Peringatan Wajib St. Paulus Miki
warna liturgi Merah
Bacaan-bacaan:
Ibr. 12: 4-7,11-15; Mzm. 103:1-2,13-14,17-18a; Mrk. 6:1-6; BcO Rm. 14:1-23.
Nas Injil:
1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. 2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? 3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. 4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." 5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. 6 Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Percikan Nas:
Sering kita kagum dengan orang yang mampu mengajar, menyampaikan materi dan berkotbah dengan baik. Kata-kata mereka mengalir memikat. Gerak-gerik mereka mematri pandangan mata kita. Tidak sedikit orang yang terpana ketika mereka berbicara.
Banyak orang pun terpesona kala Yesus mengajar. Bahkan mereka pun takjub, “Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?” (Mrk 6:2). Namun sayang kekaguman mereka ini luntur kala mengingat asal-usul Yesus.
Kiranya pada masa-masa tertentu kita pun bisa membuat orang lain terpesona. Kapan itu bisa terjadi? Hal itu bisa terjadi kala kita sadar maupun tidak sadar. Kala sadar yaitu kala kita sungguh menyiapkan materi yang mau kita sampaikan dan membatinkannya. Dengan begitu apa yang kita katakan sungguh keluar dari hati kita. Kala tidak sadar yaitu kita seakan mengalami situasi trans sehingga ada kuasa yang menuntun hadirnya kata-kata kita.
Doa:
Tuhan Engkau selalu menjaga putera-puteri-Mu yang mau berbuat baik. Sudilah kiranya Engkau pun hadir membantu kami ketika kami hendak berbicara di hadapan banyak orang. Amin.
Kata mempesona
(goeng).
Tuesday, February 5, 2019
Lamunan Peringatan Wajib
Santo Paulus
Miki, Imam dan Kawan-kawan Martir
Rabu, 6 Februari
2019
Markus 6:1-6
6:1.
Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang
murid-murid-Nya mengikuti Dia.
6:2
Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub
ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya
itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang
demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses,
Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama
kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
6:4
Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana
kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di
rumahnya."
6:5
Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan
beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6:6 Ia merasa heran atas
ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa
sambil mengajar.
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, sehebat apapun seseorang, dia dapat menjadi biasa di mata orang-orang serumah dan lingkungan tetangga. Sekalipun di luaran menjadi kekaguman, bisa jadi dia hanya memiliki kesetaraan status di lingkungannya.
- Tampaknya, sosok hebat itu kalau tampil khusus di lingkungannya memang dapat membuat heran atas kelebihannya. Akan tetapi dia justru dapat membuat iri orang-orang sekitar yang memiliki latarbelakang status sosial sama apalagi yang lebih.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki kemampuan hebat melebihi khalayak umum, dia akan jadi hebat kalau tetap menjadi bagian dari realita pergaulan umum karena hanya yang mampu menjadi umumlah yang sungguh memiliki kekhususan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati kehebatan seseorang hanyalah bagian dari fasilita umum sehingga dia harus menjadi bagian dari khalayak umum.
Ah, kalau sungguh hebat orang akan selalu berada di
tempat istimewa yang tak seperti orang kebanyakan.
Santa Agatha
diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 24048 Diterbitkan: 26 Juli 2013 Diperbaharui: 19 Maret 2017
- Sumber : Katakombe.Org
- Perayaan05 Februari
- LahirHidup pada Abad ke-3
- Kota asalSisilia - Italia
- WafatSekitar tahun 250 di Catania, Sicilia | Martir
Dipotong kedua payudaranya lalu diguling-gulingkan diatas bara api sampai tewas. - KanonisasiPre-Congregation Sumber : Katakombe.Org
Seorang gadis Kristen nan cantik bernama Agatha hidup di Sisilia pada abad ketiga. Gubernur Romawi kafir mendengar kabar tentang kecantikan Agatha dan menyuruh orang untuk membawa gadis itu ke istana untuk dijadikan sebagai isterinya. Tapi Agatha menolak perintah sang gubernur karena ia ingin mempersembahkan hidupnya bagi Yesus.
"Yesus Kristus, Tuhanku,” ia berdoa, “Engkau melihat hatiku dan Engkau mengetahui kerinduanku. Hanya Engkau saja yang boleh memilikiku, oleh sebab aku sepenuhnya adalah milik-Mu. Selamatkanlah aku dari orang jahat ini. Bantulah aku agar layak untuk menang atas kejahatan.”
