Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, December 29, 2020

Santa Anysia

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 24 Desember 2019 Hits: 7415

  • Perayaan
    30 Desember
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-2
  •  
  • Kota asal
    Salonika, Thessaly, Yunani
  •  
  • Wafat
  •  
  • 30 December 304 | Martir. Di tebas dengan pedang sampai mati
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Anysia hidup di Tesalonika pada akhir abad kedua. Ia lahir dari keluarga Kristen yang kaya dan saleh.  Anysia sangat saleh. Ia hidup dalam doa dan ia memiliki kaul pribadi akan kesucian dan kemiskinan. Ia juga sering menggunakan kekayaannya untuk membantu orang-orang miskin di Tesalonika. Tesalonika adalah sebuah kota purba di Yunani di mana St. Paulus pernah singgah dan mewartakan Injil Kristus. 

Pada masa itu, terjadi penganiayaan yang kejam terhadap umat Kristiani. Gubernur Tesalonika bertekad untuk mencegah semua umat Kristiani untuk berkumpul bersama dan merayakan Misa. Tetapi umat beriman secara diam-diam  tetap berkumpul dan merayakan misa bersama. Pada suatu hari Anysia berusaha untuk menghadiri pertemuan tersebut. Ketika ia melewati pintu gerbang kota yang disebut Gerbang Kasandra, seorang serdadu menjadi curiga kepadanya. Ia segera menghalangi langkah Anysia serta menyelidiki kemanakah Anysia hendak pergi.

Karena amat ketakutan, Anysia melangkah mundur sambil dengan tidak sadar membuat tanda salib. Melihat itu, sang serdadu langsung menyadari bahwa gadis ini adalah seorang Kristen. Ia mencengkeram tubuhnya dengan kasar dan berusaha menyeretnya menuju kuil berhala untuk memaksa Anysia agar murtad dengan memberikan persembahan kepada dewa-dewi dalam kuil tersebut. Anysia berusaha melawan sekuat tenaga sehingga orang kafir itu menjadi semakin marah. Akhirnya, dalam puncak kemarahan, ia mencabut pedangnya dan menebaskannya ke tubuh Anysia. Anysia pun jatuh dan tewas seketika di kaki sang serdadu.

Ketika penganiayaan telah berakhir, umat Kristiani Tesalonika mendirikan sebuah gereja di tempat di mana St. Anysia telah menyerahkan nyawa bagi Kristus. Anysia wafat sekitar tahun 304.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Monday, December 28, 2020

Lamunan Oktaf Natal

Hari Kelima

Selasa, 29 Desember 2020

Lukas 2:22-35

22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orangtua yang cinta anak akan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Itu adalah tanggungjawab sebagai orangtua.
  • Tampaknya, untuk membesarkan anak orangtua juga akan bekerja keras agar bisa menghadirkan jaminan masa depan. Orangtua juga bisa berjuang mendapatkan berbagai harta dan kekayaan untuk menjadi warisan bagi anak.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul mesra dengan kedalaman batin, walau bisa memenuhi kebutuhan anak, orangtua sungguh bertanggungjawab bila susah payahnya menghadirkan inspirasi bagi banyak orang dalam hal pendampingan anak. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati, kasih terhadap anak yang bisa menghadirkan keteladanan bagi banyak orang lain sesungguhnya merupakan korban dan susah payah batin orangtua.

Ah, dengan menyekolahkan anak setinggi mungkin itu sudah menjadi tanda orangtua punya tanggungjawab anak.

Santo Thomas Becket

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 Agustus 2013 Diperbaharui: 23 Desember 2019 Hits: 5160

  • Perayaan
    29 Desember
  •  
  • Lahir
    21 Desember 1118
  •  
  • Kota asal
    London, Inggris
  •  
  • Wafat
  •  
  • 29 Desember 1170. | Matir. Dibunuh didalam Kathedral Canterbury, Inggris
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • 21 February 1173 oleh Paus Alexander III

Thomas Becket lahir di Cheapside London  pada tanggal 21 Desember 1118. Ayahnya adalah seorang tuan tanah kecil atau bangsawan kelas rendah di Inggris.  Ketika usianya sekitar duapuluh empat tahun, Thomas mendapatkan pekerjaan di Keuskupan Agung Canterbury. Disini ia mulai tertarik untuk menjadi seorang imam. Thomas seorang pemuda yang tampan, amat cerdas dan pandai bergaul. Sebentar saja, ia telah menjadi kesayangan Raja Henry II sendiri. Orang mengatakan bahwa raja dan Thomas memiliki hanya satu hati dan satu pikiran - seperti layaknya sepasang sahabat karib. 

