Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, April 5, 2015

Lamunan Oktaf Paskah

Senin, 6 April 2015

Matius 28:8-15

28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
28:11. Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dalam hal kebenaran bersaksi atas sebuah peristiwa, yang dapat diandalkan adalah orang-orang yang melihat langsung kejadiannya. Mereka adalah saksi-saksi handal dan dapat dipercaya.
  • Tampaknya, meskipun melihat langsung kejadiannya, kalau harus berhadapan dengan urusan hukum, orang dapat takut dan menghindar untuk menjadi saksi. Ternyata dalam hal kesaksian orang yang melihat langsung dapat membelokkan kebenaran demi uang yang diterima.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, sekalipun terancam oleh rekayasa orang-orang yang rakus uang dan kedudukan, kalau berani meredam rasa takutnya orang akan mengalami kedamaian sejati di kedalaman batinnya karena mengatakan hal-hal benar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan dikuasai oleh keberanian berkata dan bertindak benar sekalipun berhadapan dengan berbagai macam tantangan dan risiko.
Ah, ketakutan itu wajar dan amat manusiawi.

Sabda Hidup

Senin, 06 April 2015
HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15. BcO 1Ptr. 1:1-21

Matius 28:8-15:
8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." 11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. 14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." 15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Renungan:
Para penjaga tahu apa yang terjadi dengan Yesus. Mereka tahu bahwa Yesus bangkit. Mereka memberitahukan itu kepada imam-imam kepala. Dan ternyata imam-imam kepala menyogok mereka dan minta mereka untuk mengatakan, "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur" (Mat 28:13). Dan, "ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini" (Mat 28:15).
Sekali lagi usaha menutupi kenyataan dengan uang. Uang pun membungkam para serdadu untuk mengatakan yang sebenarnya. Saya tidak pernah melihat secara langsung kenyataan seperti itu sekarang ini. Namun rasa saya mengatakan bahwa hal tersebut masih terjadi sampai sekarang. Banyak orang menggunakan uangnya untuk menutup sesuatu yang bisa merugikannya. Dan masih banyak orang yang rela mengorbankan kebenaran karena uang.
Ketika ada kepentingan dalam diri kita maka akan ada banyak usaha untuk mewujudkannya. Ketika kepentingan itu kotor maka banyak usaha dan dana kita keluarkan untuk membersihkannya. Maka marilah kita jaga kepentingan kita agar tetap murni dan merupakan kepentingan untuk kesejahteraan banyak orang.

Kontemplasi:
Bayangkan suap imam-imam kepala kepada para serdadu. Bandingkan dengan kejadian di sekitarmu. Liatlah sikapmu terhadapnya.

Refleksi:
Bagaimana bertahan bersih pada kebenaran?

Doa:
Tuhan semoga orang tidak tergoda untuk suap menyuap. Semoga hidup mereka lurus demi kebaikan banyak orang. Amin.

Perutusan:
Aku akan bertahan dalam kebenaran fakta yang ada. -nasp-

Saturday, April 4, 2015

Ini Dia 7 Khasiat Luar Biasa Terong

diambil FB dari Pramesti 'Ninik' Sunaryo yang berasal dari http://jabar.tribunnews.com Jumat, 3 April 2015 10:28

Ini Dia 7 Khasiat Luar Biasa Terong
KOMPAS.COM

TRIBUNJABAR.CO.ID - Terong merupakan salah satu jenis sayuran. Ada beberapa jenis. Ada terong bulat berwarna hijau dan ungu. Ada pula terong lonjong berwarna ungu. Mau bulat atau lonjong, terong ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat luar biasa. Ini dikarenakan, terong mengandung kalsium, mineral, kaya serat, bioflavonoid serta vitamin K. Kita mungkin sudah sering mengkonsumsi sayuran ini tanpa mengetahui begitu besarnya khasiat sayuran terong tersebut. Mulailah mencintai sayuran tersebut, karena kami akan mengulas tuntas sayuran yang satu ini. Lalu, apa saja manfaat terong bagi kesehatan tubuh?

