Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, September 28, 2018

Malaikat Agung St. Mikael, Gabriel, Rafael

diambil dari http://santo-mikael.blogspot.com

Dalam Syahadat Para Rasul kita meyakini bahwa Tuhan Allah menciptakan Langit dan Bumi, yang masing-masing dilengkapi dengan segala isinya.
Langit atau Surga dihuni oleh Tuhan Allah beserta pada malaikat-Nya. Mereka adalah para sahabat Tuhan Allah. Para pemimpinnya disebut sebagai Malaikat Agung, di antaranya ada Mikhael, Gabariel, dan Rafael. Selain itu, konon, masih ada satu malaikat yang berwajah tampan, elok, dan gagah perkasa, yang oleh teman-temannya diberi nama Lucifer.

Suatu ketika, kesombongan menghinggapi Lucifer, yang merasa ingin menyamai Tuhan Allah, penciptanya. Berbagai usaha dilakukannya untuk mewujudkan keinginan dan ambisinya itu. Ia membangun kekuatan untuk melawan Tuhan Allahnya sendiri dengan kekuatan yang tidak kepalang tanggung. Lucifer bersama para malaikat pengikutnya melakukan pemberontakan besar-besaran.

Tuhan Allah memanggil Malaikat Agung Mikhael dan memerintahkannya agar membentuk pasukan balatentara surga untuk menghadapi para malaikat pemberontak yang dipimpin oleh Lucifer. Dalam pertempuran besar di Surga itu, Lucifer berhasil dikalahkan oleh balatentara surga yang dipimpin oleh Malaikat Mikhael. Lucifer dan para pengikutnya diusir dan dibuang ke bawah, ke sebuah tempat yang disebut neraka.

Pintu Surga tertutup bagi mereka untuk selama-lamanya. Kemenangan besar diraih oleh Balatentara Surga. Namun, apakah Lucifer menyerah karena kekalahan ini?
Lucifer adalah personifikasi kuasa kegelapan, kuasa jahat, iblis, meskipun pada awalnya mengandung makna positif. Dalam bahasa Latin, lux-lucis berarti ‘cahaya’, dan ferre bermakna ‘membawa’. Lucifer awalnya adalah si Pembaca Cahaya, atau dikenal dengan istilah Putera Fajar, Bintang Fajar.
Konsep tentang Lucifer ini mengalami pengayaan makna, terutama dalam karya-karya sastra Dante, penyair Italia yang hidup pada abad pertengahan. Lucifer menjadi setan, iblis, kuasa jahat dan kegelapan. Dalam alkitab versi King James, nama Lucifer dimunculkan dalam Yesaya 14:12 untuk menyebut ‘setan’, si Putera Fajar yang jatuh dari langit (surga) dan dicampakkan ke bumi.
Kita kembali ke pertanyaan, ‘menyerahkah Lucifer karena kekalahan dalam peperangan di Surga itu?’ Dalam Injil diperlihatkan bagaimana Lucifer tak pernah menyerah. Setelah gagal mencobai Yesus di padang gurun, ia mundur … dan menunggu waktu yang baik (Lk 4:13). Lucifer, si malaikat agung yang telah tercampakkan itu, beserta para pengikutnya tak pernah berhenti membujuk manusia agar bergabung bersamanya, memperbesar kekuasaan kegelapannya.

MALAIKAT MIKHAEL

Mikhael adalah Panglima Perang Balatentara Surgawi. Namanya berarti “Siapa dapat menyamai Tuhan?”, yang mengingatkan kita pada pertempuran dahsyat balatentara surgawi melawan pemberontakan Lucifer, si raja iblis, yang berambisi ingin menyamai Tuhan Allah.
Malaikat Mikhael beberapa kali ditampilkan dalam Kitab Suci, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dalam Kitab Daniel bab 10 dikisahkan bagaimana Mikhael menenangkan hati Daniel setelah Daniel memperoleh suatu penglihatan. Mikhael berjanji untuk menjadi penolongnya dalam segala hal. Dalam Kitab Daniel bab 12, Mikhael disebut sebagai “pemimpin besar yang akan mendampingi anak-anak bangsa pilihan Tuhan.” Dalam Kitab Yudas ayat 9 diceriterakan bagaimana Mikhael bertengkar dengan iblis mengenai mayat Musa.

