Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, May 3, 2019

Santo Yakobus Rasul

diambildari katakombe.org/para-kudus Hits: 8810 Diterbitkan: 13 Agustus 2013 Diperbaharui: 15 Desember 2016

  • Perayaan
    03 Mei
  • Lahir
    Hidup abad pertama
  • Kota asal
    Galilea - Israel
  • Wilayah karya
    Yerusalem - Israel
  • Wafat
    Tahun 62 di Yerusalem - Martir. Dilemparkan dari puncak Bait Allah, lalu dilempari batu dan dipukuli dengan pentungan, Ia terus berdoa bagi para penyerang nya sampai nafas terakhirnya.
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation Sumber : Katakombe.Org

Yakobus adalah putera Alfeus dan saudara sepupu Yesus. Ia disebut juga  “Yakobus Muda,” karena ia lebih muda dari seorang rasul lainnya yang juga bernama Yakobus.

Setelah Yesus naik ke surga; Yakobus ditunjuk sebagai pemimpin Jemaat di Yerusalem (Uskup pertama Yerusalem). Sementara para rasul yang lain mulai menyebar dan berkarya di tempat-tempat yang jauh, Yakobus tetap tinggal dan menggembalakan jemaat Kristen Perdana di Yerusalem.  Umat sangat menghormatinya dan memberinya julukan “Yakobus si Adil,” dan “Yakobus yang Kudus.”

Pada Konsili Pertama di Yerusalem (Kis 15 ) Yakobus mendukung Petrus, Paulus dan Barnabas yang menghendaki agar orang  bukan Yahudi yang bertobat tidak harus mematuhi semua hukum agama Yahudi. (Kis 15:13-21). 

Yakobus adalah seorang pria yang jujur dan adil. Ia dikenal karena kehidupan doanya yang kudus. Dia dilaporkan telah menghabiskan begitu banyak waktu  untuk berlutut dan berdoa hingga lututnya menjadi tebal, dan tampak seperti kulit unta.  Ia juga lemah lembut dan pemaaf. Terus-menerus ia memohon kepada Tuhan untuk mengampuni mereka yang menganiaya para pengikut Kristus. Bahkan ketika para penganiaya umat Kristen menjatuhkan hukuman mati atasnya, Yakobus memohonkan ampun bagi mereka kepada Tuhan.

Menurut tradisi,  St.Yakobus Rasul wafat sebagai martir pada tahun 62.
 Sumber : Katakombe.Org

Thursday, May 2, 2019

Percikan Nas Jumat, 03 Mei 2019

Pesta St. Filipus dan St. Yakobus
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
1Kor. 15:1-8; Mzm. 19:2-3,4-5; Yoh. 14:6-14. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16..

Bacaan Injil: 
6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. 7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." 8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." 9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. 11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. 12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; 13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. 14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Memetik Inspirasi:
Untuk mengenali seseorang kita bisa melihat dari tingkah lakunya, kata-katanya ataupun perbuatannya. Hal-hal itu khas sekali dalam diri seseorang. Perbuatan seseorang tidak bisa tidak berkaitan erat dengan hatinya. Kata-kata orang erat sekali dengan batinnya. Hati dan batinnya erat sekali dengan (pola) relasinya dengan Tuhan.
Yesus menyebut diri sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Keberanian Yesus ini tidak lepas dari sikap batinnya yang menyatu dengan Bapa. Bagi Yesus Bapa tinggal di dalam diri-Nya. Apa yang Dia katakan berasal dari Bapa. Bapa yang tinggal di dalam diri-Nya yang mengerjakan segala pekerjaan-Nya.
Kiranya kita pun perlu selalu mengundang Tuhan untuk tinggal di dalam diri kita. Hadirnya Tuhan dalam diri kita akan menuntun kata dan perbuatan kita. Kata dan perbuatan kita pun akan memancarkan kata dan perbuatan Tuhan. Mari kita undang Tuhan hadir dalam kehidupan kita.

Refleksi:
Siapa Yesus bagimu?

Doa:
Tuhan, tinggallah dalam diriku. Tuntunlah aku. Bawalah aku dalam kesatuan kata dan perbuatan-Mu. Amin.

Mengundang Tuhan.
MoGoeng
Wates

Lamunan Pesta

Santo Filipus dan Santo Yakobus, Rasul
Jumat, 3 Mei 2019

Yohanes 14:6-14

14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, seorang yang sudah lama menggeluti bidang kerja bisa menjadi ahli. Dia bisa memahami seluk beluk hal yang menyangkut bidangnya.
  • Tampaknya, orang yang sudah masuk golongan lanjut usia dapat mendapat sebutan berpengalaman. Dia sudah lama menggeluti berbagai peristiwa sehingga mengetahui berbagai hal yang menyangkut kehidupan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin, sekalipun sudah lama menggeluti bidang kerja dan kehidupan dari muda hingga lanjut usia, orang akan selalu berbenturan dengan hal-hal yang tak dipahami sehingga harus terus belajar dan gladi hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa makin tahu dan makin paham pada hal dan kehidupan, dia akan makin sadar banyak hal ada di luar pemahamannya.
Ah, yang namanya ahli pasti akan tahu segalanya.

