Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, May 4, 2017

Sabda Hidup



Jumat, 5 Mei 2017
Vinsen Soler, Angelus
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59. BcO Why 10:1-11

Yohanes 6:52-59:
52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." 53Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.54Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.55Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.56Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.57Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.58Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."59Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Renungan:
Tidak mudah mengerti maksud perkataan Yesus kali ini. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.  Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:53-54). Spontan akan terkesan kanibalisme. Tentu bukan itu yang dimaksud oleh Yesus. Lalu apa?
Saya menemuman salah satu jawabannya di ayat 57, “Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Rasanya makan tubuh dan minum darah-Nya adalah menyatu dengan hidup Yesus sendiri sebagaimana Ia menyatu dengan Bapa yang hidup yang mengutus diri-Nya.
Maka kiranya bila kita ingin hidup selama-lamanya maka kita perlu menyatu dengan Dia sang sumber kehidupan ini. Kesatuan dengan Dia membawa kita pada kehidupan abadi.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu menyatu dengan Yesus Kristus.

Refleksi:
Bagaimana menyatu dengan Tuhan?

Doa:
Tuhan semoga aku layak menimba daya tubuh dan darah-Mu. Semoga aku pun menyatu dengan kehendak-Mu. Amin

Perutusan:
Aku akan menyatu dengan hidup dan kehendak Tuhan. -nasp-

Lamunan Pekan Paskan III

Jumat, 5 Mei 2017

Yohanes 6:52-59

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran umum bahwa untuk bertahan hidup orang harus makan. Pangan menjadi yang pertama dari segala kebutuhan dasar karena tanpa makan dan minum orang selalu masuk dalam bahaya kematian.
  • Tampaknya, bagi yang sudah berkelimpahan pun makan dan minum juga menjadi hal yang amat penting untuk menjaga kedudukan sosialnya. Bila mengadakan perayaan bahkan perjalanan biasa, model kuliner akan menjadi penting.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setercukupi bahkan sekelimpahan apapun dalam kebutuhan pangan, hal ini tak akan sungguh menjamin kehidupan karena kesejatian makan minum adalah kesediaan menerima pribadi satu sama lain dalam kehidupan bersama dengan segala situasi dan kondisinya sehingga tak ada yang terabaikan selama-lamanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu mendapatkan santapan jiwani dalam aura nurani sehingga ikut menghadirkan kehidupan dalam kebersamaan.
Ah, yang namanya makan minum adalah soal perut dan selera.

Wednesday, May 3, 2017

Ini Penyesalan Terbesar yang Diungkap Lansia dalam Hidupnya

diambil dari http://health.liputan6.com/read/2502436

Benedikta Desideria

Liputan6.com, London - 'Apa penyesalan terbesar Anda dalam hidup?

Jika diberi pertanyaan di atas, apa jawaban Anda? Bisa jadi menyesal karena terlalu sibuk dengan diri sendiri hingga melupakan orangtua mungkin ada.

Sebuah studi mencoba mengulik penyesalan terbesar apa yang dirasakan para lanjut usia. Jawabannya bukan hal muluk-muluk: "Saya menyesal terlalu banyak menghabiskan waktu khawatir terhadap sesuatu".
Hal ini merupakan jawaban terbanyak yang ditemui oleh profesor pengembangan manusia dari Cornell University, Amerika Serikat, Karl Pillemer saat mewawancarai ratusan lansia dalam Cornell University's Legacy Project.

Jawaban sederhana namun penuh makna ini juga membuat Pillemer yang sudah mempelajari orang lansia terkejut.

"Penyesalan utama kita adalah kekhawatiran. Kita terlalu banyak khawatir pada hal-hal yang sebenarnya tidak konkrit, tidak perlu dikhawatirkan," tutur Pillemer melansir laman Independent, Senin (9/5/2016).
Untuk mengurangi penyesalan yang mungkin terjadi di kemudian hari, para ahli menyarankan fokus pada masalah yang ada, bukan yang ditakutkan. Hal ini secara signifikan mengurangi kekhawatiran kita.

Berikut saran Pillemer untuk menjadi sosok yang tidak terlalu banyak khawatir dalam hidup:
- Fokuslah pada hal-hal jangka pendek dibandingkan jangka panjang.
- Daripada khawatir, lebih baik persiapkan diri dalam menghadapi ketakutan yang dirasakan.