Seperti ditulis intips-kesehatan.blogspot.com, Terong menjadi salah satu makanan yang sudah tidak asing di semua lapisan masyarakat Indonesia. Harganya yang sangat terjangkau menjadikan terong menjadi salah satu makanan yang paling merakyat. Namun ketidaktahuan terhadap kandungan dan khasiat terong menjadikan sayuran ini mulai tersisih dari daftar atau jajaran makanan favorit kita. Berikut ini 7 manfaat luar biasa terong bagi kesehatan tubuh :

1. Makanan Otak. Kandungan nutrisi phyto pada terong merupakan salah satu nutrisi yang sangat di butuhkan oleh organ otak. Jadi, bagi anda yang bingung untuk memilih jenis makanan yang mampu menutrisi otak, maka terong akan menjadi salah satu solusinya.
2. Pencernaan Yang Lebih Baik. Kandungan serat yang tinggi dalam terong dapat membantu menyehatkan saluran pencernaan serta menghindarkan kanker yang bisa menyerang usus besar anda.
3. Pencegah Diabetes. Ini dikarenakan, terong merupakan sumber serat dan rendah karbohidrat larut yang sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes.
4. Makanan Untuk Jantung. Ini dikarenakan, Terong dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat yang beresiko membahayakan organ jantung tersebut.
5. Pengontrol Tekanan Darah Tinggi. Kandungan bioflavonoid berperan besar dalam membantu menurunkan tekanan darah tinggi yang bisa mengancam kualitas kesehatan tubuh anda.
6. Tulang Yang Lebih Sehat Dan Kuat. Kandungan kalsium dalam terong dapat memperkuat dan mempertahankan kekuatan sendi dan tulang.
7. Pencegah Anemia. Kandungan zat besi dalam terong akan membantu mencegah anemia atau kurang darah yang mungkin diderita oleh sebagian orang. (mac/tribunjabar)

Sabda Hidup

Minggu, 05 April  2015
HARI RAYA PASKAH
KEBANGKITAN TUHAN
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 10:34a,37-43; Mzm. 118:1-2,16ab-17,22-23; Kol. 3:1-4 atau 1Kor. 5:6b-8; Yoh. 20:1-9 BcO Kel. 14:15 - 15:1; Yeh. 36:16-28; Rm. 6:3-11; Mat. 28:1-10; Bco Kel. 14:15 - 15:1; Yeh. 36:16-28; Rm. 6:3-11; Mat. 28:1-10.

Yohanes 20:1-9:
 20:1. Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.


Renungan:
Suatu kali di stasiun kereta aku melihat seorang ibu berlari-lari menyambut anaknya. Setelah bertemu mereka pun berpelukan. Sekalipun ada tetesan air mata namun rona gembira terpancar di wajah mereka.
Maria Magdalena lari-lari mengabarkan ketidakadaan Yesus di makam. Ia berlari-lari menuju para murid. Mendengar kabar itu Petrus dan murid yang dikasihiNya pun berlari-lari menuju ke makam Yesus.
Lari menjadi tanda semangat, semangat menyambut sesuatu. Kebangkitan ditandai oleh semangat para murid. Dan kala bersatu dengan yang dituju kegembiraan akan memancar dan memberi suasana yang menyenangkan. Marilah kita berlari menyambut kebangkitan Kristus. Kita semangati kembali iman kita. Semangat kita yang akan memberikan kesegaran pada kita diri sendiri atau pun mereka yang melihatnya.

Kontemplasi: 
Bayangkan kisah dalam Injil Yoh. 20:1-9. Larikan imanmu bersama dengan para murid.

Refleksi:

Apa arti kebangkitan bagimu?

Doa:
Tuhan semoga semangat kebangkitan menghidupi semangat kami. Kami pun berlari menemukan Engkau. Amin.

Perutusan:
Aku akan menghidupkan semangat imanku menuju pada kebangkitan Kristus. -nasp-

#Selamat Paskah#

Lamunan Hari Raya

Paskah Kebangkitan Tuhan
Minggu, 5 April 2015

Yohanes 20:1-9

20:1. Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
20:2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."
20:3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
20:4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
20:5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
20:6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
20:7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
20:8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
20:9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada umumnya seorang pemimpin dan atau tokoh adalah sosok yang dianggap memiliki pandangan luas. Dia juga menjadi orang yang berpengetahuan.
  • Tampaknya, karena pandangan luas dan pengetahuannya seorang pemimpin dan atau tokoh menjadi tempat bertanya. Dia menjadi semacam pusat informasi dari orang-orang kebanyakan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian seorang pemimpin dan atau tokoh adalah orang yang tanggap dan menghargai omongan kaum jelata bahkan marginal serta sikap menyatakannya dan bertindak. Dalam yang ilahi karena kemesraanya dengan gema relung hati orang akan amat memperhatikan suara yang muncul dari ketulusan kalbu kaum kecil karena di situlah dijumpai kesejatian aura kehidupan.
Ah, suara kaum kecil itu tidak ilmiah.

