Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, September 3, 2014

MAKAN TELUR SECARA RUTIN MAMPU HINDARKAN PIKUN

dari www.merdeka.com Selasa 4 Maret 2014

Merdeka.com - Pikun merupakan hal yang biasa ditemui ketika seseorang bertambah usia. Banyak yang mengatakan pikun disebabkan karena seiring bertambahnya usia, maka kemampuan otak untuk mengingat akan menurun. Namun nyatanya, saat ini banyak pula orang berusia muda yang menderita penyakit pelupa ini.

Banyak hal yang menyebabkan seseorang menjadi pikun. Mulai dari kurangnya mengonsumsi makanan menyehatkan untuk kesehatan otak hingga jarangnya melatih otak untuk berpikir.

Untuk menghindari hal ini, sebuah penelitian seperti yang dilansir dari dailymail.co.uk menganjurkan Anda untuk mengonsumsi telur secara rutin.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa telur mengandung dua zat antioksidan terbaik yaitu lutein dan zeaxanthin. Kedua zat ini bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kognitif dan mempertajam kemampuan otak Anda untuk menyimpan memori.

Telur memang merupakan makanan yang sarat akan nutrisi untuk kesehatan tubuh. Namun Anda pun harus mengonsumsinya dengan bijak agar tidak meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh secara drastis.

Lamunan Pekan Biasa XXII

Kamis, 4 September 2014

Lukas 5:1-11

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada dasarnya tak ada orang yang ikhlas gagal dalam pekerjaannya apalagi bila itu berkaitan dengan keahliannya atau paling tidak dengan hal yang sudah biasa dikerjakan. Orang dapat kerasan dengan kebiasaan dan perhitungan umum dalam bekerja. 
  • Tampaknya, apabila orang pernah gagal dan kemudian mampu berbuat yang membawa hasil amat berlipah, dia akan amat senang. Orang dapat berbangga diri dan yakin akan dikagumi oleh banyak orang.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa keberhasilan sejati dalam segala tugas dan pekerjaan datang dari kesediaan diri mendengarkan bisikan batin yang mendorongnya untuk memperdalam dan memperluas wawasan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang tidak akan terpancang hanya pada kebiasaan tetapi bersedia menjalani yang tidak biasa.
Ah, yang biasa kan sudah memberikan kemudahan. Mengapa harus aneh-aneh dengan cara lain?

Tuesday, September 2, 2014

KATAK KERBAU

Semingguan yang lalu, ketika sedang makan pagi, Rama Yadi berkata tentang sesuatu yang Rama Bambang belum jelas apa maksudnya: "Suarane seking kamar kula cetha je" (Dari kamar saya suaranya jelas). Rama Harto menyambung "Kados kebo" (Seperti suara kerbau). Kemudian pembicaraan menjadi asyik antara Rama Agoeng, Rama Giyono, dan Rama Tri Wahyono. Ternyata mereka berbicara tentang bullfrog, salah satu jenis katak, yang baru saja dibeli oleh Rama Agoeng dan dipelihara di salah satu kolam di belakang kamar Rama Harto dan Rama Bambang. Katanya ada 8 ekor. "Kula jan blas dereng nate mireng je" (Saya sama sekali belum pernah mendengar suaranya) kata Rama Bambang yang disahut oleh Mas Fredi "Kamangka kerep mungal" (Pada kerap berbunyi). Rama Bambang baru tahu sekitar empat hari kemudian, ketika makan siang, ketika Rama Agoeng berkata "Nah, nika kodhoke muni" (Nah itu si katak berbunyi). "Oooo, niku ta? Kok Rama Harto ngandika kaya kebo" (Oooo, itu ta? Mengapa Rama Harto bilang seperti suara kerbau) kata Rama Bambang yang langsung dijelaskan oleh Rama Agoeng "Bull rak Basa Inggris sing artine kebo" (Bukankah bull adalah Bahasa Inggris yang berarti kerbau) dan disambung oleh Rama Giyono "Utawa sapi lanang" (Atau sapi jantan). Rama Bambang jadi geli karena sebelumnya dia mengira itu suara knalpot motor dari kejauhan yang beberapa kali digas.

