Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, July 31, 2017

Mengapa Lansia Harus Dirawat Oleh Perawat Lansia?

diambil dari https://mynurz.com/blog by Tim Editor · September 26, 2016

Orang tua yang sudah memasuki masa lanjut usia atau di sebut Lansia pasti akan mengalami proses penuaan alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berkaitan satu sama lain. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus sehingga dapat menyebabkan suatu keadaan ketergantungan kepada orang lain. Berikut adalah berbagai masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia:
  1. Penurunan fungsi tubuh yang menyebabkan timbulnya berbagai masalah medis umum terkait dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, kencing manis, rematik, dll.
  2. Penurunan daya ingat yang berujung pada penyakit demensia.
  3. Kecenderungan mengalami depresi yang meningkat sejalan bertambahnya usia. Sekitar 1-5% populasi lansia mengalami gangguan depresi. Angka ini bertambah besar sampai 13.5% pada lansia yang mengalami gangguan medis dan harus mendapatkan perawatan di rawat inap. Sehingga jika tidak diatasi secara tepat, lansia bahkan dapat mengalami depresi yang memperparah gangguan kognitif yang dideritanya
Perawat Lansia MyNurzUntuk itulah perawat yang merawat lansia harus memahami konsep dasar dalam penanganan perawatan lansia, yaitu:
  1. Memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan kebersihan untuk mempertahankan kesehatannya. Kebersihan perorangan sangat  penting dalam  usaha  mencegah timbulnya penyakit/peradangan mengingat sumber infeksi dapat timbul bila kebersihan kurang mendapat perhatian. Disamping itu kemunduran kondisi fisik akibat proses penuaan dapat mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap gangguan atau serangan infeksi dari luar.
  2. Memberikan bimbingan untuk mengatur cara hidup yang baik dengan memperhatikan dan membantu para lansia untuk bernafas dengan lancar, makan (termasuk memilih dan menentukan makanan), meminum obat, minum melakukan eliminasi, tidur, menjaga sikap tubuh waktu berjalan, duduk, merubah posisi tiduran,beristrahat, kebersihan tubuh, memakai dan menukar pakaian, mempertahankan suhu badan, melindungi kulit dari kecelakaan, olah raga yang seimbang untuk lansia, dll.
  3. Mendukung mental lansia ke arah pemuasan pribadi sehingga kondisi berbagai penurunan kesehatan yang dilaluinya tidak menambah beban, bila perlu diusahakan agar di masa lansia ini mereka tetap merasa puas dan bahagia. Perubahan psikologi yang meliputi gejala-gejala seperti menurunnya daya ingat, berkurangnya gairah atau keinginan, menurunnya tingkat kewaspadaan, perubahan pola tidur dengan suatu kecenderungan untuk tiduran di waktu siang dan pergeseran libido.
Konsep dasar tersebut jarang dimiliki oleh pendamping lansia (caregiver) yang tidak memiliki pengetahuan serta pengalaman khusus dalam merawat lansia. Saatnya cerdas memilih perawat lansia untuk Anda atau orang yang Anda cintai, agar proses penyembuhan benar-benar tercapai sehingga kualitas hidup lansia semakin membaik. Segera kunjungi MyNurz.Com untuk menemukan perawat lansia yang professional serta berkompeten untuk perawatan lansia.

Kunjungi MyNurz.Com untuk menemukan Perawat lansia, Fisioterapis, Terapis Wicara & Terapis Okupasi.
Email: Support@MyNurz.com

Menjadi Benih Yang Baik di Hadirat Allah

diambil dari email group Unio-kas 1 Agustus 2017

Selasa, 01 Agustus 2017
Pekan Biasa XVII
PW S. Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 13:36-43

Pada suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya:, "Jelaskanlah kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Yesus menjawab, "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, terima kasih atas hari baru ini. Aku percaya bahwa Engkau selalu hadir dalam hati dan hidupku. Aku percaya bahwa Engkau berkenan memberiku kebijaksanaan untuk menghayati hidup yang berbuah limpah sebagai benih yang baik.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, aku percaya bahwa kerahimanMu akan selalu melindungiku saat aku berjuang melawan kejahatan. Aku mengasihi Engkau sebab Engkau telah mengalahkan kejahatan dengan salib dan kebangkitanMu.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, aku ingin menghayati saat Adorasi Ekaristi Abadi ini sebagai saat mendalam Kau ubah dan perbarui. Bantulah aku selalu memandang kemenanganMu dengan pengharapan kini dan selamanya. Amin.

