Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, April 3, 2020

Santo Richard dari Chichester

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 4037 Diterbitkan: 05 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014

  • Perayaan
    03 April
  •  
  • Lahir
    Tahun 1197
  •  
  • Kota asal
    Droitwich, Worcestershire, England
  •  
  • Wafat
    3 April 1253 di Dover, Kent, England | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
    Tahun 1262 oleh Paus Urbanus IV

Richard de Wych dilahirkan di Inggris pada tahun 1197. Ia dan saudaranya menjadi yatim piatu sejak Richard masih kecil. Saudaranya memiliki beberapa tanah pertanian. Richard berhenti sekolah agar dapat membantu kakaknya menyelamatkan sawahnya dari kehancuran.
Richard bekerja demikian giat hingga kakaknya yang penuh rasa terima kasih hendak memberikan tanah pertanian itu kepadanya. Tetapi, Richard tidak mau menerimanya. Ia juga memilih untuk tidak menikah, sebab ia ingin pergi belajar di perguruan tinggi untuk memperoleh pendidikan yang baik. Ia tahu bahwa karena uangnya hanya sedikit, ia akan harus bekerja keras untuk membiayai hidup dan sekolahnya.

Richard belajar di Universitas Oxford. Kemudian, ia memperoleh kedudukan penting di Universitas. St. Edmund, yang adalah uskup agung Canterbury, memberinya tugas dan tanggung jawab dalam keuskupannya. Ketika St. Edmund wafat, St. Richard mengunjungi Wisma Belajar Dominikan di Perancis. Di sana ia ditahbiskan sebagai seorang imam. Kemudian, ia ditahbiskan sebagai Uskup Chichester, Inggris. Oleh sebab itu ia disebut Richard dari Chichester. Raja Henry III menghendaki seorang lain yang menjadi uskup. Orang tersebut adalah sahabat raja, tetapi tidak memenuhi persyaratan sebagai seorang uskup. Richard adalah Uskup Chichester yang sesungguhnya. Raja Henry III tidak memperbolehkan Richard menempati Katedralnya sendiri. Raja juga mengancam penduduk Chichester dengan hukuman apabila mereka bersikap ramah terhadap Richard. Walaupun demikian, orang-orang yang gagah berani tetap saja menolongnya, seperti pastor Simon dari Tarring - salah seorang imam Chichester. Richard dan Simon kemudian bersahabat karib. Ketika Bapa Suci mengancam akan meng-ekskomunikasi-kannya (= mengucilkan, memutuskan seseorang dari hak-hak sebagai anggota gereja), raja berhenti mencampuri urusan gerejani dan tidak lagi mengganggu bapa uskup.

Sebagai uskup, St. Richard melaksanakan segala tugasnya dengan baik. Ia senantiasa lemah lembut dan murah hati kepada semua orang. Sekali waktu ia bersikap tegas juga. Ia seorang pemberani dan tanpa ragu-ragu menegur umatnya apabila mereka melakukan yang salah dan tidak menyesali perbuatannya.

Dikatakan bahwa ketika St. Richard jatuh sakit, ia tahu saat kematiannya akan tiba, sebab Tuhan telah memberitahukan kepadanya tempat serta waktu yang tepat bilamana ia akan meninggal. Teman-temannya, termasuk Pastor Simon dari Tarring, berada di sisi pembaringannya. St. Richard wafat dalam usia limapuluh lima tahun pada tahun 1253. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Urbanus IV pada tahun 1262.

Thursday, April 2, 2020

Lamunan Pekan Prapaskah V

Jumat, 3 April 2020

Yohanes 10:31-42

10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
10:39. Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."
10:42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang memang dapat percaya bahwa kebaikan datang dari Tuhan. Tuhan adalah Sang Kebaikan sumber dari segala kebaikan.
  • Tampaknya, orang juga dapat yakin bahwa orang yang sungguh baik adalah orang yang sungguh ber-Tuhan. Segala pekerjaan baik yang dibuat mengalir dari tuntunan ilahi.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun sudah melihat perbuatan-perbuatan yang sungguh baik, kalau keagamaannya hanya terpancang pada tata dan rumus lahiriah, orang dapat memandang pelakunya adalah seorang musuh Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa, kalau penghayatan keagamaannya terpancang hanya pada yang lahiriah, orang justru tidak mengenal Tuhan.
Pokoknya yang omongannya tidak sama dengan Kitab Suci adalah musuh Tuhan.