Santo Athanasius

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 8754 Diterbitkan: 12 Agustus 2013 Diperbaharui: 31 Mei 2014

  • Perayaan
    02 mei
  • Lahir
    Tahun 297
  • Kota asal
    Alexandria - Mesir
  • Wafat
    2 Mei 373
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation Sumber : Katakombe.Org

Santo Atanasius adalah salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa. Ia disebut sebagai Pilar Gereja, bapa Gereja dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada. Athanasius dilahirkan sekitar tahun 297 di Alexandria, Mesir. Ia membaktikan seluruh hidupnya untuk membuktikan bahwa Yesus adalah sungguh Allah. Hal ini amat penting, karena dimasa itu ada sekelompok orang yang disebut Arian menyangkalnya.
Sebelum ia menjadi seorang imam, Atanasius telah banyak membaca buku tentang iman. Oleh sebab itulah dengan mudah ia dapat menunjukkan kelemahan-kelemahan ajaran bidaah Arian. Athanasius ditahbiskan sebagai Uskup Agung (Uskup dalam Gereja Timur disebut Patriark) Alexandria ketika usianya masih belum tiga puluh tahun. Selama empat puluh enam tahun, ia menjadi seorang gembala yang menggembalakan umatnya dengan gagah berani.
Pada masa itu Gereja sedang berada dalam perpecahan akibat munculnya ajaran bidaah Aranisme yang mengingkari ke-Allahan Kristus. Aranisme bahkan telah merebak sampai kedalam istana kekaisaran Romawi dan beberapa kaisar juga sempat menjadi pengikut Arian.
Uskup Athanasius berjuang sekuat tenaga untuk melawan ajaran sesat dari kaum arian ini. Bahkan Kaisar Romawi yang juga pengikut Arian tidak dapat memaksanya berhenti menuliskan penjelasan-penjelasannya yang terang dan jelas mengenai iman kita yang kudus. Para musuhnya menganiayanya dengan berbagai cara. Lima kali ia diusir dari keuskupannya sendiri. Pengasingannya yang pertama berlangsung dua tahun lamanya. Ia dibuang ke kota Trier pada tahun 336.
Seorang uskup yang baik, St. Maximinus, menyambutnya dengan hangat. Pengasingan-pengasiangan lainnya berlangsung lebih lama. Athanasius dikejar-kejar oleh para pengikut Arianisme yang hendak membunuh dia. Di salah satu pengasingannya, para rahib menyembunyikannya di padang gurun selama tujuh tahun.
Para musuhnya tidak dapat menemukannya. Suatu ketika, para prajurit kaisar mengejar Athanasius hingga ke Sungai Nil. “Mereka berhasil mengejar kita!” teriak para sahabat uskup. Tetapi, Athanasius sama sekali tidak khawatir. “Putar balik perahu kita,” katanya tenang, “mari menyongsong mereka.”  Para prajurit di perahu yang lain berteriak, “Apakah kalian melihat Athanasius?” Jawab mereka: “Kalian tidak jauh darinya!” Perahu musuh melaju sekencang-kencangnya dan Athanasius pun selamatlah.
Umat di Alexandria mengasihi uskup agung mereka yang baik hati itu. Ia seperti seorang bapa bagi mereka. Sementara tahun-tahun berlalu, mereka menghargainya lebih dan lebih lagi, betapa banyak ia telah menderita bagi Yesus dan Gereja.
Umatlah yang mengatur serta mengusahakan agar ia dapat hidup dengan tenang. Ia menghabiskan tujuh tahun terakhir hidupnya dengan tenang bersama mereka. Para musuhnya; kaum arian yang didukung oleh kaisar  tetap mengejarnya, namun tak pernah dapat menemukanya.
Selama masa itu, St. Athanasius menulis tentang Riwayat Hidup St. Antonius Pertapa. Antonius telah menjadi sahabat dekatnya sejak Athanasius masih muda. St. Athanasius wafat dalam damai pada tanggal 2 Mei 373. Ia tetap menjadi salah seorang santo terbesar dan tergagah sepanjang masa dan pembela iman kristiani yang paling gigih yang pernah ada.
Perjuangan Athanasius dalam menjaga kemurnian iman kristiiani akhirnya berhasil dengan gemilang beberapa tahun setelah kematiannya yaitu pada tahun 381 saat diselenggarakannya Konsili Konstantinopel. Hasil Konsili penting ini menyatakan bahwa Aranisme adalah sesat dan terlarang.
 Sumber : Katakombe.Org

Wednesday, May 1, 2019

Percikan Nas Kamis, 02 Mei 2019

Peringatan Wajib
St. Atanasius
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 5:27-33; Mzm. 34:2,9,17-18,19-20; Yoh. 3:31-36; BcO Why. 3:1-22.