Hari ini, Senin 1 September 2014, Rama Bambang mencoba tahu dari internet apa itu bullfrong. Dari anneahira.com didapatkan penjelasan bahwa bullfrog sama dengan katak hijau. Ketika hal ini ditanyakan dalam makan pagi Rama Giyono mengatakan "Ning bullgrog kuwi kodhok ijo jenis gedhe" (Tetapi bullfrog adalah katak hijau jenis besar). Karena Rama Agoeng tidak ikut makan, sesudah makan Rama Bambang mengadakan sambung BBM dengan Rama Agoeng. "E, rama, ndak bullfrog niku kodhok ijo? Teng internet kok ngaten" (Rama, benarkah bullfrog itu katak hijau? Dalam internet kok dijelaskan begitu). "Kodhok besar yang untuk dimakan. Mbokmenawi dipadakaken kaliyan kodok ijo (kategori jawa)" (Itu katak besar untuk dimakan. Barangkali disamakan dengan katak hijau dalam kategori  Jawa). "Ning sami-sami ngge swike ta?" (Tetapi sama-sama untuk swike ta?). "Saged Rama" (Bisa Rama). "Rama Giyono ngandika kodhok ijo ageng" (Rama Giyono bilang itu katak hijau besar). "Hahahaaa, saget. Mung asale ketingale benten" (Hahahaaa, bisa. Tetapi lain tanah asalnya). "Ndak saking Kanada?" (Apakah dari Kanada?). "Kirang mangertos je hehehee" (Saya kurang tahu hehehee). "Mangke kula taknyobi madosi saking bbrp artikel" (Coba nanti saya cari dari beberapa artikel). Rama Agoeng akhirnya menulis "Sipppp". Dan ketika Rama Bambang membuka wikipedia.org berkaitan dengan bullfrog Amerika diketemukan kalimat "The American bullfrog (Lithobates catesbeianus), often simply known as the bullfrog in Canada and the United States, is an aquatic frog, a member of the family Ranidae, or “true frogs”." Ada juga ditulis "The cane toad (Rhinella marina), also known as the giant neotropical toad or marine toad, is a large, terrestrial true toad which is native to Central and South America, but has been introduced to various islands throughout Oceania and the Caribbean as well as northern Australia".


Sabda Hidup

Rabu, 03 September 2014
Peringatan Wajib Santo Gregorius Agung
warna liturgi Putih
Bacaan:
1Kor. 3:1-9; Mzm. 33:12-13,14-15,20-21; Luk. 4:38-44.  BcO 2Tim. 1:1-18

Lukas 4:38-44:
38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. 40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. 41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. 42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. 43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." 44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Renungan:
Yesus tidak hanya dekat dengan para rasulNya. Ia juga dekat dengan keluarga para murid. Yesus pun menolong ibu mertua Simon Petrus (Luk 4:38-39). Kedekatan ini membebaskan mertua Petrus dari sakit.
Suatu kali seorang teman imam yang lagi bertugas di luar KAS mengirim pesan kepada Bapak Uskup yang berisi permohanan untuk menengok orang tuanya yang sedang sakit. Dan ternyata permohonannya dikabulkan. Bapak Uskup berkenan mengunjungi orang tuanya. Imam itu merasa bahagia dan keluarganya pun merasa diteguhkan.
Kedekatan relasi pimpinan dengan keluarga para pengikutnya ternyata meneguhkan dan membebaskan. Kehadiran pemimpin anaknya akan menyembuhkan keluarga yang sakit. Mungkin anda pun mempunyai banyak cerita senada. Kedatangan pimpinan di rumah anda memberikan rasa bangga pada keluarga anda, dan mungkin juga kesembuhan-kesembuhan yang tak kita perkirakan sebelumnya.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang, bayangkan dan rasakan kehadiran Kristus dalam hidupmu dan selalu menyapamu.

Refleksi:
Tulislah pengalaman keluargamu ketika didatangi pimpinanmu.

Doa:
Ya Yesus terima kasih atas cintaMu kepada keluarga kami semua. KehadiranMu sungguh menyembuhkan kami dari aneka macam rasa sakit. Untuk itu kami pun berpuji syukur. Amin.

Perutusan:
Aku akan membangun kelonggaran waktu untuk hadir pada mereka yang sedang sakit.

Monday, September 1, 2014

AKU PERCAYA AKAN ROH KUDUS

Kelompok "Jagongan Iman" Wilayah Ngireng-ireng, Paroki Ganjuran pada Rabu 27 Agustus 2014 masuk Pertemuan Ketujuh. Jagongan Iman adalah program Domus Pacis untuk mendampingi kaum tua menjadi pewarta iman dalam hidup hariannya. Yang menjadi pegangan iman adalah doa "Aku Percaya" dengan cakrawala yang melandaskan diri pada buku Katekismus Gereja Katolik. Pertemuan ketujuh ini diikuti oleh 24 orang (16 ibu dan 8 bapak) dari 5 Lingkungan: Kepuh, Ngireng-ireng, Cangkring, Warung Pring, dan Tempel. Peserta dari Lingkungan Turi tidak hadir karena harus ikut berlatih kor untuk tugas misa Minggu. Pertemuan ketujuh membicarakan pokok "Aku percaya akan Roh Kudus".