Pudak Payung, 31/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Pujangga Gereja
Selasa, 1 Agustus 2017

Matius 13:36-43

13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”
13:37 Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga karena berbagai hasil baik. Hasil baik itu dapat disebut prestasi.
  • Tampaknya, untuk mendapatkan hasil baik orang harus juga menyadari kelemahan yang ada dalam dirinya. Sadar akan kelemahan membuat orang mampu mendapatkan strategi untuk mengoptimalkan prestasi kebaikannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sebesar apapun kelemahan seseorang dalam hidupnya, dia tidak perlu terlalu memusingkannya  sebagai hal yang mengotori dirinya karena yang paling pokok adalah membuka diri agar anugerah kebaikan ilahi tumbuh berkembang dan menjadi hasil-hasil keutamaan sehingga akhirnya orang lain akan menilainya berdasarkan cahaya kebaikan yang ada dan mengesampingkan berbagai kelemahan yang menyertainya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan tenang berhadapan dengan segala keburukan yang ada di samping kebaikan yang tertanam dalam dirinya.
Ah, orang harus berjuang agar kelemahannya tak tampak.

Sunday, July 30, 2017

Lansia Bisa Tetap Cerdas dengan Olahraga dan Gaul

diambil dari http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/09/06/10

CALIFORNIA -- Beberapa orang kini bisa tetap cerdas hingga usia senja. Pasalnya, para ilmuwan saat ini telah mengetahui beberapa faktor yang membuat orang memiliki kemampuan kognisi seperti itu. Padahal, selama ini pada usia di atas 60 tahun, fisik mulai lemah dan daya ingat menurun tajam.

Penelitian terbaru di Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadikan pikiran lebih tajam, misalnya olah raga rutin, pendidikan, perilaku tidak merokok, serta gaul di aktivitas sosial.

Penelitian sebelumnya menyebut, gen memainkan peran penting. Namun penelitian baru tersebut menunjukkan faktor perilaku di luar gen yang berpengaruh pada ingatan agar tetap tajam hingga kini dan nanti.

Penelitian itu mengujicoba kemampuan kognitif 2500 orang berusia 70 hingga 79 tahun selama delapan tahun. Lebih dari setengahnya menunjukkan penurunan fungsi pikiran atau sebanyak 53 persen mengalami penurunan kognitif minor dan 16 persen penurunan kognitif mayor. Namun, 30 persen peserta studi tidak mengalami penurunan, bahkan skor mereka naik. Olah raga ringan sekali sepekan menjadikan 30 persen lebih tajam dibandingkan yang tidak berolah raga.

Pendidikan juga berpengaruh. Responden yang berpendidikan minimum SMA mampu mempertahankan kemampuan kognitifnya. Selain itu, merokok juga memiliki hubungan dengan fungsi otak di usia tua. Terakhir bersosialisasi sangat baik untuk pikiran. Yang sering bersosialisasi 24 persen lebih bisa meningkatkan fungsi kognitifnya

Orang yang lanjut usia (lansia) yang tetap aktif bekerja atau menjadi relawan organisasi, memang ditemukan lebih bugar dan punya daya ingat yang baik. ''Carilah aktivitas yang berbeda, jadi relawan atau aktif di organisasi. Pokoknya lakukan hal-hal untuk terus mengasah otak,'' ujar Dr John Hart, profesor dalam bidang saraf dan otak dari Universitas Texas, AS, seperti dilansir healthdaynews, Rabu (10/6).

