Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, October 1, 2018

Santo Leodegar

diambil dari http://katakombe.org/para-kudus Hits: 2411 Diterbitkan: 02 Oktober 2014 Diperbaharui: 02 Oktober 2014

  • Perayaan
    2 Oktober
  • Lahir
    Sekitar tahun 616
  • Kota asal
    Autun - Burgundy - Perancis
  • Wafat
    Martir - matanya dicungkil, lidahnya dipotong, lalu disiksa sampai kedua kakinya lumpuh.
    Dibiarkan menderita sebagai seorang lumpuh, buta dan bisu lalu dibunuh tahun 678 atau 680 di Sarcing, Somme, Perancis
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation Sumber : Katakombe.Org

Santo Leodegar lahir di Autun, Burgundy (Sekarang Perancis) pada sekitar tahun 616. Ia berasal dari keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Ayahnya bernama Bobilo dan ibunya juga adalah seorang kudus; yaitu Santa Sigrada. Seorang adiknya juga adalah seorang santo dan martir Kristus bernama Santo Warren.
Karena ingin menjadi seorang  imam, Leodegar lalu pergi ke kota Poitiers, untuk belajar di bawah bimbingan pamannya, yang adalah Uskup Poitiers. Oleh pamannya, ia ditahbiskan menjadi seorang diakon, lalu menjadi seorang imam. Pada tahun 650 santo Leodegar di angkat menjadi abbas (kepala biara) di biara Maxentius. Selama enam tahun menjadi abbas, santo Leodegar berusaha keras memperbaharui kehidupan spiritual para biarawan asuhannya dengan menerapkan aturan hidup Benediktin (benedictin rule) yang sangat ketat.
Pada tahun 656, Santo Leodegar harus meninggalkan biara Maxentius karena secara tidak diduga ia ditunjuk oleh Ratu Bathildis untuk menjadi Penasihat Kerajaan dan guru rohani bagi para pangeran. Santo Leodegar menduduki jabatan ini selama sembilan tahun. Pada tahun 665 Leodegar mengundurkan diri sebagai Penasihat Kerajaan beberapa saat setelah ratu Bhatildis menyerahkan tahta kerajaan pada puteranya Clotaire. Ratu yang saleh itu ingin menarik diri dari dunia ramai dan menjadi seorang biarawati. Ratu Bhatildis kini dikenal sebagai Santa Bhatildis.
Setelah mengundurkan diri sebagai penasihat Kerajaan, Santo Leodegar ditunjuk menjadi uskup kota Autun. Ia menjadi seorang uskup yang sangat saleh dan sederhana. Kesehariaannya tetap ia jalani layaknya seorang biarawan dan ia tetap hidup sesuai aturan hidup benediktin. Uskup Leodegar memperbaharui kehidupan para klerusnya dan menegakkan disiplin kehidupan gerejawi. Ia sangat memperhatikan penerimaan sakramen-sakramen bagi umat, terutama sakramen baptis.
Sekitar Tahun 675 terjadi perebutan kekuasaan di Autun antara Childeric dan Ebroin. Childeric terbunuh, dan kota Autun lalu dikepung Ebroin bersama para sekutunya. Untuk menghindari pertumpahan darah, bapa Uskup mengatur penyerahan diri dan memberikan dirinya sebagai jaminan kepada para penyerang agar mereka untuk tidak menghancurkan kota dan membunuhi para penduduk.
Karena dianggap sebagai pendukung Childeric, Ebroin lalu memerintahkan agar uskup Leodegar ditahan. Dalam penjara, bapa uskup disiksa dengan sangat mengerikan. Kedua matanya dicungkil dan lidahnya dipotong. Ia juga terus menerus disiksa sampai kedua kakinya menjadi lumpuh. Ebroin dengan keji sengaja membiarkan uskup Leodegar hidup dalam penderitaan sebagai seorang lumpuh, buta dan bisu selama dua tahun sebelum kemudian membunuhnya.
Uskup Leodegar meninggal sebagai seorang martir pada tahun 678 atau 680 di pinggir dekat hutan dekat Sarcing, Somme, Perancis.
 Sumber : Katakombe.Org

