Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, May 7, 2020

Santa Rosa Venerini

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 4375 Diterbitkan: 15 Agustus 2013 Diperbaharui: 12 Oktober 2015

  • Perayaan
    07 Mei
  •  
  • Lahir
    09 Februari 1656
  •  
  • Kota asal
    Viterbo, Italia
  •  
  • Wafat
    07 Mei 1728 di Roma, Itali | Oleh sebab alamiah
  •  
  • Venerasi
    06 Maret 1949 oleh Paus Pius XII
  •  
  • Beatifikasi
    4 Mei 1952 oleh Paus Pius XII
  •  
  • Kanonisasi
    15 Oktober 2006 oleh Paus Benediktus XVI

Santa Rosa Venerini dilahirkan di Viterbo, Italia, pada tahun 1656. Setelah dewasa ia masuk biara; tetapi beberapa bulan kemudian ia terpaksa pulang ke rumah karena ayahnya yang adalah seorang dokter, meninggal dunia. Ia merasa bertanggung jawab untuk merawat ibunya yang janda.
Walau sudah hidup diluar biara, Rose tetap memilih untuk menjalani hidup selibat. Karena memiliki kemampuan dalam memimpin yang sangat luar biasa, Rosa mampu mengumpulkan perempuan-perempuan muda di sekitarnya tempat tinggalnya. Mereka berdoa rosario bersama di sore hari. Sementara mereka saling mengenal satu sama lain, Rosa menjadi sadar akan betapa sedikitnya yang diketahui kaum muda mengenai iman mereka.
Pada tahun 1685, Rosa dengan dibantu dua orang teman membuka sebuah sekolah gratis untuk para gadis. Para orangtua yang mengirimkan puteri mereka ke sana amat puas dengan mutu dan lingkungan pendidikan. Rosa adalah seorang pendidik yang berbakat. Lebih dari itu, ia dapat mendidik yang lain untuk mengajar.
Pada tahun 1692, Kardinal Barbarigo mengundang Rosa ke keuskupannya. Beliau menghendaki Rosa mengorganisir sekolah-sekolah dan melatih para guru. Dalam keuskupan inilah Rosa menjadi guru dan sahabat dari seorang yang kelak juga menjadi seorang kudus. Dia adalah St. Lucia Filippini (St. Lucia Filippini dimaklumkan kudus pada tahun 1930).

Rosa mengorganisir sekolah-sekolah di berbagai tempat. Sebagian orang tidak suka akan apa yang dilakukannya dan mengganggu Rosa dan para gurunya. Tetapi para guru yakin teguh pada keyakinan mereka akan nilai pendidikan. Rosa bahkan membuka sebuah sekolah di Roma pada tahun 1713. Paus Klemens XI mengucapkan selamat kepada Rosa sebab telah mendirikan sekolah yang begitu mengagumkan.

Guru yang berdedikasi tinggi ini wafat di Roma pada tanggal 7 Mei 1728 dalam usia tujuhpuluh dua tahun. Setelah ia wafat, para guru awamnya menjadi biarawati religius. Para biarawati Venerini melanjutkan karya pelayanan mereka dalam mengajar sebagaimana dilakukan Rosa. Rosa Venerini dimaklumkan “beata” oleh Paus Pius XII pada tahun 1952.

Wednesday, May 6, 2020

Lamunan Pekan Paskah IV

Kamis, 7 Mei 2020

Yohanes 13:16-20                         

13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.
13:18. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.
13:19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia.
13:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tidak sedikit yang memiliki gambaran bahwa menerima Tuhan terbukti dengan kesediaan hidup beragama. Orang akan memeluk agama tertentu.
  • Tampaknya, kesediaan untuk taat pada tatanan agama menjadi bukti ketaatan orang kepada Tuhan. Dengan rajin membaca Kitab Suci dan percaya akan ajaran-ajaran agama orang sudah dapat yakin terbuka pada Tuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tekun beragama dan rajin menjalani segala ajaran dan tatanannya, orang dapat belum sungguh menerima yang ilahi kalau tidak menerima orang lain yang hidup tulus berpegang pada suara nurani. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa hidup beragama adalah rambu-rambu untuk memudahkan orang terbuka pada amanat-amanat yang ada dalam nurani.
Ah, asal menjalani wajib-wajib agama orang tentu sudah beriman.