Dalam Kitab Wahyu bab 12, Yohanes menggambarkan pertempuran besar di surga di mana Mikhael berhasil menghalau para malaikat yang memberontak dari surga. Peranan Malaikat Mikhael dalam Kitab Wahyu ini mungkin saja menjadi sumber inspirasi kisah pertempuran di Surga antara Lucifer dan kawan-kawannya melawan balatentara surga lainnya yang dipimpin oleh Mikhael.

Gereja memohon pertolongan Santo Mikhael bagi orang-orang yang akan menghadapi ajalnya, untuk mengantar jiwa-jiwa dari api penyucian menuju Surga.

Malaikat Mikhael juga menjadi pembela kaum beriman dalam menghadapi serangan musuh-musuhnya, menjadi pembela Gereja dalam penganiayaan, godaan, dan perpecahan. Kaum beriman mengharapkan kekuatan melalui pendampingan dari Malaikat Agung Santo Mikhael melalui doa:
“Santo Mikhael, Malaikat Agung,
Belalah kami pada hari pertempuran
Jadilah pelindung kami melawan kejahatan dan jebakan si jahat.
Dengan rendah hati kami mohon kiranya Allah menghardiknya.
Dan semoga engkau, hai Panglima Balatentara Surga,
dengan kuasa Allah, mencampakkan ke dalam neraka
setan dan semua roh jahat yang berkeliaran di dunia
hendak membinasakan jiwa-jiwa. Amin.
(lihat Doa & Ibadat Harian Pekerja, Tim Penerbit OBOR, didoakan setiap hari Selasa)
MALAIKAT GABRIEL

Gabriel, yang lazim disebut juga ‘Jibrail’ berarti ‘Kekuatan Allah.’ Dalam tradisi Kristen malaikat agung ini dikenal sebagai ‘pembawa kabar gembira’ dari Tuhan kepada manusia. Peranannya sebagai pelayan dan utusan Allah sudah dikenal umat Allah semenjak masa Perjanjian Lama.

Dalam Perjanjian Lama, peranan Malaikat Gabriel diperlihatkan oleh Nabi Daniel (Dan 8: 16-18; 9: 21-23). Sedangkan Perjanjian Baru menampilkan Gabriel sebagai “pembawa kabar gembira” dari Allah kepada Zakaria (Luk 1: 11-20) dan memuncak dalam kisah kunjungannya kepada Bunda Maria (Luk 1: 26-38).

Melalui penggambaran dalam Alkitab, kita diingatkan tentang peran penting Malaikat Agung Santo Gabriel ini sebagai utusan Allah yang menyampaikan warta keselamatan dari Allah bagi umat-Nya. Ia memberi penerangan Ilahi kepada manusia, sehingga terbukalah budi dan hati manusia untuk memahami dan meyakini kehendak Allah.

Peranannya yang begitu istimewa untuk menjadi pewarta ”kabar baik” telah membuat Gereja menghormatinya sebagai pelindung karyawan media massa, yang pestanya dirayakan setiap tanggal 29 September dalam Pesta Para Malaikat Agung.

MALAIKAT RAFAEL

Rafael berarti “Tuhan menyembuhkan”. Namanya banyak disebut dalam Kitab Tobit bab 4-12, di mana dikisahkan Rafael menyamar sebagai manusia untuk menemani seorang pemuda bernama Tobia dalam perjalanannya ke negeri Media. Malaikat Rafael juga memberikan obat kepada Tobia guna menyembuhkan mata Tobit, ayahnya yang buta, serta membebaskan Sara, puteri Raguel, dari gangguan roh jahat.