SELAMAT PASKAH

Friday, April 3, 2015

Lamunan Malam Paskah

Sabtu, 4 April 2015

Markus 16:1-8

16:1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
16:2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
16:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
16:4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
16:5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,
16:6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
16:7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, setiap orang seberani apapun sudah pernah mengalami rasa takut. Bahkan ada orang yang karena biasa dicekam oleh kekhawatiran disebut dengan istilah penakut.
  • Tampaknya, berhadapan dengan kenyataan yang jauh dari pikiran, perasaan, dan kehendaknya orang dapat mengalami ketakutan. Apalagi kalau orang berhadapan dengan yang mengejutkan dan berada di luar dugaan, orang dapat sungguh-sungguh dicekam oleh ketakutan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam ketakutan berhadapan dengan hal yang amat berlainan dengan nalar dan bayangannya sebenarnya orang menemukan amanat yang memancarkan kebaruan dan kesegaran hidup bagi banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang mendapatkan tugas luhur yang menghadirkan keceriaan batin banyak orang. SELAMAT PASKAH 2015.
Ah, kalau takut yang sembunyi dong.

Tuhan Telah Bangkit!






Tuhan Telah Bangkit!
Injil Paskah 4-5 April 2015

TIDAK ada laporan bagaimana persisnya kebangkitan itu terjadi, dengan cara apa, kapan saatnya dan siapa-siapa yang pertama melihat peristiwa itu. Jalannya peristiwa akan tetap tersembunyi, hanya jejak-jejak peristiwa itu sajalah yang dikenali. Namun demikian, ada pokok yang mendasari kepercayaan bahwa Yesus telah bangkit. Yang pertama ialah makam yang kosong dan yang kedua ialah keyakinan orang-orang yang terdekat bahwa ia tidak lagi berada di antara orang mati. Amat besar peran kesaksian orang-orang yang datang mencari dia yang tadinya wafat dan dimakamkan seperti disampaikan dalam Mrk 16:1-8 (Malam Paskah); Yoh 20:1-9 (Minggu Paskah pagi hari ); dan Luk 24:13-35 (Minggu Paskah sore hari).

INJIL MALAM PASKAH: Mrk 16:1-8

Pagi-pagi benar pada hari pertama setelah hari Sabat lewat, beberapa perempuan datang ke makam Yesus membawa wewangian. Mereka bertanya-tanya siapa akan membukakan batu penutup kubur agar mereka bisa masuk merawat jenazahnya. Tetapi sesampai di sana, mereka menemukan batu penutup makam sudah tergolek. Mereka tidak mendapati jenazah Yesus. Mereka hanya melihat “seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan” (Mrk 16:5).

Sebelum melangkah lebih jauh, baiklah ditengok kesaksian Injil-Injil lain. Lukas menyebutkan “dua sosok” (Luk 24:1-4) yang pakaiannya berkilau-kilauan yang menyapa para perempuan itu, “Mengapa kalian mencari dia yang hidup di tempat orang mati. Ia tidak ada di sini, ia telah bangkit!” (Luk 24:5-6). Mat 28:2-6 berbicara mengenai “seorang malaikat” yang juga mengatakan bahwa Yesus telah bangkit. Injil Yohanes samasekali tidak menyebutkannya. Juga ada perbedaan tentang siapa yang datang ke kubur. Yoh 20:1 hanya menyebutkan Maria Magdalena. Lukas mencatat bahwa mereka itu ialah Maria dari Magdala, Yohana, dan Maria ibu Yakobus (Luk 24:10). Matius hanya menyebutkan dua perempuan, yaitu Maria Magdalena dan Maria “yang lain” (Mat 28:1). Markus yang kita dengarkan hari ini menyebut tiga perempuan, yakni Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, serta Salome ( Mrk 16:1).

Berapa sosok yang ditemui di makam, berapa orang perempuan pergi ke makam, dan siapa mereka? Pembaca atau pendengar Injil tidak usah mencoba merekonstruksi jalannya peristiwa seperti seorang detektif. Injil tidak menyajikan laporan pandangan mata. Yang disampaikan ialah pengalaman batin yang diturun temurunkan. Perbedaan yang ada di antara Injil tadi timbul dari kekayaan pengalaman di pagi hari itu. Pengalaman tak selalu jelas (menyangkut berapa orang melihat makam kosong, siapa, dst.), tetapi menentu (bahwa makam memang kosong). Kita juga bisa ikut merasakan dan mendalami pengalaman mereka.

