Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, October 7, 2017

Lamunan Pekan Biasa XXVII

Minggu, 8 Oktober 2017

Matius 21:33-43

21:33. "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang akan membuang barang yang dipandang akan membuat buruk keadaan. Barang itu tak ada maknanya untuk menjalani hidup.
  • Tampaknya, orang juga akan menyingkirkan orang lain yang dipandang hanya mengganggu kepentingan. Yang tersingkir adalah yang hanya membawa gangguan untuk menjalani hidup.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dipandang sebagai pembawa keburukan sehingga harus disingkirkan bahkan dimusnahkan, tetapi kalau penyingkiran dan atau pemusnahan itu dilandasi nafsu tamak materialistis, penyingkiran dan pemusnahan itu justru menjadi peristiwa promosi daya hebat bagi damai dan sejahteranya amat banyak orang. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menghayati segala penyengsaraan yang berasal dari orang lain yang dikuasai oleh nafsu keserakahan sebagai anugerah daya perjuangan untuk kebaikan umum.
Ah, yang tersingkir itu ya jelas yang tidak mutu.

Menyambut Anugerah Hidup dalam Yesus Sang Juruselamat

Try the new Yahoo Mail

Friday, October 6, 2017

Injil Minggu Biasa XXVII A

diambil dari https://renungan-kitabsuci.blogspot.co.id/2014/10 by A Gianto
ilustrasi dari koleksi Blog Domus


Rekan-rekan yang baik!
Pada hari Minggu Biasa XXVII tahun A ini dibacakan Mat 21:33-43.  Di situ Yesus kembali mengutarakan perumpamaan yang berhubungan dengan kebun anggur. Tapi kali ini yang disoroti ialah para penggarap kebun anggur yang ingin merebut lahan yang dipercayakan kepada mereka oleh pemilik yang sedang berada di negeri lain. Di kebun itu juga ada tempat penggarapan anggur yang dibangun oleh sang empunya.

Para hamba yang diutus untuk memungut hasilnya diperlakukan dengan buruk oleh para pekerja. Orang-orang suruhan yang pertama dipukuli, dibunuh, dan dirajam. Yang kedua, meski jumlahnya lebih banyak, mendapat perlakuan serupa. Akhirnya sang pemilik mengutus anaknya sendiri dengan perhitungan bahwa para pekerja akan menerimanya. Tetapi mereka malah membunuhnya dengan harapan kebun anggur itu nanti jatuh ke tangan mereka karena sang ahli waris telah mati. Yesus kemudian bertanya kepada imam-imam kepala dan orang Farisi (mereka baru saja mempertanyakan dari manakah kuasa Yesus berasal; lihat Mat 21:23), apa yang bakal diperbuat pemilik kebun anggur tadi terhadap penggarap-penggarap tadi. Spontan jawab mereka, tentunya ia akan menghabisi orang-orang tadi dan menyerahkan kebun itu kepada penggarap-penggarap lain. Apa maksud Yesus dengan perumpamaan itu? Dan apa pula artinya bagi kita sekarang?

MOTIF "KEBUN ANGGUR"

Bagian pertama perumpamaan ini mengingatkan pembaca akan Yes 5:1-7. Di situ sang nabi mengutarakan keluh kesah pemilik kebun anggur yang tidak berhasil membuat kebunnya menghasilkan buah yang baik meskipun tanahnya subur dan segala upaya telah dilakukannya. Ia juga telah mendirikan tempat pengelolaan bagi hasil kebun yang tak kunjung datang itu. Dalam perumpamaan yang diucapkan Yesus, pemilik kebun juga tidak mendapat hasilnya sekalipun ia telah mendirikan tempat penggarapan. Lebih buruk lagi, hasil yang tak kunjung datang ini akibat ulah para penggarap sendiri, bukan karena pohon anggurnya buruk. Dalam teks Yesaya, pohon anggur yang tak memberi hasil memuaskan itu melambangkan umat yang hidupnya tidak mengusahakan yang adil dan benar, mereka malah menjalankan kelaliman dan keonaran. Dalam perumpamaan yang diceritakan Yesus, diutarakan bahwa para penggarap yang jahat itulah yang membuat sang pemilik tidak mendapatkan hasil dari tanah miliknya. Mereka malah berusaha merebut hak milik sang empunya. Perkaranya berkembang dari tak ada hasil yang memuaskan menjadi hak milik yang direbut dengan kekerasan.