Gereja memperkenalkan Malaikat Rafael karena mengikuti tradisi suci dalam Kitab Tobit, yang memperlihatkan bagaimana Rafael memperkenalkan dirinya sebagai Malaikat Tuhan, “Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia… (Tob 12:15-22)”.

PENUTUP

Pesta Malaikat Agung St. Mikhael, St. Gabriel dan St. Rafael dirayakan oleh Gereja setiap tanggal 29 September.

Malaikat adalah bukti cinta kasih Allah kepada seluruh umat-Nya. Allah tak akan membiarkan satupun umat-nya hilang, sehingga ia menugaskan para malaikat-Nya mendampingi hidup umat-Nya.

Para Malaikat Agung adalah pemimpin, penghulu para malaikat. Tradisi Suci hanya memperkenalkan 3 nama dari ketujuh penghulu para malaikat Tuhan, yaitu Mikhael, Gabriel, dan Rafael.

Tradisi Suci ini sekaligus ingin memperlihatkan kepada kita betapa agungnya karya ciptaan Tuhan Semesta Alam. Keagungan-Nya begitu dahsyat dan luar biasa, bahkan melampaui batas kemampuan nalar manusia. Dalam kebiasaan masyarakat tertentu, ada usaha menambahkan nama-nama bagi ketujuh penghulu malaikat itu dengan cara tradisi mereka sendiri.

Suatu sore yang dingin karena hujan mengguyur Jakarta
hari Selasa, tanggal terakhir bulan Maret 2009,
saat devosi kepada Malaikat Agung Santo Mikhael biasa diungkapkan
Dari kehangatan OBOR,
Agustinus Surianto Himawan, Pr
Sumber:
1. Orang Kudus Sepanjang Tahun (Penerbit OBOR, Jakarta)
2. Doa & Ibadat Harian Pekerja (Penerbit OBOR, Jakarta)
3. Yesaya (situs rohani melalui internet)
4. Leaflet 3 Malaikat Agung (Toko Rohani OBOR)

Lamunan Pesta

Santo Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung
Sabtu, 29 September 2018

Yohanes 1:47-51

1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam agama yang disebut percaya adalah sikap menerima ajaran-ajaran. Ajaran-ajaran agama menjadi rumusan-rumusan yang harus diyakini oleh seorang beriman.
  • Tampaknya, di dalam agama orang dianggap beriman karena ikut mengalami kegiatan-kegiatan agama. Orang masuk dalam berbagai hal terutama yang diwajibkan oleh agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ikut aktif dalam berbagai kegiatan agama, hal itu belum menjadi patokan orang sungguh percaya pada yang ilahi kalau belum mengalami panduan-panduan dalam relung hati untuk menyaksikan keterbukaan-Nya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyaksikan derap batin yang menunjukkan terbukanya alam adikodrati terbuka menyapa dunia insani.
Ah, yang namanya beriman itu ya rajin beribadat.

Thursday, September 27, 2018

Santo Lorenzo Ruiz

diambil dari http://katakombe.org/para-kudus Hits: 3621 Diterbitkan: 24 Agustus 2013 Diperbaharui: 01 Jun 2014