CATATAN PENDEK 020420


Berinspirasi dari: Yoh. 8:51-59

  1. Kadang orang pingin dikenang jasanya, atas usaha-usahanya, atas kerja kerasnya, atas jerih payahnya. Mereka merasa tidak dihargai kalau orang tidak tahu dan berterima kasih padanya.
  2. Tuhan Yesus melihat kemuliaan diri-Nya bukan karena diri-Nya sendiri, namun karena Bapalah yang memuliakan diri-Nya. “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami” (Yoh 8:54).
Selamat merenung
MoGoeng

Santa Theodosia dari Tirus

diambil darikatakombe.org/para-kudus Hits: 3720 Diterbitkan: 11 April 2015 Diperbaharui: 11 April 2015

  • Perayaan
    02 April
  •  
  • Lahir
    Sekitar tahun 288
  •  
  • Kota asal
    Tirus, Phoenicia (Sekarang Wilayah Libanon)
  •  
  • Wilayah karya
    Caecarea (Kaisarea) - Israel
  •  
  • Wafat
    Martir - Meningggal tahun 307 setelah disiksa dengan "Blaise Comb" lalu ditenggelamkan ke Laut
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

Santa Theodosia adalah seorang perawan dan martir Kristus dari abad ketiga. Menurut sejarahwan Eusebius, ia lahir sekitar tahun 288 di Tirus, Phoenicia, bagian Timur kekaisaran Romawi. (sekarang menjadi wilayah Libanon).
Dalam buku: Martyrs of Palestine; Eusebius menulis bahwa Santa Theodosia baru berusia tujuh belas tahun ketika ia datang ke kota Kaisarea Palestina pada hari Paskah tahun 307. Ia pergi ke alun-alun di mana ada sejumlah orang Kristen yang dirantai rantai dan sedang menunggu untuk di interogasi. Ia lalu menghibur mereka, berdoa bersama, dan menguatkan iman para saksi Kristus tersebut.
Para penjaga yang melihat kegiatan Theodosia kemudian menangkap dan membawanya ke hadapan Prefek (walikota) Kaisarea. Sang Prefek memerintahkan Thoedosia untuk meninggalkan iman Kristianinya dengan cara mempersembahkan korban kepada dewa-dewi Romawi. Theodosia menolak, dan dia pun ikut dirantai dan disiksa dengan kejam. Menurut catatan Eusebius, Santa Theodosia disiksa dengan “Cruel Comb” pada sisi tubuhnya hingga dari payudaranya "sobek sampai tulang rusuk dan isi perut nya terlihat”. Setelah disiksa dengan begitu mengerikan, tubuh Theodosia lalu ditenggelamkan di dasar laut.
×Note!
Cruel Comb = sisir besi yang dibuat dari paku-paku tajam. Dikemudian hari lebih dikenal dengan sebutan “Blaise Comb” atau “Sisir santo Basilius” karena menurut tradisi; santo Basilius juga menjadi martir setelah disiksa dengan alat ini
Eusebius menambahkan bahwa sang walikota telah menghabiskan semua amarahnya pada Theodosia hingga orang-orang Kristen yang dirantai dialun-alun tidak jadi di interogasi. Mereka dikirim sebagai budak untuk bekerja di tambang tembaga, tanpa menjalani penyiksaan apapun.