Raja Henry II bahkan mengirim putranya yang juga bernama Henry untuk hidup bersama Thomas. Adalah lumrah pada masa itu apabila anak bangsawan dibina dengan cara tinggal dalam rumah bangsawan lainnya.  Pangeran Henry dilaporkan pernah mengatakan bahwa dalam sehari; Thomas Becket menunjukkan cinta kasih yang tulus dan figur kebapakkan yang dibutuhkannya dan lebih dari yang bisa diberikan oleh ayahnya dalam sepanjang hidupnya. Keterikatan emosional Henry muda dengan Santo Thomas Becket sebagai ayah angkat mungkin merupakan salah satu alasan yang membuat Henry muda di kemudian hari berbalik menentang ayahnya.

Ketika Thomas berusia tigapuluh enam tahun, Raja Henry menjadikannya ketua parlemen. Sebagai ketua parlemen Inggris, Thomas menempati rumah yang besar dan kemewahan.  Namun demikian, ia sungguh murah hati kepada orang-orang miskin. Awalnya Ia adalah seorang yang cepat marah, dan ia mengatasinya dengan melakukan banyak matiraga dan melewatkan berjam-jam lamanya dalam doa, seringkali hingga larut malam.

Ketika Uskup Agung Canterbury wafat, raja meminta Paus untuk memberikan jabatan tersebut kepada Thomas. Itu berarti bahwa Thomas harus ditahbiskan terlebih dahulu menjadi seorang imam. Tetapi, Thomas mengatakan secara terus terang kepada raja bahwa ia tidak ingin menjadi Uskup Agung Canterbury. Ia sadar sepenuhnya bahwa jabatan itu akan menempatkannya dalam konflik langsung dengan Raja Henry. Thomas tahu bahwa kalau ia menjadi seorang Uskup maka haruslah ia membela Gereja; dan itu berarti bahwa ia akan berhadap-hadapan secara langsung dengan Raja Henry.

“Bila saya seorang uskup maka kasih baginda kepadaku akan berubah menjadi kebencian,” demikian ia memperingatkan Henry.  Raja tidak peduli, dan Thomas ditahbiskan menjadi imam dan kemudian menjadi uskup pada tahun 1162. Pada mulanya, segala sesuatu berjalan lancar seperti sedia kala.

Suatu hari raja menuntut sejumlah uang yang cukup besar dari kas gereja. Uskup Thomas dengan tegas menolak tuntutan ini karena merasa tidak patut bila keuangan dan kebebasan gereja dirampas oleh negara. Penolakan tegas ini membuat Raja geram terhadap sahabatnya itu. Ia  mulai memperlakukan Thomas dengan buruk.  Sesaat, Thomas tergoda untuk sedikit mengalah. Tetapi kemudian ia menyadari akan kuatnya keinginan Raja Henry untuk mengendalikan Gereja. Thomas sungguh menyesal bahwa ia bahkan pernah berpikiran untuk mengalah kepada raja. Ia mohon ampun atas kelemahannya itu dengan bermatiraga, dan kemudian ia menjadi lebih tegas dari sebelumnya.

Kebencian raja semakin menjadi-jadi ketika ia menyadari bahwa uskup Thomas tidak mungkin akan mengalah padanya. Suatu hari, dalam amarahnya raja berteriak: “Tak adakah seorang pun yang dapat mengenyahkan uskup agung sialan ini dari hadapanku?” Beberapa perwira kerajaan menanggapi umpatan ini dengan serius. Mereka bermufakat untuk menghabisi sang uskup agung.  Mereka kemudian menyerang Thomas yang sedang merayakan misa di dalam Katedral Keuskupan. Dalam sakrat maut, bapa uskup mengatakan, “Demi nama Yesus dan demi membela Gereja, aku bersedia mati.” 

Hari itu tanggal 29 Desember 1170. Segenap umat Kristiani di seluruh penjuru dunia terkejut dan ngeri atas pembunuhan keji di dalam Katedral tersebut. Paus Alexander III dengan keras menegur raja Henry bahwa ia secara pribadi bertanggung jawab atas pembunuhan uskup agung.

