Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, June 1, 2018

Lamunan Pekan Biasa III

Sabtu, 2 Juni 2018

Markus 11:27-33

11:27. Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,
11:28 dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"
11:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
11:30 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!"
11:31 Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
11:32 Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.
11:33 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, yang namanya kekuasaan akan menghadirkan kekuatan. Orang dapat sekolah setinggi mungkin agar memiliki kekuatan dalam berpengetahuan.
  • Tampaknya, yang namanya kekuasaan juga dapat menghadirkan kemampuan memerintah. Orang dapat mengejar kedudukan sosial agar dapat menuntut taat banyak orang kepadanya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebanyak mungkin ilmunya dan atau setinggi apapun kedudukan sosialnya, kalau itu dilandasi jiwa berkuasa, orang akan mudah masuk dalam permusuhan dengan siapapun yang sama bidang kompetensinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati ilmu dan atau kedudukannya bukan untuk berkuasa tetapi untuk terlibat mengembangkan kebaikan umum.
Ah, di era global orang harus siap bersaing mengalahkan pihak lain.

Thursday, May 31, 2018

Grand Inna Maliboro


Sebenarnya Minggu itu, 27 Mei 2018, sudah ada rombongan pengunjung di Domus Pacis yang sudah datang sebelum jam 09.00. Untung rombongan ini sedang diberi acara untuk keliling kompleks Domus Pacis ketika ada rombongan lain, yaitu Grand Inna Maliboro. Sebenarnya kepada ini Rm. Bambang sudah menyarankan untuk datang pada siang hari sesudah ke Panti Susteran Alma di Berbah. Tetapi mereka akan tetap datang pagi dengan alasan karena beberapa anggota harus menjalani sift kerja di hotelnya. Pada hari Sabtu 26 Mei 2018jam 10.01 salah satu penghubung mengirim pesan lewat WA Rm.Bambang:
__________________________________________________________________________

Sy Eny Grand Inna Malioboro.
Kami konfirmasi ulang ,tgl.27 Mei 2018 Komunitas Umat Kristiani Grand Inna Malioboro (KRISNA)
Akan melaksanakan perayaan Paskah di Panti Rumah Romo Sepuh .
Jam ; 09.00 wib
Total ; 25 org
Acara; Kunjungan dan doa bersama
Penyerahan Tali Kasih.
Demikian Romo atas perkenannya Romo kami ucapkan terima kasih.\
Pengurus Krisna.
_________________________________________________________________________

Di Domus Pacis mereka di terima di Kapel Snto Barnabas untuk omong-omong sejenak tanya jawab tentang Domus. Sesudah itu Rm. Bambang diminta untuk mendoakan mereka. Pertemuan memang tak sampai 30 menit. Yang pokok mereka menjalankan salah satu acara yang dicanangkan pada Paskah 2018.

Percikan Nas Jumat, 01 Mei 2018

Peringatan Wajib. St. Yustinus
warna liturgi Merah

Jumat, 01 Mei 2018

Bacaan-bacaan:
1Ptr. 4:7-13; Mzm. 96:10,11-12,13; Mrk. 11:11-26. BcO 2Kor. 11:30-12:13
Nas Injil:
11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya. 12 Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. 13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. 14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya. 15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya, 16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. 17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” 18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. 19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. 20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: “Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” 22 Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)
Percikan Nas
Menarik sekali apa yang dikatakan Yesus, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Mrk 11:24). Yesus menjanjikan itu kepada kita. Syaratnya: tidak boleh bimbang.
Tidak bimbang memang kunci akan keberhasilan. Ketika kita mempunyai keyakinan kita akan mampu melakukan dan mendapatkan apa yang kita inginkan. Coba bayangkan kalau kita mau melompati parit. Kalau kita yakin bisa melompati maka kita pun bisa melompati. Tapi kalau kita ragu maka kita pun tidak bisa melompatinya.
Maka dalam kesempatan ini rasanya kita perlu membangun sikap batin untuk yakin tanpa bimbang terhadap sesuatu. Bila kita mau melakukan sesuatu kita tidak perlu ragu dan tidak memberikan kesempatan hadirnya keraguan. Tidak bimbangnya kita menentukan keberhasilan kita. Tuhan pun tidak ingin kita bimbang.
Doa:
Tuhan mantapkan hatiku. Semoga aku tidak gampang ragu dan bimbang. Aku percaya rahmat-Mu mengalir pada diriku yang percaya tanpa bimbang kepada-Mu. Amin.
Tak bimbang.
(goeng).

Lamunan Pesta Wajib

Santo Yustinus, Martir
Jumat, 1 Juni 2018

Markus 11:11-26

11:11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.
11:12. Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: "Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.
11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
11:16 dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
11:17 Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"
11:18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya.
11:19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota.
11:20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya.
11:21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering."
11:22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah!
11:23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.
11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."
11:26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa untuk berdoa orang harus fokus ke yang ilahi. Doa adalah hubungan personal orang dengan yang ilahi.
  • Tampaknya, dalam doa orang menyerahkan segala yang dialami kepada yang ilahi. Dari situ orang mengalami ada doa syukur dan ada pula doa permohonan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun berjuang fokus kepada yang ilahi, orang tidak akan mengalami kesejatian doa kalau tidak memiliki landasan jiwa pengampunan terhadap orang lain karena di dalam doa orang terutama menghayati belas kasih-Nya yang penuh pengampunan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati di dalam doa orang menumbuhkembangkan jiwa pengampunan.
Ah, pengampunan akan diberikan kalau yang salah mau mengubah diri.