Penolakan Agatha membuat sang Gubernur marah. Ia menangkap Agatha lalu dikirimkannya perawan suci ini kerumah seorang mucikari untuk dijadikan sebagai wanita penghibur. Tetapi sekali lagi sang gubernur menjadi kecewa. Agatha berserah diri sepenuhnya kedalam lindungan Tuhan dan ia berdoa sepanjang waktu. Walau disekap dalam rumah pelacuran namun ia dapat menjaga kesucian dirinya. Ia dapat menghidar dari semua tipu daya dan bujukan-bujukan jahat mucikari tersebut.
Penolakan Agatha membuat sang Gubernur marah. Ia menangkap Agatha lalu dikirimkannya perawan suci ini kerumah seorang mucikari untuk dijadikan sebagai wanita penghibur. Tetapi sekali lagi sang gubernur menjadi kecewa. Agatha berserah diri sepenuhnya kedalam lindungan Tuhan dan ia berdoa sepanjang waktu. Walau disekap dalam rumah pelacuran namun ia dapat menjaga kesucian dirinya. Ia dapat menghidar dari semua tipu daya dan bujukan-bujukan jahat mucikari tersebut.
Setelah sebulan berlalu, Agatha dibawa kembali kepada gubernur. Sekali lagi gubernur berusaha membujuknya. “Engkau seorang wanita terhormat,” katanya dengan lembut. “Mengapa engkau merendahkan dirimu sendiri dengan menjadi seorang Kristen?”
“Meskipun aku seorang terhormat,” jawab Agatha, “aku ini seorang hamba di hadapan Yesus Kristus.”
“Jika demikian, apa sesungguhnya arti dari menjadi terhormat?” tanya gubernur. Agatha menjawab, “Artinya, melayani Tuhan.”
Ketika gubernur tahu bahwa Agatha tidak akan mau berbuat dosa, ia menjadi sangat murka. Ia menyuruh orang mencambuk serta menyiksa Agatha. Siksaan yang dialami Agatha sangat mengerikan. Setelah tak henti-hentinya dicambuk, sang gubernur kemudian memerintahkan para pengawalnya untuk memotong kedua payudara St. Agatha dan meletakkannya di atas sebuah piring (legenda pada jemaat Kristen perdana mengatakan bahwa pada malam hari setelah payudara St. Agatha dipotong; St.Petrus dan seorang malaikat Tuhan datang mengunjunginya dalam penjara. Menghiburnya dan memulihkan kembali kedua payudaranya).
Dalam penyiksaan ini Agatha berdoa dengan lirih; “Tuhan Allah, Penciptaku, Engkau telah melindungi aku sejak masa kecilku. Engkau telah menjauhkan aku dari cinta duniawi dan memberiku ketabahan untuk menderita. Sekarang, terimalah jiwaku.” Agatha wafat sebagai martir di Catania, Sisilia, pada tahun 250.
St. Agatha dihormati sebagai pelindung para wanita penderita penyakit kanker payudara. Banyak doa mohon penyembuhan yang terkabul dengan perantaraan martir suci ini.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Sumber : Katakombe.Org
Monday, February 4, 2019
Percikan Nas Selasa, 05 Februari 2019
Peringatan Wajib St. Agata
warna liturgi Merah
Bacaan-bacaan:
Ibr. 11: 32-40; Mzm. 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20. BcO Rm. 12:1-21.
Nas Injil:
21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. 25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" 37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. 41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" 42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Percikan Nas:
Ada banyak kisah bagaimana suatu keluarga menghabiskan hartanya demi kesembuhan salah satu anggotanya yang sakit. Berbagai macam dokter dan obat dicari. Kadang harus sampai menyeberang ke negeri orang lain. Semua yang sehat rela berkorban demi kesembuhan si sakit.
Perempuan yang lama mengidap pendarahan pun menghabiskan miliknya demi kesembuhannya. Yairus menghabiskan kehormatannya dengan tersungkur di hadapan Yesus. Usaha dua orang ini menjadi tanda bagi kita bahwa untuk mendapatkan sesuatu perlu totalitas usaha.
Kiranya kita pun bisa mengambil inspirasi dari kisah Injil hari ini. Salah satunya adalah menghidupkan semangat usaha kita untuk mendapatkan yang terbaik. Pada mereka yang sungguh-sungguh berusaha akan mendapat rahmat Tuhan. Tuhan akan memberi jalan kepada mereka yang mau berjerih payah. Kelegaan akan mendatanginya.
Doa:
Bapa teguhkanlah semangat kami. Semoga kami tidak gampang menyerah. Kami percaya Engkau akan melimpahkan rahmat dalam perjuangan kami. Amin.