  • Perayaan
    28 September
  • Lahir
    Tahun 1600
  • Kota asal
    Binondo, Manila, Filipina
  • Wilayah karya
    Nagasaki - Japan
  • Wafat
    Sekitar tanggal 29-30 September 1637 di Nagasaki, Jepang | Martir; mati lemas kehabisan darah setelah tiga hari dianiaya dan digantung terbalik
    Tubuhnya dikremasi lalu abunya dibuang ke laut
  • Beatifikasi
    18 February 1981 Manila oleh Paus Johannes Paulus II
  • Kanonisasi
    18 Oktober 1987 di Vatican City oleh Paus Johannes Paulus II Sumber : Katakombe.Org
St.Lorenzo Ruiz adalah salah seorang dari Enam belas martir  yang dibunuh karena iman pada tahun 1637 di Nagasaki, Jepang. Ia dilahirkan di Binondo, Manila. Ayahnya  seorang  Tionghoa dan ibunya orang Filipina asli  yang keduanya Katolik. Dari ayahnya ia belajar bahasa Cina sementara ibunya mengajarinya Bahasa Tagalog.
Ruiz kecil sering menjadi putra altar di biara gereja Binondo. Setelah dididik oleh para biarawan Dominika selama beberapa tahun, Ruiz mendapatkan gelar Escribano (kaligrafi) karena tulisan tangannya yang indah. Dia menjadi anggota dari Cofradia del Rosario Santissimo (doa Rosario Maha Kudus). Ia menikah dengan seorang wanita bernama Rosario dan mereka memiliki dua putra dan seorang putri. Keluarga Ruiz menjalani hidup yang damai dan tenang.
Pada tahun 1636  ia bekerja sebagai petugas administrasi pada Gereja Binondo, namun  kemudian menggabungkan diri sebagai sukarelawan untuk berangkat menyebarkan Injil ke Jepang. Ruiz dan para sahabatnya berangkat Okinawa pada tanggal 10 Juni 1636. Mereka  terdiri dari sembilan imam Dominikan, dua broeder, dua perempuan awam selibat dan tiga awam lainnya. Semuanya berhubungan dengan Ordo Dominikan dan semuanya lebih memilih mati daripada mengingkari iman kepada Yesus.  Mereka semua adalah para misionaris yang berasal dari lima negara: Perancis, Italia, Jepang, Filipina dan Spanyol.
Saya adalah seorang Katolik dan sepenuh hati menerima kematian untuk Tuhan,  
Jika aku punya seribu nyawa, semuanya akan berikan kepada-Nya..."  ~ St.Lorenzo Ruiz
Betapa mereka secara mengagumkan mengingatkan kita bahwa Gereja menjangkau seluruh dunia! Para martir ini banyak menderita sebelum akhirnya wafat dimartir, namun mereka tak hendak menyangkal iman Katolik. St Lorenzo mengatakan kepada para hakim yang mengadilinya bahwa andai ia memiliki seribu nyawa, ia akan menyerahkan semuanya untuk Kristus.
Lorenzo Ruiz dinyatakan sebagai yang terberkati (Beato) pada tahun 1981 oleh Paus John Paul II. Ada yang menarik pada upacara beatofikasi Santo dari Filipina ini.  Upacara Beatofikasinya diadakan di Manila Filipina dan ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah sebuah upacara Beatofikasi diadakan diluar Vatican.
Pada tanggal 18 Oktober 1987  Lorenzo Ruiz  dan kawan-kawannya;  pahlawan-pahlawan iman yang gagah berani ini dimaklumkan kudus. Juga oleh Paus Yohanes Paulus II.
 Sumber : Katakombe.Org

Percikan Nas Jumat, 28 September 2018

Wenseslaus dan Laurensius Ruiz, Domunikus Ibanez, Yakobus Kyushei Tomonaga, Inosensius dr Bertio
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:18-22. BcO Tb. 7:1,8b-17; 8:5-13

Nas Injil:
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?" 19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." 20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun. 22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Percikan Nas:
Suatu kali saya ketemu dengan orang yang akan pergi menjalani tes masuk suatu sekolah. Ketika ia bertanya kujawab bahwa tesnya tidak mudah. Hidup di sekolah itu pun tidak ringan. Banyak hal yang tidak pernah dia kerjakan di rumah harus dia lakukan nanti. Setelah menjawab seperti itu saya pun ditegur, “Mengapa Rama jawab seperti itu, anaknya bisa jadi tidak minat!?”.
Yesus bertanya kepada para murid tentang diri-Nya. Petrus menjawab bahwa Dia adalah Mesias. Yesus pun menjelaskan mesianitas diri-Nya, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Luk 9:22).
Jalan berat yang akan dilalui baik dimengerti orang yang akan melangkah. Ia tidak perlu menutup mata akan jalan berat yang mungkin dihadapi. Tidak pernah ada orang yang tidak melalui jalan berat dalam hidupnya. Semua orang pasti pernah dan akan pernah melaluinya. Maka pantaslah kita menyiapkan diri supaya kita mampu melewati dengan baik kala yang berat itu harus kita lalui.

