Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, February 27, 2018

Percikan Nas Rabu, 28 Februari 2018

Hari Biasa Pekan II Prapaskah
warna liturgi Ungu

Rabu, 28 Februari 2018

Bacaan-bacaan:
Yer. 18:18-20; Mzm. 31:5-6,14,15-16; Mat. 20:17-28. BcO Kel. 17:1-16.
Nas Injil:
17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. 19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” 20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” 22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” 23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” 24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Percikan Nas
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bisa berhasil, mendapatkan posisi yang baik di pekerjaannya dan sejahtera. Ibu dari anak-anak Zebedeus pun demikian. “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu” (Mat 20:21).
Orang tua memang bisa tahu seberapa kemampuan anak-anaknya. Namun demikian orang tua tidak sepenuhnya tahu semua cita-cita anaknya dan situasi tertentu di luar kuasa anak-anaknya. Kita memang boleh-boleh saja mempunyai keinginan. Namun kiranya kita pun harus siap kala keinginan kita tidak tercapai. Kita perlu sadar bahwa ada kondisi-kondisi yang berada di luar kendali kita.
Bagaimana anda merumuskan cita-citamu? Apa yang akan kaulakukan kala kau menghadapi kenyataan tidak akan bisa mencapainya?
Doa:
Bapa semoga aku tekun dalam menggapai cita-citaku. Semoga aku pun bisa rendah hati menerima situasi yang tidak selaras dengan cita-citaku. Amin.
(goeng)

Monday, February 26, 2018

Doa melawan kekuatan kegelapan

diambil dari http://www.katolisitas.org


Dalam pergulatan melawan kekuatan kegelapan.