Santo Francis de Montmorency Laval

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 3309 Diterbitkan: 13 Agustus 2013 Diperbaharui: 03 Mei 2016

  • Perayaan
    06 Mei
  •  
  • Lahir
    30 April 1623
  •  
  • Kota asal
    Montigny-sur-Avre, Normandy, France
  •  
  • Wafat
    6 May 1708 di Quebec, Canada | Sebab alamiah
  •  
  • Venerasi
    28 February 1960 oleh Beato Paus Yohannes XXIII
  •  
  • Beatifikasi
    22 Juni 1980 oleh Beato Paus Yohanes Paulus II
  •  
  • Kanonisasi
    3 April 2014 oleh Paus Fransiskus

François de Montmorency Laval adalah anak ketiga dari  Hughes de Laval,  seorang Aristokrat Militer Perancis, dan Michelle de Pericard.  Sejak masih kecil Francis telah merasakan panggilan untuk menjadi seorang imam. Ia kemudian masuk seminari Jesuit di La Fleche.  Banyak rintangan menghalangi  panggilannya untuk menjadi imam. Ayahnya meninggal ketika ia masih berusia tiga belas tahun, dan masih belajar di seminari.  Pada usia sembilan belas tahun kedua saudaranya yang lebih tua meninggal dunia.  François kemudian dipaksa untuk mengelola usaha keluarganya yang terbengkalai hingga ia sempat mengundurkan diri dari seminari untuk sementara waktu.  Keteguhan hatinya untuk mempertahankan panggilan imamatnya akhirnya membuahkan hasil yang indah.  François kembali masuk seminari dan ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 1 Mei 1647.
Imam muda François kemudian bergabung sebagai Anggota Paris Foreign Mission Society dan dikirim untuk berkarya di Indochina (sekarang Vietnam). Ia kembali ke Perancis pada tahun 1654. Selama empat tahun kemudian ia menghabiskan waktunya di sebuah pertapaan di Caen.
Tanggal 8 Desember 1658 François terpilih dan ditahbiskan menjadi uskup untuk Quebec City - New French (Canada). Ia segera meninggalkan Perancis dan tiba di Canada tahun 165.
Uskup Laval memiliki semangat misioner yang tinggi. Terlebih lagi, ia memiliki keberanian untuk memikul tugas tanggung jawab yang berat. Ia dipercaya untuk mengorganisir Gereja di Canada yang masih merupakan daerah misi. Uskup Laval meminta para misionaris Yesuit untuk melayani penduduk setempat. Ia membentuk paroki-paroki baru bagi umat Katolik yang berbahasa Perancis.
Pada tahun 1663, ia mendirikan seminari di Quebec. Ini merupakan langkah yang amat penting mengingat seminari yang baik diperlukan untuk mendidik calon-calon imam bagi umat Allah.

Uskup Laval mengasihi umatnya di wilayahnya yang amat luas. Ia seorang uskup yang penuh perhatian dan hidup dalam doa. Salibnya yang teristimewa adalah campur-tangan terus-menerus dari otoritas sipil. Ia khususnya berbicara lantang mengenai pengaruh buruk perdagangan minuman keras.

Pada tahun 1688, ia pensiun dan digantikan oleh Uskup de Saint-Vallier. Uskup Laval membaktikan duapuluh tahun terakhir hidupnya dalam karya-karya belas kasih dan pelayanan rohani. Ia wafat pada tahun 1708. Para peziarah datang berdoa di makamnya dan banyak mukjizat dilaporkan terjadi.
Uskup Laval di beatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 22 Juni 1980 dan dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 3 April 2014.