Siapa “orang muda” yang berjubah putih yang disebutkan dalam Mrk 16:5?

Pembaca Markus boleh teringat akan kisah mengenai seorang muda yang dalam Mrk 14:51-52 mengikuti peristiwa penangkapan Yesus dan malah ikut diringkus tetapi berhasil lolos dengan melepaskan pakaiannya yang hanya sehelai itu. Kembali ke kisah pengalaman ketiga perempuan di kubur Yesus. Mereka mendapati juga “orang muda”, kata Yunaninya ialah “neaniskos”, sama seperti yang ada dalam kisah sebelumnya. Mengapa disebut orang muda? Berarti penginjil mau mengatakan tidak hanya ada orang. Tapi tahu ciri-cirinya. Ia muda. Dalam kisah penangkapan, orang muda itu berpakaian “sehelai kain” yang kemudian dilepaskannya, tapi kini orang muda di makam ini berpakaian “jubah putih” yang tetap dikenakannya. Bagi orang Semit, pakaian membuat orang dapat dikenali, dapat kelihatan. (Kalau lepas pakaian, maka tak terlihat dan tak boleh dilihat.) Yang tadi ialah yang tak kelihatan lagi karena telah melepaskan pakaiannya dan tak diketahui lagi pergi ke mana, tapi tetap membuat pembaca berpikir. Ini cara Injil Markus berkata: tak penting lagi siapa yang menceritakan kejadian-kejadian hingga di situ. Mulai saat itu ikutilah sendiri Yesus yang barusan ditangkap dan perhatikan apa yang terjadi padanya. Begitulah kita diajak mengikuti kisah sengsara Markus. Yang kini tampak kepada para perempuan di makam itu tak terduga-duga dan mengejutkan. Orang muda yang ini berjubah putih.

Pakaian seperti ini panjangnya dari leher sampai tumit, jadi seluruh sosoknya kelihatan serba putih. Dan ia berkata agar mereka tidak usah takut, lalu menjelaskan bahwa Yesus dari Nazaret itu telah bangkit. Para perempuan itu selanjutnya disuruh mengabarkan kepada para murid lain, khususnya Petrus, bahwa Yesus telah mendahului mereka ke Galilea. Di sanalah mereka akan melihat dia. Tokoh “orang muda” ini, seperti orang muda pada malam penangkapan, tetap diliputi rahasia dan semakin menggugah rasa ingin tahu. Itulah pengalaman mereka yang ada di ambang pertemuan dengan Yang Keramat. Tetapi yang dikatakannya jelas, yakni Yesus telah bangkit. Yesus tidak ada di antara orang mati lagi, ia sudah bangkit! Dan itulah yang mereka wartakan kepada murid-murid lain.

Injil menghubungkan kesaksian paling awal tentang kebangkitan tadi dengan penampakan Yesus kepada murid-muridnya nanti di Galilea. Kita tahu, di wilayah utara itulah Yesus dari Nazaret mulai dikenal orang.

Murid-murid diminta ke sana untuk “melacak kembali” perkenalan mereka dengan dia yang dahulu memanggil mereka di pinggir danau. Dia itu sama dengan yang kini telah bangkit. Begitulah mereka akan menyadari bagaimana mereka dapat menimba kembali kekayaan dari pengalaman dari hari ke hari bersama dengannya dulu. Juga bagi kita, menemui dia yang bangkit itu sama dengan membaca kembali dan mendalami pengalaman mengenal dia yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Inilah warta utama iman kebangkitan: pergilah ke tempat kalian mulai berjumpa dengan dia dan di sana kalian akan melihat siapa dia sesungguhnya.

INJIL MINGGU PASKAH – PAGI HARI: Yoh 20:1-9

Menurut Injil Yohanes, pada hari pertama pekanitu, pagi-pagi benar, Maria Magdalena datang ke makam Yesus. Ia melihat batu penutup telah diambil dari kubur. Segera ia berlari mendapatkan Petrus dan murid lain yakni “murid yang dikasihi” Yesus dan menyampaikan berita bahwa Yesus diambil orang dan tak diketahui di mana sekarang. Maka Petrus dan murid yang lain itu berlari ke makam. Murid yang lain tadi sampai terlebih dahulu, menjenguk ke dalam kubur dan melihat kain kafan terletak di tanah. Petrus juga datang, lalu masuk dan mendapati juga kafan terletak di tanah, tapi kain peluh terlihat di tempat lain. Kedua murid ini mendapati makam kosong. Kesimpulan pembaca Injil: dia sudah bangkit.