Untuk langkah pertama dalam proses pembicaraan, Rama Bambang meminta para peserta duduk dalam kelompok-kelompok untuk membicarakan soal "Dari rumusan 'Aku percaya akan Roh Kudus' soal atau pertanyaan apa yang dianggap membutuhkan penjelasan?". Terhadap pertanyaan ini muncul beberapa soal:
  • Dari Tritunggal Mahakudus, Allah mana yang paling penting?
  • Dari Tritunggal Mahakudus, mana yang hadir lebih dahulu?
  • Apakah tugas Roh Kudus?
  • Bagaimana cara kerja Roh Kudus?
  • Apakah yang didatangi oleh Roh Kudus hanya orang Katolik?
  • Dalam hal Maria mengandung karena Roh Kudus, bagaimana cara kerja-Nya?
  • Apakah pencobaan hidup datang dari Roh Kudus?
Dari pertanyaan-pertanyaan itu beberapa hal menjadi penyadaran:
  • Yang dipercaya adalah "satu Allah". Orang Kristiani tidak percaya kepada tiga Allah. Maka sebenarnya tidaklah tepat ada istilah "Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus". Yang dipercaya adalah Satu Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Di dalam Katekismus Gereja Katolik no 233 dikatakan "Orang Kristen dibaptis atas "nama" (tunggal) dan bukan atas "nama-nama" (jamak) Bapa, Putera, dan Roh Kudus, karena ada hanya satu Allah, Bapa yang mahakuasa dan Putera-Nya yang tunggal dan Roh Kudus: Tritunggal Mahakudus."
  • Yang berkarya adalah "satu Allah". Pertanyaan mana yang paling penting, dan dalam sejarah mana yang lebih dahulu datang dari ketiga Pribadi, hal ini harus dikaitkan dengan realita Satu Allah. Ketiga pribadi (dalam bahasa Jawa diterjemahkan sebagai jejer atau pelaksanaan peran) adalah Allah yang satu. Roh Kudus bukan datang pada Pentakosta sesudah Paskah, tetapi selalu ada bersama-sama. Bahkan dalam kisah Kitab Suci Roh sudah muncul dalam permulaan penciptaan (lih Kej 1:1-2). 
  • Roh Kudus sebagai pembangkit iman. Untuk memperdalam tugas Roh Kudus yang dipakai sebagai acuan adalah Katekismus Gereja Katolik no. 683: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengaku: `Yesus adalah Tuhan', selain oleh Roh Kudus" (1 Kor 12:3). Allah mengirim "Roh Putera-Nya dalam hati kita, Roh yang berseru: `Abba, Bapa'" (Gal 4:6). Pengertian iman ini hanya mungkin dalam Roh Kudus. Supaya bisa berhubungan dengan Kristus, lebih dahulu orang harus disentuh oleh Roh Kudus. Ia datang menemui kita dan membangkitkan iman dalam kita. Oleh Sakramen iman pertama, yakni Pembaptisan, kehidupan yang berasal dari Bapa dan yang dianugerahkan kepada kita dalam Putera, dilanjutkan kepada kita, atas cara yang sangat mendalam dan pribadi, di dalam Gereja melalui Roh Kudus:
    "Pembaptisan memberi rahmat kepada kita, supaya kita dilahirkan kembali dalam Allah Bapa oleh Putera dan dalam Roh Kudus. Mereka yang memiliki Roh Allah, dibawa kepada Sabda, artinya kepada Putera; tetapi Putera memperkenalkan mereka kepada Bapa, dan Bapa menganugerahkan kepada mereka kebakaan. Jadi, tidak mungkin melihat Putera Allah tanpa Roh, dan mendekati Bapa tanpa Putera, karena pengetahuan tentang Bapa adalah Putera, dan pengetahuan tentang Allah Putera terjadi dalam Roh Kudus" (Ireneus, dem. 7)."
  • Karya Roh Kudus untuk semua orang. Yang menjadi kunci adalah Kristus sebagai "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Yesus Kristus bukan agama. Kristus adalah kehadiran Allah untuk semua orang yang hanya dapat ditangkap dengan daya Roh. Sentuhan dan panggilan Roh adalah untuk semua orang sehingga bukan hanya untuk Gereja apalagi hanya untuk orang Katolik. Hal ini juga menyaangkut segala pencobaan bahkan penghiburan. Bagi orang beriman segalanya dapat menjadi tanda bimbingan Roh dalam hidup sehari-hari.
  • Peristiwa Maria mengandung karena Roh Kudus. Karya Roh adalah misteri karya ilahi. Gambaran karya Roh yang membuat Maria mengandung tidak dapat digambarkan sebagaimana hubungan suami-istri. Bahkan hubungan seks perempuan dan laki-laki yang mengakibatkan kehamilan pun adalah misteri ilahi, karena ada yang sudah bertahun-tahun bersuami-istri dengan kondisi sehat pun ada yang dapat tidak hamil.

