diambil dari katakombe.org/para-kudus Hits: 2131 Diterbitkan: 18 April 2017 Diperbaharui: 22 November 2017
Perayaan
10 Mei
Lahir
6 Januari 1499
Kota asal
Almodóvar del Campo, di Provinsi Ciudad Real Andalusia (sekarang wilayah Spanyol).
Wafat
10 Mei 1569 di Montilla, Spanyol
Sebab alamiah
Venerasi
8 February 1759 oleh Paus Klement XIII (decree of heroic virtues)
Beatifikasi
4 April 1894 oleh Paus Leo XIII
Kanonisasi
31 Mei 1970 oleh Paus Paulus VI
Santo
Yohanes dari Ávila dikenal juga sebagai Santo
Yohanes Almodóvar, San
Juan de Ávila, San
Juan de Ávila Jijón dan Saint
John of Aldomóvar. Ia lahir pada tanggal 6 Januari 1499 di
Almodóvar del Campo, di Provinsi Ciudad Real Andalusia (sekarang wilayah
Spanyol). Kedua orang tuanya terkenal sebagai orang Katolik yang saleh; meskipun ayahnya, Alfonso de Ávila, adalah seorang "
Marrano" atau "
Converso" Yahudi. Demikian juga ibunya yang bernama Catalina Xixón (atau Gijón).
Converso (Feminim = Cenversa) adalah terminologi yang digunakan di Andalusia (wilayah semenanjung Iberia yang saat ini menjadi negara Spanyol dan
Portugis) pada abad ke-14 sampai abad ke-15 untuk menyebut seseorang, atau sekelompok orang, berserta keturunannya, dan berasal dari dua kelompok etnis, yaitu Moor dan Yahudi, yang dibabtis menjadi Katolik setelah
Reqonquista. Terdapat dua jenis
Converso yaitu :
“Morisco” atau
“Mourisco” (Portugis) yaitu para Converso yang berasal dari etnis Moor (yang beragama
Islam) dan
“Marrano” atau Converso yang berasal dari etnis Yahudi (penganut
Judaisme). Perpindahan keyakinan secara masal ini terjadi akibat tekanan politik dari pemerintah dan Euforia pasca Reqonquista (Penaklukan kembali Andalusia dari tangan bangsa Moor) setelah takluknya
Sultan Abu Abdullah Muhammad XII (Sultan Granada dan penguasa muslim terakhir di Andalusia), ditangan Raja
Ferdinand dan Ratu
Isabella pada tanggal 25 November 1491.
Pada tahun 1513, Yohanes dikirim ke
Universitas Salamanca untuk belajar ilmu hukum. Namun ia mengundurkan diri pada tahun 1517 dan kembali ke Almodóvar Ciudad Real sebelum mendapatkan gelar sarjana. Ia menghabiskan tiga tahun berikutnya dengan aktif dalam kegiatan rohani dan mulai berjuang menggapai kesucian dengan mempraktekkan kehidupan doa yang ketat dan penuh disiplin. Kehidupan doa-nya membuat terkesan seorang rahib
Fransiskan yang sedang dalam perjalanan melewati Almodóvar. Sang rahib kemudian menyarankan Yohanes untuk belajar Filsafat dan Teologi, agar bisa ditahbiskan menjadi imam. Yohanes patuh pada rahib tersebut dan melanjutkan studinya ke
Universitas Alcalá de Henares. Ia beruntung dapat belajar Filsafat dan Teologi dibawah bimbingan pater
Domingo de Soto, OP, seorang biarawan
Dominikan yang saleh.
Kedua orang tuanya meninggal dunia ketika Yohanes masih menjadi mahasiswa di Alcalá. Setelah ia ditahbiskan pada musim semi tahun 1526, misa pertamanya dirayakan di gereja di dekat pemakaman kedua orangtuanya. Imam muda Yohanes kemudian menjual semua harta warisannya lalu membagi-bagikan hasilnya kepada para fakir miskin. Setelah itu ia mulai mempersiapkan dirinya untuk menjadi misionaris ke tanah misi di Mexico.
Ia berangkat ke kota pelabuhan Seville sambil menanti jadwal keberangkatan ke Mexico pada bulan Januari 1527. Rencananya ia akan berangkat bersama Julián Garcés,OP, seorang biarawan Dominikan yang telah ditunjuk menjadi Uskup Tlaxcala Mexico yang pertama. Selama menunggu di Seville, kesalehan hidup, kemampuannya dalam katekese, dan kepiawaiannya dalam berkhotbah, menarik perhatian Hernando de Contreras, pastor paroki setempat. Contreras kemudian memperkenalkan Yohanes kepada Uskup Agung Seville dan Inkuisitor Agung, Alonso Manrique de Lara. Bapa Uskup dapat melihat dalam diri imam muda Yohanes, kesucian dan keteguhan yang dibutuhkan untuk membangkitkan kembali iman umat di Andalusia. Setelah berulang kali dibujuk, Yohanes akhirnya berhasil diyakinkan untuk membatalkan perjalanannya ke Amerika dan berkarya di Andalusia.