1). Ya Tuhan Allah, kasihanilah aku, hamba-Mu.
Aku ini bagaikan wadah tak berguna
Karena banyaknya mereka yang menghadang aku.
Renggutlah dan bebaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku,
Dan bantulah aku, carilah aku yang hilang,
Baharuilah aku bagi-Mu bila sudah Kautemukan,
Janganlah tinggalkan daku bila sudah Kaupulihkan kembali,
Supaya dengan demikian aku selalu berkenan kepada-Mu,
Sebab aku mengetahui bahwa Engkau telah menebus aku dengan kuasa-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
2). Allah yang Mahakuasa,
Engkau memberikan tempat kediaman
Bagi orang yang ditinggalkan sendirian.
Engkau menghantar orang yang terbelenggu ke dalam kesejahteraan.
Pandanglah aku yang bersengsara
Dan bangkitlah menolong aku.
Kalahkanlah musuh yang amat jahat itu.
Semoga aku menjadi bebas dan tenang dalam Dikau,
Bila lawan yang sekarang dekat padaku, sudah dikalahkan.
Dan bila aku telah pulih kembali, aku dapat berbakti kepada-Mu dengan tenang.
Aku akan memuji-muji Engkau yang begitu mengagumkan
Karena selalu menguatkan umat-Mu terkasih.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
3). Allah, Pencipta dan Pembela umat manusia,
Engkau telah menciptakan manusia menurut citra-Mu
Dan menciptakannya kembali lebih indah lagi
Berkat rahmat pembaptisan.
Pandanglah aku, hamba-Mu
Kabulkanlah permohonan-permohonanku.
Aku mohon, semoga terbitlah dalam hatiku kemuliaan-Mu yang cemerlang,
Agar segala yang menakutkan, segala kecemasan dan kekawatiran dilenyapkan
Sehingga bersama dengan saudara-saudaraku
Aku dapat memuji Engkau di dalam Gereja-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
4). Allah yang berbelaskasih dan mahabaik,
Engkau telah menghendaki
Putra-Mu menanggung derita di kayu salib bagi kami,
Untuk melenyapkan dari kami kekuasaan musuh.
Pandanglah dengan murah hati aku yang hina dan menderita ini.
Aku mohon, sudilah Engkau menangkis serangan si jahat
Dan melimpahkan rahmat berkat-Mu kepadaku,
Yang telah Engkau baharui dalam bejana pembaptisan.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
5). Allah, Engkau menghendaki aku menjadi putra/i cahaya
Berkat rahmat yang mengangkat aku menjadi anak-Mu.
Aku mohon, sudilah memulihkan daku dengan kekuatan-Mu,
Agar aku tidak diliputi kegelapan setan,
Tetapi tetap dapat bercahaya cemerlang
Dalam kebebasan dan sukacita
Yang telah kuterima dari-pada-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
6). Doa-Doa kepada Tritunggal Mahakudus:
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
Hanya bagi Allah, hormat dan kemuliaan.
Terberkatilah Bapa dan Putra bersama dengan Roh Kudus;
Kami memuji dan memuliakan Dikau, Tritunggal mahakudus, selama-lamanya.
Kami berseru kepada-Mu, kami memuji dan menyembah Dikau,
Ya Tritunggal yang terberkati.
Engkaulah tumpuan harapan kami, keselamatan kami dan kehormatan kami.
Bebaskanlah aku, selamatkanlah aku, hidupkanlah aku kembali.
Ya Tritunggal yang terpuji.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah Mahakuasa,
Yang telah ada, kini ada dan akan datang.
Bagi-Mulah hormat dan kuasa, ya Tritunggal yang terpuji,
Bagi-Mulah kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya.
Kepada-Mu pujian dan kemuliaan, kepada-Mulah segala ucapan syukur
Sepanjang masa, ya Tritunggal yang terpuji.
Ya Allah kudus, kuat dan kudus, kuat dan abadi, kasihanilah aku.
7). Doa-Doa kepada Yesus Kristus, Tuhan kita:
a.
Yesus, Putra Allah yang hidup,                      kasihanilah kami.
Yesus, Citra Bapa,
Yesus, Kebijaksanaan kekal,
Yesus, kecemerlangan Cahaya abadi,
Yesus, Sabda Kehidupan,
Yesus, Putra prawan Maria,
Yesus, Allah dan manusia,
Yesus, Imam agung,
Yesus, Bentara Kerajaan Allah,
Yesus, Jalan, Kebenaran dan Hidup,
Yesus, Roti Kehidupan,
Yesus, Pokok Anggur sejati,
Yesus, saudara kaum miskin dan papa,
Yesus, sahabat orang-orang berdosa,
Yesus, tabib jiwa dan badan,
Yesus, Keselamatan bagi orang-orang yang tertindas,
Yesus, Penghiburan bagi orang-orang yang terlantar,
Engkau yang telah datang ke dunia kasihanilah kami.
Engkau yang telah membebaskan orang-orang terbelenggu dari setan,
Engkau yang telah bergantung di kayu salib,
Engkau yang telah wafat untuk kami,
Engkau yang telah dimakamkan,
Engkau yang telah turun ke alam maut,
Engkau yang telah bangkit dari kematian,
Engkau yang telah naik ke surga,
Engkau yang telah mengutus Roh Kudus kepada para rasul,
Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa,
Engkau yang akan datang mengadili orang hidup dan mati,
b.
Karena penjelmaan-Mu,                                    bebaskanlah kami, ya Tuhan.
Karena kelahiran-Mu,
Karena pembaptisan dan puasa-Mu yang suci,
Karena salib dan penderitaan-Mu,
Karena wafat dan pemakaman-Mu,
Karena kebangkitan-Mu yang suci,
Karena kenaikan-Mu yang mengagumkan,
Karena pencurahan Roh Kudus,
Karena kedatangan-Mu yang mulia,
c.
Ketika Salib disebut, setiap orang membuat tanda salib pada diri sendiri.
Selamatkanlah aku, ya Kristus Penyelamat, berkat daya kekuatan Salib +
Engkau yang telah menyelamatkan Petrus dari dalam air.
Dengan tanda Salib +
Bebaskanlah kami dari musuh-musuh kami, ya Allah kami.
Dengan Salib-Mu + ya Kristus Penyelamat, selamatkanlah kami,
Sebab Engkau telah membinasakan kematian kami berkat wafat-Mu
Dan telah memulihkan kehidupan kami berkat kebangkitan-Mu.
Kami menyembah Salib-Mu + ya Tuhan,
Kami mengenang lagi penderitaan-Mu yang mulia;
Engkau yang telah menderita bagi kami, kasihanilah kami,
Kami menyembah Engkau, ya Kristus dan memuji Dikau,
Sebab dengan Salib-Mu + Engkau telah menebus dunia.
8). Doa-Doa kepada Santa Perawan Maria:
Ke bawah perlindunganmu kami berlari,
Bunda Allah yang suci;
Janganlah menolak doa permohonan kami dalam kesesakan,
Namun bebaskanlah kami selalu
Dari segala mara bahaya,
Prawan yang mulia dan terberkati.
Penghibur dalam kesusahan, doakanlah kami.
Penolong orang Kristen, doakanlah kami.
Perkenankanlah aku memuji dikau, ya Perawan tersuci;
Berikanlah daku kekuatan untuk melawan musuh-musuhmu.
Ibuku, tumpuan harapanku.
Maria, perawan dan bunda Allah,
Doakanlah aku pada Yesus, Putramu.
Ya ratu dunia yang termulia,
Ya Maria, perawan abadi,
Mohonkanlah damai dan keselamatan bagi kami,
Sebab engkau telah melahirkan Kristus Tuhan,
Penyelamat bagi semua orang.
Maria, Bunda rahmat, Bunda belaskasihan,
Lindungilah kami dari musuh,
Terimalah kami pada saat kematian kami.
Bantulah aku, ya perawan Maria yang tersuci,
Dalam segala mara bahaya, kegelisahan dan kesesakanku.
Bebaskanlah aku dari segala kejahatan,
Serta dari bahaya bagi jiwa dan badan,
Berkat kekuatan dari Puteramu terkasih.
Tunjukkanlah ya prawan Maria yang tersuci,
Apa yang telah terdengar segala masa,
Engkau sebagai tempat berlindung bagi yang mencari,
Bantuan bagi yang berseru kepadamu,
Sokongan bagi orang terlantar yang meminta.
Terdorong oleh keyakinan hati,
Aku bergegas datang kepadamu, ya Bunda, perawan segala perawan;
Aku pendosa, berdiri di hadapanmu dengan menangis.
Janganlah mengabaikan kata-kataku, ya Bunda Sang Sabda,
Tetapi dengarkanlah dengan murah hati dan kabulkanlah permohonanku.
9). Doa-Doa kepada Santo Mikael, Malaikat Agung:
Santo Mikael, malaikat agung,
Belalah kami dalam pertempuran;
Melawan kejahatan dan lindungilah kami dari tipu muslihat setan.
Semoga Allah memberi perintah kepadanya, maka kami mohon:
Engkau, Pemimpin balatentara surga,
Enyahkanlah setan dan roh-roh jahat lainnya ke dalam neraka
Dengan kekuatan ilahi,
Sebab mereka mengembara di dunia ini
Untuk mencelakakan jiwa-jiwa. Amin.
10). Doa-Doa Litani :
Tuhan, kasihanilah kami.
Kristus, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
Santa Maria, Bunda Allah                         doakanlah kami / aku.
Santo Mikael,
Santo Gariel,
Santo Rafael,
Para malaikat pelindung yang suci,
Santo Yohanes Pembaptis,
Santo Yosef,
Santo Petrus,
Santo Paulus,
Santo Yohanes,
Semua rasul-rasul yang suci,
Santa Maria Magdalena,
Dapat ditambahkan para kudus lainnya.
Dari segala kejahatan,                             bebaskanlah kami / aku, ya Tuhan.
Dari segala dosa,
Dari tipu muslihat setan,
Dari kematian kekal,
Kristus, dengarkanlah kami / aku.
Kristus, kabulkanlah doa kami / ku.
Sumber: De Exorcismis et supplicationibus quibusdam, Vatican, 1999