Sabda Hidup



Kamis, 4 Mei 2017
Yosef Maria Rubio, PeregrinusLaziosi
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51. BcO Why 9:13-21

Yohanes 6:44-51:
44Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.45Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.46Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.47Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.48Akulah roti hidup.49Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.50Inilah roti yang turun dari sorga: Barang siapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.51Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Renungan:
Seorang anak merasakan orang tua adalah pribadi yang menjadi jaminan hidupnya. Pada mereka ia bisa mengandalkan dan berharap. Orang tua adalah roti hidupnya. Mereka tak akan membiarkannya kelaparan dan kehausan.
Yesus menunjukkan diri-Nya adalah roti hidup. “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yoh 6:51). Roti itu yang menjadi bekal yang takkan pernah habis.
Pada saat tertentu kita mengandalkan orang tua sebagai jaminan. Pada saat lain kita yang akan diandalkan oleh orang lain. Rasanya ada perjalanan generatif roti kehidupan. Maka marilah kita bersiap-siap untuk berbagi roti kehidupan dalam sejarah generasi kita.

Kontemplasi:
Bayangkan perjalanan generasi roti hidup dalam sejarah hidupmu.

Refleksi:
Bagaimana berbagi roti hidup?

Doa:
Tuhan semoga aku bisa berbagi roti kehidupan dalam sejarah hidupku. Semoga antar generasi mampu menjaga pembagian roti kehidupan. Amin

Perutusan:
Aku akan berbagi roti hidup. -nasp-

Lamunan Pekan Paskah III

Kamis, 4 Mei 2017

Yohanes 6:44-51

6:44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
6:48 Akulah roti hidup.
6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada yang menggambarkan bahwa di dalam agama orang disebut beriman karena tekun menjalani yang segala yang diajarkan. Ajaran-ajaran agama adalah petunjuk dan pedoman untuk ikut Tuhan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa orang disebut beriman kalau tekun mendalami ajaran-ajaran agama. Sesibuk apapun dalam hidupnya orang tak lupa meluangkan waktu untuk membaca Kitab Suci dan atau ajaran lainnya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, segiat dan sesetia apapun orang mempelajari Kitab Suci dan atau ajaran keagamaan lainnya, yang harus disadari iman atau kepercayaan seseorang sejatinya adalah sikap keterbukaan yang bersedia ditarik berada dalam lingkungan pekerjaan buah pancaran aura cahaya kalbu. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan menyadari bahwa iman sejatinya hasil pembelajaran berbagai amanat yang ada dalam nurani.
Ah, pada dasarnya beriman itu yak arena beragama.

Yesus Kristus, Roti Hidup dari Surga

Kamis, 04 Mei 2017
Pekan Paskah III
Refleksi harian dan doaku berdasarkan Yohanes 6:44-51

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku; dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Tuhan Yesus Kristus terkasih, dalam Injil hari ini, sekali lagi Engkau mengajarku bahwa Engkaulah roti hidup yang turun dari surga. Engkau berjanji yang makan roti hidup akan hidup selamanya. Aku menerima dan makan roti hidup dalam Ekaristi maka bantulah aku menghargai anugerah DiriMu dalam Ekaristi secara lebih lagi.

Tuhan Yesus Kristus terkasih, Engkau bersabda bahwa, tak seorang pun dapat datang padaMu jikalau ia tidak ditarik Bapa. Bapalah yang mengutus Engkau dan yang menarik jiwa-jiwa padaMu. Maka, jika aku datang padaMu, itu karena anugerah iman dari Bapa. Imanku padaMu adalah anugerah dari Bapa yang berkenan menarikku padaMu, PutraNya. Bantulah aku mengimani dengan segenap hati, jiwa dan budiku.

Adorasi Ekaristi Abadi adalah kesempatan khusus bagiku untuk bersembah sujud di hadiratMu, Roti Hidup. Sejak kelahiranMu di Betlehem, Engkau telah mewahyukan DiriMu sebagai Roti Hidup. Betlehem dalam bahasa Ibrani bêth-lehem, berarti "rumah roti". Di sana Engkau dibaringkan di palungan tempat makanan ternak biasa diletakkan. Sebelum menjadi Roti Hidup yang akan menjadi makananku, pertama-tama Engkau menjadi manusia. Palungan itu kini merupakan altar tempat Engkau dihadirkan sebagai Roti Hidup dalam Ekaristi. Palungan itu kini juga merupakan altar Adorasi Ekaristi Abadi. Itulah caraMu selalu mengasihi: dengan memberikan DiriMu sepenuhnya. Bantulah aku menerimaMu dalam Ekaristi dan menyembahMu dalam Adorasi Ekaristi Abadi dengan penuh syukur kini selama-lamanya. Amin.