Untuk menjaga kesehatan mental dan terhindar dari rasa kesepian di usia senja, Hart juga menyarankan agar para lansia tidak hidup sendirian. ''Sebaiknya ia tetap berkumpul dengan keluarganya,'' jelasnya. - eye/ahi

Daya Dampak Kerajaan Allah

diambil dari email group Unio-kas 30 Juli 2017

Senin, 31 Juli 2017
Pekan Biasa XVII
PW S. Ignasius dari Loyola, Imam
Refleksi harianku dalam doa berdasarkan Mateus 13:31-35

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam perumpamaanMu hari ini, Engkau bersabda bahwa Kerajaan Surga itu seperti biji sesawi yang diambil dan ditaburkan di ladang. Di atas semuanya itu adalah kekuatan rohani. Ia bertumbuh secara diam-diam namun penuh daya di hati orang yang menerimanya.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, menghayati iman Katolik membuatku kuat di tengah kesulitan dan bahkan memampukanku pula menopang sesama dalam kesulitan mereka. Semoga KerajaanMu bertumbuh dalam hatiku dengan cara sedemikian hingga aku dapat secara diam-diam menopang sesama melalui nilai-nilai kebaikan dan kasihku.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Adorasi Ekaristi Abadi, aku membiarkan Dikau meraja dalam hatiku lebih lagi setiap hari. Di sana aku menemukan pengaruhMu tak hanya dalam sikap batinku tetapi juga orang-orang di sekitarku. Semoga dunia ini menjadi ruang yang lebih peduli, berbela rasa kini dan selamanya. Amin.

Ignatius Magelang, 30/7/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Ignasius Loyola, Imam
Senin, 31 Juli 2017

Matius 13:31-35

13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."
13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasa mudah sukses bila berusaha karena adanya modal besar. Dengan modal besar orang akan langsung dapat melakukan usaha besar-besaran.
  • Tampaknya, orang juga dapat merasa mudah sukses bila dalam berusaha sudah memiliki banyak pengalaman. Dengan pengalaman-pengalamannya orang akan dapat melakukan usaha besar dengan mudah.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun memiliki banyak pengalaman dan modal besar, orang selalu berhadapan dengan perkembangan zaman yang selalu membuat keadaan baru dan diperbarui sehingga orang yang akan sukses harus mau belajar dan belajar lagi untuk memulai usaha atau program yang selalu berangkat dari yang kecil-kecil. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang sadar bahwa segala kerja dan hasil besar selalu dilandasi oleh ketekunan menjalani yang kecil-kecil harian.
Ah, kalau memang hebat orang akan mampun langsung memiliki kerja yang langsung besar.

6 hal yang harus diperhatikan saat berpergian dengan lansia

diambil dari http://www.rappler.com/indonesia/gaya-hidup

Don Kevin Hapal dari Rappler membagi tip setelah melakukan perjalanan selama dua minggu dengan sang nenek

 Menikmati perjalanan dengan nenek di Castelgrande di Swiss. Foto oleh Don Kevin Hapal.

AKARTA, Indonesia - Tidak ada kata terlambat untuk mencoret satu lagi keinginan dari daftar – bahkan ketika Anda berusia 80 tahun!

Itulah yang saya pelajari ketika saya pergi traveling dengan nenek saya yang berusia 80 tahun mengelilingi 3 negara Eropa dan 6 kota di dalamnya selama dua minggu.

Awalnya kami ragu untuk pergi, mengingat usianya yang sudah lanjut. Namun kami memiliki janji yang harus dipenuhi: membawa nenek ke tempat yang selalu ia mimpikan ketika beliau masih muda.

Sejujurnya, saya menyiapkan diri untuk perjalanan yang menantang. Tujuan utama saya adalah menjaga dirinya. Tapi secara mengagetkan, bepergian dengan seorang lansia ternyata adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan dan unik pula bagi saya.

Tergantung bagaimana Anda melihatnya, tantangan untuk terus memastikan ia terus berada di sisi kita, memeriksa kesehatannya, sambil memastikan ia juga bersenang-senang, sungguh menambah keseruan berada di negeri orang.

Tapi sebelum membeli tiket pesawat promo untuk Anda dan kakek-nenek, ada beberapa tips yang perlu diketahui untuk membuat petualangan seru dan ramah lansia. Simak di bawah ini.

Memastikan ia cukup sehat untuk bepergian
Perjalanan penulis di Sforza Castle di Milan, Italia. Foto oleh Don Kevin Hapal.



Perjalanan penulis di Sforza Castle di Milan, Italia. Foto oleh Don Kevin Hapal.