Melayani Tuhan dan Sesama dalam Kerendahan Hati


Selasa, 27 Februari 2018
Minggu Kedua Masa Prapaskah
Refleksi dan doa harianku berdasarkan Matius 23: 1-12

Sahabatku yang terkasih, dalam Injil hari ini, Yesus Kristus mengajarkan kepada kita bahwa wewenang sejati tidak berasal dari gelar atau jabatan, tetapi dari kepatuhan setia kita terhadap perintah kasih dan pelayananNya. Dia mengundang kita untuk mencapai tingkat amal, pelayanan dan kepemimpinan kita yang lebih tinggi.


Dalam kehidupan publikNya, Yesus Kristus tidak pernah mengangkat diriNya untuk diperhatikan orang lain. Dia tidak pernah meninggikan diriNya sendiri. Kita membaca di dalam Injil, dalam hidupNya, Yesus menolak tempat-tempat kehormatan pada perjamuan. Jadi dia duduk dengan pemungut cukai. Dia melayani dalam kerendahan hatiNya.

Tuhan Yesus Kristus, tolong kami untuk menjadi rendah hati sepertiMu. Bantu kami bekerja untuk tingkat kerendahan hati yang paling besar bagi kami. Kesombongan telah merusak begitu banyak sisi kehidupan kami. Maka tolong kami Tuhan agar tidak mengangkat diri untuk diperhatikan orang lain. Semoga kami melayani Dikau dan sesama dalam kerendahan hati, sekarang dan selamanya. Amin.

Johar Wurlirang, 26/2/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan II Prapaskah

Selasa, 27 Februari 2018

Matius 23:1-12

23:1. Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
23:2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, di dalam komunitas atau paguyuban hubungan satu sama lain tidak ditata secara struktural seperti organisasi. Kalau dalam organisasi ada struktur status kewenangan bahkan kuasa, di dalam komunitas kebersamaan yang ada adalah hubungan persaudaraan.
  • Katanya, dengan ditekankannya hubungan persaudaraan, semua anggota komunitas memiliki kedudukan sama. Sistem perintah memerintah atau suruh menyuruh dipandang keliru dalam komunitas persaudaraan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata, bagi yang biasa berhubungan akrab dengan kedalaman batin, sekalipun saling memerintah amat sangat dijauhi untuk menjaga kesemartabatan antar anggota, hubungan persaudaraan di dalam komunitas atau paguyuban akan membawa suasana hangat justru kalau masing-masing anggota menyadari bahwa setiap kemampuan yang ada dalam dirinya adalah perintah nurani yang menempatkannya sebagai bawahan untuk menjalani bentuk tindakan demi kebaikan bersama. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari bahwa dalam hubungan persaudaraan masing-masing anggota adalah sesama abdi bagi kesemuanya.
Ah, komunitas atau paguyuban yang baik akan memiliki susunan kepengurusan yang lengkap.

