana. Keesokan harinya, ketika raja memanggilnya, Ludger mengatakan bahwa ia akan datang segera setelah ia menyelesaikan doa-doanya.
Pada mulanya Beato Raja Charlemagne amat marah. Tetapi, St. Ludger menjelaskan kepadanya bahwa meskipun ia mempunyai rasa hormat yang besar kepada raja, ia tahu bahwa Tuhan harus dinomor-satukan. “Baginda tidak akan marah kepada saya,” katanya, “sebab Baginda sendiri yang mengatakan kepada saya untuk selalu menomor-satukan Tuhan.” Mendengar jawaban yang bijaksana itu, raja menjadi sadar bahwa Ludger adalah seorang yang amat kudus. Sejak saat itu, Charlemagne mengagumi serta amat mengasihinya. St. Ludger wafat pada Hari Minggu Sengsara pada tahun 809. Ia melaksanakan segala tugas dan kewajibannya untuk melayani Tuhan, bahkan pada hari wafatnya.

Wednesday, March 25, 2020

Di Tengah Darurat Corona


Di Domus Pacis Puren ada banyak relawan yang peduli untuk menyediakan masakan. Ini adalah masakan untuk makan tiga kali sehari para rama dan tenaga Domus. Hingga Maret 2020 ada 89 orang yang menjadi relawan masak. Pada umumnya mereka mengirimkan masakan lauk dan sayuran sekali sebulan pada tanggal dan jam makan sama. Beberapa dari mereka rela menyediakan lebih dari sekali. Rm. Bambang sebagai Minister Domus biasa mengirimkan dana makan untuk bulan tertentu pada lima hari sebelum bulan sebelumnya berakhir. Para relawan masak biasa nombok untuk lauk pauk dan sayuran yang disampaikan ke Domus Pacis.


Satu hal yang perlu dipahami adalah situasi dunia saat ini karena adanya pandemi virus corona. Wilayah-wilayah Indonesia juga tidak terkecuali. Jawa Tengan dan Yogyakarta tentu termasuk di dalamnya. Gereja Katolik termasuk Keuskupan Agung Semarang juga ikut berjuang memerangi covid-19. Semua acara yang melibatkan banyak umat termasuk perayaan liturgi ditiadakan. Pelayanan liturgis dilakukan dengan media sosial. Streeming menjamur dalam pelayanan pastoral. Menghadapi peristiwa seperti ini Rm. Bambang mengirimkan pesan lewat medsos ke para koordinator relawan masak yang berjumlah 8 orang. Dia menulis pada Senin sore 23 Maret 2020 "Karena ada darurat Corona, barangkali ada Relawan Masak yang keberatan menyediakan masakan untuk Domus. Mohon ditanyakan dan kalau bisa segera saya diberi informasi. Nuwun lan Berkah Daleeeem". Hingga Kamis pagi 26 Maret 2020 (lima hari sebelum akhir bulan Maret) Rm. Bambang menerima kepastian: 1) tidak melanjutkan masak kebutuhan delapan kali makan; 2) melanjutkan masak 34 kali makan. Sisanya belum ada informasi. Meskipun demikian Rm. Bambang dalam pengiriman dana masak hanya mengurangi yang jelas memastikan tidak melanjutkan. Yang jelas kepastian yang melanjutkan adalah 34 kali penyediaan masakan atau 37,78% dari 90 kali kebutuhan masak bulan April 2020. Dikurangi adanya kepastian 8 kali tidak melanjutkan penyediaan masak, dari 48 yang belum memberi informasi tampaknya jumlah yang terus melanjutkan penyediaan masak akan mayoritas.