Di Seville, Yohanes tinggal di paroki bersama pater Hernando de Contreras. Disini ia mulai menulis Audi, filia (Dengar, Putri), sebuah karya yang terus ia kembangkan dan perbaiki hingga saat kematiannya. Selama sembilan tahun berkarya di Andalusia, Yohanes dikenal umat sebagai seorang imam yang baik hati terhadap para orang miskin namun tegas terhadap para bangsawan yang angkuh. Khotbah perdananya pada tanggal 22 Juli 1529, begitu fenomenal dan segera membuatnya terkenal. Umat akan memadati gereja bila ia mempersembahkan misa kudus, dan rela berdiri berdesak-desakkan demi mendengarkan khotbah-khotbahnya.
Namun seruan kerasnya akan reformasi iman dan kecamannya terhadap prilaku para bangsawan Andalusia yang materialistik, membuatnya diadukan ke kantor Inkuisisi di Seville pada tahun 1531. Ia lalu dipenjarakan selama musim panas tahun 1532 dengan tuduhan telah melebih-lebihkan pengajaran tentang bahaya “harta kekayaan”. Ia juga dituduh telah menyatakan bahwa “gerbang surga tertutup bagi orang kaya”. Tuduhan-tuduhan tersebut mampu ia patahkan dalam sidang Inkuisisi. Ia kemudian dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan pada tahun 1533.
Keluar dari penjara, Yohanes pindah ke Keuskupan Córdoba diawal tahun 1534. Kota ini kemudian menjadi basis karya kerasulannya di seluruh Andalusia. Bersama para muridnya ia berkeliling dan berkhotbah. Ia mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di kota-kota di sekitarnya seperti di Granada, Baeza, Montilla dan Zafra. Pada masa inilah ia menerima gelar Master of Sacred Theology, kemungkinan di Granada pada tahun 1538.
Karya istimewa dari Santo Yohanes dari Ávila adalah Universitas Baeza, yang ia didirikan pada tahun 1538 berdasarkan bulla kepausan dari Paus Paulus III. Ia ditunjuk menjadi rektor pertama Universitas tersebut. Universitas ini dikemudian hari menjadi sebuah model bagi seminari-seminari dan sekolah-sekolah Serikat Jesus di Andalusia.
Yohanes senantiasa tinggal bersama sekitar 20 orang murid-muridnya. Ia telah berencana untuk membangun sebuah konggregasi religius untuk imam-imam apostolik. Namun berdirinya
Serikat Jesus di Montmarte Perancis pada tahun 1534, dan pesatnya perkembangan Serikat ini membuat Yohanes mengurungkan rencananya. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, Yohanes mulai mengarahkan murid-muridnya untuk bergabung dengan Serikat Jesus. Diketahui ada sekitar 30 orang murid Yohanes dari Ávila yang kemudian menjadi biarawan Serikat Jesus.
Santo Yohanes dari Ávila tutup usia pada tanggal 10 Mei 1569 di kota Montilla, Córdoba. Ia dimakamkan di kota itu, di dalam Gereja Inkarnasi di Córdoba Spanyol. Kekudusannya di akui Gereja saat ia di Beatifikasi pada tanggal 12 November 1893 oleh Paus Leo XIII. Seabad kemudian ia dikanonisasi oleh
Paus Paulus VI pada tanggal 31 Mei 1970.
Menjelang Proses Kanonisasinya di tahun 1970, kumpulan tulisan Santo Yohanes dari Ávila diterbitkan menjadi sebuah buku. Buku ini terdiri atas
Audi filia, 82
kumpulan khotbah, beberapa
komentar alkitab, 257
surat (sejak tahun 1538 hingga wafatnya), dan pembahasan mengenai
reformasi. Dalam buku ini diketahui bahwa Yohanes banyak menulis surat kepada pejabat-pejabat gereja yang berkonsultasi dengannya, seperti
Pedro Guerrero, Uskup Agung Granada, dan dua Uskup Agung Valencia yang di kemudian hari juga dikanonisasi, yaitu
Santo Juan de Ribera dan
Santo Thomas of Villanova. Ia juga menulis surat kepada
Santo Ignatius de Loyola,
Santo Yohanes de Deo dan
Santa Teresa dari Ávila.
Pada tanggal 7 Oktober 2012, Paus Benediktus XVI mengumumkan Santo Yohanes dari Ávila dan
Santa Hildegardis dari Bingen sebagai dua Doktor Gereja yang baru. Di hadapan puluhan ribu umat di Lapangan Basilika Santo Petrus, bapa suci dalam homilinya mengatakan :
"Santo Yohanes dari Avila adalah seorang yang sangat ahli mengenai Alkitab, dianugerahi semangat misi yang berapi-api. Ia tahu bagaimana memahami dengan cara yang unik, misteri penebusan Kristus bagi manusia. Seorang hamba Tuhan, yang menyatukan kehidupan doa dengan karya kerasulan. Ia mengabdikan dirinya untuk mewartakan dan untuk lebih sering menerima sakramen, memusatkan komitmennya dalam meningkatkan pembentukan calon imam, kaum klerus dan awam, sebagai buah reformasi Gereja.”
(qq)