Percikan Nas Selasa, 27 Februari 2018

Gabriel dari Bunda Berdukacita
warna liturgi Ungu

Selasa, 27 Februari 2018


Bacaan-bacaan:
Yes.1:10,16-20; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mat. 23:1-12. BcO Kel. 16:1-18,35.
Nas Injil:
1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: 2 “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. 3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. 4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. 5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; 6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; 7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. 8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. 9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. 10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. 11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. 12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
Percikan Nas
Kebanyakan orang pingin berkuasa atau mempunyai kekuasaan. Harta, tenaga, bahkan rasa malu pun sering dikorbankan demi mendapatkan kuasa. Ketika kuasa didapatkan maka ia mempergunakan kekuasaan tersebut untuk menguasai. Ada yang secara vulgar menunjukkan kekuasaannya, namun ada pula yang secara halus namun keji. Intinya semua orang mesti tunduk kepadanya. Tidak ada istilah melayani dalam kamusnya.
Tuhan memberi cara lain untuk berkuasa. “Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mat 23:11). Setiap orang mesti mempunyai jiwa melayani. Mereka yang terbesar pun mesti menjadi pelayan. Semakin besar seseorang semakin besar pula tugas pelayanannya.
Memang menjadi pelayan sering dicap remeh oleh banyak orang. Namun kiranya jiwa pelayanan akan memperbesar nilai seseorang. Bagaimana nilai melayani di dalam dirimu?
Doa:
Tuhan semoga aku tidak hanya omong saja tetapi juga menjalani dan menghidupi omonganku. Moga jiwaku bukan jiwa menguasai, namun melayani.. Amin.
(goeng)

Sunday, February 25, 2018

ASPEK FISIK LANSIA

diambil dari http://hendrikeksap.blogspot.co.id Senin, 10 Oktober 2011

 Pendahuluan

Makalah ini adalah perbaikan dari salah satu materi Penataran Pembina Pelayanan Lansia Pangestu oleh Kelompok Kerja IV, yang telah dilaksanakan 11 Desember 2004. Materi makalah ini terutama diambil dari Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut) Edisi ke-3 Tahun 2004, 685 halaman, dengan editor R. Boedhi-Darmojo dan H. Hadi Martono, diterbitkan oleh Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bacaan anjuran lainnya adalah: Pedoman Tatalaksana Usia Lanjut untuk Tenaga Kesehatan. Direktorat Gizi Masyarakat, Direktorat Jendral Bina Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2003. Kelompok Kerja berusaha menghindari istilah kedokteran yang terlalu khusus dan membatasi pada hal-hal yang penting dan sangat mungkin kita jumpai sehari-hari dalam berkomunikasi dengan para lanjut usia.
Menurut pandangan kami, para Lansia dikalangan Pangestu sebagaian besar sangat sehat jasmaninya. Ada diantaranya yang lebih sehat dibanding dengan putera-puterinya yang belum menyiswa, ini sedikit menyimpulkan bahwa Ajaran Sang Guru Sejati yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya menyehatkan jiwanya saja tetapi juga menyehatkan fisiknya.


Lanjut Usia

Ilmu tentang Lanjut Usia serta cara-cara merawatnya disebut Geriatri (Geros = Usia Lanjut, iatreia = merawat/merumat). Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Ignas Leo Vascher, seorang dokter Amerika pada tahun 1909. Menua, menjadi tua adalah proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

Menurut teori Jam genetik (genetic clock), menua telah terprogram secara genetik untuk jenis makhluk tertentu, di dalam inti selnya yang telah diputar menurut suatu siklus hidup sel. Secara teoritis jam tersebut dapat diputar lebih lama, dengan pengaruh luar berupa peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, obat-obatan atau tindakan-tindakan medis tertentu. Telah diketahui rentang hidup banyak makhluk, diantaranya Bulus 170 tahun, Manusia 116 tahun, Kucing 30 tahun, Anjing 27 tahun, Sapi 20 tahun, Lalat 70 hari, dan sebagainya.

Mengikuti definisi secara umum usia lanjut dan apabila usianya 65 tahun ke atas. Sering dibagi secara epidemiologi: 65-74, 75-84, 85 -. Biasanya >80 tahun disebut sebagai Octogenarian. Pada Lansia kelompok ini sebaiknya didampingi keluarga/perawatnya bila ada kegiatan (Pangestu) di luar rumah. WHO: Lansia (elderly): 60-75; Tua (old): >75-90; Sangat tua (very old): >90 th.

Beberapa problem penyakit, sebut saja Masalah Utama Lansia (Geriatric Giant) adalah 1. Gangguan otak besar (Sindroma serebral). 2. Bingung (Konfusio). 3. Gangguan saraf mandiri (otonom). 4. Beser/kecirit (Inkontinensia). 5. Jatuh. 6. Kelainan tulang dan patah tulang, serta 7. Borok/ koreng (Dekubitus).

1. Gangguan otak besar (Sindroma serebral) adalah kumpulan gejala yang terjadi akibat perubahan dari aliran darah otak. Pada Lansia, terjadi pengecilan otak besar, dalam batas tertentu masih dianggap normal. Aliran darah otak orang dewasa + 50 cc/100 gm/menit, apabila kurang dari separuhnya akan menimbulkan gejala-gejala gangguan otak besar. Ganguan sirkulasi ini dapat disebabkan karena hipertensi/darah tinggi, mengerasnya pembuluh darah, penyempitan akibat proses pengerasan pembuluh, yang dipercepat dengan tingginya kolesterol darah, kencing manis, merokok dan darah tinggi.

