Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, April 3, 2015

TAHAP KEDUA (4)


Ini adalah pengumuman terakhir pelaksanaan Novena Ekaristi Seminar 2015 di Domus Pacis untuk tahap kedua pada Minggu 12 April 2015. Pak Prof. Dr. Dicky dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, akan hadir untuk tema WIS TUWA, KIJENAN. Beliau adalah seorang ahli psikologi.

Gereja saat ini memang sedang disibukkan oleh rentetan perayaan Pekan Suci. Meskipun demikian pendaftaran paling lambat adalah Senin tanggal 6 April 2015. Hal ini berkaitan dengan penyediaan jumah porsi dalam persiapan konsumsi. Bagi orang perorangan dan atau kelompok yang masih ingin menyusul jadi calon peserta dimohon segera memberi informasi kepada Rama Bambang lewat HP no. 087834991969. Pada saat pengumuman ini ditulis di catatan Rama Bambang sudah terdaftar 322 sebagai calon peserta. Matrik di bawah menunjukkan kelompok-kelompok yang sudah pernah ikut baik yang sudah ada pendaftarnya maupun yang belum.


ASAL PESERTA
JUMLAH
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
196 ORANG
01.  Paroki Pringwulung
109 orang
02.  Lingkungan Sendowo, Kotabaru
6 orang
03.  Paroki Administratif Pringgolayan
39 orang
04.  Paroki Pugeran
15 orang
05.  Paroki Bintaran, Lingkungan Nicolas
3 orang
06.  Paroki Kumetiran
 orang
07.  Paroki Baciro
24 orang
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
63 ORANG
08.  Paroki Minomartani
20 orang
09.  Paroki Banteng
2 orang
10.  Paroki Babadan
32 orang
11.  Paroki Babarsari
3 orang
12.  Paroki Medari
 orang
13.  Paroki Kalasan, Berbah
 orang
14.  Paroki Mlati
1 orang
15.  Paroki Pakem
 orang
16.  Paroki Nandan
 orang
17.  Wanita Katolik RI Depok
5 orang
RAYON BANTUL KEVIKEPAN DIY
15 ORANG
18.  Paroki Bantul
11 orang
19.  Paroki Ganjuran, Lingkungan Kepuh
4 orang
RAYON WONOSARI KEVIKEPAN DIY
4 ORANG
20.  Paroki Kelor
4 orang
KEVIKEPAN SURAKARTA
37 ORANG
21.  Paroki Bayat
 orang
22.  Paroki Wedi
 orang
23.  Paroki Jombor
 orang
24.  Paroki Purbowardayan, Sala
23 orang
25.  Paroki Gondang
14 orang
KEVIKEPAN KEDU
   7 ORANG
26.  Paroki Ignatius Magelang
7 orang
 27.  Paroki Panca Arga
 orang
28.  Paroki Santa Maria Magelang
 orang
29.  Paroki Muntilan
 orang
JUMLAH
322 orang

Sabda Hidup

Sabtu, 04 April  2015
SABTU SUCI
VIGILI PASKAH
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kej. 1:1 - 2:2 ; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,13-14,24,35c atau Mzm. 33:4-5,6-7,12-13,20,22; Kej. 22:1-18 (Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18); Mzm. 16:5,8,9-10,11;
Kel. 14:15 - 15:1; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6,17-18; Yes. 54:5-14; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; Yes. 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd,5-6; Bar. 3:9-15,32 - 4:4; Mzm. 19:8,9,10,11; Yeh. 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4 Mrk. 16:1-8.  BcO Ibr. 4:1-16

Markus 16:1-8:
1 Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Renungan:
Pengalaman gelap sering menimbulkan trauma. Langkah kaki pun terhambat kala mengingatkan. Kesulitan-kesulitan terbayang ketika kaki hendak melangkah. Harapan tertutup oleh kabut gelap.
Para perempuan melangkahkan kaki mereka ke makam Yesus. Di tengah jalan mereka terhenti oleh pikiran tentang batu penutup kubur. "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" (Mrk 16:3). Kekuatan mereka tidak sebanding dengan besaran batu yang mesti digulingkan. Walau begitu mereka tetap melangkah dan mereka menemukan batu itu telah terguling. Keyakinan mereka menuntun mereka menemukan hadiah istimewa: Yesus bangkit.
Kiranya kegelapan tidak perlu menghalangi kita untuk terus melangkah. Memang mungkin masih ada trauma yang menghantui. Ketika kita berhenti kita tak akan bisa bangkit. Namun kala kita berani melangkah maka kekhawatiran itu akan hilang dan kita akan menemui kebahagiaan-kebahagiaan baru yang melebihi perkiraan kita.
Bangkitlah bersama Kristus.

Kontemplasi: 
Bayangkan kisah dalam Injil Mrk. 16:1-8. Bandingkan ay 3 dengan kekhawatiran-kekhawatiranmu untuk melangkah.

Refleksi:
Bagaimana cara anda terus bergerak walau ada kekhawatiran yang menghantui?

Doa:
Tuhan, Engkau menyediakan pertolongan dalam hidupku. PertolonganMu selalu mengatasi kekhawatiranku. Semoga aku selalu yakin dengan rahmatMu itu dan bangkit bersama Kristus. Amin.

Perutusan:
Aku akan bangkit bergerak bersama Kristus -nasp-

Selamat hari Paskah