Uskup Agung Thomas Becket dimaklumkan sebagai santo oleh Paus Alexander III pada tahun 1173.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Sunday, December 27, 2020

Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem, Martir

diambil dari https://www.imankatolik.or.id/kalender/28Des.html; ilustrasi dari koleksi Blog Domus


Kelahiran Yesus yang konon akan menjadi 'Raja Israel' membawa kegoncangan bahkan ancaman terhadap kekuasaan Herodes Agung. Kemarahan Herodes semakin menjadi-jadi karena Tiga Raja dari Timur, yang disuruh kembali ke Yerusalem untuk memberitahukan kepadanya tempat kelahiran bayi Yesus, pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain. Ia segera memerintahkan agar bayi Yesus dibunuh dan semua bayi yang ada di Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh semua kanak-kanak di daerah Betlehem. Maksudnya gagal karena Kanak-kanak Yesus sudah dibawa lari orangtua-Nya ke Mesir.

Herodes memang dikenal sebagai penguasa yang berhasil membangun Yerusalem dengan berbagai monumen, namun ia sebenarnya adalah boneka mainan kaisar Romawi. Namanya sendiri busuk karena ke bengisan dan kebejatan hidupnya. Ia membunuh banyak orang termasuk tiga orang puteranya sendiri. Isterinya ada 10 orang. Dengan melihat pada kepribadiannya yang bejat ini, kita dapat memahami tindakannya.

Pada hari ini Gereja bukan saja menghormati kanak-kanak itu sebagai martir-martir Kristus, melainkan juga terutama menekankan nilai kesucian hidup dan kemurnian hati sebagai suatu cita-cita iman semua orang Kristen. Pesta hari ini menghimbau semua orang Katolik untuk terus berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi Kristus, meskipun kerap harus mengorbankan nyawa, menumpahkan darah karena cinta kasih kepada Allah dan sesama. Di dalam diri kanak-kanak Suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang se-sempurna-sempurnanya.

Lamunan Pesta

Kanak-kanak Suci

Senin, 28 Desember 2020

Matius 2:13-18

13. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." 16. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi."

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, dalam hidup kekristenan yang disebut suci kerap dikaitkan dengan kehidupan menjadi saksi iman. Yang tewas karena mempertahankan iman biasa disebut martir.
  • Tampaknya, kekuatan untuk menjadi saksi iman kerap dikaitkan dengan kebiasaan orang mengolah hidup batin terbuka pada hadirat Tuhan. Kesaksian iman bisa dipandang dapat terjadi pada orang yang memiliki kedewasaan rohani.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun belum bisa olah rohani karena masih kanak-kanak, kalau posisinya membuatnya menjadi korban sasaran kaum tamak berbuat jahat, kanak-kanak pun sudah mulia sebagai saksi iman. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa ukuran kesaksian iman bukanlah kemampuan berbicara dengan fasih tentang agama tetapi penghayatan hidup menjadi alat Tuhan menjalankan karya-Nya sehingga kanak-kanak pun juga dapat menanggung amanat Tuhan jadi saksi-Nya.

Ah, yang namanya saksi iman adalah yang mampu kesana kemari mewartakan agama.


Santa Fabiola

diambil dari katakombe.org/para-kudus Diterbitkan: 08 September 2014 Diperbaharui: 23 Desember 2019 Hits: 8729

  • Perayaan
    27 Agustus
  •  
  • Lahir
    Hidup pada abad ke-4
  •  
  • Kota asal
    Roma
  •  
  • Wilayah karya
    Roma - Yerusalem
  •  
  • Wafat
  •  
  • Tahun 399 di Roma - Italia. Oleh sebab alamiah
  •  
  • Kanonisasi
  •  
  • Pre-Congregation

Santa Fabiola adalah seorang dokter wanita dari kota Roma yang kemudian menjadi murid Santo Hieronimus.  Ia mendermakan segala harta miliknya lalu mengabdikan diri dalam karya amal dan menjalani hidup asketis sampai pada akhir hidupnya.