Doa:
Tuhan, Engkaulah kekuatanku. Pada-Mu aku bersandar. Berikanlah rahmat kepada kami agar kami mampu menjalani peziarahan ini dengan baik dan setia kepada-Mu. Amin.

Jalan berat

September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci"
(goeng).

Jajak Pendapat Personal: Menurut Kamu Siapakah Aku? Apa Jawabmu?


Jumat, 28 September 2018
Pekan Biasa XXV
Luk 9:18-22

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam masyarakat kita, melakukan jajak pendapat mengenai topik, orang atau acara tertentu merupakan hal yang lumrah. Tujuan jajak pendapat adalah untuk menimbang, merefleksikan dan kemudian menyusun strategi tertentu demi kebaikan. Jajak pendapat adalah salah satu mekanisme rohani. Saat ini kita baca pula misalnya jajak pendapat tentang siapa yang akan menang dalam Pilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2019 nanti. Jawabannya pun bisa bermacam-macam. Hari ini, Injil mewartakan sosok Yesus yang melakukan semacam jajak pendapat tentang siapakah diri-Nya menurut kata orang. Jawabannya pun bervariasi. Ada yang bilang Yesus adalah Yohanes Pembaptis. Ada yang bilang Yesus adalah Elia atau salah satu dari nabi di masa lalu yang bangkit lagi. Uniknya, Yesus pun bertanya, "Menurut kamu, siapakah Aku?" 

Atas pertanyaan ini, Petrus menjawab, "Engkaulah Mesias, Putra Allah yang hidup!" Sama seperti kebanyakan orang saat itu, gambaran tentang Mesias bagi Petrus adalah Mesias politik. Mesias yang akan membebaskan umat dari belenggu penjajah. Namun Yesus meluruskan gambaran itu. Benar, Yesus adalah Mesias. Namun Mesias yang harus ditolak, menderita, wafat dan pada hari ketiga dibangkitkan! Yesus bukan Mesias politik tetapi Mesias rohani yang menyerahkan nyawa sebagai Sang Penebus dosa. Yesus adalah Mesias yang harus mati pada kayu salib demi pembebasan manusia dari penjajahan dosa dan kejahatan. Itulah jatidiriNya! Itulah tujuan jajak pendapatNya yakni diterima dalam iman sebagai Sang Penebus tak hanya dalam tingkat politik duniawi!

Ya Yesus, Sang Mesias sejati, ajarilah aku percaya dan mengandalkan Dikau sebagai Sang Mesias sejati dalam hidupku kini dan selamanya. Amin.

JoharT Wurlirang, 27/9/2018
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Pekan Biasa XXV

Jumat, 28 September 2018

Lukas 9:19-22

9:18. Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
9:19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
9:20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.
9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan amat bangga dan amat gembira kalau mendapatkan penghargaan tak hanya tingkat kampung. Dia amat bergembira kalau penghargaan itu menjunjungnya ke tingkat nasional.
  • Tampaknya, orang juga akan makin bergembira dan bahagia sekali bila dapat mendapatkan penghargaan tingkat internasional. Dia dapat membawa nama harum negara di kancah antar benua.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun disanjung dan dihargai sampai tingkat internasional, kalau itu menyangkut perjuangan kebaikan umum, orang harus sadar akan kepastian risiko yang mudah datang dari kaum status quo dan status oriented. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati akan sadar bahwa berjuang demi kebaikan itu berarti juga kesiagaan menerima derita keburukan.
Ah, bahagia itu ya datang dari yang menyenangkan.