Tuesday, May 5, 2020

Lamunan Pekan Paskah IV

Rabu, 6 Mei 2020

Yohanes 12:44-50

12:44. Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;
12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam hidup beragama ada yang berkeyakinan bahwa manusia itu ada dibawah kemahakuasaan Tuhan. Bahagia atau sengsaranya tergantung pada ketaatannya pada hukum Tuhan.
  • Tampaknya, Tuhan itu dalam menjalankan kuasa-Nya amat sangat adil. Dia akan berpegang pada kebenaran sehingga manusia baik akan mendapatkan ganjaran dan yang bobrok akan mendapatkan penistaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sebagai hakim kehidupan sungguh mahaadil, hadirat Tuhan hanyalah demi damai sejahtera manusia sehingga kalau ada orang yang menderita penistaan hal ini adalah akibat sikap sendiri menolak berada dalam lingkungan-Nya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan relung hati orang sadar bahwa Tuhan itu Mahakasih sehingga dihadapan-Nya ada anugerah kebebasan untuk menerima atau menolak-Nya.
Ah, asal taat agama pasti masuk sorga.

Santa Yudit dari Prussia

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 3764 Diterbitkan: 13 Agustus 2013 Diperbaharui:31 Mei 2014

  • Perayaan
    05 Mei
  •  
  • Lahir
    Hidup pada Abad-13
  •  
  • Kota asal
    Sangerhausen, Thuringia (Sekarang Jerman)
  •  
  • Wafat
    12 Mei 1260 di Kulmsee, Prussia (sekarang Jerman) | Sebab alamiah

St. Yudit hidup pada abad ketigabelas. Ia berasal dari keluarga bangsawan di Thuringia (sekarang wilayah Jerman). Pada masa Yudit, banyak perempuan Kristiani terinspirasi oleh teladan hidup St. Elizabeth dari Hungaria;  seorang Ratu yang dimaklumkan kudus pada tahun 1235. Yudith pun ingin mengamalkan hidupnya seturut teladan dan kesederhanaan St. Elizabeth.
Ketika usianya limabelas tahun, Yudit dinikahkan dengan seorang pemuda bangsawan yang kaya. Yudit berusaha menjadi seorang isteri Kristiani yang baik. Ia teristimewa murah hati kepada orang-orang miskin. Suaminya seorang yang baik, tetapi ia puas dengan gaya hidup orang berada. Ia mengharapkan isterinya berdandan dan bergaya hidup seperti seorang perempuan kaya pada umumnya. Ia beranggapan bahwa penampilan akan mengundang rasa hormat orang. Tetapi Yudit dengan lemah lembut membujuknya untuk berdandan dan bergaya hidup lebih bersahaja. Dengan demikian, mereka akan memiliki lebih banyak untuk diberikan kepada orang-orang yang kurang beruntung.

Sekonyong-konyong suami Yudit meninggal dunia dalam perjalanan ziarah ke Tanah Suci. Janda muda ini harus membesarkan anak-anaknya seorang diri. Ketika anak-anak telah dewasa, Yudit mendengarkan kerinduan yang ada dalam hatinya semenjak hari-hari bahagia hidupnya, hari-hari sibuknya. Ia meninggalkan segalanya dan hidup sebagai seorang pertapa.
Ia pindah ke Prussia di mana orang tidak mengenalinya berasal dari keluarga kaya. Di sana ia melewatkan hari-harinya dalam doa dan merawat para pengelana yang lelah capai yang lewat di depan gubuk kecilnya. Ia berdoa teristimewa demi pertobatan mereka yang belum percaya. Ia berdoa juga bagi mereka yang baru dibaptis Kristen agar tetap setia pada iman.

“Tiga hal dapat menghantar kita semakin dekat pada Tuhan,” begitu katanya suatu ketika. “Ketiga hal itu adalah penderitaan jasmani, terpencil di suatu tanah asing, dan memilih hidup miskin sebab kasih kepada Tuhan.” St Yudit wafat akibat serangan demam pada tahun 1260.

