Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, April 28, 2014

Sabda Hidup

Selasa, 29 April 2014
Peringatan Wajib St. Katarina dr Siena
warna liturgi Putih
Bacaan
Kis. 4:32-37; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Yoh. 3:7-15

Yohanes 3:7-15:
7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh." 9 Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" 10 Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? 13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.


Renungan:
Membicarakan sesuatu yang duniawi, yang terlihat mata, akan lebih mudah bagi siapapun dibanding membicarakan hal rohani, yang seringkali terlihat oleh mata. Ketika kita sudah tidak mampu menangkap pembicaraan tentang yang terlihat kita akan sangat kesulitan mengerti yang tak terlihat. "Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? " (Yoh 3:12).
Meyakinkan sesama memang bukan hal yang mudah. Aneka tindakan meyakinkan orang lain merupakan seni hidup yang tak ada batasnya dan pantas terus menerus kita pelajari. Saat ini saya ingin mengajak anda sejenak melihat siaran iklan. Coba perhatikan bahwa umumnya iklan tidak lebih dari 30 detik. Walau tidak lebih dari 30 detik siaran itu bisa membius manusia. Dengan hanya 30 detik orang bisa diyakinkan bahwa orang cantik kalau berkulit putih, hitam; berambut lurus, ikal, keriting dan sebagainya. Seseorang dianggap punya selera lelaki kalau merokok dsb.
Banyak hal yang biasa menjadi luar biasa pengaruhnya kala dikemas dengan tepat. Hal yang sulit dipahami pun akan menjadi berdaya kala terolah dengan meyakinkan. Yesus mengolah tema sulit, kelahiran baru, dan mampu meyakinkan Nikodemus sang terpelajar. Marilah kita tekun menemukan aneka metode dan kemasan yang tepat untuk menghadirkan aneka ajaran iman.

Kontemplasi:
Liatlah salah satu iklan di TV. Perhatikan dengan baik bagaimana pencipta iklan itu meyakinkan pemirsa. Pilihlah salah satu keyakinan imanmu. Coba bayangkan kemasan yang akan kaugunakan untk menyampaikan pesan imanmu.

Refleksi:

Sejauh mana anda meyakini imanmu dan menyampaikannya secara tepat kepada mereka yang bertanya padamu.

Doa:

Ya Tuhan, sudilah Engkau membangkitkan keyakinanku akan ajaranMu dan kemampuanku meyakinkan sesamaku. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengembangkan kemampuanku mengemas keyakinanku pada Yesus.

Sunday, April 27, 2014

MARAHI PENGIN MRIKI MALIH


Ketika sedang makan pagi Sabtu 26 April 2014 bersama Rama Yadi, Rama Harto, Rama Tri Wahyono, dan Rama Agoeng, HP Rama Bambang berdering tanda ada telepon masuk. Ternyata Pak Adi dari Klaten yang menelpon. "Rama, niki kula kalih kanca-kanca pun meluncur nuju Domus" (Rama, saya dan teman-teman sudah meluncur ke Domus Pacis) kata Pak Adi dalam telepon yang langsung dijawab "Okeee" oleh Rama Bambang. Pada waktu itu jarum jam milik Rama Bambang menunjuk angka 07.38. Pak Adi adalah koordinator acara kelompok guru-guru Kristiani (Protestan dan Katolik) salah satu kecamatan di Klaten yang pada hari ini mengadakan Paskah bersama. Paskahan bersama ini dilakukan dengan meminta pendampingan penyegaran iman di Domus Pacis sebelum meneruskan ke tempat lain, yang menurut informasi adalah museum yang menghadirkan sosok almarhum mantan presiden Suharto.

Pada saat Rama Bambang sedang asyik mengupdate Blog Domus dengan komputer di kamarnya, dia terusik karena adanya informasi dari Mbak Tari bahwa para tamu pengunjung sudah datang. Saat itu baru jam 08.45 lebih sedikit. Tentu saja Rama Bambang mematikan komputernya dan keluar sambil menngalungkan tas kecil berisi Kitab Suci di lehernya. Tetapi ketika sampai di luar gedung induk Domus, Rama Bambang terkejut karena para tama sudah duduk rapi di kursi yang sudah tertata di ruang pertemuan luar. Mereka tampak sudah siap acara. "Lho, neng layang ki wiwite jam 10.00, je" (Dalam surat dinyatakan bahwa acara dimulai jam 10.00) kata Rama Bambang dalam hati. Mereka memang akan datang sekitar 30 atau 15 menit sebelumnya dan langsung menikmati minum dan snak. Karuan saja Rama Bambang segera mengirim SMS ke Mbak Tatik dari Ambarrukmo yang biasa membantu menyediakan konsumsi.