2. Bingung (Konfusio) tiba-tiba adalah suatu akibat gangguan menyeluruh fungsi pangertian (kognisi): derajat kesadaran, kewaspadaan dan terganggunya proses berfikir. Bingung waktu, tempat dan orang. Istilah lain gagal otak akut. Gangguan memori jangka pendek, mungkin jangka panjang. Ada gangguan angan-angan: melihat sesuatu yang tidak ada (halusinasi) atau salah penglihatan, dan sebagainya. Ada 2 syarat yang yang harus terpenuhi antara lain: 1. Derajat kesadaran yang menurun, 2. Gangguan cipta (persepsi), 3. Terganggunya siklus bangun tidur: sulit tidur (insomnia). Aktifitas fisik bisa meningkat atau menurun, 5. Bingung, 6. Gangguan memori, tidak mampu belajar materi baru.

3. Gangguan saraf mandiri pada lanjut usia yang perlu diperhatikan adalah terjadinya perubahan aliran listrik saraf ke pusat mandiri yang mengakibatkan tekanan darah rendah (hipotensi) pada posisi tegak, gangguan-gangguan pengaturan: suhu, gerak kandung kemih, saluran makanan di leher dan usus besar.

Hipotensi posisi tegak (ortostatik atau postural) didefinisikan sebagai penurunan tekanan darah sistolik atau diastolik sebanyak 20 mmHg pada saat penderita berubah posisi dari posisi tidur ke posisi tegak. Pengarang lain menambahkan: penurunan tekanan darah harus berlangsung setelah 1-2 menit perubahan posisi ke posisi tegak. Disini timbul perasaan melayang, nggliyeng (light headed), selama beberapa jam, tetap hipotensi, bahkan sering mengalami penurunan kesadaran, baru membaik setelah posisi berbaring lagi. Pada orang muda, mekanisme pengaturan pembuluh darah dengan segera mengadakan kompensasi. Hipotensi posisi tegak ini merupakan salah satu penyebab terjadinya jatuh pada usia lanjut, yang seringkali mendadak bangun dari tempat tidur di malam hari karena ingin buang air ke kamar mandi. Gejala lain adalah keluar keringat dingin, perubahan besar pupil mata, gangguan lambung-usus, beser atau sering kencing diwaktu malam.

Gangguan pengaturan suhu akibat kurang baiknya kerja suatu bagian di otak besar (hipotalamus) sebagai pengatur suhu (termostat) untuk menetapkan ke suatu suhu tertentu. Bila termostat menetapkan tinggi, pada suhu lebih rendah merangsang tegaknya rambut kulit (pilokontraksi), penyempitan pembuluh darah tepi (vasokonstriksi perifer), menggigil dan perasaan dingin, lansia tersebut ingin berbaju tebal untuk menyamai suhu yang ditetapkan oleh pengatur suhu tersebut. Sebaliknya bila suhu ditetapkan rendah, maka terjadi mekanisme pelebaran (dilatasi) pembuluh darah, berkeringat dan melepaskan baju untuk menyamakan suhu yang ditetapkan oleh termostat tersebut. Lansia dapat terkena:

a) Panas tinggi (Hipertermia), suhu tubuh menjadi > 40,60 C, bisa terjadi gangguan fungsi/disfungsi susunan saraf hebat (psikosis/ngacau, delirium/kesadaran menurun, koma/tidak sadar) dan gejala anhidrosis/kulit panas dan kering. Hipertermi bisa terjadi karena beberapa hal: infeksi, dimulai dari gejala tidak spesifik seperti rasa gemetar rasa lemah, rasa hangat/demam, anoreksia/tidak mau makan, nausea/mual, muntah, nyeri kepala dan sesak nafas.

b) Hipotermia, apabila suhu inti tubuh: rektal/anus, esofageal/pangkal lidah, atau telinga menjadi < 350 C, hal ini dapat dipicu dari paparan hawa dingin. Perlu dipikirkan tempat yang sejuk, tidak langsung kena AC/air conditioned. Gejala awal biasanya ringan dan tidak jelas (32-350 C) seperti rasa capai/fatigue, lemah, langkah melambat, apatis, bicara pelo, konfusio/bingung, menggigil, kulit dingin, merasa dingin. Dapat disebabkan oleh hipotiroidisme, terutama bila ditemukan bekas operasi tiroid di lehernya. Pengobatan sementara diberikan selimut hangat, makanan dan minuman hangat.

4. Inkontinentia urine, sering berkemih tanpa disadari oleh Lansia. Inkontinentia akut antara lain disebabkan oleh DRIP (D: delirium, kesadaran kurang; R: retriksi mobilitas, retensi; I: infeksi, inflamasi, impaksi feces; P: pharmasi (obat-obatan), poliuri). Sering Lansia memiliki jadwal kencingnya sendiri. Ada baiknya panitia mengingatkan ke toilet sebelum acara untuk Lansia dimulai, dan setiap jam para pembicara untuk Lansia sebaiknya memberikan waktu kepada Lansia untuk ke toilet. Apabila pertemuan umum, tempatkan Lansia di deretan pinggir jalan (aisle) agar memudahkan bergerak. Secara umum, dengan bertambahnya usia, kapasitas kandung kemih menurun. Sisa urin dalam kandung kemih, setiap selesai berkemih, cenderung meningkat dan kontraksi otot-otot kandung kemih yang tidak teratur makin sering terjadi. Kontraksi- kontraksi involunter/tak disadari ditemukan 40-75% Lansia yang mengalami inkontinensia. Ada baiknya Lansia ini memakai pempers depan.

