Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, August 28, 2014

AGAR TETAP PRODUKTIF, LANSIA HARUS AKTIF, HINDARI STRES DAN ROKOK

dari vita-insani.co.id 15/04/2014 11:02:56 AM

Jakarta - Kesehatan para senior atau lanjut usia (lansia) 53% disebabkan perilaku, lingkungan 29%, pelayanan kesehatan 10%, dan keturunan 8%.

Perilaku tidak sehat yang kerap menggangu kesehatan lansia antara lain stres, ketidakaktifan fisik, dan merokok. Kondisi itu menyulitkan lansia tetap sehat, bugar, dan produktif.

Prijo Sudibjo, dokter spesialis saraf mengungkapkan, lansia merupakan periode ketika organisme telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi, serta telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu.

"Pada lansia, secara pelahan, terjadi hilangnya kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya. Akibatnya, lansia rentan infeksi dan kemampuan tubuh memperbaiki kerusakan yang terjadi juga menurun sehingga rawan mengalami penyakit degeneratif," kata dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Agar tetap produktif, lansia cepat atau lambat memerlukan rehabilitasi medik, yaitu upaya meningkatkan kemampuan fungsional seseorang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Langkah itu dibutuhkan untuk menghindari kondisi impairment, disability, dan handicap secara maksimal. Impairment, kata Prijo bermakna, tingkatan di mana penderita masih memerlukan perawatan secara aktif, sehingga tidak mampu melaksanakan kegiatan sehari-hari.

Sedangkan disability atau recovery period merupakan masa di mana penderita mulai dapat melaksanakan pekerjaan sesuai kesembuhan penyakitnya. Sementara, handicap atau cacat menetap adalah keterbatasan kemampuan dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan.

Hal senada juga diungkapkan pakar kesehatan Muhammad Noerhadi. "Agar sehat dan mandiri, lansia harus menghindari pola hidup tidak sehat dan mengkonsumsi gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik dan olahraga, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala," kata Noerhadi. (IZN - pdpersi.co.id)

Sabda Hidup

Jumat, 29 Agustus 2014
Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis
warna liturgi Merah
Bacaan:
Yer. 1:17-19; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17; Mrk. 6:17-29. BcO Am. 1:1 - 2:3

Markus 6:17-29:
17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Renungan:
Pernahkah anda merasa gundah kala bertemu seseorang namun selalu ingin mendengar kata-katanya? Kalau anda belum pernah tidak apa-apa. Hal seperti itu biasanya dialami oleh orang bersalah dan tidak terima pada orang yang menegurnya. Herodes mengalami hal tersebut. "Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia" (Mat 6:20b). Hati Herodes galau dengan kehadiran Yohanes. Di satu sisi dia senang mendengar kata-kata Yohanes, tapi di lain sisi dia pun ada dendam karena tersinggung oleh kata-katanya.
Umumnya orang akan galau seperti Herodes. Dan tampaknya rasa galau seperti itu sampai sekarang ini pun masih ada. Banyak orang menyimpan dendam karena merasa tersakiti. Dan mereka yang merasa tersakiti akan tergoda mencari cara untuk membalas dendam. Mereka belum berhenti kala dendamnya belum terbalaskan.
Marilah kita berhati-hati supaya tidak terjebak dalam dendam. Dendam hanya akan menghadirkan "kematian". Mereka yang diliputi dendam sebenarnya telah membunuh dirinya sendiri, menjebak dirinya dalam "kerangkeng maut".  Herodes telah terkerangkeng maut karena dendamnya.

Kontemplasi:
Duduklah dengan hening. Periksalah rasa dendam yang masih kaumiliki. Redakanlah dendammu. Lepaskan dirimu dari penjara dendam.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu mengolah sakit hati.

Doa:
Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari dendam yang mematikan. Semoga kuat kasihMu merasuki seluruh relung hidupku. Amin.

Perutusan:
Aku akan membebaskan diriku dari rasa dendam.