Ternyata acara penyegaran iman memang langsung dimulai. Mereka sudah menyiapkan fotocopi nyanyian, petugas doa, petugas memimpin nyanyian, dan lektor pembaca Kitab Suci. Ketika sampai pada giliran Rama Bambang, dia omong dipanjang-panjangkan yang disisipi dengan seloroh "Niki kula dawak-dawakke sinambi ngenteni tekane snak, nggih. Wong Jawa pancen biasa ora tepat waktu. Ning umume jam bar saat kesepakatan. Kanyata njenengan niku kelompok ora normal. Ora tepate ndhisiki wektu ha ha ha ...." (Pembicaraan saya panjang-panjangkan sambil menanti kedatangan snak. Orang Jawa memang biasa tidak tetap watu. Biasanya terlambat. Tetapi kelompok ini tidak normal karena mulainya mendahului ha ha ha ....). Untunglah suasannya dapat cair santai penuh dengan suasana humor. Rama Harto yang datang menyusul dapat ikut berbicara ketika terjadi tanya-jawab. Snak pun dibagikan ketika tanya jawab berlangsung. Pada jam 11.30 acara ditutup dengan makan siang bersama. Para tamu tampak senang. Kebetulan Mbak Tatik dalam penyediaan konsumsi selalu lebih dari pesanan. Tak sedikit yang mengambil tambahan sayur dan dua macam lauk yang masih tersisa. Salah satu dari 38 orang tamu itu berkata kepada Rama Bambang "Marahi pengin mriki malih" (Ini membuat kami ingin kembali ke seni lagi).

Lamunan Pekan Paskah II


Senin, 28 April 2014

Yohanes 3:1-8

3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dalam agama orang dapat menemukan semacam “kepastian” untuk menjadi orang beriman atau orang yang sungguh hidup di jalan Tuhan. Dalam agama ada ajaran dan tata cara bahkan kebiasaan yang menunjukkan dan menuntun orang menghayati kehidupannya dalam hubungannya dengan Tuhan.
  • Tampaknya, tidak sedikit orang yang merasa sudah memiliki hubungan baik dengan Tuhan kalau sudah beres menjalani tata cara, kebiasaan, dan taat terhadap ajaran agamanya. Apapun yang mengganggu dan menggoyang “kepastian” keagamaan dapat membuat bingung dan sering dianggap membahayakan hidup damai dan sejahtera.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa orang yang sungguh beriman adalah orang yang mampu menghayati hidup dalam ketenangan batin terutama ketika berhadapan dengan hal-hal yang menggoyang yang sudah pasti atau mapan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mudah menghayati kemudaan hidup sekalipun dengan susah payah karena sudah tak muda akibat kenyataan hidup yang selalu baru dan diperbarui.
Ah, tanpa kepastian orang tak akan mengalami ketenangan hidup.

Saturday, April 26, 2014

LANCAR DAN CEPAT LEWAT HP


Pada tanggal 21 April 2014 pendaftaran calon peserta Novena Ekaristi Seminar tahap 3 di  Domus Pacis 4 Mei 2014 diinformasikan untuk yang kedua kali. Pada waktu itu calon peserta yang sudah masuk terdaftar ada 40 orang. Jumlah ini adalah hasil catatan hingga tanggal 12 April 2014. Pihak Domus Pacis 9 hari kemudian mengingatkan lagi untuk pendaftaran  karena keyakinan bahwa para calon peserta sedang disibukkan dengan Pekan Suci. Tentu saja informasi pendaftaran, selain lewat www.domuspacispuren.blogspot.com, juga lewat SMS ke jaringan kelompok pendaftar. Beberapa orang jaringan menanyakan lagi tema dan pembicaranya. Tentu saja Rama Bambang lewat HP juga mengulangi informasi tentang tema "GOLEK DALAN PADHANG?". Dengan tema itu akan dibicarakan tentang kehidupan kekal yang menghadirkan Rama Petrus Noegroho Agoeng Sriwidodo, Pr. sebagai pembicara.

Ternyata alat digital (HP) memang efektif untuk melancarkan dan mempercepat hubungan antara Domus Pacis dan jaringan calon pendaftar. Dalam waktu 6 hari, hingga tanggal 26 April 2014 malam, yang masuk menjadi calon pendaftar ada 204 orang atau meningkat 510,00% (lihat tabel di bawah). Kelompok Paroki Administratif Bayat menyatakan tidak ada yang ikut. Sementara itu dari Paroki Babadan diperoleh informasi bahwa ada anggota Prodiakon Paroki yang mengadakan hajatan menikahkan anaknya sehingga sebagian besar tidak bisa ikut. Yang belum memberi kabar adalah Paroki Medari, Wanita Katolik RI Depok, Berbah (Kalasan), Kepuh (Ganjuran), dan Kalten. Yang jelas kesempatan pendaftaran berakhir pada 28 April 2014 malam. Ada yang akan menyusul? Beri saja informasi ke Rama Bambang HP No. 087834991969.

