Sabtu, 17 Desember 2016
Hari Biasa Khusus
Adven
Hari Pertama
Novena Natal
warna liturgi Ungu
Bacaan
Kej. 49:2,8-10;
Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17; Mat. 1:1-17. BcO Yes. 40:1-11
Matius
1:1-17:

Renungan:
Suatu kali datang
kepadaku seorang bapak yang badannya besar. Kala mudanya ia adalah jagoan di
kampungnya. Ia sering minum minuman keras. Kini dia mempunyai dua orang anak
yang menginjak remaja. Ia mengalami ketakutan kalau anaknya bertumbuh tidak
baik. Walau ia terkenal kasar dan mreman, ia tak ingin anaknya mencontoh dia.
Ia ingin anaknya menjadi baik.
Hari ini kita
mendengar silsilah Yesus. Kalau kita amati ada juga leluhur Yesus yang waktu
itu agak bermasalah. Misalnya Daud, isteri Uria dan Salomo (bdk Mat 1:6). Namun
semua itu adalah bagian dari sejarah. Jalan itu dilalui dan diolah dengan baik
maka menghasilkan buah yang baik.
Tidak semua anak
orang jahat, preman, pencoleng jadi seperti orang tuanya. Orang tuanya pun
tidak menginginkan anaknya seperti dirinya. Mereka mau anaknya jadi orang baik.
Kiranya ketekunan mereka menuntun anaknya menjadi orang baik akan menghasilkan
anak-anak yang baik pula. Mari kita tumbuhkan bibit dan harapan baik itu supaya
tumbuh menjadi baik. Kita bantu semua yang menghendaki kebaikan.
Kontemplasi:
Bayangkan ada
preman datang padamu minta pengarahan cara mendidik anaknya.
Refleksi:
Bagaimana
mendampingi dan menumbuhkan kebaikan pada diri anak dari keluarga preman?
Doa:
Tuhan semoga aku
bisa menaburkan kebaikan kepada banyak orang. Semoga para preman yang
menginginkan anaknya terdidik dengan baik mendapatkan dukungan dari
lingkungannya. Amin.
Perutusan:
Aku akan membantu
siapapun yang menginginkan kebaikan. -nasp-
0 comments:
Post a Comment