Wednesday, August 27, 2014

RAMA GIYONO

Rama Christianus Sugiyono adalah Pastor Pembantu Paroki Kalasan yang mengalami sakit dan opname di RS Panti Rapih. Selepas dari opname beliau tinggal sementara di Wisma Domus Pacis Puren untuk pemulihan kesehatan. Selama sekitar dua minggu berada di Domus Pacis, Rama Giyono melakukan second opinion ke RS Elisabet Semarang dan juga terapi lidah di Magelang. Meskipun demikian perawatan pokok dilakukan di RS Panti Rapih sehingga Domus Pacislah yang melayaninya untuk periksa dokter dan terapi fisik. Karena diperkirakan akan cukup lama tinggal di Domus Pacis, kamar tamu yang ditempati kini ditambah fasilitas televisi baru agar Rama Giyono memiliki hiburan dalam kamarnya. "Engko aku terapi neng Panti Rapih" (Nanti aku menjalani terapi di Panti Rapih) kata Rama Giyono di kamar makan Senin pagi 25 Agustus 2014 yang disambung oleh Rama Agoeng "Yanu wis dikontak ndherekke nganggo mobil durung?" (Apakah Yanu, yang biasa menyopir, sudah dikontak untuk mengantar?). Mbak Tari yang menyuapi Rama Harto berkata "Pun dihubungi nanging dinten menika libur" (Sudah dihubungi tetapi hari ini libur). "Engko jam pira?" (Nanti jam berapa?) tanya Rama Bambang yang dijawab oleh Rama Giyono "Jam telu sore" (Jam tiga sore). Rama Bambang pun bilang "Aku pas ora duwe acara, engko takterke" (Aku tidak punya acara, nanti saya antar). Maka Senin sore Rama Bambang dan Mas Fredi, pramurukti, mengantar Rama Giyono yang kebetulan juga disertai salah satu keluarganya. Rama Giyono memang harus tekun menjalani terapi dan latihan setiap hari agar lidahnya dapat berfungsi dengan baik. Seakan mendapatkan hiburan, kalau ada yang bertanya Rama Giyono itu sakit apa, Rama Bambang kerap menjawab "Ora isa muni peri" (Tidak dapat mengucapkan kata peri), karena beliau belum dapat dengan jelas mengucapkan huruf "R". Kebetulan Rama Giyono tidak tersinggung, sehingga kalau mendengar beliau malah ikut tertawa.

Lamunan Pesta Wajib



Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Kamis, 28 Agustus 2014

Matius 24:42-51

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
24:46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
24:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
24:49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
24:50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di era global orang yang disebut berkualitas adalah yang mampu membidik masa depan. Orang mampu memiliki antisipasi jelas untuk membangun kehidupannya di jangka waktu tertentu di masa depan.
  • Tampaknya, untuk memiliki gambaran masa depan yang diperhitungkan orang harus melandaskan diri pada realitas masa kini. Bertolak dari realitas kini orang membuat tahap-tahap dan langkah-langkahnya untuk mencapai masa depannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa antisipasi ke depan yang sejati adalah sikap berjaga-jaga terhadap hal-hal yang tidak dapat diperhitungkan karena hanya penjahatlah yang hanya memiliki perhitungan jelas di masa depannya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan setia menjalani tugas dan atau kenyataan hidupnya karena di situlah terdapat jalan menyongsong masa depan yang paling fundamental.
Ah, yang mampu tahu masa depan dengan jelas adalah orang hebat.

Tuesday, August 26, 2014

5 FAKTA MANFAAT TERTAWA BAGI KESEHATAN


dari harmonihidup.com 24 April 2012
ilustrasi dari koleksi Blog Domus

Tertawa bebas dilakukan oleh siapa saja, tua, muda, kaya, miskin, laki-laki, maupun perempuan. “Hati yang puas ialah obat yang sangat ampuh”, demikian sebuah tulisan yang pernah ditulis oleh seorang raja yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu. Apa manfaat di balik tertawa ??? Berikut manfaat tertawa bagi kesehatan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar anti penuaan :

1.   Rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. (Rosemary Cogan dari Texas Tech University).

2.   Tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Tertawa melatih diafragma torak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi. (Dr. William Foy dari Stanford University).

3.   Tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu epinefrin dan kortisol yang mengalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Berk, imunolog dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat).

4.   Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endokrin sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Tertawa akan menstilumasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. (Dr. William Frey, pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Research Center di Mineapolis, Amerika Serikat).