Sebelum Anda mempertimbangkan untuk bepergian dengan kakek atau nenek, pastikan mereka tahan duduk di pesawat atau kereta selama berjam-jam, berjalan di tempat panas atau dingin, atau makan makanan yang asing.

Jangan hanya mempercayai apa yang mereka katakan. Agar lebih meyakinkan, berkonsultasilah dengan dokter dan tanyakan obat-obatan apa yang perlu dibawa. Mintalah resep tambahan agar semuanya siap ketika ada delay.

Ada pula faktor-faktor lain yang bisa menjadi pertimbangan seperti musim tertentu di negara tujuan (serbuk bunga pada musim semi dapat menyebabkan masalah bagi penderita asma dan gangguan paru-paru), dan polusi, serta hal-hal lainnya. Pastikan Anda sadar akan alergi dan kondisi medis mereka, dan jangan pernah memaksa untuk pergi dengan seseorang yang lanjut usia ketika dokter tidak mengizinkan.

Pelan-pelan
Nenek penulis saat bepergian di Paris, Prancis. Foto oleh Don Kevin Hapal.



Nenek penulis saat bepergian di Paris, Prancis. Foto oleh Don Kevin Hapal.

Meskipun spontanitas dapat menambah keseruan ketika bepergian sendiri, hal itu akan berbeda ketika Anda bepergian dengan seorang lansia.

Saya tahu Anda ingin mendapatkan yang terbaik dari perjalanan. Tapi ketika menyusun rangkaian perjalanan, ingatlah bahwa lansia lebih mudah lelah. Jangan lupa untuk memberikan banyak jeda dalam perjalanan agar mereka bisa beristirahat untuk mengambil napas.

Di Eropa, Anda bisa membeli segala macam tiket untuk tempat wisata secara online, yang bisa Anda lakukan untuk menghindari antrian panjang. Dalam cerita saya, kami sudah membeli tiket jauh-jauh hari untuk perjalanan kereta kami dari Milan ke kota-kota lain dan juga tiket masuk museum seperti Louvre, jadi tidak ada waktu dan energi yang kami habiskan secara sia-sia di dalam antrian (percayalah, antrian sangat panjang ketika masa liburan).

Bepergian dengan kerabat lansia berarti harus memfokuskan diri pada kualitas daripada kuantitas. Habiskan lebih banyak waktu di lebih sedikit tempat.

Berjalan-jalan dengan perlahan di suatu tempat mungkin bukan hal yang umum bagi traveller muda jaman sekarang, tapi semua ada hikmahnya: Anda dapat lebih mengapresiasi setiap hal yang Anda temukan!

Saya sering terlampau sibuk dengan kebiasaan saya mengambil foto untuk Instagram ketika bepergian, namun saya telah belajar dari pengalaman ini tentang pentingnya berhenti dan menikmati pemandangan.

Bersiaplah untuk keadaan darurat

Berikutnya, pertimbangkan kebutuhan khusus mereka dan keadaan darurat yang mungkin harus Anda hadapi.

Pastikan Anda tahu siapa yang harus dihubungi jika ada keadaan darurat seperti rumah sakit atau kantor polisi terdekat. Anda juga akan merasa jauh lebih nyaman jika memiliki seorang teman yang tinggal di negara tujuan.

Kerabat lansia Anda mungkin sudah mengalami kepikunan, jadi Anda lah yang harus menyimpan semua dokumen-dokumen penting seperti paspor. Berikan mereka tanda pengenal lengkap dengan kontak Anda, untuk menjaga-jaga jikalau anda terpisah dari mereka.

Dan juga, ingat jika teman bepergian Anda akan lebih sering pergi ke toilet, jadi pastikan Anda tahu di mana toilet terdekat berada. Ketika memesan tiket pesawat, pilihlah tempat duduk yang dekat dengan lorong pesawat dan toilet. Membawa popok untuk orang dewasa juga merupakan pilihan yang bagus.

Tips tambahan: Ketika Anda memesan tiket pesawat, daftarkan teman lansia Anda sebagai penumpang berkebutuhan khusus (gratis!). Pesawat akan menyediakan seseorang yang akan membantu dan juga sebuah kursi roda sehingga teman lansia Anda tidak akan kelelahan selama perjalanan. Anda juga bisa melewati antrian panjang melalui jalur prioritas.

