Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, September 5, 2014

Lamunan Pekan Biasa XXII



Sabtu, 6 September 2014

Lukas 6:1-5

6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
6:2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, banyak orang akan merasa baik, benar, dan luhur kalau dapat hidup tertib dan teratur. Dengan ketertiban dan keteraturan orang dapat yakin bahwa hidup akan membahagiakan karena terhindar dari kekacauan.
  • Tampaknya, untuk menjaga keteraturan dan ketertiban orang membutuhkan institusi yang menjaga tata hidup. Agama pun juga memiliki tata hukum dan tata disiplin macam-macam untuk menjaga keluhuran hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa keteraturan sejati akan membuka ruang ketidakteraturan justru demi damai dan sejateranya sebanyak mungkin orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan terbuka pada ketidakmampuan orang untuk menjalani tatanan umum terutama bagi yang papa dan menderita.
Ah, yang baik adalah yang tidak ngawur dong.

Thursday, September 4, 2014

PROMASAN JUGA ADA?

Novena Ekaristi Seminar tahap Ketujuh tahun 2014 akan diselenggarakan pada tanggal 7 September jam 09.00-12.00. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pendampingan iman kaum tua yang diselenggarakan oleh Komunitas Rama Domus Pacis. Di sini selama sekitar 2 jam para peserta diajak untuk menyadari berbagai soal yang dihadapi oleh kaum tua seperti rasa galau, kondisi fisik, hubungan dengan kaum muda, hubungan dengan perkembangan zaman. Pengalaman kongkret selalu diulas dengan disiplin ilmu-ilmu sosial. Berdasarkan kenyataan hidup, para peserta diajak untuk mempertimbangkan pegangan iman yang biasanya diambil dari Kitab Suci. Dengan demikian setiap pertemuan, sebelum misa, para peserta diajak untuk menimbang-nimbang bagaimana mengikuti Tuhan Yesus Kristus dalam perkembangan situasi hidup dan budaya setempat.

Kegiatan novena biasa diikuti oleh warga Katolik yang mayoritas berasal dari umat Katolik paroki-paroki Rayon Kota Kevikepan DIY. Umat dari paroki-paroki Rayon Sleman DIY biasa menjadi rangking kedua dalam jumlah peserta. Tetapi tidak jarang beberapa kelompok Kevikepan Surakarta menempati rangking dua apabila Paroki Wedi hadir semua seperti yang terdaftar untuk 7 September 2014. Paroki Ignatius Magelang, Paroki Bantul, dan Paroki Ganjuran juga biasa muncul dengan hadirnya beberapa umat. Memang, untuk September kelompok Lingkungan Kepuh Paroki Ganjuran tidak hadir karena bertugas misa di gereja Wilayah Ngireng-ireng. Namun demikian pada pertemuan September ini muncul pendaftar 5 orang Katolik dari Paroki Promasan, Rayon Kulon Progo DIY. Akan tetapi dalam catatan pendaftaran dimasukkan ke Paroki Kumetiran, karena pendaftar Promasan masuk dalam koordinasi warga Kumetiran. Novena Domus tahap Ketujuh tahun 2014 yang mendaftar sesuai dengan batasan waktu ada 279 orang sebagaimana tampak dalam tabel di bawah ini.

ASAL PESERTA
JUMLAH
RAYON KOTA KEVIKEPAN DIY
132 ORANG
01.  Paroki Pringwulung
84 orang
02.  Lingkungan Sendowo, Kotabaru
5 orang
03.  Paroki Administratif Pringgolayan
18 orang
04.  Paroki Pugeran
10 orang
05.  Paroki Baciro
9 orang
06.  Paroki Kumetiran
6 orang
RAYON SLEMAN KEVIKEPAN DIY
64 ORANG
07.  Paroki Minomartani
10 orang
08.  Paroki Babadan
6 orang
09.  Paroki Babarsari
7 orang
10.  Paroki Medari
29 orang
11.  Paroki Kalasan, Berbah
3 orang
12.  Paroki Mlati
5 orang
13.  Paroki Pakem
2 orang
14.  Paroki Nandan
2 orang
RAYON BANTUL KEVIKEPAN DIY
 9 ORANG
15.  Paroki Bantul
9 orang
KEVIKEPAN SURAKARTA
66  ORANG
16.  Wanita Katolik RI, Banjarsari, Sala
  2 orang
17.  Paroki Gondang
14 orang
18.  Paroki Wedi
50 orang
KEVIKEPAN KEDU
8 ORANG
19.  Paroki Ignatius Magelang
8 orang
JUMLAH
279 orang

Sabda Hidup

Jumat, 05 September 2014
Beata Teresa dr Kalkuta
warna liturgi Hijau
Hari Biasa
Bacaan:
1Kor. 4:1-5; Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40; Luk. 5:33-39. BcO 2Tim. 2:22 - 3:17

Lukas 5:33-39:
33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum." 34 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? 35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa." 36Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. 37 Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. 38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. 39 Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."

Renungan:
Suatu kali saya jajan bersama beberapa teman. Setelah makanan dihidangkan satu teman, "Wah bakmi itu enaknya di warung A, nasi goreng di warung B....." Semua makanan yang ada diperbandingkan dengan warung-warung yang dia yakini enak. Aku pun menanggapi, "Sekarang yang ada makanan yang di depanmu. Makanlah itu. Atau kita pergi ke 5 warung yang kaukatakan tadi?"
Ada kecenderungan umum untuk tidak mudah menikmati apa yang dihadapi dan merasa bahwa apa yang dimilikinya lebih baik. Apa yang ada dicacat dengan yang tidak ada. Makanan yang ada tidak dinikmati karena otak dan katanya memikirkan dan mengatakan yang lain. Padal akhirnya ya tetep makan sampai habis.
Pada jaman Yohanes orang-orang Farisi mengecam cara hidup Yohanes. Ketika Yesus mengambil perilaku yang berbeda mereka pun mengkritikNya (bdk. Luk. 5:33-39). Rupanya sikap tidak pernah puas dengan apa yang dihadapi dan ditemui adalah sifat orang Farisi.

Kontemplasi:
Pejamkan matamu. Lihatlah sikap-sikapmu ketika menghadapi sesuatu bahkan sekedar makanan yang tersaji di hadapanmu. 

Refleksi:
Sudahkah anda menjadi orang yang mampu menerima dan menyikapi yang anda temui dengan bijak? Ataukah anda termasuk pribadi yang banyak mengeluh?

Doa:
Tuhan semoga segala sesuatu yang di hadapanku bisa kurasakan sebagai anugerahmu. Dan aku pun mampu menerima dengan baik apa yang telah Kauberikan kepadaku. Amin.

Perutusan:Aku akan mensyukuri apa yang kutemui dan kuterima.