Inkontinensia alvi, sering buang air besar/defekasi tanpa disadari. Peristiwa ini tidak menyenangkan, tetapi tidak terelakkan. Diantara penderita inkontinensia urin, 35% menderita inkontinensia alvi, sehingga mekanismenya dianggap sama. Feses bisa berupa cair, atau belum berbentuk sering bahkan selalu merembes. Keluarnya feses yang sudah berbentuk, sekali atau dua kali per hari, dipakaian atau tempat tidur. Hal ini dapat disebabkan hilangnya refleks anal/anus, disertai lemahnya otot-otot seran lintang, yang melingkari anus. Sering ini merupakan gejala awal penyakit saluran cerna bawah, sangat mungkin disembuhkan apabila diobati pada waktu dini. Ada baiknya Lansia ini memakai pempers belakang.

5. Jatuh, merupakan salah satu problim utama Lansia, yang disebabkan faktor intrinsik: gangguan gaya berjalan, kelemahan otot-otot kaki, kekakuan sendi, sinkop/ hilang kesadaran sejenak dan dizzines/goyang, atau faktor ekstrinsik yang menjadi penyebabnya: lantai yang licin dan tidak rata, tersandung benda-benda, cahaya kurang terang sehingga terganggu penglihatannya, dan sebagainya.

6. Penyakit tulang dan patah tulang menjadi salah satu sindroma geria-trik, dalam arti angka kejadiannya dan akibatnya pada Lansia cukup bermakna. Dengan bertambahnya usia, terjadi peningkatan hilangnya tulang secara linear/ berbanding lurus. Tingkat hilang tulang ini sekitar 0,5-1% per tahun dari berat tulang pada wanita paska menopause dan pria > 80 tahun. Sepanjang hidup tulang mengalami perusakan (dilaksanakan oleh sel-sel osteoklas) dan pembentukan (dilaksanakan oleh sel-sel osteoblas) yang berjalan bersama-sama, sehingga tulang dapat membentuk modelnya sesuai dengan pertumbuhan badan (proses remodelling). Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa proses remodelling ini akan sangat cepat pada usia remaja (growth spurt). Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perusakan tulang oleh kedua jenis sel tersebut. Apabila hasil akhir perusakan (resorbsi/ destruksi) lebih besar dari pembentukannya (formasi) maka akan timbul osteo porosis.

Osteoporosis adalah suatu keadaan berkurangnya massa tulang sedemikian rupa sehingga hanya dengan trauma minimal tulang akan patah. WHO (World Health Organization) memberikan definisi sebagai berikut: Adalah penurunan massa tulang > 2,5 kali standard deviasi massa tulang rata-rata dari populasi usia muda. Penurunan antara 1-2,5 standard deviasi dari rata-rata usia muda disebut osteopenia.

Osteoporosis dapat dibagi menurut Peck, 1989; Chestnut, 1989:

1. Osteoporosis primer yang dibedakan lagi berdasarkan penyebabnya; tipe I (Pasca menopause), tipe II (Senilis/ ketuaan) dan tipe idiopatik/ sebab tidak diketahui, yang terjadi pada usia muda.

2. Osteoporosis sekunder, diakibatkan oleh penyakit lain seperti hiper-paratiroid, gagal ginjal kronis, artritis rematoid dan lain-lainnya.


Gejalanya pada usia lanjut bervariasi, beberapa tidak menunjukkan gejala, yang lain seringkali menunjukkan gejala klasik berupa nyeri punggung, yang seringkali akibat fraktur kompresi (patah tulang akibat tekanan, misalnya berat badan) dari satu atau lebih tulang vertebra (tulang belakang). Nyeri seringkali dipacu oleh adanya stres (fisik), seringkali akan hilang dengan sendirinya setelah 4-6 minggu. Penderita lain mungkin datang dengan gejala patah tulang/ fraktur, turunnya tinggi badan, bungkuk punggung (Dawager’s hump), yaitu suatu deformitas akibat kolaps dan patah tulang vertebra torakal (tulang belakang dada) tengah. Fraktur mengenai leher femur (pangkal tulang paha) dan radius (tulang hasta) sering terjadi pada Lansia. Sekitar 30% wanita dengan fraktur leher femur menderita osteoporosis, dibanding 15% pada pria. Fraktur yang terjadi bukan saja karena osteoporosis tetapi juga karena kecenderungan usia lanjut untuk jatuh.

Pemberian diet tinggi kalsium (sayuran hijau, dll) harus diikuti olah raga yang bersifat mendukung beban (weight bearing) misalnya jogging, jalan cepat, sebaiknya dilakukan dibawah sinar matahari pagi karena membantu pembentukan vitamin D. Obat-obatan dapat diberikan dokter untuk pembentukan tulang: steroid anabolik, fluorida; untuk mengurangi perusakan tulang: estrogen, kalsium difosfonat, kalsitonin.