5.   Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Namehow, pakar yang menangani masalah penuaan dari Connecticut, Amerika Serikat).

Sabda Hidup

Rabu, 27 Agustus 2014
Peringatan Wajib St. Monika
warna liturgi Putih
Bacaan:
2Tes. 3:6-10,16-18; Mzm. 128:1-2,4-5; Luk. 7:11-17, BcO 1Tim. 1:1-20.

Lukas 7:11-17:
11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.


Renungan:
Hari ini dikisahkan tindakan Yesus membangkitkan pemuda Nain dari kematian. Yesus yang sedang berjalan ke kota Nain bertemu rombongan pelayat. Tergerak oleh belas kasihan pada si janda, ibu dari yang meninggal, Ia menghiburnya dan memberikan hadiah luar biasa yaitu membangkitkan anaknya dari kematian.
Mungkin kita tidak mempunyai kuasa seperti Yesus untuk membangkitkan orang mati. Tapi Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk membangkitkan harapan hidup sesama kita. Dalam situasi apapun bahkan kala hati sendiri lagi gundah, kita dipanggil untuk siap memberikan harapan kepada sesama. Kala kita menguatkan mereka yang lemah, menghidupkan harapan mereka yang putus asa, kita akan mengubah hidup yang suram menjadi bercahaya.  Marilah kita seperti Yesus terus berjalan, menjalani hidup kita dan pada saat bertemu dengan mereka yang berduka kita segera manghiburnya dan membantunya menemukan kembali harapan untuk hidup.

Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Hadirkan orang-orang yang berjasa membangkitkan harapanmu dan yang telah kaubangkitkan.

Refleksi:
Siapa orang yang membangkitmu harapanmu dan kaubangkitkan harapannya, mengapa?

Doa:
Ya Yesus, semoga aku menjadi jalanMu untuk kebangitan sesama. Tumbuhkanlah jiwa penghiburan yang telah Kauberikan.. Amin.

Perutusan:
Aku akan membantu mereka yang lagi putus harapan.

Monday, August 25, 2014

KUNJUNGAN MATER DEI

Pada hari Minggu 24 Agustus 2014 para Rama Domus Pacis menerima tamu kelompok ibu-ibu dari Paroki Mater Dei Lampersari, Semarang. "Wingi sing rawuh pinten, rama?" (Kemarin berapa jumlah tamu yang datang, rama?) tanya Rama Bambang yang tidak dapat ikut menyambut karena pada waktu itu ke Paroki Gondang memimpin pernikahan salah satu tim gerakan misioner Keuskupan Agung Semarang. Marta, penganten putri, ikut tim Museum Misi Muntilan sejak masih remaja pada zaman Rama Bambang masih memimpin. Terhadap pertanyaan Rama Bambang itu Rama Yadi menjawab "Onten seket ibu-ibu?" (Ada 50 orang ibu-ibu) yang langsung disambung pertanyaan lagi oleh Rama Bambang "Napa ngangge bis gedhe?" (Apa dengan bus besar?). Rama Yadi pun menjawab "Mboten ngertos, nggih. Jare le parkir teng tempat parkir paroki" (Saya tidak tahu. Katanya parkirnya di tempat parkir milik paroki). Pertanyaan itu muncul karena kebetulan ketika pulang hampir masuk kampung Pringwulung Rama Bambang berpapasan dengan bus besar pariwisata berwarna merah.

"Rama Harto kathah sing nyuwun doa?" (Apakah banyak yang meminta doa ke Rama Harto?). Pertanyaan ini mendapat tanggapan dari Rama Sugiyono, yang sementara tinggal di Domus Pacis untuk pemulihan kesehatan, "Wah, ya akeh sing ngrubung" (Wah banyak yang merubung). Rama Harto sendiri dengan suara lembutnya berkata "Mung dha nyalami, kok" (Mereka hanya menyalami saya, kok). Yang jelas ditemukan oleh Rama Bambang adalah beberapa bingkisan, seperti buah-buahan, telor asin, makanan kecil dan handuk-handuk yang dikemas dalam parcel. Telur asin ada banyak sekali sehingga Rama Bambang meminta untuk membagikan ke karyawan juga. Meskipun demikian meja makan dan kulkas Domus juga masih ada banyak tersaji telur asin.