Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, May 7, 2015

NOVENA DOMUS JUNI 2015


Berbicara tentang kaum tua dan lanjut usia (lansia), tidak sedikit yang bilang bahwa:
  • Karena sudah berhenti dari berbagai aktivitas masa lalu, seperti karena pensiun atau karena sakit, orang dapat merasa tak terpakai. 
  • Dari rasa tak terpakai muncul perasaan lain “habis manis sepah dibuang”. Orang merasa terbuang sesudah dianggap tidak bermanfaat untuk kepentingan bersama.
Betulkah dalam usia ketuaan orang kehilangan makna yang dibutuhkan oleh orang lain dan dalam hidup bersama? Inilah yang akan didalami dalam Novena Ekaristi Seminar di Domus Pacis besuk pada tanggal 7 Juni 2015. Inilah yang membuat munculnya tema WONG TUWA MIGUNANI. Untuk tema ini Rama Rosarius Sapto Nugroho, Pr. akan hadir menjadi pembicara. Beliau adalah seorang pastor yang kini bertugas di Paroki Santa Maria Fatima Magelang. 

Sebagaimana biasa para calon peserta harus mendaftarkan diri untuk kepentingan penyediaan konsumsi. Pendaftaran cukup lewat SMS ke Rama Bambang di HP no. 087834991969. Untuk tema di atas pendaftaran paling lambat pada hari Senin tanggal 1 Juni 2015.

Lamunan Pekan Paskah V

Jumat, 8 Mei 2015

Yohanes 15:12-17

15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, hubungan suami-istri bahkan pacaran antara pemudi dan pemuda disebut baik kalau dilandaskan atas kasih. Dengan kasih ada dorongan satu sama lain untuk membangun jalinan bukan karena paksaan.
  • Tampaknya, hubungan itu dianggap berdasarkan kasih kalau didasarkan atas pilihan sendiri. Dengan kasih orang menentukan siapa yang akan dipilih.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kesejatian kasih justru datang dari kesadaran bahwa orang tak mampu memilih apapun dan siapapun dari dirinya sendiri sehingga segalanya justru datang dari ketaatannya terhadap pilihan yang datang dari yang menguasai kedalaman batin. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan taat untuk menjalani perintah-perintah yang datang dari suara keheningan yang membuatnya mampu bersahabat dengan siapapun.
Ah, bagaimanapun manusia itu bebas.

Sabda Hidup

Jumat, 08 Mei  2015
Aloisius Rabata, Yeremias dr Salakhia
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 15:22-31; Mzm. 57:8-9,10-12; Yoh. 15:12-17. BcO Why. 22:1-9

Yohanes 15:12-17:
12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

Renungan:
Dalam sebuah cerita ada seorang imam pindah dari satu paroki ke paroki lain. Seperti pada umumnya, ketika seorang imam berpindah tugas umat di paroki ingin menghantar kepindahannya. Namun imam ini mempunyai nilai lebih. Bukan hanya umat katolik yang ingin menghantarnya, namun warga masyarakat yang berbeda agama pun ingin bergabung. Telusur punya telusur ternyata imam ini rajin berjumpa dengan mereka dan selalu rela menolong kala mereka mengalami kesulitan. Ia menjadi sahabat bagi warga masyarakat.
Kiranya perintah "Kasihilah seorang akan yang lain" (Yoh 15:17) hidup dalam diri imam ini. Kehadirannya di antara warga masyarakat menjadikannya imam bagi masyarakat juga. Cintanya ditanggapi secara positif mereka yang mengalaminya.
Kiranya kisah indah ini bisa menjadi permenungan kita. Hadir sebagai sahabat memberikan banyak sahabat yang menguatkan.

Kontemplasi: 
Pejamkan sejenak matamu. Hadirkan pengalaman persahabatan yang kaubangun di lingkungan sekitarmu.

Refleksi:
Apa yang perlu kaulakukan agar bisa hadir sebagai sahabat?

Doa:
Tuhan terima kasih karena Engkau telah menganggapku sebagai sahabat. Banyak hal yang telah Kautunjukkan bagi langkah hidup kami. Semoga kami mengasihi seorang akan yang lain. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengasihi seorang akan yang lain. -nasp-

Wednesday, May 6, 2015

Kenali Depresi Pada Lansia

dari http://tips-menghilangkan-stress.blogspot.com

Depresi Pada Lansia
Selama ini kita mengetahui bahwa depresi menjadi salah satu masalah mental yang paling banyak didapati pada pada lansia dan hal ini pastinya memerlukan penatalaksanaan holistik dan seimbang di aspek mental, fisik serta sosial. Selain itu, depresi pada lansia merupakan hal yang harus diwaspadai dan juga dideteksi seawal mungkin sebab bisa memberikan pengaruh pada perjalanan penyakit fisik dan juga kualitas hidup si penderita.

Deteksi sedini mungkin harus dilakukan guna mewaspadai depresi, khususnya pada lansia yang memiliki penyakit degeneratif, keluhan somatic kronis, menjalani perawatan lama di rumah sakit, dan juga lansia dengan isolasi sosial. Selain itu, perubahan pada sikap lansia saat proses pengobatan juga merupakan sebuah tanda adanya depresi yang mereka alami. Perubahan sikap yang dialami oleh para lansia yang mengalami depresi pada umumnya berupa seringkali mengabaikan saran dari dokter, meminum obat sembarangan, dll.