Fabiola Iahir di Roma pada pertengahan abad ke-4 dari sebuah keluarga ningrat Fabia (Gen Fabia) yang sangat berpengaruh dalam kekaisaran Romawi.  Pada usia muda ia sudah menikah dengan seorang pemuda yang bejat hidupnya dan suka melakukan kekerasan terhadapnya.  Karena tidak tahan maka Fabiola berusaha minta cerai.  Ia berhasil minta cerai secara hukum sipil Romawi, lalu ia menikah Iagi dengan laki-laki lain.  Sebagai orang Kristen, tindakannya ini sangat tidak terpuji dan mencemarkan nama baik Gereja. Hukum Gereja tidak mengizinkan perceraian, dan juga  tidak mengijinkan pernikahan kedua apabila pasangan dari pernikahan sebelumnya masih hidup. Namun tidak lama kemudian, dua laki-laki yang menjadi suaminya itu meninggal dunia secara berturut-turut.  Fabiola menganggap hal ini sebagai teguran dari Tuhan. Ia sangat menyesali sikap hidupnya dan dengan sungguh-sungguh ingin bertobat.

Sehari sebelum hari raya Paskah,  Fabiola muncul di depan pintu gerbang Basilika Lateran Roma dengan mengenakan pakaian tobat. Ia  menyatakan pertobatannya dan melakukan pengakuan dosa di hadapan publik. Umat Kristen di kota Roma sangat terkesan dengan pertobatannya dan dengan tangan terbuka menerima Fabiola. Paus menerima lagi dirinya secara resmi ke dalam persekutuan penuh dengan Gereja.

Cara hidupnya yang baru diwarnai dengan pengabdian tulus dalam karya-karya cinta kasih. Ia mendermakan seluruh kekayaannya lalu  mendirikan rumah penampungan dan rumah sakit khusus untuk membantu orang-orang miskin. Para pasiennya adalah gelandangan-gelandangan yang ditemuinya di jalan-jalan atau yang meringkuk di dalam penjara.  Rumah sakit ini menampung siapa saja sehingga menjadi semacam rumah sakit umum pertama dalam sejarah Barat.

Pada tahun 395  Fabiola berziarah ke Yerusalem dan mengunjungi Santo Hieronimus dan murid-muridnya di Betlehem.  Ketika itu Hieronimus sedang berselisih dengan Uskup Rufinus berkenaan dengan ajaran Origenes yang ditentangnya. Orang-orang berusaha mempengaruhi Fabiola agar memihak Rufinus.  Namun Fabiola tetap mendukung Hieronimus, gurunya.  Di Betlehem Fabiola mendirikan sebuah biara dan membantu Santo Hieronimus dan para pengikutnya dalam usaha mereka menerjemahkan Kitab Suci.  Tetapi kemudian ia pindah dari biara itu karena biara itu telah berubah menjadi tempat ziarah yang sangat ramai serta berseberangan dengan sebuah penginapan berjubel dan hiruk-pikuk.

Karena ancaman serangan dari bangsa Hun,  Fabiola, Santo Hieronimus beserta para pengikutnya terpaksa harus mengungsi ke Jaffa, sambil menantikan ketenteraman di Yerusalem.  Setelah keadaan pulih dan aman, Fabiola kembali ke Roma sedangkan Hieronimus dan murid-muridnya kembali ke Yerusalem.  Di Roma Fabiola tetap meneruskan karya cinta-kasihnya selama tahun-tahun terakhir dalam hidupnya.

Bersama Santo Pammachius, Fabiola mendirikan sebuah rumah sakit umum besar di Porto untuk peziarah yang miskin dan sakit. Dalam satu tahun saja rumah sakit itu terkenal dari Parthia sampai ke Britania.  Fabiola wafat pada tahun 399. Ia sangat dicintai dan dihormati.

Saturday, December 26, 2020

Lamunan Hari Raya

Keluarga Kudus, Yesus, Maria, Yusuf

Minggu, 27 Desember 2020

Lukas 2:22-40

22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Butir-butir Permenungan

  • Tampaknya, ada gambaran bahwa keluarga yang baik itu memiliki keadaan harmonis. Antara istri, suami, dan anak tak ada konflik.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa keluarga yang baik itu memiliki keseriusan dalam beragama. Baik istri, suami, maupun anak, semua taklupa doa dan ibadat serta aktif kegiatan agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun biasa mengalami perbedaan pendapat antara anggotanya, kebaikan keluarga tidak ditentukan oleh adanya konflik atau tidak tetapi oleh pengembangan anak ada dalam iklim hidup bijak setia nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati keluarga akan menjadi baik karena menghayati budaya kasih yang membuahkan sikap sedia berkorban demi kebaikan umum.

Ah, asal semua orang serumah rajin doa dan ibadah, keluarga pasti baik.