Percikan Nas Selasa, 02 Oktober 2018

Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Kel. 23:20-23a; Mzm. 91:1-2,3-4,5-6,10-11; Mat. 18:1-5,10. BcO Ydt. 10:1-5,11-17; 11:1-8,20-23

Nas Injil:
1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku." 10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Percikan Nas:
Seorang anak kecil merasa tenang kala bermain orang tua ada di dekatnya. Sering mereka pun mempertontonkan kemampuan barunya pada orang tuanya. Ekspresi bahagia orang tua memberi semangat pada sang anak. Penjagaan orang tua membuat sang anak pun merasa aman.
Bagi Yesus anak-anak merupakan pribadi yang istimewa juga. Mereka yang menerima anak-anak sama dengan menerima Dia dan yang mengutus-Nya. Ia mengingatkan untuk tidak  menganggap rendah seorang anak. Ia dengan tegas mengingatkan, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga” (Mat 18:10). Malaikat menjaga anak-anak.
Mungkin ketika remaja dan orang muda banyak orang tidak senang dijaga dan diawasi. Orang tua pun sering tidak suka diawasi. Namun kalau kita mau melihat lebih dalam mereka menjaga karena mereka tidak menginginkan kita mengalami celaka. Tuhan pun menjaga kita karena tidak ingin celaka.

Doa:
Kasihmu begitu besar kepada kami ya Tuhan. Mata-Mu tidak pernah lepas memperhatikan gerak hidupku. Engkau tidak ingin kami mengalami celaka. Pujian dan syukur kuhaturkan kepada-Mu. Amin.

Dijagai

Oktober adalah Bulan Rosario
Mari kita doakan para korban bencana.
(goeng).

Lamunan Peringatan Wajib

Para Malaikat Pelindung
Selasa, 2 Oktober 2018

Matius 15:1-5.10

18:1. Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, ada yang bilang bahwa manusia itu berkembang dari bayi hingga tua bahkan usia lanjut. Maka ada ilmu jiwa perkembangan yang menempatkan kaum dewasa matang menjadi tumpuan kebaikan perkembangan anak-anak.
  • Katanya, dalam berkepercayaan pun manusia juga mengalami perkembangan dari bayi hingga usia lanjut. Maka kematangan kaum beriman dewasa menjadi topangan anak-anak menemukan guru berkepercayaan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun dalam agama menjadi guru dan pendamping iman anak, makin matang kepercayaan kaum dewasa bahkan lansia, dia akan makin berguru pada anak yang sejatinya amat berada dalam rengkuhan aura nurani ilahi. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati kaum dewasa bahkan lansia akan hormat pada dunia anak-anak.
Ah, yang namanya hormat adalah tindakan anak yang terarah pada yang tua.

Sunday, September 30, 2018

Mengapa Oktober Bulan Rosario?

diambil dari https://perawanmaria.wordpress.com/2012/10/10

Tanya:
Mengapa Oktober disebut Bulan Rosario? Apakah Mei juga boleh disebut Bulan Rosario? Terima kasih.
Jawab:
Pertama, bulan Oktober memang didedikasikan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario. Pada bulan Mei juga didoakan Rosario, tetapi Mei tidak ditetapkan sebagai Bulan Rosario. Mei disebut sebagai Bulan Maria.

Penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari penetapan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, tetapi saat itu masih dirayakan khusus di gereja-gereja yang altarnya didedikasikan kepada Bunda Maria. Penetapan itu dilakukan dengan mengubah nama pesta 7 Oktober itu, yaitu dari Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan menjadi Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Baru pada tahun 1716, Paus Klemens XI memperluas perayaan Pesta Ratu Rosario itu ke seluruh Gereja.

Kedua, Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario dilatarbelakangi oleh kemenangan tentara Kristen atas tentara Turki Islam dalam pertempuran di Lepanto pada 7 Oktober 1571. Armada Turki sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka. Mereka siap menguasai Eropa. Tentara Kristen kalah dalam hal jumlah dan persenjataan. Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen. Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, meskipun pada awalnya tentara Kristen kalah angin, tetapi kemudian mereka berhasil membalik keadaan. Pada akhirnya pertempuran dimenangkan oleh tentara Kristen. Jumlah korban di pihak tentara Turki sangat besar dibandingkan korban di pihak tentara Kristen. Dengan kemenangan di Lepanto, tentara Turki tidak melanjutkan usaha menguasai Eropa. Maka, kemenangan di Lepanto ini mempunyai arti sangat penting.