Lamunan Pekan Biasa XXII

Selasa, 2 September 2014

Lukas 4:31-44

4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
4:32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
4:34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
4:35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
4:36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar."
4:37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang disebut hebat kalau ada banyak orang mengenalnya terutama kebaikan-kebaikannya. Segala perbuatan dan omongannya menjadi amat berbobot di mata orang lain kalau orang mengenal orang itu sebagai sosok yang memiliki moral amat luhur.
  • Tampaknya, terhadap orang yang baik, benar, dan luhur amat banyak orang akan ingin berdekatan. Makin mengenal sosok hebat, makin banyak yang kagum dan ingin dekat orang dengan sosok hebat tersebut.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa keluhuran sejati orang terjadi kalau dia sadar akan musuh yang amat mengenalnya secara mendalam tetapi membuat si musuh tidak menyatakan jati dirinya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan waspada terhadap orang-orang yang mengenalnya dan menyingkiri berbagai upaya promosi terhadap dirinya.
Ah, jaman sekarang makin terkenal makin banyak rejekinya.

Sunday, August 31, 2014

KUMPUL RAMA PRAJA


Pada Rabu 27 Agustus 2014 UNIO Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengadakan perayaan menyambut Pesta Perak Imamat 8 orang rama dan Pesta 40 Tahun Imamat 2 orang rama. UNIO adalah lembaga persaudaraan para rama praja. UNIO KAS dalam perayaan ulang tahun imamat anggotanya selalu menjadikannya sebagai momen perjumpaan semua rama praja KAS bersama keluarganya. Para pestawan diberi kesempatan mengundang banyak sanak saudara sementara rama-rama yang lain mendapatkan jatah 2 orang dan biasanya ayah dan ibunya bila masih ada. Bagi para rama tua biasa datang dengan sanak keluarga lain karena orang tua sudah menghadap Tuhan. Pada Rabu itu pelaksanaan terjadi di kompleks Gereja Paroki Maria Assumpta Klaten. Acaranya adalah misa kudus dan ramah tamah makan bersama. Memang, ketika berdatangan panitia menyediakan minum dan snak. Yang berpesta perak adalah Rama Trasno, Rama Pranowo, Rama Yatno, Rama Yamto, Rama Prasetya, Rama Kristanto, Rama Insaf, dan Rama Jarot. Sedang yang merayakan 40 tahun imamat adalah Rama Djono dan Rama Biyanto. Tetapi Rama Biyanto tidak hadir karena sedang dirawat di RS Panti Rapih. Mgr. Puja menjadi selebran utama dan Rama Dodit, sebagai Ketua UNIO KAS, juga ikut jadi selebran.

Karena juga menjadi anggota UNIO KAS, para rama Domus Pacis pun dapat undangan. Tetapi Rama Harjaya dan Rama Yadi tidak dapat hadir. Kalau Rama Harjaya sudah diketahui oleh banyak orang kondisinya, Rama Yadi pada hari itu sedang mengalami flu yang membutuhkan istirahat khusus. Rama Jaka datang bersama keluarganya dengan mobil sendiri, demikian juga Rama Bambang. Mobil Domus Pacis disopiri oleh Pak Kus, adik Rama Harjaya, yang bersama Pak Tukiran menjadi pendamping Rama Harto dan Rama Tri Wahyono. Rama Sugiyono, yang sementara tinggal di Domus Pacis, didampingi oleh salah satu kemenakannya. Sedang Rama Agoeng mendokumentasi peristiwa bersama staf Komsos KAS. Kehadiran Rama Tri, Rama Harto, dan Rama Bambang tampaknya mendapatkan perhatian banyak orang yang hadir. Rama Tri yang sudah tak dapat melihat sehingga harus berjalan dengan dituntun membuat banyak orang terharu. Beberapa membandingkan kondisi Rama Tri dengan ketika masih segar. Rama Harto dan Rama Bambang berada di kursi roda. Walau tidak membawa sendiri kursi rodanya, ternyata Pak Kus menyediakan satu kursi roda di mobil Domus untuk Rama Bambang. Banyak orang melayani Rama Harto, Rama Tri, dan Rama Bambang untuk santap siang. Karena tidak dapat menolak kebaikan umat, kecuali yang berbahaya untuk kesehatannya, Rama Bambang harus menyantap banyak menu. Padahal Rama Bambang mudah buang hajat sehabis makan. Maka ketika pulang dan mencapai gedung gereja Berbah, dia berhenti dan dengan tergesa-gesa masuk WC.