Patah tulang/ fraktur pada usia lanjut sering terjadi karena trauma ringan atau bahkan tanpa adanya kekerasan yang nyata. Sebagian besar terjadi di rumah, jatuh di kamar mandi atau terpeleset benda kecil di ruang tamu. Adanya tekanan berat badan ke lantai saat jatuh hanya merupakan sebagian dari penyebab fraktur tersebut. Pada lansia, stres utama pada tulang justru datang dari daya yang sangat kuat dari otot yang melekat (ber insersi) di tulang tersebut, sedangkan berat badan hanya memegang peranan kecil. Kontraksi otot yang terkoordinasi dalam upaya mempertahankan postur saat terpeleset atau jatuh memegang peranan penting, setidaknya atas terjadinya fraktur pada leher femur, pada persendian pangkal paha. Tempat-tempat terjadinya fraktur berturut-turut adalah kamar makan/ kamar duduk, diikuti oleh dapur kemudian tempat tidur. Diluar dugaan, kamar mandi atau WC merupakan tempat jatuh yang paling jarang. Terpeleset atau tersandung di lantai merupakan penyebab utama jatuh, disusul dengan jatuh akibat adanya lekukan di karpet atau karpet yang licin. Jatuh dari kursi atau tempat tidur, serangan roboh (drop attack) dan rasa melayang (nggliyeng) merupakan penyebab lain. Di luar rumah, jatuh terjadi akibat halaman depan/ belakang tidak rata.

Secara umum, dapat dikatakan bahwa jatuh yang berakibat fraktur terutama disebabkan oleh penerangan yang kurang, gangguan penglihatan, konfusio dan pengalihan perhatian.

7. Dekubitus, tukak, koreng dekubitus dapat terjadi pada setiap umur, merupakan masalah khusus pada lanjut usia, erat kaitannya dengan imobilitas. Seseorang yang tidak imobil dapat berbaring berminggu-minggu tanpa terjadi dekubitus karena dapat berganti posisi beberapa kali dalam satu jam. Pergantian posisi ini walaupun hanya bergeser, sudah cukup untuk mengganti bagian tubuh yang kontak dengan alas tempat tidur.

Dekubitus adalah kerusakan/ kematian kulit sampai jaringan dibawahnya, bahkan menembus otot sampai mengenai tulang akibat adanya penekanan pada suatu area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan sirkulasi darah setempat. Area yang sering terjadi dekubitus adalah diatas tonjolan tulang, dan tidak dilindungi cukup dengan lemak subkutan, misalnya daerah tonjolan tulang di bokong, sisi kanan-kiri tonjolan pangkal paha, tumit dan siku.

Dekubitus merupakan hal yang serius, dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada penderita lanjut usia. Di negara-negara maju, prosentase terjadinya dekubitus mencapai sekitar 11% dan terjadi dalam dua minggu pertama perawatan.

Penampilan berbagai penyakit pada usia lanjut seperti kelainan darah, kardiovaskular, stroke, gastro-intestinal, dll memiliki kekhasan masing-masing. Perlu diingatkan minum obat dan kontrol ke dokter dengan teratur, diet banyak sayuran dan buah-buahan, menjauhi daging merah, memilih daging putih seperti pada ikan dan burung (ayam, itik, dsb), stop merokok, olah raga teratur dan terukur 3-5 kali seminggu dengan memperhatikan aspek-aspek penting pada sindroma geriatri.

Gangguan penglihatan dan pendengaran pada usia lanjut sering tidak disadari oleh para usia lanjut tersebut.Hal ini sering mengurangi rasa percaya diri sehingga berkurang keinginannya untuk pergi ke luar, untuk lebih aktif atau pergi ke sana kemari. Mereka akan kehilangan kemampuannya untuk membaca atau melihat televisi. Semua itu akan menurunkan aspek sosialisasi dari para usia lanjut. Terisolasinya mereka dari dunia luar akan menyebabkan depresi dengan berbagai akibatnya. Isolasi sosial karena gangguan pendengaran justru lebih besar jumlahnya dibandingkan oleh gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan dan pendengaran tersebut merupakan masalah penting pada usia lanjut, bahkan oleh beberapa akhli dimasukkan dalam sindroma geriatrik. Selain angka kejadiannya tinggi juga akibat bagi kualitas hidupnya sangat besar. Upaya pengobatan dan alat bantu untuk menyembuhkan dan mengurangi akibat gangguan pancaindera tersebut akan sangat berarti bagi para lansia.

Kaca pembesar yang sederhana dapat membantu lansia membaca tulisan-tulisan yang kecil, sekiranya biaya pembelian/ kerumitan memakai kacamata menjadi kendala. Kaca mata mungkin perlu diberi tali, agar tidak lupa mencari keberadaannya.