Tanggal 7 Oktober itulah saat kemenangan berkat bantuan Bunda Maria melalui doa rosario. Karena itu, tanggal 7 Oktober dinyatakan sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan, yang kemudian diganti dengan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini merupakan ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria melalui doa Rosario.

Ketiga, baru tanggal 1 September 1883, Oktober ditetapkan sebagai Bulan Rosario oleh Paus Leo XIII. Bapa Suci meminta agar seluruh umat di paroki-paroki mendoakan Rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto setiap hari pada bulan Oktober agar Bunda Maria membantu Gereja menghadapi aneka bahaya yang mengancam pada saat itu. Bapa Suci mengulangi permintaannya itu pada tahun berikutnya. Dalam ensikliknya, Octobre mense, 22 September 1891, Paus Leo XIII menyatakan bahwa Oktober dibaktikan dan dikuduskan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Dikutip dari jawaban Rm Dr Petrus Maria Handoko CM di HidupKatolik dot com (http://www.hidupkatolik.com/2012/09/17/wajibkah-berdoa-litani-santa-perawan-maria)
Sumber gambar: http://www.how-to-pray-the-rosary-everyday.com/images/month-of-the-holy-rosary-banner1-375-orng.jpg

Percikan Nas Senin, 01 Oktober 2018

Pesta St. Teresia dr Kanak-kanak Yesus
warna liturgi Putih

Senin, 01 Oktober 2018

Bacaan-bacaan:
Ayb. 1:6-22; Mzm. 17:1,2-3,6-7; Luk. 9:46-50. atau : Yes. 66:10-14b atau 1Kor. 12:31-13:13; Mat. 18:1-4. BcO 2Taw. 29:1-2; 30:1-16a
Nas Injil:
46 Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. 47 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, 48 dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” 49 Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” 50 Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”
Percikan Nas:
Suatu kali suatu perkumpulan berkembang bagus. Segala yang direncanakan bisa berjalan dengan baik. Orang-orang pun mengapresiasi perkumpulan tersebut. Namun kemudian ada kabar yang kurang menyenangkan. Anggota dari perkumpulan itu mulai resah dan tidak sedikit yang mulai meninggalkannya. Selidik punya selidik ternyata karena sang pimpinan makin hari makin menunjukkan ke-aku-annya.
Hari ini kita merayakan pesta St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Di usia 15 tahun ia masuk di Biara. Dalam tulisannya dia mengajak supaya sikap kita kepada Tuhan seperti seorang bayi kepada ibunya. Yesus pun juga mengajak kita, “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar” (Luk 9:48).
Seorang bayi mengandalkan hidupnya pada orang tuanya. Ia tidak bisa hidup tanpa orang tua yang mengasuh. Kehadiran mereka itulah yang membuatnya bertumbuh dan berkembang. Dalam perkumpulan apapun tidak pernah hanya satu pribadi yang bekerja. Ia tidak akan bisa tanpa orang yang ada di sekitarnya. Memang mungkin dia hebat. Namun sehebat apapun tanpa mau bekerjasama dengan yang lain dan rendah hati menyadari ketergantungannya pada yang lain maka ia akan kehilangan kehebatannya.
Doa:
Bapa hidupku bergantung pada rahmat-Mu. Berkat-Mu yang mengalir melalui pribadi dan lingkungan sekitarku memberi daya bagi pejiarahanku. Bebaskanlah aku dari kesombongan untuk menunjukkan ke-aku-anku. Amin.
Bayi pada Ibu
September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci”
(goeng).