Peristiwa Domus


Masa darurat corona tampaknya sulit diprediksi sampai kapan. Dengan pertimbangan ketidakjelasan kapan berakhirnya Covid-19, ada beberapa hal yang diputuskan oleh Rm. Bambang :
  • Semua rencana kunjungan dari kelompok-kelompok ke Domus Pacis Puren dibatalkan paling tidak sampai dengan akhir Mei 2020.
  • Jadual Novena Domus dibatalkan paling tidak pada bulan Mei 2020.
  • Jadual pelayanan Jagongan Iman untuk April dan Mei dibatalkan. Selanjutnya menunggu perkembangan keadaan.
Meskipun demikian ada hal yang bagi Domus Pacis membuat rasa bahagia atas kepedulian umat dari beberapa paroki. Karena menyadari keadaan yang membuat orang harus berada di rumah, Rm. Bambang sebelum tanggal 26 Maret 2020 meminta informasi kepada para koordinator relawan masak untuk Domus Pacis Puren. Para relawan menyediakan masakan tiga kali sehari untuk para penghuni Domus. Para koordinator diminta membantu memberikan informasi kalau ada yang tidak akan melanjutkan menyiapkan masakan. Ternyata 91% lebih tetap meneruskan menyiapkan sajian masakan. Dari delapan yang kosong, pada tanggal 26 Maret 2020 langsung ada yang menyanggupkan diri untuk menggantikan.

Wednesday, April 1, 2020

Lamunan Pekan Prapaskah V

Lamunan Pekan Prapaskah V
Kamis, 2 April 2020

Yohanes 8:51-59

8:51. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, yang namanya harga diri adalah amat bernilai bagi seseorang. Harga diri menjadi landasan kemantapan orang untuk menjalani kehidupan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa harga diri seseorang diperoleh kalau hidupnya dihormati oleh orang lain. Banyak orang berjuang mendapatkan status sosial untuk mendapatkan penghargaan atau penghormatan dari masyarakat.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun harga diri sungguh melandasi kemantapan jiwani, hal itu tak akan diperoleh seseorang dengan menonjolkan diri karena itu datang dari keheningan nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mendapatkan kemantapan hidup karena segala sepak terjangnya selalu diacungi jempol oleh nurani.
Ah, kalau banyak yang memandang hebat orang sungguh memperoleh kemuliaan hidup.

Santo Peregrinus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 9749 Diterbitkan: 02 Mei 2014 Diperbaharui: 01 Mei 2015

  • Perayaan
    1 Mei
  •  
  • Lahir
    Tahun 1260
  •  
  • Kota asal
    Forli - Italia
  •  
  • Wafat
    1 Mei 1345 di Forli, Italia - Oleh sebab alamiah
    Tubuhnya masih tetap utuh (Body Incorrupt)
  •  
  • Beatifikasi
    11 September 1702 oleh Paus Klemens XI
  •  
  • Kanonisasi
    27 Desember 1726 oleh Paus Benediktus XIII

