Senin, 15 Agustus 2016
Hari Biasa
warna liturgi
Hijau
Bacaan
Yeh. 24:15-24; MT
Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 19:16-22. BcO Pkh. 2:1-26
Matius
19:16-22:

Renungan:
Seorang pemuda
mendatangi Yesus dan bertanya bagaimana memperoleh hidup yang kekal. Yesus
memberikan syarat kepadanya. Sang pemuda itu pun sudah merasa memenuhi segala
syarat itu. Maka Yesus pun meninggikan syarat yang harus dia penuhi, "juallah
segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh
harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku" (Mat 19:22). Syarat
puncak yang disampaikan Yesus adalah sikap lepas bebas akan harta dan kerelaan
berbagi kepada orang miskin.
Sekarang ini
dunia sedang menjalani pesta olahraga, olimpiade. Saya tertarik dengan
kesaksian seorang Ball boy tenis lapangan. Dia mengatakan, "Saya mungkin
adalah orang miskin yang ada di lapangan tenis ini. Saya bangga berada di sini.
Tenis mengubah diri saya dan membentuk kedisiplinanku." Pesta besar olah
raga Olimpiade ini memberi warna pada orang miskin. Mereka pun bisa merasakan
pesta akbar dunia ini.
Kiranya ada
banyak kemungkinan yang bisa diberikan kepada orang miskin. Kesempatan yang
diberikan padanya kiranya bisa mengubah sikap hidup mereka. Perintah Yesus
kepada si pemuda agar menjual harta dan memberikan kepada orang miskin kiranya
jalan yang Dia ambil agar si miskin pun merasakan mempunyai sesuatu. Di Jakarta
banyak orang yang digusur disediakan rusunawa yang layak. Dulu Rm Mangun menata
pemukiman warga pinggir kali Code. Ada banyak hal yang mungkin kita lakukan
untuk orang miskin.
Kontemplasi:
Pejamkan matamu
sejenak. Hadirkan dalam bayanganmu orang miskin yang selalu kautemui. Apa yang
bisa kaulakukan untuknya?
Refleksi:
Apa yang bisa
kaulakukan untuk orang miskin?
Doa:
Tuhan semoga aku
bisa berbuat sesuatu untuk orang miskin. Amin.
Perutusan:
Aku akan membantu
orang miskin di sekitarku. -nasp-
0 comments:
Post a Comment