Bersiap untuk habiskan uang lebih
Nenek penulis saat berada di Venesia. Foto oleh Don Kevin Hapal.



Nenek penulis saat berada di Venesia. Foto oleh Don Kevin Hapal.

Saya tahu jika penerbangan murah adalah hal yang dinikmati para millennial sekarang ini, tapi bepergian dengan seorang lansia membutuhkan Anda untuk lebih bersiap dalam hal biaya.

Pastikan Anda mengantisipasi segala jenis hal darurat, seperti harus membawa teman lansia ke dokter atau mengubah jadwal pesawat pulang. Ingatlah bahwa beberapa negara mengharuskan Anda mendapatkan insuransi kesehatan sebelum bisa mendapatkan visa.

Tergantung pada kondisi kesehatan kakek-nenek, Anda harus memilih akomodasi yang lebih mahal dan lebih nyaman, hal ini juga berlaku untuk transportasi. Mereka tidak akan merasa nyaman tinggal di penginapan khusus backpacker atau tempat yang hanya menyediakan kasur dan sarapan saja.

Anda juga kemungkinan harus melakukan transaksi darurat, seperti membeli mantel dan sepatu jika temperatur tempat tujuan lebih dingin dari yang Anda perkirakan.

Jangan terlalu banyak melarang
Masyarakat setempat percaya bahwa kalau kita berputar tiga kali di Galleria Vittorio Emanuele II di Milan, keinginan kita akan terkabul. Foto oleh Don Kevin Hapal.



Masyarakat setempat percaya bahwa kalau kita berputar tiga kali di Galleria Vittorio Emanuele II di Milan, keinginan kita akan terkabul. Foto oleh Don Kevin Hapal.

Prioritaskan kesehatan mereka tapi jangan terlalu overprotektif dan mengatur. Lagipula, bepergian tidak akan berkesan jikaAanda tak membuatnya seru dan tidak terlupakan.

Pastikan kakek-nenek Anda ada dalam pandangan, tapi tetap biarkan mereka melakukan apa yang mereka mau. Berikan mereka waktu untuk melihat-lihat, berbicara dengan orang-orang, dan bersabarlah jika mereka membuat kesalahan atau mengatakan hal-hal gila yang memalukan.

Percayalah, kebanyakan orang bersedia berbicara dengan mereka. Bahkan, nenek saya memiliki lebih banyak teman daripada saya sendiri!

Tentu saja, Anda tetap harus waspada dengan berbagai tindakan yang bisa mendatangkan konsekuensi besar. Dalam perjalanan saya, saya harus berkali-kali mengingatkan nenek untuk tidak memetik bunga di tempat-tempat kusus atau duduk di karya-karya yang di pajang di museum (ia menganggap itu bangku).

Aturlah kesabaran Anda jangan sampai kehilangan kendali. Perlakukan mereka layaknya Anda menjaga anak-anak Anda dalam sebuah perjalanan, namun dengan rasa hormat yang mereka pantas dapakan. Ingatlah bahwa mungkin mereka merasakan hal yang sama ketika Anda atau orangtua masih kecil.

Abadikan semuanya!
Perjalanan di Verona, Italia. Foto oleh Don Kevin Hapal.



Perjalanan di Verona, Italia. Foto oleh Don Kevin Hapal.

Terakhir, abadikan setiap momen kecil dalam perjalanan Anda!

Lansia kemungkinan memiliki kesulitan untuk mengingat. Setelah perjalanan, kami harus selalu mengingatkan nenek bahwa kami pergi ke Paris dan London.

Hal yang saya lakukan adalah mengambil foto sebanyak mungkin dan memberikan mereka album foto fisik yang bisa ia bawa, jadi ia bisa selalu mengingat setiap hal yang ia jumpai, makanan yang ia coba, dan orang-orang yang ia temui.

Mereka mungkin tidak akan bisa mengingat semua detail perjalanan Anda tapi mereka akan selalu ingat rasa hangat berada di sebuah kota impian mereka dengan orang yang mereka cintai. –Rappler.com