Menurut alam pikiran Perjanjian Lama, hak atas tanah yang sah tak boleh diganggu gugat. Merebut kebun anggur Nabot mendatangkan celaka bagi Ahab dan Izebel, istrinya (1 Raj 21:1-29). Bagi orang seperti Nabot, kebun anggur miliknya itu pusaka turun temurun yang tak boleh diganggu gugat. Milik ini diberikan kepadanya secara sah. Tak dapat diperjualbelikan dengan imbalan apa saja, apalagi direbut. Masalah utama dalam kisah kebun anggur Nabot itu ialah kekerasan atau tindakan rudapaksa raja merebut hak milik, bukan pertama-tama soal keadilan sosial atau penindasan kaum kuat terhadap si lemah. Kekerasan terhadap hak milik ditampilkan sebagai kejahatan yang melebihi batas apa pun. Demikian dalam perumpamaan kali ini, hak sang empunya lahan dirudapaksa oleh para penggarap. (Ia bukan pihak yang lemah. Tapi pembedaan kuat-lemah tak dapat dipakai untuk menafsirkan perumpamaan ini.) Para penggarap itu akhirnya membunuh ahliwarisnya. Ini pelanggaran yang paling keras terhadap hak milik.

Ada dua hal yang terpikir oleh para pendengar perumpamaan tadi. Pertama, pemilik dengan penuh perhatian membangun tempat pengelolaan kebun anggurnya. Karena itulah ia amat mengharapkan hasilnya. Tetapi ia dikecewakan dan malah direbut miliknya. Kedua, merebut hak milik kebun anggur ini ditampilkan sebagai kejahatan yang melampaui batas.

SEBUAH ALEGORI

Perumpamaan ini sudah sejak awalnya dibaca sebagai alegori atau kisah yang diterapkan pada orang atau keadaan tertentu. Dalam tafsiran alegori, kebun anggur akan dipandang mewakili umat. Hanya Tuhan Allah-lah yang memiliki umatNya. Ia memang mempercayakan pemeliharaannya kepada para pemimpin umat (Perjanjian Lama), yang dalam kisah ini tampil sebagai para penggarap yang ingin menguasai milik tuan tadi. Para hamba ialah para nabi yang mendapat perlakuan buruk dari para pemimpin. Kemudian anak empunya kebun tadi ialah Yesus sendiri. Para penggarap tadi merencanakan akan membunuhnya. Dan memang dalam perumpamaan tadi rencana itu dijalankan.

Rupa-rupanya para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi langsung memahami perumpamaan tadi sebagai alegori seperti di atas. Dalam Mat 21:45 disebutkan bahwa mereka (bersama orang-orang Farisi) mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus dan mengerti bahwa merekalah yang dimaksud oleh Yesus. Mereka merasa diancam bakal mendapat hukuman dari Allah sendiri. Oleh karena itu mereka semakin bersikap memusuhi Yesus.

Apakah Yesus sendiri bermaksud menggambarkan sikap para pemimpin tadi sebagai para penggarap yang jahat dan bakal ditindak sang pemilik? Rasa-rasanya memang demikian. Para pemimpin itu baru saja mempertanyakan sah tidaknya kuasa Yesus yang dilihat banyak orang dan diakui orang sebagai berasal dari Allah (Mat 21:23 dst.). Mereka tidak berani dan boleh jadi tidak mampu melihat siapa sebenarnya Yesus itu. Mereka lebih merisaukan konsekuensi politik di tanah Yudea dan khususnya bagi kelestarian Bait Allah. Mereka waswas bila pengajar atau "nabi" hebat tapi liar ini tidak ditertibkan, para penguasa Romawi mengira ada gerakan untuk memberontak. Dan akan ada tindakan militer yang bakal semakin mengekang kebebasan yang sudah amat terbatas hingga kini. Jadi para pemimpin Yahudi tadi memang memikirkan kepentingan mereka dan tidak dapat lagi mengikuti apa yang sedang terjadi di masyarakat waktu itu.