Pada faktanya, depresi pada lansia kerap terdeteksi dengan lambat sebab tak ada gambaran klinis yang jelas. Depresi yang dialami oleh para lansia ini seringkali terlihat di dalam keluhan somatis, seperti halnya gangguan susah tidur, kelelahan yang kronis, berat badan yang turun dengan drastis, dan masih banyak lagi. Depresi ini juga bisa terlihat sebagai bentuk perilakut yang agitatif, penurunan fungsi kognitif atau ansietas.

Beberapa faktor yang dapat mengakibatkan depresi kepada para lansia adalah psikologis, faktor biologis, stress yang sudah kronis, pemakaian obat-obatan, dll. Yang dimaksud dengan faktor biologis contohnya adalah genetik, faktor resiko vaskular, perubahan struktur otak, dan juga kelemahan pada fisiknya. Sementara itu faktor psikologis contohnya adalah antara lain tipe kepribadian serta relasi interpersonal. Kejadian dalam kehidupan mereka seperti halnya kehilangan orang yang dicintai, berduka, keadaan ekonomi yang berat, dan juga perubahan situasi.

Terapi depresi pada lansia

Menurut salah satu pakar depresi, beberapa faktor yang mesti diperhatikan dalam hal terapi depresi kepada para lansia yakni perubahan faal oleh proses penuaan, komorbiditas penyakit fisik, interaksi antar obat, status fungsional, efek samping obat-obatan dan juga dukungan sosial yang mereka dapatkan. Terapi depresi yang diberikan kepada para lansia bisa mencakup terapi biologis dan juga terapi psikologis.

Terapi biologis bisa dilakukan dengan cara memberikan obat antidepressant, terapi sulih hormon, ECT alias terapi kejang listrik, dan juga TMS alias Transcranial Magnetic Stimulation. Sementara itu terapi psikologis memiliki tujuan untuk mengatasi masalah psikoedukatif, yakni untuk mengatasi distorsi pola pikir, kepribadian maladaptif, mekanisme koping yang sama sekali tak efektif, dan juga hambatan hubungan interpersonal. Terapi yang satu ini juga dilakukan guna bisa mengatasi masalah sosiokultural, seperti halnya dukungan dari keluarga yang tak begitu lancar, perubahan pada peran sosial, dan juga masalah yang berkaitan dengan faktor kultural.

Sabda Hidup

Kamis, 07 Mei  2015
Marie-Louise dr Yesus Trichet
warna liturgi Putih
Bacaan:
Kis. 15:7-21; Mzm. 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15:9-11. BcO Why. 21:9-27

Yohanes 15:9-11:
9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Renungan:
Suatu kali seorang bapak setia menemani isterinya yang lagi berbelanja. Pada kesempatan lain sang isteri pun setia menunggui suaminya bertemu dengan teman-temannya. Kadang mereka tidak paham apa yang dilakukan pasangannya tapi mereka tetap mengikuti pasangannya dengan setia.
Kasih membuat seseorang rela melakukan sesuatu yang tidak dimengertinya. Kala hal itu bisa dijalani dengan gembira maka kasih itu pun makin bertumbuh. "Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya" (Yoh 15:10). Keberadaan pada kerelaan mengikuti perintah menghantar seseorang berada dalam rengkuhan kasih.
Ada banyak hal yang tidak kita ketahui dan tidak mudah diterangkan. Hanya karena kasih kita mampu mengikutinya dengan hati gembira. Kasih kita pun ditambahkan oleh penerimaan tersebut.

Kontemplasi: 
Bayangkan satu pengalaman di mana anda mesti mengikuti sesuatu yang tidak anda mengerti. Nikmati suasananya dan temukan apa yang menggerakkanmu mengikutinya.

Refleksi:
Bagaimana anda tinggal di dalam kasih Tuhan, pasangan dan keluarga?

Doa:
Bapa aku mau tinggal di dalam kasihMu dan tekun mengikuti perintahMu. Amin.

Perutusan:
Aku akan berada dalam lingkaran kasih Tuhan. -nasp-

Lamunan Pekan Paskah V

Kamis, 7 Mei 2015

Yohanes 15:9-11

15:9. “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, hidup manusia itu selalu terbatas dan tak sempurna. Tak ada rasa senang terus menerus, tetapi juga tak ada rasa susah tiada akhir.
  • Katanya, kehidupan kongkret itu selalu berubah-ubah. Pada saat-saat tertentu orang mengalami senang, tetapi pada saat-saat tertentu dia mengalami susah.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa orang dapat mengalami sarat kegembiraan sehingga kesusahan sulit menghampiri karena dirinya menaruh segala belaian hidup pada kemesraan yang berada di kedalaman batinnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan berada dalam sukacita kedalaman batin sehingga mampu ceria dalam situasi dan kondisi seburuk apapun.
Ah, derita selalu akan membawa kesusahan.

Tuesday, May 5, 2015

TAHUN HIDUP BAKTI (8)

Beberapa rama Domus Pacis membuat refleksi mini sekitar PEGALAMAN IMAMATnya.
Hal ini dilakukan dalam rangka refleksi untuk mengisi Tahun Hidup Bakti.

Rama Yadi:
Lebih banyak melayani misa memule/arwah, mungkin saya diingatkan, segera akan diarwahkan he he he.

Rama Harto:
Dalam menjalani hidup bakti orang boleh mengalami kegembiraan dan kegembiraan yang sejati yang bisa membuahkan daya tarik bagi kaum muda, remaja dan anak dalam keluarganya.

Rama Bambang:
Setiap kali mendengar orang berkata setiap hari membaca tulisan di Blog Domus Pacis, hati terasa digetarkan oleh kata-kata "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" (Rom 10:15)
 
Rama Agoeng:
Menyatu pada sang pokok anggur menghadirkan buah kehidupan.