Fungsi bicara lanjut usia akan terganggu dan kurang menjadi jelas karena banyaknya gigi yang hilang/ tanggal. Gangguan ini sering diikuti dengan nada suara yang lemah dan lambat akibat proses degenerasi susunan saraf pusat pada usia lanjut. Pemberian gigi tiruan akan memperbaiki fungsi bicara sehingga dapat terjadi komunikasi yang baik dengan orang lain.

Keseimbangan 5-Rasa. Menurut Pakde Soenarto Mertowardoyo, ada 5 rasa yang berhubungan dengan makanan dan minuman didalam kehidupan sehari-hari yang harus kita seimbangkan masukannya, agar kita menjadi sehat . Kelima rasa tersebut adalah: manis, gurih, asin , asam dan pahit.

Mari kita memperhatikan citarasa di mulut kita. Ada 3 (tiga) rasa yang berhubungan dengan faktor risiko utama Penyakit Jantung Koroner, yaitu manis berhubungan dengan kencing manis/ diabetes mellitus, gurih dengan gangguan lemak-kolesterol/ dislipidemia dan asin dengan tekanan darah tinggi/ hipertensi. Sekiranya Lansia berhadapan dengan faktor risiko tersebut, coba hadapilah ‘tri rasa’- enak tersebut dengan rasa pahit. Rasa pahit dapat diperoleh dari banyak ramuan, jamu atau minuman disekitar kita misalnya daun papaya, batang-daun: brotowali, sambiloto; buah pare, biji mahoni, tetapi anjuran kami adalah teh hijau (green tea) saja, yang sudah diminum banyak orang dan mudah didapat di pasar swalayan. Tanaman (biji) teh telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1684 dibawa oleh orang Jerman: Andreas Cleyer dari Jepang 18.

Karena ini masalah rasa di mulut, buatlah kadarnya cukup pahit untuk menyengat sampai pangkal lidah kita guna melawan tri-rasa enak tersebut. Teguklah dengan sedikit dikumur, berkali-kali dalam sehari, setelah beberapa hari, selayaknya mampu untuk menghadapi bahkan menggantikan tri rasa-enak tersebut. Paling sedikit ada imbangan rasa lain (pahit), sebagai pilihan pendamping tri rasa-enak.

Masih ada satu lagi yaitu rasa asam, menambah rasa enak dimulut dan patut diduga sebagai peluruh lemak yang memiliki rasa gurih tersebut. Masakan dari negeri Thailand terasa lebih asam dibandingkan dengan masakan kita. Keseimbangan 5 rasa ini masih perlu disampaikan kepada siapa saja termasuk keluarga yang memiliki Lansia, sebagai masukan gizi sehat’ warisan Pakde, yang dapat dirasakan langsung pada awal masuknya makanan di mulut kita, dari segi cita rasa lidah kita.


Kesimpulan

Telah dibicarakan beberapa aspek kesehatan fisik lanjut usia, sebagai pengantar Pengetahuan Pelayanan Fisik Lanjut Usia. Pembinaan/ pelayanan Lansia Pangestu agar dapat menyesuaikan dengan kekurangan alamiah yang ada pada Lansia tersebut, terutama pada pancaindera sebagai alat komunikasi Ajaran Sang Guru Sejati. Persiapan lingkungan yang sejuk, tidak perlu naik tangga, suara penyampaian yang cukup keras, diberi waktu untuk ke toilet, dan adanya pendamping keluarga akan sangat membantu Lansia Pangestu.

Beberapa Lansia Pangestu mungkin tidak dapat meninggalkan rumah karena kesehatannya atau sebab lain. Perlu difikirkan para pembinalah yang harus mendatangi-nya, bila mungkin disertai petugas kesehatan. Agar Ajaran yang menyejukkan hati ini dapat dinikmati setiap Siswa bagaimanapun kondisi fisiknya sampai kelak dipanggil kembali ke rumahnya yang abadi. Satuhu.

Last Updated ( Tuesday, 24 July 2007 )

Percikan Nas Senin, 26 Februari 2018

Hari Biasa Pekan II Prapaskah
warna liturgi Ungu

Senin, 26 Februari 2018

Bacaan-bacaan:
Dan. 9:4b-10; Mzm. 79:8,9,11,13; Luk. 6:36-38. BcO Kel. 14:10-31.
Nas Injil:
36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” 37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Percikan Nas
Suatu kali seorang imam melihat banyak anak kecil di dekat pastoran. Imam itu pun mengundang anak-anak ke pastoran lalu membagikan buah yang ada di pastoran. Buah di pastoran pun habis. Tapi Rama itu puas karena melihat kegembiraan anak-anak. Hari-hari berikutnya ada banyak buah ke pastoran. Ternyata anak-anak bercerita pada orang tua mereka dan para orang tua itu membalas kebaikan Rama tersebut dengan mengirimkan buah ke pastoran.
Kiranya apa yang dikatakan Tuhan terbukti dalam kasus di atas. “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk 6:38). Berilah maka kamu akan diberi.
Apakah anda mempunyai kerelaan untuk memberi? Apakah anda murah hati? Bagaimana anda menilai sesama?
Doa:
Tuhan jagalah kemurahan hatiku. Semoga aku rela berbagi. Semoga aku juga tidak gampang menilai sesamaku. Amin.
(goeng)