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus

diambil dari http://katakombe.org/para-kudus Hits: 15970 Diterbitkan: 10 Agustus 2013 Diperbaharui: 28 November 2014

    • Perayaan
      01 Oktober
    • Lahir
      02 Januari 1873
    • Kota asal
      Lisieux - Perancis
    • Wafat
      30 September 1897 | Sebab alamiah
    • Beatifikasi
      9 April 1923 oleh Paus Pius XI
    • Kanonisasi
      17 Mei 1925 oleh Paus Pius XI Sumber : Katakombe.Org

  • Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Dia memiliki empat saudara perempuan yang lebih tua dan orang tuanya adalah Beato Louis Martin dan Beata Zelie Martin. Theresa seorang gadis yang sangat ceria, ia sangat dicintai ayahnya yang memanggilnya dengan sebutan "Ratu kecil."
    Ketika Theresia masih kanak-kanak, ibunya meninggal dunia. Ayah Theresia lalu memutuskan untuk pindah ke kota Lisieux, di mana kerabat mereka tinggal.  Disana terdapat sebuah biara Karmel di mana para suster berdoa secara khusus untuk kepentingan seluruh dunia.
    Ketika Theresia berumur sepuluh tahun, seorang kakaknya, Pauline, masuk biara Karmel di Lisieux. Hal itu amat berat bagi Theresia. Pauline telah menjadi "ibunya yang kedua", merawatnya dan mengajarinya, serta melakukan semua hal seperti yang dilakukan ibumu untuk kamu. Theresia sangat kehilangan Pauline hingga ia sakit parah. Meskipun sudah satu bulan Theresia sakit, tak satu pun dokter yang dapat menemukan penyakitnya. Ayah Theresia dan keempat saudarinya berdoa memohon bantuan Tuhan. Hingga, suatu hari ia melihat patung Bunda Maria di kamarnya tersenyum padanya dan seketika ia sembuh dari penyakitnya!
    Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ia ingin masuk biara Karmel agar ia dapat menghabiskan seluruh harinya dengan bekerja dan berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Tuhan. Tetapi saat itu ia terlalu muda. Jadi, ia berdoa dan menunggu. Ia bahkan berani meminta ijin langsung kepada Paus. Hingga akhirnya, ketika umurnya lima belas tahun, atas ijin khusus dari Paus Leo XIII, ia diijinkan masuk biara Karmelit di Liseux.
    Dalam biara Theresia menjalani kehidupan sebagaimana layaknya seorang Rubiah Karmelit. Tidak ada yang terlalu istimewa. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia: CINTA. Suatu ketika Theresia mengatakan, "Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya." Jadi, Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah.
    Para suster biasa mencuci baju-baju mereka dengan tangan. Suatu saat seorang suster tanpa sengaja selalu mencipratkan air kotor ke wajah Theresia. Tetapi Theresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Theresia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus. Mencintai adalah pekerjaan yang membuat Theresia sangat bahagia.
    Hanya sembilan tahun lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC.  Ketika ajal menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, "O, aku cinta pada-Nya, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!" Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal dunia ketika usianya masih duapuluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia berjanji  untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surga. Sebelum meninggal Thresesia mengatakan, "Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia." Dan ia menepati janjinya! Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.
    Setelah wafat, Theresia menjadi terkenal setelah buku catatan yang ditulisnya diterbitkan menjadi sebuah buku  "Kisah Suatu Jiwa,"  satu tahun setelah kematiannya (di Indonesia diterjemahkan dengan judul: 'Aku Percaya akan Cinta Kasih Allah').
    Theresia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Paus Pius X. Ia dikenal dengan sebutan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil.
    Tanggal 19 Oktober 1997, Theresia  menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar Doktor Gereja.
  •  Sumber : Katakombe.Org
  • Lamunan Pesta

    Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja
    Senin, 1 Oktober 2018

    Matius 15:1-5

    18:1. Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
    18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
    18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
    18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
    18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

    Butir-butir Permenungan
    • Tampaknya, tak sedikit orang mengerti bahwa di era global ilmu pengetahuan dan tekhnologi maju dengan amat pesat. Orang disebut hebat kalau mampu memiliki banyak pemahaman dan atau ketrampilan.
    • Tampaknya, tak sedikit juga yang berpandangan bahwa makin hebat seseorang makin banyak ilmu dan atau ketrampilan dikuasai. Dia akan banyak dihadirkan oleh banyak orang untuk menjadi nara sumber.
    • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun sudah memiliki banyak ilmu dan atau ketrampilan, hal itu tidak menjamin kehebatan orang kalau dia tidak sadar akan kelemahan dan tidak memiliki sikap seperti anak yang baru mulai proses pembelajaran. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan sadar bahwa untuk sungguh berisi dia harus ada dalam kekosongan.
    Ah, yang sungguh hebat adalah yang jadi tempat orang bertanya.