Wednesday, September 26, 2018

Santo Vinsensius de Paul

diambil dari http://katakombe.org/para-kudus Hits: 10690 
Diterbitkan: 24 Agustus 2013 Diperbaharui: 22 September 2016
St.Vincent lahir pada tahun 1581 di Pouy provinsi Guyenne and Gascony Perancis, dari keluarga petani yang miskin. Ia memiliki empat orang saudara dan  dua orang saudari.  Pada usia muda ia sudah menunjukkan bakat dalam membaca dan menulis. Karena itu saat ia berusia 15 tahun, ayahnya mengirimkannya untuk bersekolah, untuk membiayai pendidikannya ayahnya menjual sapi milik keluarganya. 
Dia Belajar humaniora di Dax, Prancis dengan Cordeliers dan ia lulus dalam teologi di Toulouse. Dia ditahbiskan pada tahun 1600 pada usia sembilan belas tahun. Vincent tinggal di Toulouse sampai ia pindah di Marseille. Pada 1605, dalam perjalanan kembali dari Marseille, dia kapalnya dibajak dan ia ditangkap oleh bajak laut, yang kemudian membawanya ke Tunisia. Disana Pastor Vincent kemudian dijual sebagai budak. Ia hidup sebagai budak selama dua tahun. Pada akhirnya dia menjadi milik seorang Kristen murtad yang kemudian dengan dibantu oleh istri majikannya pastor Vincent beserta semua budak-budak dirumah itu dapat melarikan diri.
Vincent de Paul lolos tahun 1607. Setelah kembali ke Perancis, Paulus pergi ke Roma. Di sana ia melanjutkan studinya sampai 1609, ketika ia dikirim kembali ke Prancis.
Kembali ke Perancis pada awalnya, Vinsesius diberi jabatan penting sebagai guru anak-anak orang kaya, dan ia hidup dengan cukup nyaman. Hingga suatu hari, ia dipanggil untuk memberikan sakramen terakhir kepada seorang petani miskin yang sedang menghadapi ajal. Di hadapan banyak orang, petani tersebut menyatakan betapa buruknya pengakuan-pengakuan dosa yang ia buat di masa silam. Sekonyong-konyong Pastor Vinsensius sadar akan mendesaknya kebutuhan kaum miskin papa Perancis akan pertolongan rohani. Ketika ia mulai berkhotbah kepada mereka, orang berduyun-duyun datang untuk mengaku dosa. Pada akhirnya Pastor Vinsensius memutuskan untuk membentuk suatu kongregasi imam yang secara khusus bekerja di antara para fakir miskin (dikenal dengan nama Kongregasi Misi atau Vincentian, atau Lazarites / Lazarists / Lazarians).
Karya amal St.Vinsensius de Paul demikianlah banyak sehingga rasanya tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melakukan segala hal yang telah ia lakukan. Ia memberikan perhatian kepada para narapidana yang bekerja pada kapal-kapal pelayaran.
Ia bersama dengan St. Louise de Marillac mendirikan Kongregasi Suster-suster Puteri Kasih, PK. Ia mendirikan rumah-rumah sakit serta wisma-wisma bagi anak-anak yatim piatu serta orang-orang lanjut usia. Ia mengumpulkan sejumlah besar uang untuk disumbangkan ke daerah-daerah miskin dan mengirimkan para misionaris ke berbagai negara.
Meskipun ia demikian murah hati, namun demikian, dengan rendah hati ia mengakui bahwa sifat dasarnya tidaklah demikian. “Jika bukan karena kasih karunia Tuhan, aku ini seorang yang keras, kasar serta mudah marah,” katanya. Vinsensius de Paul wafat di Paris pada tanggal 27 September 1660. Ia dinyatakan kudus pada tahun 1737 oleh Paus Klemens XII.
 Sumber : Katakombe.Org