Ada hal yang tidak dimengerti oleh para pemimpin tadi. Yakni bahwa semuanya ini belum terjadi seperti diutarakan dalam perumpamaan. Mereka belum diadili oleh pemilik kebun anggur. Bahkan mereka belum sungguh-sungguh menyingkirkan anak pemilik tadi. Jadi sebenarnya masih ada waktu bagi mereka untuk berubah. Sayang kesempatan itu tidak mereka lihat. Mereka sudah terbawa oleh rencana-rencana mereka sendiri dan tidak lagi memiliki kemerdekaan. Mereka tidak dapat memikirkan perumpamaan tadi sebagai perumpamaan yang juga memuat ajakan untuk berubah. Mereka hanya mengira ada rencana lawan dari pihak Yesus untuk balas menyingkirkan mereka.

BAGI ZAMAN INI

Tetapi kita tidak selalu perlu membaca perumpamaan Yesus kali ini sebagai alegori belaka dengan menerapkannya kepada tokoh dan keadaan zaman ini. Sebaiknya dihindari tafsiran alegori demi tujuan mengkritik para pemimpin dalam masyarakat sekarang atau dalam Gereja! Kisah itu perlu juga didalami sebagai perumpamaan, sebagai pembicaraan yang mengajak orang mengamati diri dan bertanya apa yang dapat diperbuat dalam keadaan itu.

Perumpamaan ini dapat amat berguna untuk memahami hidup rohani atau hidup batin kita. Seperti dalam kehidupan pada umumnya, dalam hidup batin ada unsur "rencana-rencana" dan ada pula unsur "kebetulan". Kerap rencana tidak terlaksana, sering yang terjadi ialah yang kebetulan yang bisa lebih baik daripada yang diperhitungkan. Hidup batin diberikan kepada kita sebagai peluang agar kita semakin menyadari sisi-sisi ilahi dalam hidup ini. Peluang agar kita membiarkan Tuhan memasuki kehidupan kita. Bisa ditelateni dan dikembangkan, tetapi tidak dapat diatur secara ketat menurut agenda sendiri. Hidup batin itu dipercayakan untuk digarap, bukan untuk dimiliki, diklaim sebagai milik.

Namun demikian, jelas ada kecenderungan untuk merebut wilayah tadi. Kita dengar ada macam-macam ulah batin yang tujuannya menghimpun kekuatan-kekuatan luar biasa untuk memanipulasinya. Bila terjadi, ibaratnya penggarap yang dipercaya mengolah hidup batin mau merebut kekuatan-kekuatan batin tadi dari Dia yang memilikinya.

Catatan. Titik berat dalam perumpamaan ini bukanlah perlakuan buruk terhadap para utusan pemilik kebun. Yang disoroti sebagai kejahatan ialah upaya merebut kebun tadi. Jadi perumpamaan itu bukan untuk menuduh para penggarap, bukan pula untuk menuduh diri kita sendiri yang acapkali kurang peka akan isyarat ilahi. Perumpamaan itu dimaksud untuk memurnikan hidup rohani dari unsur-unsur yang menjauhkannya dari kehadiran ilahi sendiri.

Salam hangat

Daya Kuasa Nama Yesus Kristus

Try the new Yahoo Mail

Lamunan Peringatan Wajib

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario
Sabtu, 7 Oktober 2017

Lukas 10:17-24

10:17. Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat amat bersukacita karena keberhasilan dalam berkarya. Prestasi-prestasi dalam bekerja akan meningkatkan kariernya.
  • Tampaknya, orang dapat amat berbahagia karena dapat mengatasi berbagai masalah yang dialami oleh orang-orang lain. Dia akan menjadi tokoh masyakarat sebagai sumber mencari solusi permasalahan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, semenggembirakan apapun karena karier kerja menanjak dan karena dipercaya oleh banyak orang untuk membantu memecahkan berbagai masalah, orang akan sungguh menghayati sukacita sejati kalau menyadari bahwa dengan semua itu dia menjadi bagian dari pelaksanaan karya ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan bersyukur karena boleh menjadi bagian karya-Nya dalam menghadirkan kebaikan umum.
Ah, segala prestasi kerja adalah jalan meningkatkan penghasilan dan kekayaan.

