Kamis, 01 September 2016
Hari Biasa
warna liturgi
Hijau
Bacaan
1Kor. 3:18-23;
Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 5:1-11. BcO 2Tim. 2:1-21
Lukas
5:1-11:

Renungan:
Suatu kali ada
orang yang membeli aneka macam perlengkapan kamera. Dia berpikir sarana-sarana
itu dia butuhkan untuk mendukung karyanya. Namun beberapa waktu setelah membeli
perlengkapan tersebut dia dipindah tugaskan. Dia harus meninggalkan tempatnya
sekarang dan berangkat ke pedalaman. Di tempat baru tidak ada jaringan listrik.
Semua alat yang dia beli menjadi sia-sia.
Saya tertarik
pada cara Yesus mengajar. Ketika berada di danau Genesaret Ia melihat dua buah
perahu. Ia memanfaatkan perahu itu untuk mengajar. Yesus menggunakan sarana
yang ada, yang Dia temui untuk mengajar. Ia tidak membatasi diri dengan sarana.
Ia mampu menggunakan sarana yang ada di sekitar-Nya.
Memang sarana,
fasilitas bisa mendukung karya. Namun rasanya kita tidak perlu mengagungkan
sarana. Sibuk ke sana ke mari sampai habis energi untuk mengadakan sarana lalu
berkarya. Kita perlu membangun sikap kreatif dan inovatif menggunakan apa yang
ada dan mulai berkarya. Ketika kita sungguh-sungguh berkarya fasilitas akan
mengikuti kita. Berkarya terlebih dahulu, fasilitas kemudian.
Kontemplasi:
Bayangkan dirimu
berkarya di suatu tempat dengan aneka macam keterbatasan. Temukan cara untuk
tetap semangat berkarya dengan apa yang ada.
Refleksi:
Apa arti sarana
dan fasilitas bagimu?
Doa:
Tuhan semoga aku
tidak mengeluh karena keterbatasan sarana. Semoga aku tetap semangat dengan
segala keterbatasan yang ada. Amin.
Perutusan:
Aku akan
membangun kreativitas dengan segala yang ada di sekitarku. -nasp-
0 comments:
Post a Comment