Gigih berusaha
(goeng).
warna liturgi Merah
Bacaan-bacaan:
Ibr. 11: 32-40; Mzm. 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20. BcO Rm. 12:1-21.
Nas Injil:
21 Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. 25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" 37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. 41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" 42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Percikan Nas:
Ada banyak kisah bagaimana suatu keluarga menghabiskan hartanya demi kesembuhan salah satu anggotanya yang sakit. Berbagai macam dokter dan obat dicari. Kadang harus sampai menyeberang ke negeri orang lain. Semua yang sehat rela berkorban demi kesembuhan si sakit.
Perempuan yang lama mengidap pendarahan pun menghabiskan miliknya demi kesembuhannya. Yairus menghabiskan kehormatannya dengan tersungkur di hadapan Yesus. Usaha dua orang ini menjadi tanda bagi kita bahwa untuk mendapatkan sesuatu perlu totalitas usaha.
Kiranya kita pun bisa mengambil inspirasi dari kisah Injil hari ini. Salah satunya adalah menghidupkan semangat usaha kita untuk mendapatkan yang terbaik. Pada mereka yang sungguh-sungguh berusaha akan mendapat rahmat Tuhan. Tuhan akan memberi jalan kepada mereka yang mau berjerih payah. Kelegaan akan mendatanginya.
Doa:
Bapa teguhkanlah semangat kami. Semoga kami tidak gampang menyerah. Kami percaya Engkau akan melimpahkan rahmat dalam perjuangan kami. Amin.
Gigih berusaha
(goeng).
Lamunan Peringatan Wajib
Santa Agata,
Perawan dan Martir
5:21.
Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong
datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
Selasa, 5
Februari 2019
Markus 5:21-43
5:21.
Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong
datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,
5:22
datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat
Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
5:23
dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit,
hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia
selamat dan tetap hidup."
5:24
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti
Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
5:25
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita
pendarahan.
5:26
Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah
dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya
malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
5:27
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang
banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan
sembuh."
5:29
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah
sembuh dari penyakitnya.
5:30
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari
diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa
yang menjamah jubah-Ku?"
5:31
Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini
berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
5:32
Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal
itu.
5:33
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah
terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus
memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
5:34
Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah
menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari
penyakitmu!"
5:35.
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat
itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau
menyusah-nyusahkan Guru?"
5:36
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala
rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"
5:37
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus
dan Yohanes, saudara Yakobus.
5:38
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang
ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.
5:39
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut
dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
5:40
Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu
dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk
ke kamar anak itu.
5:41
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang
berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
5:42
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah
dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
5:43
Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui
hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Butir-butir Permenungan
- Tampaknya, orang biasa membandingkan hal-hal besar dan kecil. Yang besar kerap banyak dikagumi.
- Tampaknya, ada gambaran orang yang memiliki komitmen terhadap suatu kegiatan akan berbuat banyak dan kerap tanpa lelah. Dia akan menunjukkan kemantapannya dengan berbuat sekuat tenaga.
- Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun tak dapat berbuat banyak dan hanya memiliki kemungkinan amat terbatas untuk melakukan sesuatu, asal dilandasi oleh keyakinan berdasarkan nurani orang akan mengalami buah limpah dalam hidupnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari bahwa perbuatan sekecil apapun tetapi dilandasi keyakinan batin selalu akan menjadi kekuatan amat besar untuk meraih kebutuhan hidup.
Ah, hanya yang berbuat banyak yang mempunyai hasil
memuaskan.
Percikan Nas Senin, 04 Februari 2019
Yosef dari Leonisa, Katarina dari Ricci, Yohanes de Brito, Rudolfo acquaviva
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
Ibr. 11: 32-40; Mzm. 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20. BcO Rm. 12:1-21.
Nas Injil:
1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. 3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. 5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" 8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" 9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." 10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" 13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" 20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
Percikan Nas:
Suatu kali ada alat game Nintendo. Banyak orang tua membelikan anaknya alat permainan tersebut. Ada satu keluarga yang tidak memberikan itu pada anak-anaknya. Bukan karena orang tuanya tidak mampu membelikan, tetapi karena lebih memilih anak-anaknya les menari dan bahasa. Anak-anaknya pun menikmati itu dan kini mereka pun merasakan buah dari pilihan orang tuanya.
Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan kumpulan roh jahat, legion. Setelah sembuh ia hendak mengikuti Yesus. Namun Yesus melarangnya dan menyuruh orang itu memberitakan pengalamannya kepada saudara-saudaranya. Orang itu tidak kecewa tidak dikabulkan keinginannya. Ia semangat menceritakan apa yang ia alami. Orang-orang pun terpesona dengan kisahnya.
Tidak semua yang kita mohon pada Tuhan dikabulkan. Memang Tuhan tidak memenuhi semua yang kita mau, namun Ia selalu memberi ganti yang cocok dengan diri kita. Karena itu kita pun masih bisa hidup dengan baik sampai sekarang. Maka kala terasa doa kita tidak dikabulkan kita jangan gampang putus asa atau marah. Tuhan pasti memberi yang terbaik. Pada saatnya kita akan merasakan apa yang diberikan Tuhan tepat bagi hidup kita.
Doa:
Tuhan semoga aku tetap tekun menghayati hidup ini walau sering apa yang kami minta tidak segera Engkau berikan. Kami percaya Engkau pasti memberikan yang terbaik. Amin.
Tidak dikabulkan?
(goeng).
warna liturgi Hijau
Bacaan-bacaan:
Ibr. 11: 32-40; Mzm. 31:20,21,22,23,24; Mrk. 5:1-20. BcO Rm. 12:1-21.
Nas Injil:
1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. 3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. 5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" 8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!" 9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak." 10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" 13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" 20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.
Percikan Nas:
Suatu kali ada alat game Nintendo. Banyak orang tua membelikan anaknya alat permainan tersebut. Ada satu keluarga yang tidak memberikan itu pada anak-anaknya. Bukan karena orang tuanya tidak mampu membelikan, tetapi karena lebih memilih anak-anaknya les menari dan bahasa. Anak-anaknya pun menikmati itu dan kini mereka pun merasakan buah dari pilihan orang tuanya.
Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan kumpulan roh jahat, legion. Setelah sembuh ia hendak mengikuti Yesus. Namun Yesus melarangnya dan menyuruh orang itu memberitakan pengalamannya kepada saudara-saudaranya. Orang itu tidak kecewa tidak dikabulkan keinginannya. Ia semangat menceritakan apa yang ia alami. Orang-orang pun terpesona dengan kisahnya.
Tidak semua yang kita mohon pada Tuhan dikabulkan. Memang Tuhan tidak memenuhi semua yang kita mau, namun Ia selalu memberi ganti yang cocok dengan diri kita. Karena itu kita pun masih bisa hidup dengan baik sampai sekarang. Maka kala terasa doa kita tidak dikabulkan kita jangan gampang putus asa atau marah. Tuhan pasti memberi yang terbaik. Pada saatnya kita akan merasakan apa yang diberikan Tuhan tepat bagi hidup kita.
Doa:
Tuhan semoga aku tetap tekun menghayati hidup ini walau sering apa yang kami minta tidak segera Engkau berikan. Kami percaya Engkau pasti memberikan yang terbaik. Amin.
Tidak dikabulkan?
(goeng).
Yesus Mengasihi Yang Kerasukan Roh Jahat
Senin, 4 Februari 2019
*Renungan Harian
Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dihadang oleh lelaki yang yang kerasukan ribuan roh jahat, beginilah cara Yesus menghadapinya dan menghadapi mereka.
Sebagaimana dicatat dalam Injil Markus 5:1-20, kita membaca kisah itu. Inilah kisah selengkapnya. Mari kita simak kisahnya.
"Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah kepadanya seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, dengan rantai sekalipun! Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu. Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya. Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak, "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!" Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya, "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, "Siapa namamu?" Jawabnya "Namaku Legion, karena kami banyak." Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
Adalah di sana, di lereng bukit, sekawanan babi sedang mencari makan. Lalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya, "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, dan biarkanlah kami memasukinya!" Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Maka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun
dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Maka larilah penjaga-penjaga babi itu! Mereka menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk; orang yang tadinya kerasukan legion itu, kini berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Yesus. Tetapi Yesus tidak memperkenankannya. Yesus berkata kepada orang itu, "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu, dan ceriterakanlah bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" Orang itu pun pergi, dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran."
Dari kisah yang panjang itu, pesan singkat penuh berkat bisa kita renungkan. Seperti Yesus, kita pun diajak melawan dan mengalahkan kejahatan dengan kasih dan kebaikan. Seberat apa pun persoalan kita, bersama Yesus kita pasti aman dan menang atas kejahatan!
Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***
JoharT Wurlirang, 4/2/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Markus 5:1-20
Aloys budi purnomo Pr
Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.
Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.
Subscribe to:
Posts (Atom)