Santo Peregrinus Laziosi lahir sekitar tahun 1260. Ia adalah putra tunggal dari keluarga bangsawan Laziosi di kota Forlì, Italia utara. Masyarakat kota Forli saat itu sedang terpecah atas dua kelompok;  sebagian setia kepada bapa suci di Roma dan sebagian lagi adalah para anti paus yang ingin menghancurkan Gereja Katolik.  Peregrinus dan keluarga Laziosi adalah pendukung setia dari kelompok anti paus.
Pada tahun 1283 Paus Martinus IV mengutus St. Filipus Benizi, Pemimpin biara Servite, untuk mencoba mendamaikan masyarakat Forli yang sedang terpecah itu.  Ketika Filipus mencoba untuk berkhotbah di Forlì, ia diserang oleh Peregrinus yang saat itu baru berusia delapan belas tahun. Santo Filipus ditinju hingga roboh oleh Peregrinus. Orang kudus ini tidak melawan. Ia bangkit kembali; menatap Peregrinus dengan penuh kasih dan berkata:  “Engkau boleh meninju pipiku yang sebelah lagi...”.
Sikap Santo Filipus ini seketika mencairkan kekerasan hati Peregrinus. “Belum pernah aku menjumpai orang seperti dia ini”, kata Peregrinus dalam hatinya.  Dengan wajah terkesima ia jatuh berlutut di hadapan Santo Filipus Benizi dan memohon ampun atas perlakuan kasarnya itu. Dan Santo Filipus pun memaafkannya.  Walau santo Filipus kemudian dengan kasar diusir keluar kota oleh massa anti paus;  namun kesuciannya itu telah merasuki jiwa Peregrinus.  Semenjak kejadian itu Peregrinus Laziosi bertobat. Ia bertekad untuk menjalani hidup baru yang lebih religious  dalam doa dan matiraga.  Rahmat Tuhan semakin kuat mempengaruhi hidupnya; hingga suatu hari, Bunda Maria menampakkan diri kepada Peregrinus. Bunda menyuruh Peregrinus pergi ke kota Siena dan masuk biara.  Atas petunjuk Bunda Maria Peregrinus pergi ke Biara Servite Santa Maria di kota Sienna. Disana; dengan tangan terbuka dan dengan penuh kasih ia disambut oleh seorang kudus yang dulu pernah ia aniaya;  Santo Filipus Benizi.
Dengan hati yang dipenuhi penyesalan akan sikapnya di masa lalu, Peregrinus menjalani kehidupan dalam biara dengan tenggelam dalam doa, matiraga dan dengan tekun belajar. Beberapa tahun kemudian ia pun ditahbiskan menjadi seorang imam dari ordo Servite.   Peregrine kemudian dikirim kembali ke Forlì, kota kelahirannya. Disana ia kemudian mendirikan sebuah biara  Servite dan menjadi terkenal karena khotbah-khotbahnya dan karena kesucian hidup serta pengabdiannya kepada orang sakit dan kaum miskin.
Banyak mujizat kemudian dilaporkan dilakukan oleh Santo Peregrinus. Dikisahkan bahwa ia pernah secara ajaib menggandakan gandum dan anggur pada saat terjadi masa kekurangan bahan pangan yang parah di Forli.  Pada suatu hari Peregrinus jatuh sakit. Ia diserang penyakit kanker pada kakinya. Dokter yang merawatnya menganjurkan agar kakinya diamputasi demi menyelamatkan nyawanya. Pada malam sebelum hari operasi, sebelum ia tidur malam, Peregrinus berdoa dengan khusuk kepada Tuhan Yesus  yang tersalib. Tanpa disadarinya tiba-tiba saja ia telah jatuh tertidur dan bermimpi.  Dalam mimpinya, ia melihat Yesus mengulurkan tanganNya dari atas salib dan menyentuh kakinya yang sakit itu. Ketika bangun dari tidur, didapatinya kakinya sudah sembuh.  Dokter yang datang pada keesokan harinya tidak lagi menemukan adanya tanda-tanda kanker pada kaki Santo Peregrinus. Segera saja berita tentang penyembuhan ajaib ini menyebar di seluruh kota.
Banyak orang kemudian datang untuk memohon berkat doa dan nasihatnya. Santo Peregrinus akan  selalu memberkati dan mendokan mereka; serta  memberikan nasihat yang sederhana namun sangat bijaksana. Orang-orang kemudian menyebutnya sebagai  "Malaikat Penasihat yang Baik ". Mereka begitu bersyukur atas kehadirannya ditengah-tengah mereka.
Selama 62 tahun kemudian ia berkarya dengan penuh semangat dan diperkuat oleh kehidupan doa dan matiraga yang mendalam.  Orang suci ini tutup usia pada sekitar tahun 1345 ketika ia berusia 85 tahun. Ribuan orang dari segenap penjuru Italia utara, dari  kota dan desa datang untuk memberikan penghormatan terakhir baginya. Beberapa pelayat yang sakit dilaporkan mengalami mujizat penyembuhan saat mengikuti upacara penguburan Santo Peregrinus.
Santo Peregrinus adalah Santo pelindung bagi para penderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti Kanker, AIDS dan lain-lain. Para penderita kanker banyak yang berdoa Novena memohon kesembuhan dengan perantaraannya;  dan secara luar biasa banyak diantara mereka yang disembuhkan.