Bacaan Injil: 
31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Memetik Inspirasi:
Posisi seseorang memungkinkan ia melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Semakin tinggi posisi seseorang semakin banyak yang dilihatnya. Ia pun bisa memandang secara lebih luas daripada yang di bawahnya. Sebagai contoh seorang kepala bagian bisa melihat data-data anak buahnya, sebaliknya seorang anak buah sulit melihat data atasannya.
Tuhan kita datang dari atas. Dia pun bisa melihat segala sesuatu. Manusia yang dari bumi memiliki pemandangan yang terbatas. Apa yang dilihat Tuhan belum tentu dilihat manusia. Maka Ia pun mengajak kita untuk mengikuti-Nya supaya memperoleh hidup kekal.
Siapa pun dari kita mempunyai posisi tertentu dalam hidup kita dan sekitarnya. Selain cara pandang yang kita kembangkan juga karena posisi menentukan keluasan pandang kita. Bila kita mau memandang lebih luas maka perlu posisi tertentu. Namun ketersediaan posisi ini terbatas maka yang perlu kita kembangkan adalah cara pandang kita.  Dengan pengembangan ini kita semakin dibuka untuk melihat dunia semakin luas. Mari kita olah dan perdalam cara pandang kita.

Refleksi:
Apa yang akan kaulakukan untuk memperluas pengetahuanmu?

Doa:
Tuhan Engkau mengetahui apa pun yang terjadi di dunia ini. Engkau pun menciptakan kami untuk mengerti misteri-Mu. Semoga kami selalu berani dan mau mengolah diri untuk memperluas cakrawala cara pandang kami. Amin.

Cara Pandang
MoGoeng
Wates

Lamunan Peringatan Wajib

Santo Athanasius Agung, Uskup dan Pujangga Gereja
Kamis, 2 Mei 2019

Yohanes 3:31-36

3:31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.
3:32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu.
3:33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.
3:34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
3:35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
3:36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, di dalam Tata Perayaan Ekaristi orang Katolik kata-kata terakhir imam sebagai pemimpin adalah Ite missa est (Marilah kita pergi, kita diutus). Setiap pengikut Kristus harus memiliki sikap misioner, menjadi utusan iman.
  • Katanya, ada gambaran bahwa kegiatan misioner mendorong umat untuk mewartakan ajaran-ajaran agama. Dengan melaksanakan tugas misioner orang ikut berjuang menambah baptisan-baptisan baru untuk menambah jumlah anggota Gereja.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, walau giat mewartakan agama, orang belum tentu sudah menghayati semangat misioner kalau perhatiannya hanya agama dan bukan kata-kata nurani yang membuat hidupnya sadar segalanya sebagai kurnia ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan jadi duta nurani yang mewartakan kasih-Nya dalam segala yang baik demi kebaikan umum.
Ah, bermisi itu ya berjuang untuk memperbanyak baptisan baru.

Santo Yoseph Pekerja

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 14155 Diterbitkan:01 Mei 2014 Diperbaharui: 01 Mei 2017

  • Perayaan
    1 Mei
  • Lahir
    Hidup pada abad pertama
  • Kota asal
    Nazareth - Israel
  • Wafat
    Nazareth - Israel - Sebab alamiah
  • Venerasi
    -
  • Beatifikasi
    -
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation Sumber : Katakombe.Org

St. Yoseph adalah seorang santo besar. Ia adalah bapa asuh Yesus dan suami Santa Perawan Maria. Yoseph memperoleh hak istimewa untuk merawat Putra Allah sendiri, Yesus, serta BundaNya, Maria. Santo Yoseph adalah seorang yang miskin sepanjang hidupnya. Walaupun darah bangsawan yang mengalir dalam tubuhnya dapat ditelusuri sampai pada Raja Daud bapa leluhurnya, kemiskinan membuat ia harus bekerja keras dalam bengkel tukang kayu demi menghidupi Keluarga Kudus yang dipercayakan Allah kepadanya.  
Ia amat mengasihi Yesus dan Maria. Kesucian dan kesalehannya terlihat di dalam ketaatannya pada kehendak Allah untuk menerima Maria sebagai istrinya serta mendampingi Maria dalam membesarkan Yesus, Putera Allah yang menjadi manusia. Kesederhanaannya terlihat dalam pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu, dan cara hidupnya yang biasa-biasa saja di dalam masyarakat.
Dalam pribadi Yoseph, pekerjaan tangan memperoleh suatu dimensi Ilahi. Kerja meningkatkan harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Allah dan memungkinkan manusia turut serta di dalam karya penciptaan dan penyelamatan Allah.
Banyak negara menyisihkan satu hari dalam setahun khusus untuk menghormati para pekerja/buruh. Hal tersebut guna meningkatkan martabat dan penghargaan atas kerja. Gereja memberikan kepada kita seorang teladan mengagumkan bagi para pekerja, yaitu St. Yoseph.
Karena itulah pada tahun 1955,  Paus Pius XII memaklumkan pesta St. Yoseph Pekerja untuk dirayakan setiap tahun pada tanggal 1 Mei, sekaligus menetapkannya sebagai Hari Pekerja/Buruh. Santo Yoseph selanjutnya ditetapkan sebagai pelindung para buruh yang harus bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhannya.
 Sumber : Katakombe.Org