Girlan Ungaran, 3/5/2017

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊ ·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Era Baru Vatikan–Mesir

dari http://www.hidupkatolik.com/2017/05/03



Imam besar Universitas Al–Azhar, Sheikh Ahmed El–Tayyeb saat mengunjungi Paus Fransiskus di Vatikan.
[franciscanmedia.org]


HIDUPKATOLIK.com - Paus Fransiskus berada di Mesir pada 28-29 April. Dialog lintas agama dan pembaruan hubungan Vatikan dan Mesir menjadi tajuk kunjungan itu.

MINGGU Palma di Mesir kemarin beraroma duka. Saat Gereja mondial merayakan Pesta Yesus memasuki Yerusalem sebagai Raja, umat Gereja Koptik Mesir justru diteror bom. Sejumlah 44 orang tewas dalam serangan di dua kota, di negeri Firaun itu. Petaka itu sempat disebut sebagai pembatalan resmi rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Mesir.

Dalam situasi Mesir yang tidak aman itu, Takhta Suci malah meresmikan kunjungan Paus ke negara tersebut. Paus akan mengunjungi Mesir, Jumat-Sabtu, 28-29/4. Berita ini menggembirakan komunitas Kristiani di Mesir. Di sisi lain, ada kecemasan soal keselamatan Bapa Suci.

Pada Februari lalu, komplotan ISIS menyebut umat Kristen dan Koptik Mesir yang berjumlah sepuluh persen dari total populasi, sebagai mangsa favorit mereka. Nina Shea, peneliti kebebasan beragama internasional, meyakini kapasitas pemerintah Mesir dalam menjaga keamanan negara. Mukhabarat, lembaga telik sandi Mesir telah “menyucikan” Kairo yang menjadi lokus utama kunjungan Paus. “Ini akan menjadi perhatian tingkat tinggi dan mereka bisa menjaga keamanan dengan sangat baik,” kata Shea seperti dilansir express.co.uk (16/4).

Era Baru

Mgr Michael Louis Fitzgerald MAfr, Nunsius Apostolik Emeritus untuk Mesir meyakini, jaminan keamanan tingkat tinggi di Mesir. Kunjungan Paus, lanjut Mgr Fitzgerald, bermakna penting dalam kacamata diplomatik kedua negara dan relasi Vatikan dengan dunia Islam. “Di Mesir, ada banyak situasi sulit dan ekstrimis yang mengancam orang Kristen dengan cara kekerasan.”

Bagi Mgr Fitzgerald, kunjungan ini penting untuk mengkonsolidasikan kemajuan hubungan antara Vatikan dan Al-Azhar. Pada Mei 2016, Paus Fransiskus menerima kunjungan imam besar Universitas Al-Azhar, Sheikh Ahmed El-Tayyeb. “Kunjungan timbal balik ini akan sangat dihargai, seperti halnya ketika Bapa Suci Yohanes Paulus II berkunjung ke sana dan diterima dengan sangat baik,” katanya seperti dilansir Radio Vatikan (19/4).

Akhir Februari lalu, Lembaga Islam Sunni Al Azhar dan Vatikan menggelar seminar bertema “Memerangi Terorisme dan Ekstrimisme” di Kairo. Kedua institusi itu pun sepakat bekerjasama dalam topik itu, termasuk menolak kekerasan atas nama agama. Al-Azhar juga bekerja sama dengan Ordo Dominikan di Kairo untuk mempelajari dan mencari solusi problem ekstremisme atas nama agama.

Kunjungan ini juga menjadi pemenuhan undangan Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Mesir, yang pada 2014 berkunjung ke Vatikan. Paus sendiri dalam beberapa prahara transisi politik di Mesir selalu memberi perhatian dan menyatakan kepeduliannya bagi rakyat Mesir.

Paus Fransiskus rencananya ditemani Patriark Konstantinopel, Bartholomeos I akan mendapatkan sesi khusus dengan Kepala Gereja Koptik, Paus Tawadros II. Paus juga akan memimpin Misa bersama umat Katolik Mesir dan beraudiensi di Katedral Koptik. Perjumpaan ini, akan memperbarui dialog Vatikan dengan Gereja-gereja Oriental.

Edward Wirawan