Wednesday, May 30, 2018

Teladan Srawung Bunda Maria: Gembira dan Rendah Hati


Kamis, 31 Mei 201
Pesta St. Perawan Maria Mengunjungi St. Elisabeth
Refleksi harian dan doaku berdasarkan Lukas 1: 39-56

Sahabatku terkasih. Hari ini adalah Pesta St. Perawan Maria Mengunjungi St. Elisabeth. Maria bergegas berangkat dan pergi ke daerah perbukitan menuju kota Yehuda, ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elizabeth. Ketika Elizabeth mendengar salam Maria, bayi itu melonjak kegirangan. Perjalanan Maria yang penuh bahaya itu berbuah sukacita bagi dirinya, Elizabeth dan janin dalam rahim Elizabeth yang sudah bernama yakni Yohanes (Pembaptis).

Apa yang mendorong Maria untuk melakukan perjalanannya yang berbahaya tidak hanya sendirian, tetapi bergegas cepat-cepat? Jawabannya, ada daya kekuatan yang tak tertahankan bertindak dalam Maria yakni kehadiran Roh Kudus yang memenuhi dirinya dengan cinta mesra sejak saat Kabar Sukacita. Roh Kudus yang sama ini telah memenuhi hati Elisabet pada salam Maria dan memindahkan bayi itu ke dalam rahimnya. Buah pertama dari kepenuhan Roh Kudus adalah sukacita dan kegembiraan. 

Baik Maria maupun Elizabeth bersuka cita dan bergembira oleh karena Roh Kudus dalam kerendahan hati. Elizabeth sangat menyadari kerendahan hatinya sendiri dalam menghadapi kunjungan dari ibu dari Tuhannya. Maria menggemakan sikap kerendahan hati yang mendalam ini di seluruh Magnificat-nya. Madah Magnificat adalah ledakan kerendahan hati Maria dalam sukacita. Inilah sukacita yang dirasakan hati ketika kita berlutut untuk memuja Yesus dalam iman, harapan dan cinta. 

Tuhan Yesus Kristus, semoga sukacita Roh Kudus menghasilkan Pentakosta baru yang terpancar dari kehidupanku. Sama seperti Santa Perawan Maria, semoga Roh Kudus menggerakkan hati dan hidupku untuk srawung dengan sesama. Semoga srawung itu berbuah sukacita dalam kerendahan hati saling memuji dan menghargai satu terhadap yang lain, kini dan sepanjang masa. Amin.

JoharT Wurlirang-Bendan Duwur, 31/5/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Arti Gelar-Gelar Maria