Seandainya janazahnya cuma dipindahkan atau disembunyikan, mestinya kafan dan kain peluh tidak dilepas dan ditinggalkan di makam.

Murid yang lain, yang tadi ada di luar itu, menyusul masuk ke makam, dan disebutkan, “ia melihatnya”, maksudnya, ia melihat bekas-bekas Yesus di situ, tapi kini sudah bangkit. Ditambahkan dalam ay. 8, “Dan ia percaya.” Pengalaman pembaca Injil Yohanes dulu masih bisa kita ikuti pula. Ia akan pertama-tama menyimpulkan bahwa Yesus sudah bangkit dan baru sejenak kemudian percaya, seperti murid yang lain tadi. Ini cara berkisah Yohanes yang melibatkan pembaca. Ia membuat siapa saja yang mengikuti kisahnya merasa seolah-olah ikut berlari ke makam, dan boleh jadi datang mendahului Petrus dan bahkan murid yang dikasihi itu sendiri. Dan mendahului percaya Yesus sudah bangkit!

Mari kita bandingkan dengan Injil Lukas. Dalam Luk 24:35 ketika dua murid melaporkan kepada kesebelas murid di Yerusalem mengenai penampakan Yesus di Emaus, mereka yang di Yerusalem itu juga menegaskan bahwa “Tuhan telah bangkit dan menampakkan diri kepada Simon”. Akan tetapi, Lukas tidak menceritakan Petrus secara khusus mendapat penampakan Tuhan.

Memang dalam 1Kor 15:5, Paulus menyebut bahwa Yesus menampakkan diri kepada Kefas, yaitu Petrus, dan menyebutkan murid-murid lain. Namun demikian, apa yang dialami Petrus sesungguhnya? Rupa-rupanya Lukas sengaja hanya menyebut Petrus “heran memikir-mikirkan apa yang telah terjadi”. Lukas mengajak pembaca ikut serta dalam pengalaman Petrus mengenai “apa yang telah terjadi itu”, yakni Yesus tidak lagi berada di tempat orang mati dan hanya kain kafannya masih di situ. Begitulah Petrus nanti juga sampai pada kesadaran bahwa Yesus sudah bangkit.

INJIL MINGGU PASKAH – SORE HARI: Luk 24:13-35 

Dalam konteks kisah kebangkitan Lukas (Luk 24:1-12), ditekankan pengalaman para perempuan di makam yang kosong yang teringat akan perkataan Yesus dahulu. Juga digambarkan pengalaman Petrus menemukan makna peristiwa ini seperti disinggung di atas. Dua jalan itu membawa mereka sampai pada keyakinan bahwa Yesus telah bangkit.

Ada jalan lain, yakni penampakan, seperti yang dialami kedua murid yang menuju Emaus yang diceritakan di dalam Luk 24:13-35. Kedua murid itu tidak segera menyadari bahwa orang yang menyertai mereka dalam perjalanan ke Emaus ialah Yesus yang telah bangkit. Bagi mereka, Yesus yang kelihatan sebagai musafir itu menjelaskan kejadian-kejadian mengenai dirinya yang telah dikatakan dalam Kitab Suci. Jadi, sepanjang perjalanan itu kedua murid tadi “membaca kembali” warta Kitab Suci mengenai Yesus. Mereka tidak sadar bahwa Yesus ada bersama mereka dan menolong mereka agar mengerti lebih dalam warta Kitab Suci. Mata mereka baru terbuka ketika ia makan bersama mereka dan melakukan hal yang sama seperti yang terjadi pada perjamuan terakhir. Akan tetapi, saat itu juga Yesus lenyap. Yang tinggal ialah kesadaran bahwa ia kini hidup.

Kesadaran inilah yang membuat mereka bergegas mengabarkan kepada kesebelas murid di Yerusalem dan orang-orang lain yang beserta mereka.

Satu hal lagi. Kedua murid yang berjalan ke Emaus itu disertai oleh dia yang telah bangkit dalam ujud yang tidak segera mereka kenali.

Perjumpaan dengan orang yang tak dikenal, tapi dalam suasana dialog tadi menjadi jalan yang setapak demi setapak membuat mereka siap mengenali siapa dia itu sesungguhnya. Banyak perjumpaan yang memperkaya batin yang tak segera disadari. Biarkan dia sendiri yang ada dalam pengalaman itu menunjukkan diri. Dan saat itu juga mereka – kita juga – akan menyadari kenapa tadi “hati kita berkobar-kobar…!” (ay. 32).

Selamat Paskah!