Thursday, October 5, 2017

Devosi Mudah-Meriah

Sharing Rm. Bambang dalam Email Buletin Domus tahun 2012


Pada masa kini dalam hidup Umat Katolik tersaji berbagai macam doa rosario. Hal ini paling tidak dapat diketemukan dalam berbagai terbitan buku panduan rosario dengan aneka judul. Pada umumnya macam-macam doa rosario mendasarkan diri pada model tradisional: Aku Percaya – Kemuliaan – Terpujilah – Bapa kami – Salam Maria Triniter – 5 misteri peristiwa tertentu dengan 50 Salam Maria. Keragaman muncul karena adanya variasi kutipan Kitab Suci dan atau dokumen Gereja serta doa-doanya. Selain yang mendasarkan diri pada 4 peristiwa (gembira, cahaya, sengsara, mulia) kini muncul pula yang menghadirkan tema tertentu misalnya Rosario Pembebasan. Tema-tema tertentu akan diisi dengan kutipan-kutipan dan doa yang mendorong gerakan pemberdayaan, keterlibatan dan pengembangan iman. Semua ini belum termasuk rosario model lain seperti (kalau tidak salah) rosario koronka dan rosario dengan manik-manik 7 (bukan 10) Salam Maria untuk setiap peristiwa. Yang terakhir kabarnya diperoleh dari Yordania.

Yang Saya Pahami

Ketika seseorang membawa rosario dengan manik-manik 7 Salam Maria untuk setiap misteri, dia bertanya “Rama, mengapa ini hanya 7 dan bukan 10?” Saya hanya dapat menjawab “Waduh, saya tidak tahu.” Saya hanya tahu tentang rosario terbatas pada dua hal berikut.

  1.  Untuk menyatu dengan kehidupan umat: Menurut tulisan-tulisan yang pernah saya baca, tradisi rosario dengan 150 Salam Maria terjadi melewati proses sejarah berabad-abad. Ini berakar pada tradisi doa harian 5 kali sehari dalam keagamaan Yahudi. Gereja melanjutkan tradisi ini untuk lima maksud: pagi untuk memperingati Yesus yang bangkit dari kubur; jam 9 mengenang Yesus yang mulai diadili oleh Pilatus; jam 12 mengenang Yesus yang memanggul salib; jam 15 mengenang Yesus yang wafat di salib; malam untuk mengingat sabda Yesus “berjaga-jagalah”. Setiap saat doa orang atau umat mendoakan 1 bab Mazmur. Karena setiap bulan Yahudi terdiri dari 30 hari, maka Kitab Mazmur berisi 150 bab untuk 5 bab sehari. Berkaitan dengan doa-doa dalam Kitab Mazmur saya, ketika masih di Kentungan, pernah bertanya kepada salah satu dosen Perjanjian Lama “Mengapa dalam Mazmur ada permohonan-permohonan yang muncul dari rasa benci sehingga minta Tuhan melakukan balas dendam dan aniaya kepada musuh?” Dari sini saya menemukan pemahaman bahwa Mazmur berisi penghayatan umat yang amat sangat nyata dalam hidup harian. Dalam kenyataan sehari-hari orang memang dapat merasakan senang, bahagia dan kegairahan. Tetapi orang juga dapat mengalami rasa jengkel, benci, geram bahkan dendam kesumat. Ini semua muncul dari pikiran, perasaan dan kehendak alamiah dalam diri seseorang atau dalam kelompok orang bahkan dalam rasa kebangsaan. Keistimewaan Kitab Mazmur adalah bahwa semua hal biasa alamiah itu disampaikan kepada Allah menjadi isi dialogal dalam hubungan hati denganNya. Kebiasaan menyatukan diri dalam RASA UMAT dengan model Mazmur diteruskan dalam kehidupan Gereja Katolik. Yang menjadi soal dalam perkembangan Gereja adalah Umat Katolik pada umumnya tidak tahu bahasa dalam Kitab Suci (Yunani dan Latin). Apalagi pada zaman dahulu kemampuan baca-tulis hanya dimiliki oleh para imam. Situasi inilah yang membuat umat bukan imam disebut awam (yang berarti bodoh) karena tidak dapat membaca dan menulis. Dengan latar belakang seperti ini bagi kaum awam disediakan kebiasaan mendaraskan 150an doa Salam Maria yang dimaksudkan untuk menggantikan 150 bab Mazmur. Dengan demikian yang pokok adalah umat mempersembahkan kenyataan hidup harian (sebagai pribadi atau kelompok atau bangsa) kepada Tuhan dengan mendaraskan 150 kali Salam Maria. 
  2. Untuk pendalaman iman: Bentuk umum rosario dengan 5 kelompok 10an Salam Maria disusun oleh mang menjadi seorang biarawan bernama Dominikus. Ini menjadi populer dalam Gereja mulai tahun 1475. Kemunculan model pengelompokan 10an Salam Maria dilatarbelakangi oleh situasi umat yang amat dangkal bahkan buta dalam pengajaran atau pemahaman iman. Ini memudahkan umat kena arus ajaran atau paham sesat yang bertentangan dengan dasar-dasar ajaran Gereja Katolik. Keadaan umat seperti ini memunculkan gerakan pendalaman akan misteri-misteri iman dalam ajaran Gereja Katolik. Kalau tidak keliru Santo Dominicus memang menjadi tokoh utama. Gerakan ini masuk lewat kebiasaan umat berdoa rosario. Seratus lima puluh Salam Maria dibagi-bagi menjadi 15 kelompok 10an Salam Maria. Setiap 5 kelompok dipakai untuk merenungkan 1 kategori pengajaran yang dibagi dalam 5 hal yang menyangkut misteri iman. Beratus-ratus tahun sejak tahun 1488 umat biasa dihadapkan dengan 3 kategori permenungan ajaran iman yang disebut dengan peristiwa iman yang menyangkut Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Tiga peristiwa itu adalah peristiwa gembira, peristiwa sedih dan peristiwa mulia. Di kemudian hari Beato Yohanes Paulus II sebagai Paus menambahkan peristiwa cahaya. Dengan 4 peristiwa itu umat diajak meneladan iman Bunda Maria dalam beriman lewat merenungkan ajaran-ajaran Gereja. Untuk kepentingan pendalaman iman, rosario selalu dibuka dengan: Aku Percaya yang berisi dasar-dasar ajaran Gereja yang beriman kepada Allah Tritunggal Mahakudus; Bapa Kami yang muncul berkali-kali karena segalanya selalu didasari pada ajaran Tuhan Yesus Kristus; Salam Maria Triniter (putri Bapa, bunda Putra, mempelau Roh Kudus) untuk meneladan iman total Bunda Maria. 
Devosi Spontan Sederhana