diambil dari http://majalah.hidupkatolik.com 


HIDUPKATOLIK.com – Apa arti gelar-gelar Maria dalam Litani Santa Perawan Maria, misalnya Cermin Kekudusan, Takhta Kebijaksanaan, Bejana Ro­hani, Bejana Kebaktian Utama, Benteng Daud, Benteng Gading, Rumah Kencana, Tabut Perjanjian? Mohon penjelasan.Charles Liyanto, Sintang
Gelar-gelar Maria dalam Litani Santa Perawan Maria yang berasal dari Loreto, Itali, berkaitan dengan nubuat dan gambaran dalam Perjanjian Lama yang menubuatkan peran Bunda Maria dalam karya penyelamatan Kristus. Kebanyakan gelar itu didasarkan pada keibuan dan kesucian Bunda Maria serta keutamaan-keutamaan dan peran Maria sebagai kepanjangan peran Yesus.
Gelar Cermin Kekudusan (Lat: speculum iustitiae yang arti harafiahnya ialah cermin keadilan/kebenaran), hendak menunjukkan bahwa Bunda Maria bagaikan cermin yang memantulkan kebenaran Allah. Hal ini berarti karya Allah yang membenarkan dan menguduskan serta menebus kita, yaitu Yesus Kristus (1 Kor 1:30). Gelar ini merujuk pada kesucian Bunda Maria. Seluruh pribadi Maria mencerminkan keadaan orang yang benar atau kudus berkat karya penebusan Allah melalui Yesus Kristus.
Takhta Kebijaksanaan (Lat: sedes sapientiae) mengingatkan kita pada Sir 24:4, yaitu, “Aku telah tinggal di tempat yang tinggi dan takhtaku di atas tiang awan.” Tiang awan itulah yang menyertai perjalanan Israel. Sedangkan Kebijaksanaan Ilahi ialah Yesus. Yesus Kristus adalah Hikmat Allah (bdk 1 Kor 1:30). Melalui inkarnasi, Kebijaksanaan Ilahi tidak lagi bertakhta di atas tiang awan, tetapi di dalam rahim Bunda Maria. Gelar ini merujuk pada keibuan Maria.
Gelar-gelar Maria dalam Litani Santa Perawan Maria yang berasal dari Loreto, Itali, berkaitan dengan nubuat dan gambaran dalam Perjanjian Lama yang menubuatkan peran Bunda Maria dalam karya penyelamatan Kristus. Kebanyakan gelar itu didasarkan pada keibuan dan kesucian Bunda Maria serta keutamaan-keutamaan dan peran Maria sebagai kepanjangan peran Yesus.
Gelar Cermin Kekudusan (Lat: speculum iustitiae yang arti harafiahnya ialah cermin keadilan/kebenaran), hendak menunjukkan bahwa Bunda Maria bagaikan cermin yang memantulkan kebenaran Allah. Hal ini berarti karya Allah yang membenarkan dan menguduskan serta menebus kita, yaitu Yesus Kristus (1 Kor 1:30). Gelar ini merujuk pada kesucian Bunda Maria. Seluruh pribadi Maria mencerminkan keadaan orang yang benar atau kudus berkat karya penebusan Allah melalui Yesus Kristus.
Takhta Kebijaksanaan (Lat: sedes sapientiae) mengingatkan kita pada Sir 24:4, yaitu, “Aku telah tinggal di tempat yang tinggi dan takhtaku di atas tiang awan.” Tiang awan itulah yang menyertai perjalanan Israel. Sedangkan Kebijaksanaan Ilahi ialah Yesus. Yesus Kristus adalah Hikmat Allah (bdk 1 Kor 1:30). Melalui inkarnasi, Kebijaksanaan Ilahi tidak lagi bertakhta di atas tiang awan, tetapi di dalam rahim Bunda Maria. Gelar ini merujuk pada keibuan Maria.
Gelar Bejana Rohani (Lat: vas spirituale) tidak dipertentangkan dengan bejana jasmani, tetapi merujuk kepada karya Roh Kudus atas diri Maria. Bunda Maria mengandung dari Roh Kudus (Mat 1:18). Lukas mengatakan bahwa Roh Kudus menaungi Maria (Luk 1:35) sehingga Allah Putra menjelma menjadi manusia. Bunda Maria adalah bejana yang dinaungi Roh Kudus. Jadi, gelar Bejani Rohani merujuk pada kesucian Maria yang terbuka pada kehadiran dan karya Roh Kudus.
Bunda Maria juga dipuji sebagai Bejana Kebaktian Utama (Lat: vas insigne devotionis), artinya Maria merupakan tempat unggul (vas insigne) dari penyerahan diri manusia, keterarahan diri manusia kepada Allah semata-mata. Maria sepenuh-penuhnya menyerahkan diri kepada Allah (Luk 1:38) untuk digunakan Allah dalam karya penyelamatan-Nya. Gelar ini merujuk pada kesetiaan dan ketekunan iman Maria.
Bunda Maria pun dipuji sebagai Benteng Daud dan Benteng Gading (Lat: turris eburneus). Benteng ialah menara (Lat: turris). Kedua gelar ini mengingatkan kita pada Kid 4:4 dan 7:4. Dalam Kidung Agung, kedua gelar ini diberikan kepada mempelai wanita. Dalam tradisi Kristiani, mempelai pria disamakan dengan Kristus, sedangkan mempelai wanita diartikan Gereja, jiwa orang beriman dan Maria. Jadi, gelar Menara Daud dan Menara Gading hendak menegaskan cinta hangat Maria kepada Kristus. Hubungan kemempelaian di sini harus diartikan sebagai kemitraan dalam karya, bukan dalam arti bio-sosiologis seperti suami dan istri. Kristus bekerjasama dengan Bunda Maria melahirkan kita dalam tata penyelamatan.
Gelar Rumah Kencana mengingatkan kita pada Bait Allah yang dilapisi emas (1 Raj 6:20-22). Allah tinggal dalam Bait Allah yang dilapisi emas itu. Dalam Perjanjian Baru, Allah Putra yang menjelma menjadi manusia, tinggal dalam rahim Bunda Maria. Karena keibuannya ini, Bunda Maria disebut sebagai Rumah Kencana.

Lamunan Pesta

Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
Kamis, 31 Mei 2018

Lukas 1:39-56

1:39. Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
1:46 Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."
1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang yang memiliki suara mantap dan bening dapat membuat orang lain enak mendengarnya. Orang dapat mengatakan “suaranya bagus” karena perasaan nyaman mendengarkannya.
  • Tampaknya, orang yang memiliki suara merdu kalau bernyanyi akan mudah membuat orang lain terhibur. Perasaan orang dapat terlela-lela bahkan penuh gejolak kegirangan menikmati alunan berlagunya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki suara indah dan penuh kemerduan, hal itu belum tentu menghibur kalau tidak muncul dari kebiasaan orang hidup dari tuntunan nurani yang mudah membuat orang lain tersentuh lubuk hatinya sekalipun hanya lewat sapaan singkat. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati dengan sapaan saja orang sudah dapat membuat orang lain mengalami sukacita.
Ah, pada jaman kini yang menggembirakan itu yang menghasilkan banyak uang.