ASAL PESERTA
JUMLAH
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
106 ORANG
01.  Paroki Pringwulung
78 orang
02.  Lingkungan Sendowo, Kotabaru
5 orang
03.  Paroki Administratif Pringgolayan
13 orang
04.  Paroki Pugeran
10 orang
05.  Paroki Bintaran, Lingkungan Nicolas
2 orang
06.  Paroki Baciro
8 orang
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
 26 ORANG
07.  Paroki Minomartani
10 orang
08.  Paroki Babadan
4 orang
09.  Paroki Babarsari
12 orang
10.  Paroki Medari
 orang
11.  Paroki Kalasan
 orang
12.  Wanita Katolik RI Depok
 orang
RAYON BANTUL KEVIKAPAN DIY
20 ORANG
13.  Paroki Bantul
20 orang
14.  Lingkungan Kepuh, Paroki Ganjuran
 orang
KEVIKEPAN SURAKARTA
37 ORANG
15.  Paroki Wedi
30 orang
16.  Paroki Klaten
 orang
17.  Paroki Gondang
7 orang
KEVIKEPAN KEDU
 5 ORANG
18.  Paroki Ignatius Magelang
5 orang
JUMLAH
204 orang

Saabda Hidup

Minggu, 27 April 2014
HARI MINGGU PASKAH II
Minggu Kerahiman Ilahi
warna liturgi Putih
Bacaan
Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31

Yohanes 20:19-31:
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." 24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." 30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.


Renungan:

Awal Mei tahun 1998 saya bersama teman-teman Senat Mahsiswa dan banyak mahasiswa Sanata Dharma berlindung di kampus. Kala itu para polisi sedang mengejar-ngejar para demonstran. Walau gerbang sudah dikunci suasana mencekam masih meliputi kami yang di dalam. Kantor senat kami kunci. Lampu-lampu dinyalakan yang diperlukan saja. Setiap kali ada teriakan: "Polisiiii!" Hati pun terasa was-was.
Melihat pengalaman itu saya pun bisa memaklumi kenapa para murid: "berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi" (Yoh 20:19). Para murid pasti menjadi target para orang Yahudi. Mereka dicari untuk ditangkap dan dihukum. Hal ini bukan masalah sepele bagi siapapun. Mereka yang terancam layak menyingkir di tempat aman sampai tiba saatnya untuk muncul lagi.
Orang bisa saja mempertanyakan di mana iman para rasul kok malah bersembunyi. Namun kala mempunyai pengalaman yang mirip, kita tidak akan serta merta mencela tindakan para Rasul. Rasa saya mereka bukan tidak beriman. Mereka perlu melakukan itu supaya kala saatnya tiba mereka bisa mewartakan Yesus yang bangkit dengan jelas dan penuh keberanian.

Kontemplasi;
Bayangkan dirimu dalam kondisi para rasul yang menjadi target para penyalib Yesus.

Refleksi:
Apa yang kauperbuat kala suasana yang kauhadapi mengancam hidupmu?

Doa:
Ya Tuhan, semoga aku tetap percaya dan mengandalkanmu dalam situasi apapun. Sudilah menghembuskan Roh ketekunan dan keberanian untuk menjadi saksi kebangkitanMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan berusaha cerdas dalam menghadapi sesuatu dan makin mengenali penyertaan Tuhan kala dalam kondisi gelap.

Friday, April 25, 2014

YANG TUA DINAKALI YANG MUDA


Pada Rabu pagi 23 April 2014 Rama Subiyanto, pastor pembantu Pringwulung yang sudah sepuh, datang di Domus Pacis. Beliau bertanya apakah Rama Yadi akan ikut pertemuan Paskah Adiyuswa untuk para rama dan bruder di Keuskupan Agung Semarang. Ini adalah program paskahan yang diadakan oleh Kuria Keuskupan Agung Semarang untuk rama dan bruder tua. Rama Bambang yang menerima kedatangan Rama Biyanto menjadi kebingungan, karena setahunya paskahan itu diadakan pada Kamis-Jumat 24-25 April 2014 di Sangkal Putung. Tetapi pada sekitar jam 09.00 hari Rabu itu Rama Biyanto menelpon Rama Bambang bahwa hari yang benar adalah mulai Kamis dan sampai Jumat.