Monday, May 4, 2020

Lamunan Pekan Paskah IV

Selasa, 5 Mei 2020

Yohanes 10:22-30

10:22. Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
10:23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo.
10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."
10:25 Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
10:26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
10:29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam hidup beragama orang sungguh memperhatikan Tuhan karena tekun membaca Kitab Suci. Kitab Suci adalah Sabda Tuhan.
  • Tampaknya, kalau Kitab Suci dibacakan orang beragama akan mendengarkannya. Telinganya dibuka lebar-lebar agar menangkap ayat-ayat yang disajikan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun tekun membaca dan mendengarkan ayat-ayat Kitab Suci, orang baru sungguh memperhatikan Tuhan kalau kata-katanya menjadi suara relung hati dan memakainya menjadi landasan perjalanan hidup. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang membaca Kitab Suci sebagai air penyubur keyakinannya akan kebenaran suara-suara nurani.
Ah, asal tekun baca Kitab Suci ya jelas sudah tahu kata-kata surga.

Santo Florianus

diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 4656 Diterbitkan: 18 Oktober 2014 Diperbaharui: 03 Mei 2016

  • Perayaan
    4 Mei
  •  
  • Lahir
    Hidup pada akhir abad ke-2 (tanggal dan tahun lahir tidak diketahui)
  •  
  • Kota asal
    Italia
  •  
  • Wilayah karya
    Austria
  •  
  • Wafat
    Martir - diikat dengan batu lalu ditenggelamkan ke sungai pada tahun 304
    Jenazahnya diselamatkan oleh orang-orang Kristen lalu dimakamkan dalam sebuah biara agustinian di dekat kota Lorch (sekarang Enns – Austria).
    Tahun 1138 makamnya di pindahkan ke Roma dan sebagian relikwinya di berikan kepada Raja Kasimirus dari Polandia oleh Paus Lucius III
  •  
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation

Santo Florianus hidup di akhir abad ketiga. Ia adalah seorang perwira tentara Romawi dari Italia yang ditugaskan di wilayah Noricum (sekarang Austria). Disana ia menjadi seorang kristen dan dibabtis secara sembunyi-sembunyi. Masa itu, adalah masa penganiayaan orang kristen oleh kaisar Diokletianus. Kristen adalah agama terlarang, dan orang-orang Kristen dikejar-kejar, ditangkap dan dihukum mati.
Suatu saat di sekitar tahun 304, Florianus mendapat perintah untuk mengeksekusi sekelompok orang Kristen. Dengan berani Florianus menolak menjalankan perintah tersebut. Kepada atasannya ia kemudian mengaku sebagai seorang Kristen. Karena itu ia lalu ditangkap dan disiksa dengan amat mengerikan, lalu dihukum mati dengan cara ditenggelamkan ke sungai.
Tubuh martir Kristus ini kemudian diselamatkan oleh orang-orang Kristen lalu dimakamkan dalam sebuah biara agustinian di dekat kota Lorch (sekarang Enns – Austria).
Santo Florianus sering digambarkan sebagai seorang perwira tentara romawi yang sedang menyiram sebuah kota dengan se-ember air. Legenda tentang santo Florianus mengisahkan, konon Florianus pernah menyelamatkan sebuah kota dari kebakaran dengan berdoa dan menyiramkan hanya se-ember air pada api yang berkobar. Secara ajaib api tersebut padam. Karena itulah Florianus dihormati sebagai santo pelindung dari bahaya kebakaran dan pelindung para pemadam kebakaran.
Pada tahun 1138 makam santo Florianus di pindahkan ke Roma, sebagian dari relikwinya di berikan kepada Raja Kasimirus dari Polandia oleh Paus Lucius III menyusul pemakluman Santo Florianus sebagai pelindung Negara Polandia dan Austria.