Secara praktis rosario mendarah-daging dalam kehidupan mayoritas Umat Katolik. Rosario telah menjadi habitus devosional umat. Dengan rosario kebanyakan umat berdevosi pada  Maria sebagai model penghayat utuh iman Gereja secara spontan. Ini adalah devosi yang "mudah dan murah". Mudah karena tidak membutuhkan gerakan khusus yang sistematis dengan strategi khusus untuk mendorong umat melakukannya. Murah karena rosario tidak perlu menjadi program yang menjadi proyek dengan persediaan khusus anggaran keuangan. Barangkali orang tidak mengucapkan kata-kata doa dan renungan rosario tradisional atau kreasi khusus. Ada banyak hal yang mengindikasikan suasana hati umat yang amat lekat dengan rosario seperti: mengkoleksi banyak rosario; berkalung rosario atau menyimpannya dalam saku; membagi-bagikan rosario dalam peringatan arwah. Semua ini dapat menjadi bentuk devosi hati berosario.

Saya sendiri biasa secara spontan berdoa dan atau merenung dan atau kedua-duanya dengan kerangka model rosario. Dalam hening pagi dini hari saya dapat teringat orang-orang dekat dan atau yang minta didoakan dan atau keadaan diri saya baik dalam keadaan senang atau susah. Kalau hati terasa biasa-biasa saja saya kerap membagi semua hal dalam lima tahap dialog dengan Tuhan yang masing-masing ditutup dengan doa 10 Salam Maria, Kemuliaan dan Terpujilah. Bila hati tercekam oleh pesona indah atau keprihatinan khusus, cekaman itu dapat berlangsung lebih dari 1 jam. Ketika cekaman memudar saya menutup dengan 10 Salam Maria, Kemuliaan dan Terpujilah. Hal ini juga dapat terjadi kalau saya merenungkan Kitab Suci atau dokumen Gereja atau tulisan-tulisan. Tidak jarang doa dan renungan datang bersama. Bahkan tayangan televisi pun dapat membawa saya bermenung yang sering saya tutup dengan doa yang sama. Jujur saja, keasyikan berhatiria dengan Allah dalam topangan rosari dapat  membuat saya lalai tidak berdoa brevir (doa wajib harian imam dan anggota biara). Jangan-jangan dalam diri saya rosario juga menjadi sabu-sabu rohani, ya? Ha ha ha .......

Ketaatan Iman Mengalir dari Kerendahan Hati dan Penyesalan