Peristiwa paskahan untuk rama dan bruder tua itu memang menyangkut kesanggupan Rama Bambang untuk menggantikan Rama Agoeng. Acara itu akan dibuka dengan pemutaran film Paedibus Apostolorum yang mengisahkan karya pastoral almarhum Rama Prennthaler, S.J. di Paroki Boro sebagai pastor pertama. Tugas pemutaran film dilakukan oleh Komunikasi Sosial Keuskupan Agoeng Semarang (Komsos KAS) yang dipimpin oleh Rama Agoeng. Karena Rama Agoeng sedang memiliki acara ke luar kota, beliau meminta Rama Bambang menggantikannya untuk memberikan kata-kata pengantar sebelum pemutaran.

Pada Kamis 24 April 2014 Rama Bambang datang di Rumah Retret Sangkal Putung pada sekitar jam 16.30. "Lho, Rama Bambang wis sewidak lima pa umure?" (Lho, apakah Rama Bambang sudah berumur 65 tahun) Rama Kardinal Darmaatmadja bertanya yang langsung dijawab oleh Rama Bambang yang duduk di kursi roda "Umure dereng, nanging gaweayane pun bebas" (Umur belum sampai tetapi sudah bebas dinas). Umur 65 tahun adalah saat rama dan bruder Keuskupan Agung Semarang disebut tua. Dalam acara itu yang hadir paling tidak ada 34 orang rama dan bruder tua. Rama Kardinal dan Mgr. Prajasuta adalah pensiunan uskup yang ikut acara ini. Mgr. Pujasumarto juga ikut hadir sebagai peserta. Dari Domus Pacis tampak pula Rama Yadi yang duduk dengan memegang kruk. Jumah rama praja yang hadir memang dominan di samping kehadiran para rama dan bruder sepuh SY dan MSF. Sesudah Ibadat Sore bersama, pemutaran film dimulai dengan pengantar dari Rama Bambang. Dalam pengantarnya Rama Bambang mengajak melihat film ini dalam nuansa melihat diri sebagai kaum tua. Bagaimanapun kaum tua sudah tidak muda lagi. Di sini Rama Bambang mengutip kata-kata Yesus dalam Injil Yohanes "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki" (Yoh 21:18).

Sesudah mengutip Yoh 21:18 Rama Bambang mensharingkan bahwa dirinya sebenarnya tidak berhendak datang di Sangkal Putung. Kedatangannya diminta oleh Rama Agoeng yang termasuk Rama muda. Rama Bambang berkata "Tadi pagi Rama Agoeng sudah tampak ada di  Domus Pacis sesudah bepergian. Ketika saya tanya 'Mangke tindak malih?' [Apakah nanti pergi lagi] beliau menjawab 'Inggih' [Ya], eee ternyata beliau sore ini sudah ada di Sangkal Putung. Tetapi beliau yang muda menghendaki saya menyampaikan pengantar ini dan sayapun taat pada beliau karena beliaulah yang muda dan pengurus Domus Pacis dengan SK." Mendengar kata-kata Rama Bambang ini para sepuh yang hadir tertawa. Rama Bambang sendiri merasa dinakali oleh Rama Agoeng karena ketika melihat beliau ada dan bertanya "Lho kok teng riki?" (Lho kok di sini?), Rama Agoeng menjawab "Wau rak namung ditakeni 'Badhe kesah malih?'. Kula matur 'Nggih' ning mboten ditakeni teng pundi" (Tadi kan hanya ditanya 'Akan pergi lagi?'. Saya menjawab 'Ya' tetapi tidak ditanya lebih lanjut). Acara Rama Agoeng di luar kota sebenarnya sudah diajukan hari selesainya. Ha ha ha .....

Lamunan Oktaf Paskah



Sabtu, 26 April 2014

Markus 16:9-15

16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.
16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang-orang yang memiliki kedudukan sosial terhormat akan mudah mendapatkan kepercayaan dari massa rakyat. Para tokoh dan pemimpin dengan kedudukannya juga biasa dipandang sebagai teladan dalam membangun dan mengembangkan kehidupan.
  • Tampaknya, dalam kehidupan beragama pun sumber kepercayaan ada di tangah para tokoh dan pemimpin umat. Warga umat biasa yang tidak memiliki kedudukan atau hanya anggota biasa tidak dapat mengajar nilai-nilai keagamaan kepada para tokoh dan pemimpinnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa justru para tokoh dan pemimpin keagamaanlah yang amat sukar menerima perubahan dan atau pembaruan penghayatan kepercayaan pada Tuhan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati tokoh agama akan menyadari pentingnya mendengarkan dan terbuka pada suara kalbu warga umat demi tugas besarnya membawa amanat ilahi dalam hidup hariannya.
Ah, bagaimanapun juga umat biasalah yang harus mendengarkan dan mempercayai pengajaran iman dari para tokoh agama.